Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Di tabrak


__ADS_3

Pernikahan Zenap dan Arkan baik baik saja tidak ada pertengkaran selama mereka menikah sampai mempunyai Aina.tapi sekang cobaan itu datang menerpa mereka bukan masalah waktu karna kesibukan Arkan bukan juga karna ada pelakor tapi sekian lama teman Arkan yg gay bersama nya dulu itu kembali bahkan dia terang terangan menemui Arkan di saat bersama Zenap tentu itu mengudang amara Zenap selain cemburu Zenap juga takut penyakit gay nya Arkan akan kambuh Zenap tidak ingin itu terjadi


"Sabar Zenap semua itu tidak akan terjadi jika kamu memberi servis yg bagus untuk Arkan"ucap Syifa tertawa kecil mereka tengah jalan jalan mengajak anak anak mereka bermain di luar


"Iss apa kurang yg aku berikan bahkan ya jika dia meminta setiap saat aku beri kan tidak mengeluh sedikit pun melayani nya tapi ya pria itu sangat menyebalkan dia selalu menemui mas Arkan aku yakin jika lama lama mereka sering bersama penyakit itu datang lagi"jelas Zenap cemas


"Selalu ingat kan saja Arkan nya jika hanya kamu yg mampu memberi kan surga dunia "ujar Syifa menepuk bahu Zenap lalu mata mereka bertemu membayangkan Arkan dan pria itu berciuman membuat mereka merasa geli


"Iss"ujar kedua nya lalu terkekeh pelan


"Lagian ya pria itu ngak ada keluarga apa jangan suami ku juga kan banyak pria lain"kesal Zenap


"Kamu lupa jika suami mu itu tampan apa lagi sangat baik"ujar Syifa tersenyum


"Tau ahh sebal"ujar Zenap geram memikirkan pria yg merayu suami nya


"Anak-anak pulang yuk udah mau sore"ucap Syifa berdiri


"Ya masih seru"ujar Aina cemberut


"Ngak papa besok kita kesini lagi udah mau masuk sholat juga"ujar Arsyif tersenyum


"Ya deh"ujar Aina


"Ayo anak cantik"ujar Zenap mengusap kepala Nur dan Aina


"Aunty duluan aja menuju mobil Arysif beresin buku Arsyif dulu"ujar Arysif tersenyum


"Ya udah yg cepat ya"ucap Zenap tersenyum lalu mereka menyusul Syifa yg menunggu


"Udah semua beres"ujar Arsyif lalu berjalan menuju mobil


"Syifa awas"teriak Zenap melihat ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengarah pada Syifa dan seketika Syifa menoleh


"Bunda"ujar teriak Arysif lalu berlari


Brak


Syifa terjatuh saat merasakan tubuhnya terdorong ke samping kepala nya membentur sedikit ke aspal karna terjatuh Syifa menyentuh keningnya


"Arysif"triak Zenap memeluk anak anak melihat Arysif terpental dengan jauh sampai tubuhnya melayang ke atas dan jatuh di atap mobil bergelinding dan jatuh Syifa melihat itu tubuhnya mati rasa


"Ar..A... Arysif"ucap Syifa berlari lalu memeluk kepala Arysif yg penuh darah


"B...b..bunda"ujar Arysif terbata tangannya gemetar menyentuh wajah Syifa


"B...b..bunda t..t.. tidak....a..a apa a..aapa"ujar Arysif terbata pandangan tidak jelas sampai mata nya tertutup


"Arysif tidak"triak Syifa memeluk kepala Arysif


"Syifa ayo bawa ke rumah sakit"ujar Zenap lalu Syita dengan lemas mengedong Arysif menuju mobil mereka segera meluncur


"Tolong"triak Syifa berlari memasuki rumah sakit mengedong Arysif yg berlumur darah suster segera membawa brandar meletakkan Arsyif


"To... tolong anak ku"ujar Syifa mengengam tangan suster itu


"Nyonya tenang kami akan tanganin pasien"ujar suster itu menenangkan Syifa terduduk lemas menangis


"Syifa ayo"ucap Zenap memeluk Syifa mengajak Syifa berdiri dan mengikuti suster membawa Arysif


