
Rianti pun tidak berani sama sekali untuk bangun dari tempat tidur nya, ia menatap wajah Citra yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
semalam ia terbuai dengan minuman yang di sodorkan Panji pada Nya, rasa penasaran Rianti pun datang dan ia malah meminum minuman keras itu tanpa jeda hingga mabuk dan berakhir di ranjang dengan Frans pacarnya.
"kenapa tidak bangun, sakit?" tanya Citra pada Rianti.
"tidak kak, kakak tunggu di luar dulu, aku akan ikut kakak pulang" sahut Rianti.
"kenapa, kamu malu jika aku melihat tubuh polos kamu?" tanya Citra dengan tatapan tajam.
"tidak" sahut Rianti membungkus tubuhnya dengan selimut.
Rianti berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang pelan menahan rasa sakit di bagian inti nya. sedangkan Citra sudah menunggu Panji untuk datang ke hotel dimana adik dan asistennya menginap.
Panji pun sudah menebak jika terjadi sesuatu yang tidak beres dimana baru saja adiknya Vito membatalkan kontrak kerja dengan nya secara sepihak.
"ada apa ci?, kenapa kamu batalkan kontrak kerja sama kita?" tanya Panji kesal.
"itu karena kamu sendiri, aku sudah bilang jangan ada yang minum minuman keras saat membahas kerjaan, dan aku tidak suka kamu kasi minuman itu pada karyawan ku" sahut Citra dengan wajah yang sudah merah.
"apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Panji
"Frans meniduri adik tiri saya semalam karena mabuk, dan berapa waktu dulu kejadian yang serupa juga terjadi karena kamu Panji" ujur Citra geram.
"aku minta maaf, tapi jangan batalkan kontrak kerja sama kita" kata Panji
"itu hukum untuk kamu, sudah berapa kali aku peringatkan kamu?" tanya Citra.
"maaf, besok aku akan jelaskan sama om Indra dan paman Jonas atas kejadian ini" ujur Panji yang tidak mau menuruti kemauan Citra.
Panji sangat lah baik pada orang lain, berbeda dengan Vito sebelum ia menikah dengan Vina. namun kebiasaan ia yang suka mabuk mabukan itu lah yang membuat dirinya selalu rugi, walaupun ia tidak pernah meniduri wanita lain. tapi kebiasaan nya yang minta rekan kerja minum minuman keras setelah berhasil kerja sama itu lah yang paling Citra benci.
"terserah kamu saja, jika sama perusahaan lain silahkan saja, tapi jangan dengan perusahaan saya, ini sudah sekian kalinya terjadi, sekarang adik dan kakak sepupu sayang melakukan nya karena mabuk, walau itu bukan kesalahan kamu, tapi sebagai hukumannya karena kamu sudah melanggar aturan yang aku buat" ucap Citra tegas.
"sekali lagi maaf kan aku ci" ujur Panji memohon.
"silahkan pergi dan urus perumahan yang ada di Lombok, aku ingin konsep nya di ubah jadi nuansa Jepang" sahut Citra.
"tapi itu kan sudah hampir jadi semuanya ci, mana bisa di ubah lagi jadi nuansa Jepang" kata Panji.
__ADS_1
"aku tidak mu tau" sahut Citra masih kesal.
Panji pun mengalah pada Citra, karena dia tau jika istri dari temanya itu tidak bisa di bantah, apa lagi sudah sedari kecil ia. memiliki kehidupan yang tersendiri dan banyak orang yang menjadi bagian dari hidup nya.
Citra masuk ke kamar Rianti dan di sana Frans berusaha membujuk Rianti supaya tidak menangis lagi.
"kita pulang sekarang" ujur Citra pada keduanya.
"Citra beri kita waktu untuk memberi tau pada orang tua kita apa yang telah terjadi" kata Frans.
"waktu untuk apa?, keburu bunting adik gue" sahut Citra.
