Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Martabak Duren (duda keren)


__ADS_3

Arka mengaruk kepalanya tidak gatal dia sudah berkeliling hampir dua jam tapi tidak menemukan martabak duren alias duda keren sedangkan sotonya sudah Arka belikan tadi dia menemukan tukang jual soto Jawa jadi Arka segera membeli nya ,Arka juga sudah menelepon Arkan untuk membelikan Syifa makanan yg dia minta agar mengganjal perut nya.Arka tersenyum lebar saat melihat 2 penjual martabak Arka segera keluar dari mobil menghampiri jual martabak itu


"Apa kalian jual martabak"tanya Arka


"Iya benar"ucap nya ramah


"Apa kalian duda"tanya Arka serius membuat dua orang itu saling pandang


"Pak kami ini punya istri jika kami duda tidak akan menjual martabat kami akan mengejar janda"ucap salah satu dari mereka lalu tertawa Arka kehabisan akal


"Jika kalian mau duda saya akan beri uang 100 juta"ujar Arka menawarkan


"Wah bapak ini aneh ngak tau apa istri kami pada galak"ucap nya


"Saya tidak peduli"ujar Arka mengibas kan tangannya acuh


"Apa maksud bapak"ucap Istri orang itu mendekat


"Saya hanya menawarkan mereka apa mau jadi duda"ucap Arka santai


"Kurang ajar kamu belum di tampar pakai sendal ya"kesal nya mengambil sendal nya


"Ehhh "Arka kaget saat ibu itu memukuli nya dengan sendal


"Heh bu hentikan"kesal Arka


"Mereka masih punya istri jika bapak mau menjodohkan kerabat bapak tukar dengan nyawa bapak"ucap istri satu nya lalu ikut memukuli Arka dengan sendal karna tidak tahan Arka segera lari kabur


"Huh ada ada saja mereka memukuli ku dengan sendal aku bisa menuntut mereka"kesal Arka


"Awas jika kembali kamu akan ku cincang"triak wanita itu lalu mereka tertawa puas melihat Arka berlari


"Dasar ibu ibu"geram Arka sebal


"Kita harus waspada tidak hanya pelakor yg mau mengambil suami kita tapi saudara yg memiliki adik perempuan juga mau menjodohkan suami kita"ucap nya waspada


"Sialan mereka"kesal Arka lalu masuk mobil dan melaju


"Bagaimana ya caranya"gumam Arka dia berfikir bagaimana bisa membujuk istri nya


"Sebaiknya aku kembali"ujar Arka melaju kan mobil nya ke rumah sakit.Arka masuk ke rumah sakit membawa soto Jawa itu Arka membuka pintu kamar inap Syifa melihat Syifa memakai mukenan dan membaca Al-Qur'an dengan khusyuk membuat hati Arka adem duduk di samping Syifa menunggu istri nya selesai mengaji.Arka tersenyum melihat Syifa mencium Al-Qur'an karena sudah selesai Arka mencium jidat istri nya lembut


"Mas udah pulang"ucap Syifa meletakkan Al-Qur'an bersama sajadah nya tadi


"Iya ini aku bawakan soto Jawa nya"ucap Arka tersenyum lalu membuka bingkisan itu


"Hhmm ini yg aku suka aromanya itu"ucap Syifa menghirup aroma soto nya mengambil sendok dan menyeduh kuah soto nya


"Mas tau soto Jawa ini sangat enak"ujar Syifa mulai memakan soto nya


"Dengan melihat mu makan dengan lahap sudah menunjukkan jika soto itu sangat enak"ucap Arka mengusap kepala Syifa yg terbalut mukenan


"Martabak nya mana"tanya Syifa masih menikmati soto nya


"Ohh ya kamu sholat kok jam segini"tanya Arka karna sudah hampir jam 12 malam tepat nya Arka mengalihkan pembicaraan nya


"Sholat tahajud lah mas"ucap Syifa santai


"Aku bertanya martabak nya"ucap Syifa menyeduh kuah soto yg sangat lezat


"Ehh itu itu maafkan aku sangat susah mencari yg jual martabak yg berstatus duda keren"ucap Arka was was jika istri nya mengamuk


