Jodoh Untuk Ku

Jodoh Untuk Ku
Zia Pulang Kerumah


__ADS_3

Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, Citra dan bayinya pun pulang ke rumah. sampai di sana mereka langsung di sambut oleh Tania dan Zahra.


kedua nenek itu membawa cucu mereka entah kemana, Citra pun berjalan ke kamarnya ia pun merebahkan tubuhnya dan mulai tertidur.


Zio pun mengikuti istrinya ke kamar setelah berbincang dengan ayah dan mertuanya di ruang tengah, sampai di kamar ia melihat Citra yang sudah tidur. karena tidak mau menganggu istrinya Zio pun membersihkan tubuhnya.


di taman belakang kedua nenek itu sibuk mengendong dua cucu mereka sambil melihat kemiripan wajah ibu dan ayah dari kedua cucunya. karena hari ini Chelsea pergi ke butik untuk merancang gaun pernikahan pesanan dari temanya, maka dia harus datang ke butik dan meninggalkan Yabes pada mertua adiknya Zahra yang lagi berkunjung ke rumah untuk menyambut kedatangan cucunya.


"lucu sekali, ya za" ujur Tania yang mengendong Zia di pangkuannya.


"iya wajahnya mirip sekali dengan Zio" kata Zahra.


"iya tapi matanya seperti Citra" ucap Tania yang menatap wajah Zia.


"iya, tapi yang aku gendong ini, juga mirip dengan Zio" ujur Zahra pada Yabes yang sibuk memainkan mainan nya.


"iya sih, mungkin wajah Yabes mirip kakeknya, coba kita lihat wajah Alek dengan Zio. yang sangat mirip, walau dulu aku juga heran dengan kemiripan Ryan dan Zio walau tidak terlalu sama" kata Tania.


"iya, sejak kecil wajah Zio memang mirip sama ayah kandung nya" sahut Zahra.


"oh ya za, kamu sama Adit tidak kembali lagi ke London?" tanya Tania.


"tidak, lagian kantor pusat sudah di pindahkan ke Jakarta, dan tidak ada gunanya lagi kami kembali ke sana, Dimas juga sudah tidak ada" sahut Zahra lirih.


"sabar za, ikhlas kan kepergian Dimas, walau kami tau ini sangat mengejutkan bagi kalian" ujur Tania.


"iya" sahut Zahra yang kerepotan menegang Yabes yang sudah mulai aktif.


keduanya pun masuk saat Zia menangis dan Yabes juga ikut menangis melihat Zia. Tania mengetuk kamar putrinya.


mendengar suara tangisan Zia, Zio pun segera membuka pintu kamarnya.


"istri kamu mana?" tanya Tania masih mengendong cucunya.


"lagi tidur bu, kenapa Zia nangis?" tanya Zio mengikuti mertuanya.


"dia lapar, mau mimik" sahut Tania meletakan Zia di samping Citra.


Citra pun bangun mendengar suara putranya, ia langsung duduk dan mulai menyusui putranya. Tania pun keluar untuk menidurkan Yabes yang dari tadi tidak mau tidur sama sekali.


"anak papi, haus ya" kata Zio melihat putranya yang menghisap sumber kehidupanya dengan cepat.


"iya mas, kan tadi dia tidak mau di susui" sahut Citra.


"iya, habis ini kamu mandi, terus makan ya, mas mu ke kantor dulu" kata Zio.


"iya mas" sahut Citra.


Zia pun tidur dipangkuan maminya setelah kenyang, Citra meletakan putranya di ranjang mereka, sebelum baby Sister datang untuk memindahkan nya.

__ADS_1


Citra keluar dari kamarnya setelah memastikan putranya tertidur dengan nyenyak.


"makan dulu nak" kata Tania melihat putri sambungnya baru datang.


"iya bu" sahut Citra duduk di depan ayahnya.


"makan yang banyak ci, kan habis ini di sedot lagi sama Zia" ujur Zahra.


"iya ma, bu ambilkan aku makanan" kata Citra.