Ibu mana yg rela melihat anak nya terluka sedikit pun apa lagi harus melihat anak yg di tabrak mobil sampai terluka parah ada rasa yg menghantam dada sampai menimbulkan rasa sakit ini lah yg di rasakan Syifa dia bersender di pintu UGD mengusap pintu di mana di dalam anak nya tengah berjuang Zenap sudah menyuruh orang menjemput anak anak mengantar kan ke rumah dan menelpon Arka


"Kak, Syifa"ujar Zenapo melihat Arka yg baru datang Arka tau karna Asma sudah menjelaskan semua nya soal kecelakaan itu tentu dia kaget dan sakit tapi melihat kerapuhan Syifa membuat Arka harus menguatkan diri dia berjongkok di depan Syifa


"Syifa ayo duduk"ajak Arka dengan lembut


"Mas diam"ujar Syifa menatap Arka


"Aku aku ngak mau tidak mendengar monitor detak jantung Arsyif aku aku "ujar Syifa menempel kan telinga nya Arka memeluk Syifa dengan erat


"Aku tau Syifa"bisik Arka menyeka air mata nya


"Aku takut"lirih Syifa menangis sejadi jadinya


"Hei dengar Arysif tidak butuh air mata mu dia butuh doa kita Arysif itu anak Arka Karten dia pria yg kuat"ujar Arka tersenyum menyeka air mata Syifa meski Syifa berusaha menepis jika anak nya baik baik saka tapi di dalam hati terdalam nya merasakan kesakitan Arsyif di ruang UGD


"Dok detak jantung melemah"ujar suster


"Siap kan kejut jantung"ujar dokter mereka menyiapkan alat itu menggosok nya lalu meletekkan di dada Arsyif membuat tubuh Arysif terangkat


"Dok pasien banyak kehilangan darah"ujar suster


"Periksa golongan darah pasean"ucap dokter kembali meletakkan alat itu di dada Arsyif


"Tuan Arka anak anda membutuhkan donor darah"ujar suster itu menbuka pintu

__ADS_1


"Baik sus ambil darah saya"ujar Arka


"Silahkan tuan"ujar suster itu mempersilahkan Arka masukk


"Ayo kita lihat keadaan Arysif sebentar"ujar Arka merangkul Syifa mereka segera masuk memakai seragam rumah sakit


"Apa golongan darah tuan Arka cocok"tanya dokter


"Iya dok golongan darah saya dan anak saya sama"ucap Arka


"Baik lah ikuti saya tuan"ujar suster itu Syifa semakin sakit melihat anak nya sekarat apa lagi melihat tubuh Arysif yg susah bernafas mulut nya ada oksigen dengan tubuh putih itu sangat nyata luka Arysif jika sangat parah wajah tampan nya sedikit bengkak Syifa menahan isak tangis nya Syifa mendekat lalu mengengam jemari Arysif


"Anak bunda"ujar Syifa tersenyum lalu mengelus kepala Arysif dengan lembut


"Hai nak"bisik Syifa mencium kening Arysif lembut


"Harus kuat ya nak bunda tau Arysif anak yg sangat kuat "lirih Syifa tidak bisa menahan air mata nya air mata nya menetes tepat di pipi Arysif melihat keadaan Arysif membuat Syifa tidak bisa menahan isak tangis nya dia menangis sesenggukan tapi mata Arysif yg tadi tertutup terbuka dengan sayu mulut nya seakan ingin terucap jemari nya bergerak


"Sudah biar kan dokter menangani Arsyif"ujar Arka mengusap punggung Syifa


"Nyonya tenang kami akan melakukan yg terbaik anda banyak beroda untuk kesembuhan tuan muda"ujar dokter itu Syifa menatap wajah Arysif yg kembali menutup mata Syifa mencium kening Arysif dengan seluruh kasih sayang


"Siapa yg berani menabrak cucu ku"geram Maya murka Zenap kembali pulang menenang kan mertuanya


"Ma tenang ingat jantung mama"ujar Zenap


"Mama tidak bisa tenang"ujar Maya


"Jika itu memang di sengaja berarti orang itu mau menabrak Syifa karna saat itu mobil itu melaju ke arah Syifa dan Arsyif mendorong Syifa sampai mengenai bunda nya"jelas Zenap


"Ini tidak bisa di biarkan"ujar Maya lalu berlalu dia sendiri yg akan menyelidiki semua nya


"Aku harus menenangkan anak anak"gumam Zenap karna tadi Aina dan Nur menangis takut pasti Syok melihat kecelakaan itu


