Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Nancy berkunjung


__ADS_3

Zio membuka matanya saat mendengar suara tangisan putranya dari kamar sebelah. ia pun beranjak dari ranjangnya dan melihat hari sudah begitu terang.


namun Citra masih setia dengan mimpi indahnya. Zio berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka, dan ia pun masuk ke kamar putranya.


"ada apa sus, kenapa Zia nangis?" tanya Zio.


"ini pak, sepertinya dia lapar, tapi saya masih mau memakaikan popok nya" sahut suster yang menjaga Zia.


"oh, kamu bereskan saja dulu, aku bangunkan Citra dulu" ujur Zio.


"baik lah pak" sahut suster kembali berkerja.


Zio kembali ke kamarnya dan membangunkan Citra yang masih terlelap.


"sayang bangun, Zia nangis mau mimik" kata Zio lembut.


merasa ada yang mengangunya Citra pun membuka matanya.


"ada apa mas?" tanya Citra.


"bangun Zia lapar" sahut Zio.


"ya udah, aku ke kamar Zia dulu" ujur Citra berjalan ke kamar anaknya.


"wah udah wangi, mami belum mandi nak" kata Citra bicara pada putranya.


"maaf buk, saya permisi dulu" kata suster ingin pamit.


"mau kemana, kamu istirahat saja, kan semalam kamu tidak tidur gara-gara Zia nangis" ujur Citra menatap suster.


"iya buk, tapi ibu belum mandi, selesai ibu mandi nanti saya istirahat" sahut suster.


"tidak apa, nanti aku minta mas Zio, untuk jaga Zia sebentar" kata Citra senyum.


"baik lah buk, kalau begitu saya mandi dulu" sahut suster.


"oh ya la, nanti jam dua kamu ikut Chelsea saja ke butik, soalnya Yabes dia bawa ke sana, nanti Zia sama saya saja" kata Citra pada suster yang bernama Lala itu.


"iya buk" sahut Lala.


Citra pun membawa Zia ke kamarnya melihat Lala yang hampir tidur terbangun lagi karena Zia kembali menangis.


"ada anak papi, sini sama papi" kata Zio melihat istrinya membawa Zia.


"ini papi, jagain aku dulu ya, mami mau mandi, suster Lala lagi mau istirahat" ujur Citra menirukan suara anak kecil.


"siap mami" sahut Zio.


Citra pun berlalu ke kamar mandi, tidak lama kemudian dia pun muncul lagi dengan wajah yang segar.


"cepat bangat mandinya?" tanya Zio melihat istrinya sudah wangi duduk di sampingnya.


"iya, takut Zia nangis lagi" sahut Citra menatap putranya.


"kita sarapan" ujur Zio.


"mas duluan aja, aku jagain Zia dulu" sahut Citra.


"oke bos, kita turun sekarang" ujur Zio.

__ADS_1


mereka pun turun ke bawah dan Zio langsung menuju meja makan, sedangkan Citra duduk di sofa ruang tengah untuk menemani Zia dulu.


"Citra mana?" tanya Tania melihat Zio datang sendiri.


"lagi jagain Zia, gantian sama aku bu" sahut Zio.


"kan ada Lala" ujur Tania.


"Lala baru saja tidur bu, kasihan dari semalam jagain Zia" sahut Zio.


"biar saya saja yang jagain Zia den" ujur maid yang memang sudah tidak ada kerjaan.


"bisa bik?" tanya Zio.


"ya bisa lah den, istri den kan bibi yang jaga" sahut maid yang bernama Nina.


"ya udah, terima kasih ya bik" ujur Zio.


Citra pun ikut bergabung setelah putranya di jaga oleh Nina yang merupakan susternya dulu, dan sekarang menjadi maid dirumahnya.


selesai makan Citra pun menanyakan tentang kakaknya yang tidak ada di meja makan seperti biasa.


"kakak Chelsea mana?" tanya Citra pada yang ada di meja makan.


"udah pergi ke butik" sahut Tania.


"cepat bangat ke butik nya, kan buka jam sembilan" ujur Citra melihat jam di tangan nya.