"iya, sebentar ya" sahut Tania yang lagi sibuk menuangkan nasi dan lauk ke piring suaminya.


"jangan manja sama ibu ci" kata Indra.


"iya yah, sekali ini saja" sahut Citra.


"ini nak, oh ya, besok bunda mau datang ke sini, mau lihat cucu nya" kata Tania menatap putri dan suaminya.


"iya bu, boleh kan yah?" tanya Citra pada ayahnya.


"boleh" sahut Indra.


"Zio mana nak?" tanya Zahra pada Citra.


"tadi ijin mau ke kantor ada kerjaan" sahut Citra mulai melahap makanannya.


"mungkin ke ZC Fashion pa" sahut Citra lagi.


"perusahan Fashion kamu dan Zio?" tanya Adit.


"iya pa, sepertinya perusahaan itu ada masalah, karena kemari Sinta menghubungi ku" sahut Citra.


"udah, nanti bicara lagi, sekarang makan dulu, sebelum Zia dan Yabes bangun" kata Zahra.


"Yabes di sini?" tanya Citra.


"iya, ibunya lagi ke butik untuk merancang gaun pernikahan" sahut Tania.


"tidak jadi mereka pulang ke apartemen?" tanya Citra lagi.


"untuk apa pulang ke sana, rumah ini sangat besar" sahut Indra.


"oh" ujur Citra melanjutkan makannya.


Selesai makan siang Zio pun datang dari kantor.


"cepat pulangnya?" tanya Citra.


"mas pulang mau ambil berkas kontrakan kerja kita sama mall milik Panji, kemungkinan ada masalah dengan mall itu" kata Zio.

__ADS_1


"terus gimana dengan Fashion kita?" tanya Citra.


"untuk Fashion kita masih aman, kita tinggal cari mall lain lagi untuk pemasaran barang nya" sahut Zio.


"kenapa mall yang bermasalah inbasnya ke toko yang ada di mall itu" kata Citra.


"iya lah sayang, mall itu mengalami ke bocoran dana, jadi terpaksa semua toko yang ada di sana di minta untuk tutup" ujur Zio.


"jadi mas mau memutuskan kontrakan kerja kita dengan mall nya Panji?" tanya Citra.


"tidak sayang, mas cuma mau bantu saja" sahut Zio.


"mau berangkat lagi, tidak makan siang dulu?" tanya Citra menatap suaminya.


"iya ini mau makan siang, habis itu berangkat"sahut Zio mencium bibir istrinya.


setelah Zio berangkat Ryan datang dengan membawa banyak belanjaan di tangan nya, namun anehnya dia langsung duduk dan baring di pangkuan Zahra.


"kenapa yan?" tanya Zahra bingung.


"tidak aku hanya ingin baring saja di pangkuan mama" sahut Ryan.


"mama?" tanya Adit menatap Indra.


"iya mama, mama Zio mama nya aku juga" sahut Ryan kembali duduk.


"iya, mama Zio mama nya kamu juga" ujur Adit.


"kamu suka bangat jadi aneh" ujur Tania.


"bukan aneh, tapi minta di masakin oleh mama, sup iga" sahut Ryan.


"oh, jadi ada maunya" ujur Adit senyum.


"iya" sahut Ryan membuat Zahra menganga.


"udah masakin sana ma" kata Adit.


"iya, tapi bahanya mana?" tanya Zahra.


"ini" tunjuk Ryan pada kantong plastik yang ia bawa.


Zahra pun pergi ke dapur untuk membuatkan sup iga kesukaan Zio yang di inginkan oleh Ryan saat ini. sambil menunggu Zahra selesai masak Ryan bermain bersama putranya dan Zia yang baru kembali dari rumah sakit.


itu lah Ryan jika ada maunya dia pasti bertingkah aneh pada orang yang dia minta untuk membuatkan sesuatu untuknya, karena selama ini dia belum pernah sama sekali memangil Zahra dengan sebutan mama, walau dia tau itu adalah ibu kandungnya Zio adik nya.


**Happy Reading.


terima kasih untuk like, vote, dan komenya**

__ADS_1


__ADS_2