Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Kecelakaan


__ADS_3

Malam itu Chelsea tidur di kamar tamu dengan membawa Yabes bersama nya. setelah tadi Indra memberitahu semuanya yang terjadi pada Ryan, walau hatinya memaafkan suaminya tapi ia sangat kecewa dengan Ryan.


"sayang jangan tidur di sini" kata Ryan dibalik pintu.


mendengar Chelsea tak menjawab Ryan kembali menggedor pintu dan teriak tidak jelas.


"pergi dari sini" kata Chelsea tegas.


"sayang maafkan aku" ujur Ryan.


"pergi, aku bilang pergi" bentak Chelsea yang membuat Citra dan Zio terbangun.


"jangan usir aku sayang" sahut Ryan lirih.


"pergi, atau tinggalkan Dita sekarang, jangan pernah temui dia lagi" kata Chelsea tegas.


"tapi sayang, anak itu adalah anak ku" sahut Ryan yang merasa bersalah pada anak yang di kandung oleh Dita.


"dia punya suami, dan Romi memang menginginkan anak, karena dia tidak bisa membuat wanita hamil" kata Chelsea membuat Ryan berpikir.


"tapi sayang" ujur Ryan.


"pergi sekarang" teriak Chelsea karena Ryan masih saja ingin menjaga dan mengambil anaknya itu setelah dia lahir nanti.


dengan langkah gontai Ryan pergi meninggalkan kamar tamu dan pergi mengendarai mobil nya.


karena takut kakaknya akan pergi ke kost nya Dita, Zio pun mengikutinya kemana tujuan Ryan pergi.


namun Zio kehilangan jejak mobil Ryan, saat tiba di sebuah tikungan dan mobil yang di kendarai Ryan melaju dengan kecepatan tinggi hingga Zio tidak bisa membuntutinya.


sekitar tiga puluh menit kemudian ia melihat jalan yang malam harinya sepi menjadi ramai, Zio pun menghentikan mobilnya dan turun pada kerumunan itu.


mata Zio terbelalak melihat mobil Ryan hancur dan rusak karena menghantam pembatas jalan.


"pak, dimana korban kecelakaan?" tanya Zio panik.


"baru saja di bawa ke rumah sakit mas" sahut bapak itu.


"ke adaan nya bagaimana?" tanya Zio lagi.


"parah pak, kritis sepertinya" sahut bapak.


"maaf ni pak, nanya terus, rumah sakit mana ya?, dia kakak saya pak" tanya Zio yang sudah sangat kalut.


"rumah sakit, Citra Pramana, biar saya antar ke sana pak" ujur bapak itu langsung mengambil kunci mobil Zio dan melajukan mobil Zio menuju rumah sakit milik istrinya.


karena jalan malam menuju rumah sakit sangat sepi, mereka pun sampai di rumah sakit, Zio pun langsung berlari menuju UGD. tiba di sana dokter pun keluar.


"dok bagaimana kakak saya dok?" tanya Zio.


"mas keluarganya? tanya dokter dan Zio hanya mengangguk.


"pasien kritis mas, kita harus segera melakukan tindakan operasi, benturan di kepalanya sangat keras" jelas dokter pada Zio.

__ADS_1


"silahkan dok, selamatkan dia" sahut Zio pasrah.


"tapi mas, kita butuh darah secepatnya, pasien butuh darah" kata dokter lagi.


"coba periksa darah saya dok, mungkin dara kita sama" sahut Zio.


"silahkan mas, ke ruang lab dulu" ujur dokter yang memang sudah sangat sibuk.


tiga puluh menit kemudian Zio keluar dari ruang donor darah, dan ia kembali ke ruang operasi, karena Ryan sudah menjalani operasi lima belas menit yang lalu.


karena Ryan masih membutuhkan darah dan stok darah di rumah sakit habis, dengan tangan gemetar dia menelpon ayah Alek.


("halo zi, kenapa telpon malam-malam?") tanya Alek dengan suara serak.


("ayah Al, Ryan kecelakaan, dia butuh darah") kata Zio lirih.


("apa, yang benar kamu?") tanya Alek langsung bangun.


("iya, ayah Al, aku tidak bohong, dia kritis ayah Al") sahut Zio.


tanpa menjawab lagi Alek yang masih ada di Jakarta langsung pergi ke rumah sakit tanpa membangunkan Tiara yang lagi tidur.


tidak lama Alek datang dan melihat wajah Zio yang sangat panik.


