Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Kelahiran si kembar


__ADS_3

Tiba-tiba ketegangan di rumah sakit terbesar itu hebo serta panik dengan keadaan gara gara Devil yg berteriak untuk menyelamatkan istri dan Syifa, Devil benar panik sekarang ini dia menghubungi keluarga memberi tau dokter segera menangani keduanya Devil benar cemas ,Arka juga dia sudah sadar karna dosis yg di berikan Bara hanya dosis rendah beberapa jam sudah sadar tapi Arka masih lemah jadi dia harus di pampa supir Devil untuk menemui Devil


"Ohh ya aku lupa wanita itu"gumam Devil


"Devil"ucap Arka pelan


"Ck emang menyusahkan ya Syifa mau lahiran "kesal Devil mengeluarkan ponselnya


"Syukur pak Arka di sini"ucap dokter keluar


"Silahkan masuk pak"ucap Dokter Arka segera masuk ke ruang bersalin melihat Syifa menangis sesenggukan


"Syifa"ucap Arka pelan lalu mencondongkan tubuhnya


"Mas ....mas Arka tega mas Arka jahat"ucap Syifa memukul dada Arka


"Syifa maafkan aku meninggalkan mu maaf"ucap Arka dia tidak tau apa yg terjadi


"Aku benci mas Arka"ucap Syifa


"Tuan ketuban nyonya Syifa sudah pecah tapi tubuhnya masih sangat lemah kita perlu mengoperasi nya"ucap dokter Syifa menggeleng pelan


"Dok saya akan bicara pada istri saya sebentar"ucap Arka memelas


"Baik lah tuan jangan lebih 5 menit karna nyonya harus segera di tangani"ucap dokter


"Syifa "ucap Arka mengelus kepala Syifa


"Yg kuat demi anak-anak kita demi aku"ucap Arka mengelus kening Syifa yg berkeringat


"Aku benci mas Arka jika mas benar mencintai ku kenapa mas lakukan"ucap Syifa mengcengkram kasurnya karna sangat sakit


"Syifa aku tidak tau apa yg terjadi maafkan aku "ucap Arka


"Aku sangat mencintai mu istri ku yg kuat"ucap Arka


"Jika mas benar mencintai ku jika mas sakit kehilangan ku lebih baik aku mati biar mas bisa menghargai keberadaan aku"ucap Syifa merintih


"Mas tega mengkhianati aku malah tidur dengan Nara mas tega aku benci mas Arka"ucap Syifa sesegukan Arka kaget yg di katakan Syifa tapi dia harus menguatkan Syifa


"Aku ngak mau ketemu mas Arka aku benci mas Arka"ucap Syifa memukul Arka


"Syifa"ucap Arka memeluk kepala Syifa yg semakin nangis


"Hei tatap mata ku"ucap Arka menatap mata Syifa


"Aku sangat mencintaimu"ucap Arka mengelus perut Syifa


"Aku janji setelah kamu lahiran aku akan menuruti semua perkataan mu meski kamu menyuruh ku loncat dari gedung meski kamu menyuruh aku menjauhi mu maka aku akan lakukan tapi tolong bertahan berjuang lah Syifa aku ngak mau kehilangan kalian"ucap Arka mata nya mematap Syifa


"Aku mohon"ucap Arka lagi memegang wajah Syifa menyatukan kening mereka Syifa tersadar jika dia akan melahirkan dia tidak boleh egois


"Aku mau melahirkan normal"ucap Syifa mengengam tangan Arka erat


"Iya iya"ucap Arka mengusap kepala Syifa


"Dokter"teriak Arka dokter segera masuk


"Dok istri saya siap dia akan melahirkan secara normal"ucap Arka yakin


"Tapi tuan ini sangat berbahaya"ujar Dokter


"Dok saya percaya sama takdir Allah jika Allah mau mengambil nyawa saya melalu kelahiran ini meski saya menjalankan operasi saya akan tetap mati tapi saya mau merasakan melahirkan malaikat kecil saya dengan normal "ucap Syifa menyakinkan


"Baik nyonya"ucap nya lalu mengambil alat nya Arka mengecup tangan Syifa menguatkan istri nya Syifa juga tidak bisa berbohong jika Arka di samping nya dia akan merasa semua aman


