Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Mencurigakan


__ADS_3

Matahari pun sudah masuk ke selah kamar Citra dan Zio. Citra membuka matanya dan menatap jam yang ada di atas nakas. ia kembali baring dan menghadap ke arah suaminya yang lagi tertidur dengan pulas.


"kamu sangat tampan mas" ujur Citra meraba setiap inci wajah Zio.


"kamu sama bangat dengan Dimas mas, sama-sama memikat hati ku" kata Citra lagi.


merasa Zio belum juga bangun Citra kembali bicara sendiri.


"dulu Dimas pernah mengungkapkan isi hatinya pada ku, tapi bukan untuk nya melainkan untuk kakaknya, karena memang dia tau kalau dia tidak akan bisa lama di bumi ini, apa kabar kamu dim?, aku rindu sama kamu. terima kasih sudah mempercayai mas Zio untuk menjaga ku, benar kata kamu, dia memang jodoh ku" ujur Citra lirih.


Zio terbangun mendengar kata Citra, namun matanya masih saja terpejam. dan ia ingat jika hari ini dia akan pergi ke Surabaya untuk urusan kantor.


"mas, sudah lama bangun?" tanya Citra panik ia takut Zio tau kalau dirinya sedang merindukan Dimas.


"belum, baru saja" sahut Zio senyum.


"kiss dulu dong" ujur Zio lagi.


Citra pun langsung mencium bibir Zio dengan sekilas.


"lagi, belum kerasa" kata Zio menarik tekuk Citra dan mencium nya.


mereka melepaskan ciuman nya saat Tania berteriak di depan pintu kamar mereka.


"aku buka pintu dulu, mas mandi sana, kan mau ke Surabaya" kata Citra.


"iya sayang" sahut Zio.


Citra berjalan ke arah pintu dan membukanya, dan di depan pintu Tania sudah menunggu.


"ada apa bu?" tanya Citra.


"Zio mana, itu si Erik sudah dua jam nunggu dia" kata Tania.


"baru saja mandi bu" sahut Citra.


"baru mandi, kalian ngapain saja di kamar, jam segini baru bangun?" tanya Tania.


"tidak ada bu, memang ini jam berapa? tanya Citra.


"hampir jam delapan" sahut Tania.


"ya ampun, aku kira masih jam enam" ujur Citra menepuk dahinya.


ia langsung masuk kembali ke kamar dan menyiapkan pakaian untuk Zio, dan untung saja semalam Citra sudah memasukan beberapa baju Zio ke dalam koper.

__ADS_1


"mas, cepatan mandinya, ini udah mau jam delapan" teriak Citra di balik pintu.


Zio keluar dengan mengunakan handuk di pinggangnya.


"cepat, ini udah jam delapan mas, Erik udah nungguin dua jam di rumah" kata Citra menatap Zio.


"jam delapan, tapi kenapa kamar masih seperti jam enam" ujur Zio menuju ranjangnya dan memakai pakaian nya.


"tidak tau, mungkin gorden nya, gelap kali" sahut Citra.


"gelap gimana, kan belum kamu ganti gordenya" ujur Zio.


"sudah jangan di bahas, aku mandi dulu" kata Citra pergi ke kamar mandi.


Zio pun membuka tirai kamarnya dan berjalan ke arah nakas dan melirik ke arah jam yang ada di situ, ia menatap jam itu dan melihat baru saja menunjukan jam enam lewat.


"ini baru saja jam enam lewat, gimana bisa udah jam delapan" ujur Zio yang tadi seperti di kejar hantu untuk mengenakan pakaian nya.


"mas, ngapain lagi di situ buruan turun" kata Citra membawa semua perlengkapan Zio.


Sampai di ruang tamu, Zio melihat Erik sudah menunggunya.


"udah lama?" tanya Zio pada Erik.


"yang benar, ini kan baru jam enam" kata Zio.