"bagaimana Ryan nak?" tanya Alek menghampiri Zio.


"belum tau ayah Al, lagi di operasi" sahut Zio menunjukan lampu ruang operasi masih menyala.


"iya ayah Al" sahut Zio.


Alek pun mengikuti langkah suster untuk mendonorkan darahnya untuk anaknya yang masih berjuang di ruang operasi.


kedua bapak dan anak itu pun mondar mandir di depan ruang operasi, karena sudah tiga jam, lampu ruangan itu masih terus menyala.


"ayah Al, apa, Chelsea kita kasi tau saja?" tanya Zio.


"terserah kamu saja" sahut Alek yang masih mondar mandir.


"ayah Al, kok terserah sih" ujur Zio yang masih takut memberi tahu pada Chelsea.


"kenapa kamu panggil ayah, pakai ayah Al sih?" tanya Alek.


"iya, sebagai tanda, biar tidak keliru" sahut Zio.


"sekarang kamu telpon mertua kamu saja, bilang yang terjadi sebenarnya" kata Alek dan tadi Zio sempat cerita mengenai masalah kakaknya yang menghamili baby sister anaknya karena pengaruh obat perangsang, sehingga membuat masalah dalam rumah tangganya.


"baik lah" sahut Zio.


Zio pun memberi tahu mertuanya lewat telepon, walau Indra sempat aneh melihat Zio menelponnya malam-malam seperti ini, walau hari sudah bisa di kata kan pagi.


mendengar menantunya kecelakaan Indra pun pergi ke rumah sakit, dan memberi tahu Tania untuk memberi tahu Chelsea nanti pagi.


lampu ruang operasi pun mati, dokter yang menanggani Ryan pun keluar dengan wajah agak tersenyum.

__ADS_1


"bagaimana dok?" tanya Alek.


"operasinya lancar, tapi pasien mengalami koma, akibat benturan di kepalanya yang mengakibatkan pendarahan" kata dokter.


"kapan dia bisa sadar dok?" Zio.


"kita tidak tau mas, mas berdoa saja, semoga pasien cepat sadar dari koma nya" sahut dokter.


"terima kasih dok" ujur Alek.


"iya pak, kami akan memindahkan pasien ke ruang IGD" ujur dokter.


"silahkan" sahut Alek.


pagi itu Zio pulang ke rumah, karena Citra pasti akan mencarinya. sampai di kamar Citra langsung berdiri dan bertanya kemana Zio semalam.


"dari mana saja mas?, kemana kamu semalam?, kenapa baru pulang?" tanya Citra.


"dari rumah sakit, Ryan kecelakaan" sahut Zio.


"kecelakaan, emang dia kemana semalam?" tanya Citra.


"iya, sekarang koma, habis bertengkar dengan Chelsea, dia langsung pergi" sahut Zio.


"tangannya kenapa?" tanya Citra melihat tangan suaminya.


"habis donor darah buat Ryan" sahut Zio.


"parah ya mas, maaf aku tidak tau mas" ujur Citra.


saat sarapan pagi, Chelsea tampak gelisah, antara ingin pergi ke Paris hari ini juga atau tidak.


"kamu jadi pergi ke Paris hari ini Chel?" tanya Tania menatap putrinya.


"tidak tau bu" sahut Chelsea.


"jangan pergi ke sana nak, nanti kamu akan menyesal meninggalkan Ryan, jika sesuatu terjadi pada Ryan" ujur Tania dengan wajah sedih.


"kenapa emangnya bu, apa alasannya?" tanya Chelsea.


"nak, semalam Ryan pergi, dan kecelakaan, sekarang dia koma" ujur Tania.


"tidak mungkin bu, ibu jangan bohong" sahut Chelsea tidak percaya.


"ibu tidak bohong nak, ayah udah di sana di rumah sakit, jika kamu tidak percaya, tanya sama Zio, dia yang menemani Ryan di sana" kata Tania.


"apa itu benar zi?" tanya Chelsea.


"iya, dia kecelakaan, mobil nya nabrak pembatas jalan hingga hancur, untung saja dia masih selamat, walau sekarang ke adaan nya di nyatakan koma, tapi masih sering mengalami kritis" ujur Zio.


Chelsea berdiri dan teriak, sambil berlari menuju mobilnya.


"kamu jahat mas, kamu jahat" teriak Chelsea dengan air mata selalu menetes.

__ADS_1


__ADS_2