Maya menyelidiki kecelakaan itu bersama Arkan tapi posisi Syifa dan yg menabrak itu tidak ada cctv jadi mereka tidak menemukan rekaman cctv tapi bukan berarti mereka menyerah mencari bukti mereka akan bertanya mengenai ini semua.Bersyukur Arsyif baik baik saja jika tidak Maya akan membunuh orang menabrak melihat cucu nya terbaring lemah apa lagi Syifa yg sangat terpukul dengan keadaan anak nya itu


"Syifa ayo makan dulu"ujar Arka mendekati Syifa yg mengengam tangan Arsyif


"Mau aku suapin"ujar Arka tersenyum lalu duduk


"Mas Arsyif akan segera sadar kan"tanya Syifa memasang raut cemas


"Iya kamu dengar kan kata dokter dia hanya butuh istirahat"ujar Arka tersenyum


"Iya"ucap Syifa menatap Arka


"Suapin"ujar Syifa menyengir


"Mau manja nya di kamar saja biar sekalian aku suapin pakai mulut ku"bisik Arka tersenyum


"Mas genit"ujar Syifa cemberut Arka hanya tersenyum mencium pipi istri nya lalu mengaduk nasi bungkus yg dia beli dan menyuapi Syifa


"Emang gimana sih kok bisa Arysif tertabrak"tanya Arka dengan menyuapi Syifa


"Ngak tau juga mas kami mau pulang aku nunggu di sebrang jalan mereka menuju mobil tapi ada Zenap berteriak pada ku saat aku menoleh ke samping sudah ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba Arysif mendorong ku sampai dia tertabrak"jelas Syifa meneguk air


"Mungkin tabrak lari jangan khawatir"ucap Arka tersenyum menenangkan istri nya


"Iya mas"ucap Syifa menerima suapan Arka lagi


"Tapi apa kamu mengingat BG mobil nya"tanya Arka


"Emm ngak sih mas tapi mobil nya berwarna putih selebihnya aku ngak ingat karna panik melihat Arysif"ujar Syifa Arka hanya berohh dia hanya menenangkan Syifa karna dia juga sependapat dengan Zenap jika itu di sengaja jika tabrak lari yg pasti penabrak pasti membantu Syifa atau meminta maaf tapi penabrak hilang begitu saja itu membuat Arka yakin jika itu di sengaja ada yg ingin mencelakai istri nya


###


2 hari ini Syifa menemani Arysif di rumah sakit bahkan dia tidur di samping Arsyif,Arka bisa pahami perasaan Syifa karna dia sangat menyayangi anak anak nya sementara Nur Arka yg urus karna Syifa mau pokus dengan Arysif yg lagi sakit , keluarga juga sering menemani Arysif saat Syifa tidak ada


Syifa tertidur di lengan Arsyif karna lelah Arka juga ada di sana menemani Syifa karna hari libur juga tapi Arka hanya duduk di samping Arsyif melihat ponselnya.Perlahan Arysif membuka matanya dengan pelan jemari nya bergerak Arka yg merasakan jemari Arysif bergerak menatap wajah Arysif


"Syifa"panggil Arka pelan


"Syifa"ujar Arka lagi


"Iya mas"ucap Syifa mengucek matanya


"Arysif"ujar Arka masih menatap Arsyif yg mengerjab kan mata


"Sayang"ujar Syifa mengelus kepala Arysif tapi Arysif yg tadi menatap Syifa menoleh ke arah Arka


"Kenapa"ujar Arka tersenyum Arsyif memasang wajah meringis lalu Arka mendekat kan telinga nya


"A..a.ayah sakit Arsyif ngak mau lihat bunda sedih sakit ayah"lirih Arysif meringis kesakitan


"Anak ayah kuat kok"ujar Arka mengelus kepala Arysif

__ADS_1


"Kenapa ayah"ujar Syifa cemas


"Ayah"ujar Arysif mengerak kan jari nya


"Kenapa nak kata kan pada bunda"ujar Syifa mengelus wajah Arysif


"Kata kan saja"ujar Syifa mengelus kepala Arysif lembut


"Sakit bun badan Arysif nyeri tubuh Arsyif sakit"lirih Arsyif pelan air mata nya jatuh


"Tenang kita panggil dokter"ujar Arka beranjak


"Anak bunda kan laki kuat kok sama kayak ayah nya"ujar Syifa mencium kening Arysif lembut