"Tidak apa tapi besok janji ya beliin"ucap Syifa tersenyum


"Iya istri ku aku akan lebih berusaha"ucap Arka tersenyum mencium tangan Syifa


"Mas cobain deh"ucap Syifa menyuapi Arka soto


"Enak ya"ujar Arka meneguk air


"Maafkan aku ya menyakiti mu karna terlalu terbawa hawa nafsu aku tidak memikirkan mu"ucap Arka menepuk tangan Syifa


"Iya mas "ucap Syif tersenyum mencium pipi Arka lalu meletakkan bekas dia makan soto


"Mas jadi ngantuk lagi kenyang tadi Arkan banyak banget bawa makanan"ucap Syifa memasang wajah gemas nya Arka tersenyum melihat istri nya ini


"Iya aku temanin ayo"ucap Arka lalu berbaring Syifa memeluk lengan Arka erat mulai memejamkan mata Arka mengecup kepala Syifa merasa lega hari ini bisa melihat istri nya


###


Devil memeluk Zhara dari belakang meletakkan wajahnya di tengkuk Zhara mereka menikmati matahari yg berterik memasuki kamar mereka di jauh Zahra memandang dia teringat jika sudah lama dia tidak ke tokok sangat merindukan suasana di sana dan sahabatnya


"Mas nanti aku mau ketokoh ya"ujar Zahra berbalik menghdap Devil

__ADS_1


"Iya "ucap Devil membelai rambut Zhara


"Tapi ada syaratnya"ucap Devil santai


"Ihh mas Devil ngak iklas banget"ucap Zahra sebal


"Aku sedih jika ada pria yg menatap mu jadi kamu harus mengganti nya"ucap Devil datar


"Baik lah apa syarat nya"ucap Zhara


"Sangat gampang"ucap Devil santai lalu berbisik


"Ihh mas Devil aku aja udah keramas 3 kali masak aku harus keramas lagi"ucap Zahra


"Ya jika tidak mau terserah kamu tidak boleh pergi"ucap Devil mengankat bahu nya acuh


"Mas kan mencintai ku masak iya ngak mengabulkan permintaan ku"ujar Zhara sebal


"Justru itu tubuh ku tidak bisa jauh dari mu"ucap Devil membuat Zahra tertawa


"Mas terlihat kaku"ucap Zahra cekikikan


"Ayo"ucap Devil mengengam tangan Zhara masuk ke kamar mandi tempat mereka sering menghabiskan waktu


###


Zahra mengeliat pelan di kasur empuk dengan selimut tebal itu lalu membuka mata nya melirik ke samping tidak ada kehadiran Devil , mengigat nya membuat Zhara mengulum senyum tapi dia mengerucur kan bibirnya mengigat Devil semakin dia bermian dengan lama membuat Zhara lelah saat setelah subuh Devil minta lagi begitu pun pagi tadi setelah sarapan devil meminya 2 ronde membuat Zahra benar tidak berdaya bahkan tidak sadar lagi kemana baju nya dan kapan Devil pergi


"Kenapa suamiku sangat gila"ucap Zhara cemberut lalu duduk melirik jam


"Sudah masuk makan siang aku mau ke tokoh"gumam Zhara dia segera bergegas ke kamar mandi melihat pakaian nya berserakan begitu pun pakaian Devil sudah pasti Devil menganti pakaian nya Zahra memungut nya segera membersihkan tubuhnya untuk sholat


"Assalamualaikum"ucap Zhara masuk ke tokoh


"Waalaikum salam"ucap Asma dan Aulia tersenyum


"Wiiw setelah nikah wajah nya makin cantik dan berseri"goda Asma tersenyum


"Ada saja"ucap Zahra tersenyum malu


"Kok kalian makan roti nanti ngak baik untuk kesehatan"ucap Zahra duduk ikut memakan roti itu