###


Merasa Zahra hanya meminum pil tidur dengan dosis tinggi dan dokter bilang biarkan Zahra tertidur sampai dia bangun sendiri Devil merasa lega dia mengengam tangan Zahra memikirkan perkataan Nara tadi jika benih Arka sudah menyebar di rahim nya jika menunggu Arka semua tidak akan bagus pasti Arka sekarang sibuk mengurus Syifa jadi Devil memikirkan bagaimana mencegah masalah ke depan nya lalu dia menyeringai


"Sayang aku janji hanya pergi sebentar"ucap Devil mencium bibir Zahra lalu kembali ke pipi Zahra lalu pergi saat dia keluar berpapasan dengan keluarga


"Devil bagaimana Syifa"ucap Fatma panik datang bersama Fikram


"Di ruangan bersalin ma dia mau lahiran"ucap Devil


"Aku pergi ma mama lurus aja saat ujung lorong ini mama akan mendapatkan ruangan Syifa "ucap Devil lalu pergi Fatma segera menghubungi Maya untuk memberi tau


Devil mendatangi markas jika tujuannya untuk melenyapkan Nara semua orang salah dia menemui Aril mendapat Devil berkunjung Aril segera menemui bos nya


"Selesai kan tugas yg aku berikan"ucap Devil datar menceritakan masalah Arka hanya yg dia ketahui lalu melirik jam nya


"Ini pukul 1 malam aku yakin wanita bernama Nara itu masih di hotel"ucap Devil memberi kan foto Nara

__ADS_1


"Saya mengerti bos dan saya akan mencari bukti nya apa yg terjadi dan mematuhi perintah bos"ujar Aril patuh


"Lakukan dengan baik"ucap Devil lalu berlalu


"Wah jika hanya merayu wanita seperti perempuan ini hanya hal kecil bagi ku"gumam Aril lalu dia mengganti baju nya dan segera menyebar anak buah nya


Nara masih tertidur di kamar hotel karna lelah lalu ada yg menekan bel kamar hotelnya berkali kali dan itu sangat menggangu tidur Nara dengan kesal Nara mengambil baju mandi dan membuka pintu


"Kamu siapa"tanya Nara menatap pria di depan nya


"Aku Aril"ucap Aril tersenyum dengan wajah yg sangat tampan apa lagi wajah nya keturunan bule wajah bening itu terlihat sangat tampan di mata Nara


"Aku mau mencari temen ku nama nya Dono aku di informasikan kata nya di sini ada temannya menginap jadi aku mau bicara"ucap Aril menyunggarkan rambut nya ke belakang parfum maskulin nya menyebar apa lagi penampilan nya sangat keren dengan wajah bening nya sangat gampang untuk menjebak Nara


"Silahkan masuk"ucap Nara tentu Aril masuk


"Jadi apa kamu orang nya"ucap Aril santai


"Bukan"ucap Nara lalu Aril berbalik memasukkan tangannya di saku celananya


"Seperti nya aku salah aku pergi jika begitu"ujar Aril melangkah


"Aww"ucap Nara pura pura dada nya sakit


"Kenapa"ucap Aril menyeringai memancing nya dia tau itu Aril bahkan menyentuh dada Nara


"Dada ku sesak"ucap Nara dengan suara lembut mengigit bibirnya menggoda


"Ada yg bisa aku bantu"tanya Aril


"Benar mau bantu"ucap Nara tersenyum


"Jika aku mampu"ujar Aril santai


"Aku kesepian mau kah menemani aku malam ini"ucap Nara menarik baju mandi nya ke atas melihat kan tubuhnya


"Aku juga jika tidak keberatan aku mau selama satu minggu atau lebih"ujar Aril tersenyum


"Aku mau"ucap Nara memeluk Aril


"Tamat riwayat mu nona"batin Aril menyeringai lalu dengan sekali tarikan membuat baju itu tergeletak Aril segera mencumbu Nara sungguh sentuhan Aril membuat Nara lupa segalanya Aril emang pandai menaklukkan wanita di atas ranjang akan Aril pasti kan jika selama seminggu ini Nara akan terus mencari nya ketagihan ya itu emang rencana Devil biar Aril meniduri Nara jangan pakai pengaman Devil memerintah nya tiduri Nara sampai dia hamil anak nya Aril tentu Aril setuju akan hal itu jadi lah mereka berhubungan badan yg sangat membuat Nara puas dengan sentuhan yg di berikan Aril


