
Setelah resepsi selesai Syifa kembali ke kamarnya karna rasa lelah hari ini yg dia lalui meski menjadi ratu dalam sehari itu membuat Syifa sangat kelelahan karna harus duduk menyambut para tamu berdiri di samping Arka bahkan pingang nya terasa keram karna kaku Syifa merenggang kan otot punggung nya biar tidak terasa sakit , Sedangkan Arka setelah resepsi dengan alasan mengantar teman nya Arka bertemu dengan Nara di kamar hotel berbeda Arka masuk ke kamar memeluk kekasihnya itu
Cup
"Maafkan aku sayang mama memaksa aku menikahi nya"bisik Arka mencium pipi Nara dengan mesra
"Kamu juga pikirkan perasaan ku Arka bagaimana"kesal Nara melepaskan pelukan Arka
"Maafkan aku sayang aku tidak bisa membantah mama ku tapi aku tidak akan mengampuni wanita itu dia akan ku buat menderita hidup bersama ku"ujar Arka memeluk Nara lagi
"Iss Arka nyebelin biar gimanapun Syifa itu cantik"ucap Nara memeluk Arka erat takut Arka meninggalkan nya
"Aku tidak akan meninggalkan mu sayang percaya pada ku "ucap Arka serius mencium bibir Nara sekilas
"Temenin aku malam ini pokoknya aku ngak izinin kamu melakukan malam pertama bersama Syifa"ujar Nara cemburu Arka terkekeh pelan
"Mau aku melakukan malam pertama bersama mu"goda Arka
.
"Ihh Arka"ucap Nara kesal mencubit pinggang Arka lalu memeluk Arka dengan erat seakan takut Arka meninggal kan nya
☀️☀️☀️
Karna kelelahan semalam Syifa ketiduran tapi saat dia bangun tidak menemukan kehadiran suaminya dia pikir Arka sudah bangun lebih dulu tapi Arka bersama dengan kekasih nya keluarga juga berfikir Arka bersama Syifa meski tidak mencintai Syifa dia akan menemani Syifa tapi tidak semua itu di luar pemikiran ,Syifa sudah menunggu Arka duduk di kamar itu dengan perut sudah lapar karna belum makan
"Mas Arka di mana ya apa dia pesan makanan"gumam Syifa karna tidak ada ponsel jadi Syifa keluar sendiri dari kamarnya tidak tau menghubungi siapa
"Ayo kamu pulang bersama ku yg lain sudah pulang kita langsung ke rumah mu"ketus Arka tiba-tiba muncul membuat Syifa kaget
"Tapi mas aku belum bersiap barang kita masih di kamar"ucap Syifa
"Kenapa repot sih ada orang yg bakal membereskan semua sekarang pulang"ucap Arka mendahului Syifa karna langkah Arka yg lebar Syifa harus berlari kecil mengikuti Arka masuk lift
"Mas kan selama ini aku tinggal di kontrakan bisa tidak aku mengemas barang ku setidaknya aku pinjam ponsel mas Arka untuk menghubungi teman ku"ucap Syifa
"Tidak pokoknya apa pun yg kamu lakukan harus atas izin ku dan satu lagi aku ini suami mu kan ikuti perintah ku jangan membantah jika kamu membantah aku akan menghukum mu mengerti"tegas Arka lalu keluar dari lift Arka memakai kaca matanya meninggalkan Syifa yg berlari kecil mengejar nya
"Kalian sudah menikah mohon hargai perasaan pasangan kalian"ucap Maya mereka makan bersama di rumah Sandoso sudah berkumpul
"Kami bukan anak kecil ma"ucap Arka malas Maya menatap tajam Arka sampai sendok nya berdenting seketika suasana di sana menjadi canggung
"Kamu emang udah bukan anak kecil tapi cara kamu berfikir seperti anak kecil"ucap Maya datar
"Kenapa mama marah lihat tuh Arkan sampai gemetar karena ketakutan"canda Syifa mencairkan suasana
"Lho kok aku kak dengar ya kak aku ini pria sejati karna apa seorang pria yg jomblo seumur hidup itu pria sejati"ucap Arkan bangga Syifa terkikik dengan ucapan Arkan
"Kayaknya itu bukan suatu hal yg harus di bangga kan tapi di sembunyikan itu antara kamu tidak laku atau tidak bisa mencari"ucap Syifa tersenyum
"Kakak ngak akan menemukan pria seperti aku pria seperti aku ini langkah"ucap Arkan