"tapi ci, aku tau aku salah, karena tidak bisa menegur Panji, dan malah kita asik berpesta dan menggagalkan meeting penting dengan dari klien yang dari Paris" ujur Frans.
"maaf kak, tapi untuk kali ini aku tidak bisa, karena Rianti sudah janji pada ku untuk menjaga dirinya sendiri, dan bunda pasti sangat marah pada nya" kata Citra membuat Rianti semakin menangis.
"baiklah" sahut Frans mengalah ia siap di hukum mamanya nanti.
di pesawat Rianti banyak sekali diam dan tidak mau menjawab apa yang Citra bicarakan pada nya.
setelah berapa jam di udara mereka pun sampai di Jakarta dan tangan Rianti sudah berkeringat dingin, bukan ia takut pada kakak tirinya itu, tapi pada bapaknya Jonas yang sudah percaya dia bisa jaga diri nya sendiri.
"kenapa kamu seret Rianti seperti itu?" tanya Indra pada putrinya.
"maaf" sahut Citra melepaskan tangannya dari tangan Rianti.
"kamu cemburu lagi sama dia?" tanya Indra lagi.
"tanya saja sama anaknya yah" sahut Citra pergi meninggalkan Rianti bersama ayah sambung nya.
"ada apa?, kenapa Citra menyeret kamu seperti itu?" tanya Indra.
"maaf yah, itu salah ku, karena aku tidak mengikuti kemauan nya" sahut Rianti takut.
"kamu takut pada Citra?, bilang ada apa?" tanya Indra melihat Rianti bergetar.
"aku ketahuan, tidur bersama mas Frans semalam, dan aku udah janji pada kak Citra untuk bisa jaga diri" sahut Rianti membuat Tania melepaskan nampan berisi kopi panas.
"ibu" teriak Rianti.
__ADS_1
"apa kata kamu tadi?" tanya Tania mendekat.
"Bu, maaf" sahut Rianti.
"kenapa, kamu lakukan itu nak?" tanya Tania emosi.
"jika kamu mau nikah bilang, jangan seperti ini" ujur Tania lagi.
"ada apa bu?" tanya Chelsea kaget.
"kamu. bikin masalah apa sama ibu?" tanya Chelsea pada adiknya.
"pantas saja Citra marah, ayah pergi dulu cari Frans" kata Indra.
"udah tidak usah di marah, semua sudah terjadi, yang penting sekarang menikah" kata Citra datang lagi.
"maksudnya apa ya?" tanya Chelsea belum mengerti.
"kak Frans meniduri Rianti semalam, karena mabuk" sahut Citra
"apa?, kamu sudah tidak perawan lagi dong" ujur Chelsea menatap wajah Rianti.
"diam ibu lagi marah itu" tunjuk Citra pada ibunya yang lagi mengusap matanya.
"ibu maafkan aku" ujur Rianti berlutut.
"tapi kenapa harus seperti ini nak?" tanya Tania.
"maaf Bu, aku mabuk semalam hingga tidak sadar apa yang aku perbuat dengan mas Frans" kata Rianti dengan tangis nya.
"rasain, siapa suruh tidak mu dengan kata aku" ujur Citra masih kesal bukan karena itu tapi karena kerugian yang harus perusahaan bayar pada pihak klien yang dari Paris, karena masalah pesta semalam.
"kak ampunilah aku kak, aku berdosa, dan aku salah, semua ini karena aku, perusahaan rugi karena perbuatan kita semalam" kata Rianti menangis pilu.
"sudah lah jangan berdebat di dekat ibu,ibu kecewa sama kamu Ri, bapak pasti marah jika tau ini" ujur Tania pergi.
ia pusing dengan masalah yang datang, mana lagi tadi Alfa merengek seperti anak kecil minta bantu cari buah rambutan, dan sekarang anaknya datang membawa masalah baru.
Happy reading
__ADS_1