###


Syifa masih berjuang melahirkan buah hati nya Arka mengengam erat tanganan Syifa yg terus berusaha bahkan keringat mulai bercucuran di wajah Syifa yg terus mengengam tangan Arka bahkan dia sesekali mengigit bahu Arka merasakan sakit yg luar biasa


"Aghhh hah"triak Syifa hati nya sangat pilu kenapa dia melahirkan dalam keadaan hati yg lagi terluka melihat Syifa seperti itu Arka hanya mampu terdiam merasakan wajah Syifa mulai pucat Arka menyesal menyakiti istri nya itu bahkan saat ini pasti Syifa merasa sangat teluka tanpa sadar air mata Arka jatuh menatap wajah istrinya yg berjuang mati matian


"Mas"ucap Syifa memegang pipi Arka


"Kamu pasti bisa"ucap Arka mencium tangan Syifa


"Aghhhhhhhh"teriak Syifa hati nya berzikir


oek oek


"Anak nya perempuan"seru dokter Arka menoleh melihat putri nya dokter menyerahkan anak Arka ke gendongan Arka karna Arka yg minta jadi tubuh Arka di penuhi darah


"Sayang putri ayah"ujar Arka terharu dia menangis menatap wajah putri nya di kecup nya bayi kecil itu penuh cinta dan mengadzani menyerahkan pada suster


"Mas ngak kuat"lirih Syifa pelan dana mengeleng


"Dengar suara tangis bayi kita apa kamu tidak mau kedua anak kita memanggil mu bunda menangis minta di gendong"ucap Arka


"Maafkan aku selalu menyakiti mu tolong bertahan"ucap Arka mencium kening Syifa dia menangis mengecup kening Syifa


"Mas"ucap Syifa menangis hati terharu mendengar suara putri nya


"Sekali lagi nyonya"ucap dokter Syifa kembali mendorong


"Ahhh eghhh"ucap Syifa


"Aghhhhhhhh"teriak Syifa mengengam tangan Arka


oek oek


"Anak kedua nya laki laki"seru dokter Arka mengecup kening Syifa yg lemas mata nya berkunang Syifa tidak mampu menatap Arka dadanya terasa sesak melihat Syifa seperti itu Arka berbisik


"Kamu tau kan dulu aku pernah bilang apa jika tidak mau anak itu di benci oleh ku maka harus tetap hidup jika mau meninggalkan aku maka aku akan membenci anak itu"bisik Arka suaranya terdengar dingin Syifa membuka mata nya sayu dia tidak tau apa yg dilakukan dokter


"Mas sangat egois padahal aku sangat mencintai mas Arka tapi kenapa mas Arka lakukan itu anak mas Arka juga"ucap Syifa pelan


"Kita akan bicara nanti"ucap Arka mengecup kening Syifa dengan lembut

__ADS_1


####


Masa ketegangan sudah berlalu keluarga sangat bahagia kelahiran si kembar apa lagi keadaan si kembar sehat tentu sehat karna makanan yg di makan Syifa selalu terjamin sehat Arka tidak menyangka anak nya malah sepasang tidak seperti dia harapkan jadi di bingung mau kasih nama apa .Devil juga megengam tangan Zahra mata nya menatap wajah Zahra serta melirik jam di tangannya dia menunggu Zahra sadar seperti menunggu puluhan tahun tapi dia tetap menunggu dengan sabar


"Mas Devil"ucap Zhara membuka mata nya pelan


"Akhirnya"ucap Devil lega mencium mata Zahra


"Ehmm aku kenapa mas"ucap Zhara pelan


"Kamu meminum minuman Syifa kamu jangan membuat kau cemas "ujar Devil


"Mas Syifa itu hamil aku hanya menyelamatkan nya dan anak nya lagian aku juga ngak papa"ujar Zahra tersenyum


"Mau lihat ngak Syifa udah lahiran"ucap Devil


"Ohh ya Alhamdulillah aku mau lihat mas"ucap Zhara duduk lalu menurunkan kaki nya