"Saking langkah hanya ada kamu"ucap Syifa tersenyum semua hanya diam mendengar ocehan Arkan dan Syifa karna mereka semua tau sikap Maya itu seperti apa sangat keras Fikram hanya berharap takdir kebahagiaan menyertai anak nya agar anak nya tidak menderita
"Karna Syifa istri ku aku mau ajak dia pulang"ucap Arka setelah mereka selesai makan Fikram hanya diam meneguk air putih nya lalu berdiri
"Syifa jadi lah istri yg baik untuk Arka ya"ucap Fikram mencium kepala Syifa dengan lembut Syifa hanya tersenyum lalu menghadap ayah nya
"Aku akan berusaha ayah selama kalian mendoakan aku maka aku akan baik baik saja"ucap Syifa tersenyum memeluk ayah nya
"Iya nak doa kami selalu bersama mu"ucap Fikram mengelus kepala Syifa lalu melepaskan pelukan anak nya
"Syifa tanggung jawab mu"ucap Fikram menepuk bahu Arka lalu berlalu sebenarnya Syifa merasakan kesedihan ayah nya tapi dia bisa apa jika dia harus ikut suaminya
"Jangan khawatir aku akan menjaga Syifa dengan baik"ucap Maya pada Fatma
"Aku percaya"ucap Fatma memeluk sahabatnya
"Jika begitul aku siap dulu"ucap Syifa lalu menuju ke kamarnya Syifa sudah menyusun semua nya dari barang lama nya barang yg akan buat sahabat nya pakaian yg akan di buang Syifa semua sudah di kemas Syifa dengan baik
"Aku jangan lupakan buku buku ini"ucap Syifa mengemas buku yg pernah di berikan mama dan ayah nya karna itu belum sempat dia baca
"Arkan bawa barang kakak ipar mu"ucap Maya setelah Syifa menurun kan barang nya
"Iya ma"ucap Arkan mengambil koper Syifa
__ADS_1
"Ayah aku pergi dulu"ucap Syifa memeluk ayah nya dengan erat
"Berat bagi ayah melepaskan mu nak tapi fakta yg ada jika kamu bukan lagi putri ayah tapi istri orang jadi jika ayah mau bersama mu ayah harus berselingkuh dengan mu"ucap Fikram tersenyum hangat
"Kenapa ayah bicara seperti itu jika ayah rindu ayah bisa mengunjungi ku atau nanti aku akan mengunjungi ayah"ucap Syifa tersenyum menyenderkan kepalanya di dada ayah nya
"Aku sangat menyayangi ayah jadi Jangan sakit ya"ucap Syifa mencium pipi ayah nya lembut
"Pasti nak"ucap Fikram mencium kening Syifa dengan lembut
"Ma aku pergi jaga kesehatan mama aku ngak mau dengar mama sakit"ucap Syifa mencium pipi mama nya lalu memeluk mama nya erat
"Iya nak mama akan sering mengunjungi mu"ucap Fatma mengusap wajah Syifa lalu mengecup nya penuh kasih sayang
"Kami pamit yah ma"ucap Arka mencium tangan mertua nya lalu mengajak Syifa pergi Maya hanya menatap besan nya setelah itu dia masuk mobil seketika mobil itu menjadi hawa dingin dengan sikap Arka dan mama nya
"Ohhh ya kakak ipar udah pernah belum datang ke diaman Karten"ucap Arkan pokus menyetir
"Belum sih cuman pernah lihat di sosmed rumah nya Karten"jawab Syifa tersenyum
"Aku lihat foto kakak di sosmed dulu sudah tidak ada lagi serta tidak ada post foto kakak di sosmed yg lain"ucap Arkan
"Semenjak kejadian itu aku membunuh diri ku yg dulu"ucap Syifa menatap suaminya yg di samping nya tapi yg di tatap hanya membalas dengan datar
Kediaman Karten
"Ini kamar kita"ucap Arka mengajak Syifa masuk ini baru pertama Syifa sekamar dengan Arka apa lagi setelah dua tahun berlalu Syifa tidak pernah berkontak dengan lelaki sekali pun Syifa menjaga dirinya dengan baik
"Iya mas"jawab Syifa membawa koper nya mengeluarkan barang nya
"Jangan menyentuh barang ku sekali pun"tegas Arka lalu pergi tanpa mendengar Syifa
"Mas Arka kok dingin banget dengan ku"gumam Syifa tapi dia berusaha memahami suaminya