"Tapi bunda ngak papa kan Arysif takut bunda terluka"ujar Arysif menatap Syifa


"Iya sayang bunda baik baik saja"ujar Syifa


"Ya Allah sakit ya Allah Arysif kesakitan"ucap Arysif di dalam hati tidak ingin membuat Syifa cemas


"Nyonya kami akan memeriksa tuan muda anda keluar sebentar"ujar dokter masuk


"Ayo"ujar Arka merangkul bahu Syifa yg tidak ingin meninggalkan Arysif


"Arysif nya kenapa"ujar Gio datang bersama Asma dan Leon


"Dia udah sadar tapi sepertinya dia kesakitan"ujar Arka


"Apa Arysif akan membaik"tanya Syifa cemas


"Jangan khawatir paling obat pengurang rasa sakit nya habis makan nya dia kesakitan Arsyif baik baik saja "ucap Gio tersenyum mengerti kegelisahan Syifa


"Aunty kan Arysif itu anak yg baik banyak yg doa kan Arysif aunty ngak boleh sedih"ujar Leon tersenyum


"Itu mereka juga mau jenguk Arysif aunty mereka mau ketemu sama Arysif"ujar Leon menunjuk ujung lorong ada beberapa orang berdiri di sana


"Ngaur kamu"ujar Gio mengelus kepala Leon


"Leon benar papa Leon kenal mereka yg sering Arysif temui Leon juga pernah ikut Arysif jenguk mereka kasihan mereka ngak punya tempat tinggal Arysif bilang mereka membutuhkan kita makan nya Arysif sering kasih mereka makanan"jelas Leon lalu melepaskan pegangan Asma berlari kecil mendekati segerombolan orang itu


"Leon apa Arysif sudah membaik"tanya ibu ibu


"Arysif sudah sadar dia masih di periksa dokter"ujar Leon tersenyum


"Leon itu orang tua nya Arysif ya"tanya anak kecil itu


"Iya "ujar Leon


"Kami titip ini aja untuk Arysif ya Leon semoga cepat sembuh"ujar nya memberi kan kantong keresek berisi buah


"Wah terimakasih Arysif pasti senang"ujar Leon lalu mereka semua pergi Leon kembali lagi pada orang tua nya yg menatap mereka


"Aunty mereka kasih ini untuk Arysif mereka juga mendoakan kesehatan Arysif"ujar Leon


"Leon apa yg sering Arysif lakukan"tanya Gio penasaran


"Arysif sering bantu mereka papa Arysif juga pernah memberikan beberapa baju nya pada mereka yg ngak punya tempat tinggal itu Arysif kan sangat baik bahkan ya papa Arysif sering memberi kan kotak bekal nya pada anak itu Arysif bilang dia lebih suka menahan lapar dari pada melihat mereka kelaparan"jelas Leon


"Wah Leon harus ikuti kebaikan Arysif yg sangat baik"ujar Asma tersenyum


"Tapi ma jika Leon mengikuti Arysif tapi tidak dari hati Leon akan jadi munafik kata pak ustadz tidak boleh jika mau berbuat baik harus dari hati"ucap Leon menatap Asma


"Anak itu memang selalu membuat orang terkejut"ujar Arka dia jadi malu pada Arsyif selama ini Arka sibuk dengan pekerjaan dan keluarga nya mengabaikan jika ada yg butuh bantuan nya


"Tuan Arka tuan muda sudah membaik dia mau menemui nyonya"ujar dokter keluar


"Makasih dok"ujar Arka lalu masuk


"Masih sakit ya Arysif"tanya Leon penasaran menatap Arysif yg masih terbaring


"Sakit tapi Arsyif ngak sedih kok sakit ini Arysif terima Arysif akan lebih sakit jika melihat bunda Arysif yg terluka"ujar Arysif


"Sayang kamu membuat bunda terharu"ujar Syifa memeluk Arysif dengan sayang


"Jagoan nya akan segera sembuh"ujar Gio tersenyum


"Iya dong Arysif kan anak yg baik"ujar Arka tersenyum


"Bunda Arysif lapar"ujar Arysif


"Ya udah ayah minta sama suster ya"ujar Arka tersenyum


"Suapin bunda"ujar Arysif tersenyum


"Iya bunda akan suapin Arysif"ujar Syifa tersenyum mengecup pipi Aryif dengan sayang

__ADS_1


__ADS_2