"Lagi sibuk banget tokoh nya sangat rame"ujar Aulia


"Kalian sibuk kok Zenap ngak ada"tanya Zhara


"Ohh ,mau aku bantu"ucap Zahra tersenyum


"Boleh"ucap Asma tersenyum


"Zahra"panggil seseorang membuat Zhara menoleh


"Tuan Bara"ucap Zhara sedikit menjaga jarak


"Sudah lama tidak berjumpa"ucap Bara dia setiap hari menunggu kabar dari Syifa


"Ada apa"ujar Zahra dia tidak mau terkena masalah jika Zhara bicara pada pria maka Devil akan melakukan sesuatu


"Mau menanyakan soal Syifa"ujar Bara serius


"Tuan Bara jangan menggangu Syifa lagi dia sudah bahagia bahkan sekarang dia tengah hamil"ucap Zahra


"Sudah ya tuan saya ada pekerjaan"ucap Zhara lalu berlalu karna dia mau mengecek barang barang tokoh


"Syifa hamil"gumam Bara lalu berlalu dia mengepal kan tangannya merasa marah dengan Syifa yg membiarkan Arka puas dengan tubuh milik nya dan membiar hamil keturunan Karten


"Lihat apa yg akan ku lakukan"gumam Bara mengepalkan tangannya lalu pergi dari tokoh itu


###


Arkan makan siang bersama Zenap di sebuah restoran sederhana Zenap merasa aneh dengan Arkan yg nampak berbeda Arkan bahkan diam meski menanggapi Zenap yg menceritakan keluarga nya Zenap pun merasakan itu tapi dia tidak berani bertanya kenapa dan apa alasan nya


"Pak Arkan terimakasih sudah mau mencintai saya setulus hati"ucap Zenap tersenyum meneguk air putih


"Iya aku akan selalu mencintaimu"ucap Arkan tersenyum


"Zenap"ucap Arkan serius


"Iya pak kenapa"ujar Zenap menatap Arkan


"Aku mencintaimu tapi aku juga menyayangi mama ku aku tidak pernah membantah ucapan nya"ucap Arkan serius


"Aku di jodohkan oleh mama ku"ucap Arkan pelan Zenap hanya menghembuskan nafas nya pelan baru saja dia merasa bahagia ada yg benar mencintai nya dengan tulus tapi semua harus hancur karna dia juga sadar diri siapa dirinya

__ADS_1


"Jadi pak Arkan mau bagaimana"ucap Zenap tersenyum


"Aku tidak tau Zenap ini sangat berat untuk ku"ujar Arkan tidak semangat


"Pak Arkan bakti pada ibu itu hal yg utama mungkin kita tidak di jodohkan bersama kita juga harus ikhlas pak Arkan nikah sama orang pilihan mama bapak insyaallah saya ikhlas"ujar Zenap berdiri


"Zenap tunggu aku benar tidak bisa melupakan mu "cegah Arkan tidak rela wanita yg dia perjuangan kan pergi begitu saja


"Pak melupakan seseorang sangat gampang jika kita berusaha yakin lah Allah mentakdirkan seseorang yg pantas untuk bapak dan itu bukan saya"ujar Zenap


"Hubungan kita cukup sampai di sini pak assalamualaikum"ucap Zenap melangkah pergi


"Waalaikum salam"ucap Arkan menatap kepergian Zenap ingin sekali Arkan merengkuh tubuh itu dan meminta nya jangan pergi tapi Arkan tidak bisa melakukan nya


"Arkan"suara itu mengagetkan Arkan dia segera menoleh


"Tante Fatma"ujar Arkan kaget


"Kamu lagi ngapain di sini"tanya Fatma curiga pada Arkan


"Tidak tante hanya makan siang aku pergi dulu ya tan udah selesai"ucap Arkan tersenyum lalu pergi


"Arkan sama Zenap punya hubungan apa mereka kayak tadi bicara hal serius terlihat dari raut wajah Arkan"gumam Fatma sempat melihat mereka berdua


"Ya Allah ada kah orang yg tulus mencintai ku dan memang di cipta kan untuk ku"batin Zenap mengayun sepedanya dia awalnya senang Arkan melamarnya tapi sekarang hati nya menjerit menerima itu semua sangat perih