"tidak tau juga kenapa cepat, Ryan juga sudah berangkat pagi lagi dari dia" kata Tania.


"Yabes sama siapa?" tanya Citra.


"oh, ya udah aku ke ruang tengah dulu" kata Citra kemudian.


...****************...


Dan siang itu Citra menjaga keponakan nya dan putranya di ruang tengah, Yabes yang usianya baru lima bulan itu, terlihat sangat enteng dan tidak mudah rewel, hingga mudah untuk Chelsea dan Ryan meninggalkan nya untuk berkerja.


namun rumah Indra kembali ramai saat Nancy dan Zahra datang untuk makan siang bersama sekalian Nancy ingin melihat cucunya.


"hai ganteng" sapa Nancy pada Zia.


"tidak rewel ci?" tanya Nancy lagi saat Zia sudah dalam gendongannya.


"kadang-kadang bun" sahut Citra.


"oh, suami kamu mana?" tanya Nancy lagi melihat rumah itu tampak sepi.


"tadi ke kantor bun, kalau ayah, mas Alfa, dan mas Rama sama lagi kekantor juga" sahut Citra.


"oh, pantas saja sepi" ujur Nancy.


"nanti ayah pulang sama mas Alfa" kata Citra.


"oh" sahut Nancy lagi.


"kok oh terus sih jawabnya" kata Citra kesal.


"iya terus jawab nya apa gitu" ujur Nancy senyum.

__ADS_1


"apa aja" sahut Citra.


tidak lama Indra dan Alfa datang dan di susul oleh Chelsea yang wajahnya tidak seperti biasa, iya pun mencium tangan bapak dan bundanya, dan berlalu ke kamar tanpa bicara.


"kak Chelsea kenapa sih?" tanya Citra bingung.


"tidak tau, dari pagi wajahnya seperti itu" sahut Tania mulai khawatir.


"aku tau" sahut Zahra.


"apa?" tanya Tania penasaran.


"kalau tidak gara-gara sup iga, pasti karena sekertaris baru" sahut Zahra.


"apa hubungannya dengan sup iga dan sekertaris baru?" tanya Citra penasaran.


"ya ada lah, Chelsea marah karena Ryan melupakan nya hanya karena ingin sup iga, atau dia marah karena melihat Ryan jalan sama sekertaris barunya" Zahra menjelaskan.


"Tante, emang sekertaris Ryan udah di ganti?" tanya Alfa.


"tidak tau juga sih fa" sahut Zahra.


"lah katanya sekertaris baru, Tante gimana sih" ujur Alfa.


"kan kata hati Tante" sahut Zahra membuat semua yang ada di situ menepuk jidat nya.


Chelsea pun turun dengan mengendong Yabes, ia duduk di samping Citra dan mulai bicara pada adiknya.


"ci, bisa kan aku pinjam Lala?" tanya Chelsea.


"bisa kak, Lala nya selalu siap" sahut Citra.


"terima kasih ya ci" ujur Chelsea.


"baby sister nya Yabes kemana Chel?" tanya Tania menatap putrinya.


"udah aku pecat, lagian sekarang lagi bermesraan sama mas Ryan" sahut Chelsea ketus.


"sejak kapan kamu pecat dia?" tanya Indra lagi.


"seminggu yang lalu" sahut Chelsea.


"kenapa di pecat kak?" tanya Citra.


"dia pacar baru mas Ryan" sahut Chelsea.


"kamu tau dari mana?" tanya Jonas.


"ya aku lihat sendiri mereka sering jalan berdua" sahut Chelsea.


"baiklah, nanti bapak cari tau semuanya, jangan asal marah, cemburu tidak baik" nasehat Jonas.


"iya nak, lagian Ryan cinta bangat sama kamu, mungkin ada yang harus dia kerjakan sama si baby sister nya Yabes" kata Tania.


"kerja apaan, pakai ciuman segala" sahut Chelsea pergi.


sedangkan yang di ruangan itu pun terdiam tanpa suara mendengar kata Chelsea.


**Happy Reading

__ADS_1


terima kasih untuk like, vote dan komen**


__ADS_2