"jam enam, apaan, ini sudah jam delapan" sahut Erik sambil menunjukan jam dinding.


"jadi mana yang benar, tadi di kamar jam nya baru saja jam enam lewat" kata Zio bingung.


"ini udah jam delapan zi" ujur Indra kemudian.


"oh, ya udah kita berangkat dulu" kata Zio.


"tidak sarapan zi?" tanya Tania.


"tidak, sarapan di mobil saja" sahut Zio.


Citra pun datang dengan membawa kotak bekal untuk suaminya.


"ini mas, sarapannya" kata Citra.


"terima kasih sayang, oh ya kamu jangan kemana mana, di rumah saja, kalau ada keperluan suruh saja orang datang ke rumah, atau minta supir dan pelayan yang melakukannya" pesan Zio pada istrinya.


"kenapa tidak bisa keluar?" tanya Citra kesal.

__ADS_1


"semua untuk keamanan kamu sayang, nurut saja ya, mas tidak lama di sana" kata Zio mengusap rambut Citra.


setelah kepergian Zio dan Erik berserta supir pribadi di rumah itu, Indra menangkap ada yang aneh dari pesan Zio tadi pada putrinya. merasa ada yang tak beres, Indra meminta anak buahnya untuk mengikuti mobil Zio dan, mengamati jika ada yang mencurigakan.


Citra pun tidak kembali lagi ke kamarnya, ia masuk ke kamar Zia dan menemani putranya yang baru dua bulan itu.


Dan siang iti setelah makan, Citra pun masuk ke kamarnya, tanpa mencurigai apa pun, namun dia juga merasa aneh dengan kamarnya dan tidak seperti biasa.


Karena tadi Sinta datang dengan membawakan pekerjaan untuk nya, dan siang ini Citra kembali bersama dengan laptop dan tumpukan berkas.


diruang tamu, Indra menerima telpon dari anak buahnya yang di minta untuk mengikuti mobil Zio ke Surabaya.


"ada apa?" tanya Indra tanpa basa basi.


"ada sesuatu yang mencurigakan bos, ada mobil yang memang mengikuti mobil den Zio" kata anak buah Indra.


"ikuti terus mobil itu, dan minta yang lain untuk mendahului mobil Zio, jangan sampai terjadi sesuatu" perintah Indra.


"baik bos, akan saya laksanakan, apa supir perlu di kasi tau bos?" tanya anak buah Indra lagi.


"iya, jangan sampai Zio tau, sepertinya ada yang tidak beres, mungkin Zio juga tau ada hal yang aneh, jangan sampai dia kepikiran dengan Citra, supaya kerjaan nya cepat selesai" kata Indra.


setelah menutup telponnya Indra berjalan ke arah kamar Citra dan membuka kamar itu.


"anak ayah lagi ngapain?" tanya Indra duduk di samping Citra.


"lagi bereskan ini ayah" ujur Citra pada dokumen yang ada di depannya.


"oh, nanti malam ibu tidur sama kamu ya" kata Indra.


"aku bisa tidur sendiri ayah" sahut Citra.


"iya, ayah tau, tapi biarkan ibu tidur disini sama kamu selama Zio di Surabaya" ujur Indra.


"apa ada masalah yah?, tidak seperti biasa ayah meminta ibu tidur di sini?" tanya Citra menyelidik.


"tidak ada apa-apa nak, semua baik-baik saja" sahut Indra.


"oh, ya udah terserah ayah" sahut Citra.


Citra memang tidak terlalu suka membantah apa kata orang, termasuk bundanya yang meminta ia memegang salon dan restoran nya yang ada di Bali dan Citra hanya pasrah menerima nya.


Indra pergi dan menatap seluruh kamar putrinya, mungkin dia butuh waktu untuk mengecek kamar itu, dan tanpa diketahui oleh Citra ia menyimpan sebuah kamera tersembunyi di sana.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2