Syifa sudah di izinkan pulang oleh dokter dia harus beristirahat dengan cukup sedangkan Arka lagi mencari keinginan istri nya yg belum dia wujudkan mencari martabak duren alias duda keren ,Arka sudah berkeliling kota mencari nya tapi belum ketemu Arka lelah di dalam mobil jadi dia keluar membeli minuman dingin Arka menegak kan dengan bersender di mobil memperhatikan tempat sekitar


"Syifa aku akan wujud kan permintaan mu bukan karna anak kita tapi juga kamu istri ku"gumam Arka tersenyum kecil mengigat sosok istri nya itu Arka ingin masuk mobil tapi dia melihat seorang bapak-bapak mendorong gerobak dengan tulisan martabak yg menjadi perhatian Arka adalah bapak itu mengendong anak kecil Arka menyeka keringat nya karna berkeringat laluku dia mendekati bapak-bapak


"Martabak nya masih ada"tanya Arka santai


"Iya bang mau beli"ucap nya


"Kok bapak jual sambil bawa anak"tanya Arka serius


"Iya bang istri saya meninggal sedangkan anak saya Masih sangat kecil jadi saya ajak dia jualan"ucap nya tersenyum


"Saya bungkus 5 ya bang"ucap Arka lalu menunggu


"Ini bang"ucap nya menyerahkan bingkisan itu saat sudah selesai


"Berapa"tanya Arka mengeluarkan dompetnya


"Semua totalnya 50 ribu"ucap nya


"Kembalian nya ambil aja"ucap Arka meletakkan uang 100 ribu dan mengambil martabak itu lalu pergi


"Akhirnya aku menemukan mu"ucap Arka tersenyum melaju kan mobilnya.Arka pulang dengan membawa martabak nya dengan tersenyum lebar dia menuju kamar nya membuka kamar itu mendapat kan istri nya tengah tertidur Arka meletakkan piring yg sudah dia sediakan martabak nya


Cup


"Syifa ayo bangun"bisik Arka setelah mengecup lembut kening Syifa


"Emmm malas"gumam Syifa mengeliat pelan


"Ayo bangun aku udah bawakan martabak untuk mu"ujar Arka tersenyum


"Benarkah"ucap Syifa tersenyum lalu duduk menatap Arka


"Ini martabak yg membuat nya duda ya meski tidak keren tapi dia orang yg hebat merawat anak nya seorang diri"ucap Arka tersenyum


"Aku tidak melihat penjual nya aku melihat perjuangan mas Arka"ujar Syifa tersenyum lalu mengambil sepotong martabak itu mengunyah nya pelan


"Enak"ucap Syifa menyapu bibirnya dengan lidah karna coklat nya mengenai bibir nya Arka tersenyum lalu mengusap bibir istri nya


"Habis kan jika kamu menyukai nya"ucap Arka tersenyum mengusap kepala Syifa yg makan dengan lahap pipi Syifa mulai berisi karna memang mood makan Syifa meningkat drastis semenjak dia hamil setiap saat selalu makan


"Mas mau makan terus masih lapar"ucap Syifa masih makan martabak yg tinggal beberapa potong karna 4 bungkus yg lain Arka berikan pada orang dia hanya mengambil satu bungkus


"Mau apa "ucap Arka mengusap pipi Syifa yg berisi


"Batagor enak tuh es buah juga segar terus sate mie ayam kue coklat dan juga capcai yg ada di restoran di pinggir tokoh"ucap Syifa


"Kamu yakin"ucap Arka menyakinkan karna banyak nya permintaan Syifa


"Lapar mas boleh ya"ujar Syifa memelas


"Iya nanti aku penuhi semua permintaan mu"ucap Arka tersenyum


"Makasih mas Arka"ucap Syifa mengecupi wajah Arka dengan lembut


"Sayang mas Arka"ucap Syifa memeluk leher Arka

__ADS_1


"Iya istri ku tapi nanti aku suruh Arkan ya mengantar kan makanan itu karna aku banyak pekerjaan di kantor"ucap Arka mencium kening Syifa


"Iya asal banyak makanan"ucap Syifa tersenyum manis Arka hanya terkekeh mengelus kepala istri nya itu yg sangat mengemaskan itu dia jadi semakin cinta dengan istri nya ini yg selalu membuat hari nya bahagia


__ADS_2