"Udah baikan apa"ucap Devil cemas


"Iya mas ayo kelamaan"ucap Zahra semangat mereka menuju ruangan Syifa


Cklek


"Ehh ada Zenap"ucap Zhara masuk melihat keluarga ada di sana


"Sakit juga"ucap Zahra terkekeh melihat Zenap duduk di kursi roda dengan baju pasien


"Iya kamu sendiri ngapain pakai baju pasien apa pak Devil tidak bisa membeli kan mu baju"ucap Zenap membuat Zahra terkikik


"Tidak kok"ucap Zahra lalu mendekati Arkan


"Wah ganteng banget mirip seperti ayah nya"celetuk Zhara semangat mereka bayi laki-laki itu


"Apa kamu bilang"ucap Devil menarik tangan Zahra


"Kamu bilang dia ganteng seperti ayah nya"ucap Devil datar


"Iya"ucap Zhara tersenyum dia tau Devil cemburu


"Aku juga mau punya anak yg mirip ayah nya tampan seperti mas Devil"ucap Zahra dia sudah bisa menaklukkan mafia menakutkan ini


"Iya kita akan buat nanti yg mirip aku"ucap Devil tertawa


"Dasar bucin"ucap Arkan tertawa


"Mau gendong dong"ucap Zahra


"Biar aku"ucap Devil laku mengedong bayi laki-laki itu


"Lucu nya"ucap Zahra tersenyum mengelus pipi bayi yg masih merah itu


"Udah nemu belum nama nya"ucap Fikram dia kesal dengan Arka dari tadi Fikram menunggu nama cucu mereka tapi Arka hanya bilang nanti biar Syifa memberi nama nya


"Iya Arka mama juga ngak sabar"ucap Maya menepuk bayi perempuan itu


"Mas"ucap Syifa sudah terbangun dari istirahat nya mata mereka saling memandang sampai Syifa membuang wajahnya


"Mau kasih nama anak kita siapa"tanya Arka tersenyum mengelus bahu Syifa


"Anak kita"ucap Syifa tersenyum getir


"Itu hanya anak ku dan aku akan membawa pergi anak ku yg jauh"ucap Syifa berusaha tenang


"Ada apa lagi kalian ini semua lagi bahagia menyambut kelahiran si kembar malah kalian berantem"ucap Maya


"Sungguh aku tidak mengerti dengan ucapan mu"ucap Arka berdiri lalu mendekati Devil


"Devil bisa bawa anak anak ku sebentar keluar aku ngak mau dia dengar suara kasar atau pun nada tinggi dari pembicaraan"ucap Arka serius


"Biar aku gendong"ucap Zahra lalu mendekati Maya mengendong anak sayu nya mereka segera keluar


"Aku tidak mengerti yg kamu katakan aku juga tidak ingat aku hanya ingat saat aku meeting di restoran dan aku pingsan dan saat aku terbangun aku sudah ada di rumah sakit"jelas Arka mendekati Syifa


"Mas Arka ngak usah bohong deh aku udah tau semua nya mas Arka juga sering menghabiskan waktu bersama Nara bahkan semalam mas Arka sangat menikmati permainan ranjang bersama Nara apa kurang nya aku mas"ucap Syifa menetes kan air mata


"Mas tepati janji mas aku mohon mas pergi jauh aku benci mas Arka yg hanya mempermainkan aku jika mas jujur jika tidak mencintai ku aku bisa terima tapi mas malah melukai aku lebih dalam "ucap Syifa ,Arka tidak bisa buat apa, apa lagi Arka dia juga telah berjanji dan dia tidak bisa membela diri karna dia tidak punya bukti


"Kamu harus tau Syifa jika aku sangat mencintai mu apa kamu tidak bisa merasakan cinta ku"ucap Arka serius lalu melangkah pergi


"Syifa anak kalian baru lahir masak kalian jadi gini"ucap Fatma menasehati


"Aku tau ma aku kecewa sama mas Arka dia tidak pernah berubah"ucap Syifa memeluk mama nya dengan menangis

__ADS_1


"Syifa sikembar butuh kasih sayang kalian berdua"ucap Maya


"Aku ngerti ma aku tidak kuat lagi menghadapi mas Arka aku nyerah dia selama nya tidak bisa mencintai ku"ucap Syifa menyeka air matanya berusaha menguatkan diri demi anak anak nya


__ADS_2