Arka mengurung diri nya di ruang kerja nya bukan tanpa sebab Arka merasa mama nya egois hanya sekedar permusuhan keluarga mama nya tidak merestui Arka nikah dengan wanita yg di cintai Arka dan Arka merasa mama nya banyak mengatur padahal Arka sudah hampir kepala tiga sudah mampu mengatur hidup nya sendiri tapi Arka pasti pernikahan dengan Syifa keputusan mama nya sekarang dia bebas akan melakukan apa
"Arka kamu ngapain di sini sekarang temenin Syifa di kamar"perintah mama nya saat melihat Arka hanya di ruang kerja
"Aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan ma"ucap Arka santai tapi dia tengah bercerita dengan kekasih nya betapa dia muak dengan kehidupan nya yg dia jalani saat ini
"Mama bilang kembali ke kamar ya kembali"tegas mama nya dengan kesal Arka berdiri berlalu menuju kamarnya bahkan membanting pintu kamar sampai membuat Syifa yg menyusun pakaian telonjak kaget
"Bukan urusanmu"ketus Arka berbaring di kasur memijit pangkal hidung nya
"Apa kamu mau keluar bersama ku"ucap Arka dia akan memanfaatkan Syifa untuk alasan nya bertemu dengan kekasihnya
"Emm tapi aku masih berberes mas"ucap Syifa dia senang di ajak Arka keluar biar gimanapun dia butuh kedekatan pada suaminya ini
"Nanti saja sekarang ayo ikut aku"ucap Arka langsung beranjak keluar Syifa hanya mengikuti saja
"Ma aku keluar ajak Syifa jalan dulu"ucap Arka
"Ya silahkan"ucap Maya santai membaca bukunya
"Ma kami pamit dulu"ucap Syifa mencium tangan Maya setelah itu pamit
"Arkan awasi kakak kamu mengajak Syifa kemana"ucap Maya memerintah kan Arkan
"Iya ma"ucap Arkan dia tau tugas nya bagaimana
"Kamu tunggu di sini"ucap Arkan menurun kan Syifa di pinggir jalan setelah jauh dari perjalanan
"Tunggu jangan kemana mana"ucap Arka
"Iya mas tapi mas Arka mau kemana"tanya Syifa turun dari mobil
"Nanti juga ku beri tau"ucap Arka lalu melaju kan mobilnya menuju Apartemen Nara
"Arah kak Arka kemana ya apa aku lihat saja di Apartemen Nara"gumam Arkan lalu melaju kan mobilnya ke Apartemen Nara dan benar mobil Arka ada di sana
"Keterlaluan kakak mengajak kak Syifa pada simpanan nya"ucap Arkan lalu turun dari mobil
"Sayang dingin kayak gini mending kita menghangat kan tubuh saja"ujar Nara memeluk Arka karna di luar sudah akan menunjukkan jika hujan akan turun lebat
"Mau nya bagaimana"ucap Arka mengelus punggung Nara
__ADS_1
"Sayang aku rindu tau"ucap Nara mengecup wajah Arka
"Rindu apa pengen"goda Arka mencubit pipi Nara
"Kamu mah"ucap Nara cemberut Arka hanya tersenyum mencium bibir Nara dengan semangat
Dret dret
"Halo"Arka menjawab ponselnya dengan rasa kesal
"Aku di luar keluar sekarang"ucap nya Arka kesal setengah mati berdiri membenarkan kancing baju nya
"Siapa sayang"tanya Nara melihat wajah Arka yg kesal
"Arkan di luar bocah itu selalu mengikuti ku membuat aku kesal "ucap Arka lalu keluar ternyata benar Arkan berdiri di depan pintu
"Kak Syifa di mana"tanya Arkan langsung
"Aku tinggal lah kamu kira aku bodoh mengajak nya ke sini dan dia akan bilang sama mama"ketus Arka
"Tega ya kak Syifa baru satu hari jadi istri mu malah kamu meninggalkan nya seharusnya sebagai lelaki berani sedikit"kesal Arkan mengepalkan tangannya saat melihat Nara
"Apa urusan mu "ketus Nara memeluk Arka
"Diam kamu tidak berhak ikut campur"ucap Arkan
"Heh kamu pikir kamu siapa bisa berkata seperti itu pada nya hah"ucap Arka kesal mendorong Arkan
"Pernyataannya yg konyol kamu lupa aku siapa hah atau kamu yg melupakan kamu siapa"ucap Arkan sinis
"Mending pergi deh aku ngak peduli sama wanita gembel itu jika kamu peduli sama dia jemput dia bila perlu kamu saja menganti kan aku sebagai suaminya"ketus Arka
"Kamu di buta kan oleh cinta gelap nya bahkan saat aku melihat kak Syifa yg terakhir aku sudah yakin dia benar berubah dan aku harap kamu juga seperti itu ingat lah kak sesuatu yg berharga itu akan banyak yg menginginkan aku percaya dengan keyakinan ku suatu saat kamu akan mencintai nya lebih dari kamu mencintai wanita ini bahkan aku pasti kan kamu tidak akan bisa menjauh dari nya meski satu detik pun nafas mu terasa sesak tanpa kehadiran nya"tajam Arkan berbalik akan meninggalkan Arka lalu dia kembali
"Aku tunggu kakak di gang rumah jika tidak juga datang maka aku serahkan pada mama"ucap Arkan lalu berlalu
"Aghh bocah sialan itu selalu mengusik ku"kesal Arka mengerem memukul pintu
"Sabar sayang"ucap Nara mengusap bahu Arka yg kesal
"Kok udah sore mas Arka belum kembali "gumam Syifa menunggu terlalu bodoh dasar menunggu di jalan tapi Syifa pokus pada perintah Arka tadi yg harus menunggu nya hujan mulai turun dengan deras Syifa berteduh di pepohonan dia kedinginan
"Mas Arka mana aku kedinginan"gumam Syifa mengigil lalu ada yg berdiri di samping nya dengan payung
"Aku tau kamu tidak akan betah dengan rasa dingin bahkan badan mu akan sakit"ucap nya dingin Syifa berusaha menatap pria itu
"Bangun lah"ucap nya lalu menghadap Syifa
"Tapi"Syifa ragu karna tadi dia menggunakan baju tipis
"Aku pergi keluar negri bukan meninggal mu aku berusaha melupakan mu tapi hati ku tidak mampu berdiri lah pakai jas ku agar aurat mu tertutup"ucap nya lalu menyelimuti Syifa
"Bara aku udah nikah"ucap Syifa berdiri menutupi baju nya dengan jas Bara
"Aku tau kok itu kenapa aku kembali aku hanya memastikan saja "ucap Bara datar selama ini Bara ke luar negeri mengambil bisnis nya di sana dia berusaha memahami apa yg Syifa lakukan selama ini
"Bara hubungan kita udah lama selesai aku mohon jangan ganggu aku lagi"ucap Syifa
"Aku berjanji pada diri ku sendiri Syifa jika kamu bahagia maka aku akan melepaskan mu tapi tergantung pasangan mu saat ini siapa "ucap Bara tersenyum dia setia menemani Syifa lalu ada mobil berhenti seseorang turun dengan langkah bergegas
"Kakak ipar kok di sini kak Arka sudah menunggu kakak"ucap Arkan datang seketika payung yg di pegang Bara terjatuh dia berharap jodoh Syifa bukan lah pria seperti Arka tapi mendengar perkataan Arkan tadi itu sudah membuat Bara paham siapa suami nya Syifa tangan nya terkepal erat sampai serat darah nya terlihat
"Maafkan aku Arkan tapi kakak mu bilang aku tunggu di sini"ucap Syifa mulai gemetar karna rasa dingin
"Menyikir dari kakak ipar ku"ketus Arkan
"Tunggu kamu tidak berhak menyentuh nya"tajam Bara menahan Arkan
"Siapa juga yg mau menyentuhnya aku mau mengajak kakak ipar ku pulang"kesal Arkan
"Kamu atau pun kakak mu tidak berhak atas nya"tajam Bara
"Cih dasar tidak sadar diri kemana selama ini dia itu kakak ipar ku sudah tugas ku melindungi nya"ucap Arkan mulai jengkel
"Stop kenapa kalian malah bertengkar dan kamu Bara menyikir aku mau pulang"ucap Syifa mererai Bara menatap dengan datar
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskan mu Syifa dan aku akan mengambil kamu dari Arka lagi aku tidak akan menyerah meski harus melawan siapapun termasuk Arka"tegas Bara
"Pulang lah dan setelah ini mandi dengan air hangat aku tidak mau mendengar mu sakit"ucap Bara lalu berlalu Arkan menendang kaki bara karna jengkel berani mendekati kakak ipar nya dan berani memberi nya perhatian sedangkan Syifa hanya mampu berdoa semoga Allah mengampuni nya hari ini karna bertemu pria tanpa sepengetahuan suami nya