
Paman baru pulang dari judi dengan mabuk mabukan dia masih sempoyongan keluar dari mobil nya dan masuk ke rumah lalu dia melihat istri nya yg lagi menonton TV berita utama yg menayang kan soal Zea sudah menyerah kekayaan pada Zhara dan Zahra adalah anak nya Zea nya, berita Zhara jadi hangat.Paman yg melihat itu sangat benci dia tidak akan senang melihat Zhara dan Zea bahagia karna rasa benci pada kakak nya yg mengambil kebahagiaan nya dan Zea yg telah menolak nya apa lagi sampai anak nya tiada tanpa dia ketahui
"Aghhh"teriak nya lalu membanting tv nya
Prang
"Mas apa-apaan kamu ini pulang pulang menghancurkan tv"ucap istri nya kesal
"Aku tidak suka melihat kebahagiaan mereka mengerti"teriak paman murka lalu berlalu
"Aneh keponakan kaya kok dia marah harus nya di senang bisa memeras Zhara"ucap nya kesal ya karna istri paman tidak tau apa apa
"Lihat saja Zea kebahagiaan mu tidak akan lama"ucap paman menyeringai
"Pagi ma"sapa Zhara lalu mengecup pipi Zea hari ini Zhara sangat bahagia
"Pagi sayang"ucap Zea mengelus bahu Zahra
"Tumben kayak bahagia banget"ucap Zea tersenyum melanjutkan sarapan nya
"Iya sih"uja4 Zahra tersenyum lalu duduk
"Hari ini paman telpon dia minta maaf mau mengundang aku makan siang di rumah nya"ucap Zahra tersenyum bahagia
"Ya terus"ucap Devil menatap Zhara serius
"Ya seneng mas akhirnya paman bisa menyayangi aku dia mau berubah aku jadi senang"ucap Zahra meneguk air putih lalu mengambil sarapan
"Lalu kamu mau ke rumah paman mu"tanya Devil
"Iya"jawab Zhara cepat
"Tidak boleh"ucap Devil datar
"Lho kenapa mas"ucap Zhara
"Kamu tanya kenapa ingat apa yg paman mu lakukan"kesal Devil
"Mas setiap orang berhak menyesali semua kesalahannya"ujar Zhara
"Aku tidak percaya dia bisa berubah Zhara pokoknya kamu ngak boleh menemui paman mu mau dia berubah mau dia mati sekalipun"ujar Devil tegas
"Mas aku hanya makan bersama nya"ujar Zhara
"Aku bilang tidak boleh"kesal Devil dia melirik Zea menghargai Zea sebagai ibu mertua nya
"Aku berangkat kerja aku tidak izinin kamu ketemu sama paman mu"ucap Devil beranjak pergi dia benar kesal padahal Devil tau jika paman Zhara mungkin hanya memanfaatkan nya karna sudah tau Zhara sekarang ini Devil tidak mau menyakiti Zahra karna amarahnya itu kenapa dia pergi
"Zahra benar apa kata Devil paman mu tidak bisa di percaya dia sangat licik"ucap Zea
"Ma paman benar udah berubah kok aku akan buktikan"ucap Zhara yakin
"Kamu tidak usah pergi mama khawatir jika kamu celaka nanti nya"ucap Zea tau sifat adik ipar nya itu seperti apa Zhara hanya diam menikmati makan nya
####
"Lihat Zae memang Zhara tidak lenyap karna dia beruntung selamat tapi kali ini Zahra tidak akan selamat"ucap paman tersenyum jahat menatap botol racun itu
"Setelah Zahra memakan makanan yg aku suguh kan pada nya maka kamu akan kehilangan segalanya haha"ucap paman tertawa dia akan membunuh Zahra dengan meracuni Zhara dengan racun mematikan
Zahra tidak mendengar kan perkataan mama dan suami nya dia tetap menemui paman nya bahkan tanpa meminta izin sama Devil maupun mama nya Zhara tetap pergi dia memesan taksi untuk pergi dia sangat bahagia ketemu dengan paman nya
"Assalamualaikum"ucap Zahra menekan bel nya bahkan rumah itu tidak seperti gubuk pqgi bahkan sudah menjadi rumah yg nyaman
"Waalaikum salam"ucap nya lalu membuka pintu
"Lho Zahra kamu ngapain di sini"tanya bibik heran
"Ketemu sama paman bik dia bilang mau ketemu sama aku"ujar Zhara tersenyum
"Ayo"ucap nya tidak suka ya memang dia tidak suka dengan Zhara
"Mas ,Zahra udah datang"teriak nya membuat paman segera muncul
"Mas ngapain ngajak Zhara ke sini"tanya nya kesal
"Udah kamu diam aja pergi sana"ucap paman mengusir Istri nya
"Ayo Zahra kita langsung makan aja paman udah siapin makan"ucap paman mengajak Zhara ke meja makan
"Makasih paman "ucap Zahra tersenyum hangat lalu dia duduk di meja makan sudah mendapatkan makanan enak dan minuman
"Makan lah paman sengaja buat kan makanan kesukaan mu"ucap nya tersenyum padahal tadi dia beli
"Makasih paman kebetulan aku lapar"ucap Zahra tersenyum meletakkan tas nya
"Paman udah makan"tanya Zhara
"Iya tadi menunggu mu jadi paman makan dulu"ujar nya tersenyum
"Ayo Zahra makan biar kamu bisa beristirahat dengan tenang"batin paman
"Aku cobain ya paman"ucap Zhara tersenyum mengaduk makanannya
"Iya silahkan"ujar paman tersenyum
"Aku makan ya"ucap Zahra lalu mengankat sendok nya akan memakan makanan itu
__ADS_1
"Enak ya"ucap bibik lalu menepis tangan Zhara sampai sendok itu terjatuh
"Jangan kamu pikir kamu banyak uang aku bisa baik padamu"ujar bibik sinis lalu duduk
"Bibik ini "ucap Zhara lalu mengambil sendok yg terjatuh
"Kembali kan makanan Zahra"kesal paman
"Mas ini gimana sih bukan nya sangat membenci Zhara"kesal nya lalu memakan makanan itu
"Aduh"ucap paman menepuk jidatnya melihat istrinya makan makanan beracun itu
"Lho bibik kok makan makanan aku sih"ucap Zahra tidak percaya
"Diam"kesal bibik lalu meneguk air putih tiba-tiba dia merasa tengkorakan nya terasa terbakar
"Hehm hehm"dehem bibik memegang tenggorokan nya lalu dia terjauh dengan kecang kecang
"Bik bibik kenapa"ucap Zahra berjongkok tapi wanita itu terus kecang sampai mulut nya berbusa dengan mata melotot
"Astaghfirullah bibik"teriak Zhara menutup mulut nya memeriksa nafas wanita itu
"Innalilahi wainailaihi rojik'un"ucap Zhara lalu menatap paman nya tapi belum sempat dia menatap dia sudah di pukul
Bugh
"Huh wanita bodoh ini malah memakan makanan itu jadi koit aku harus membawa Zhara"ucap nya lalu mengendong Zhara yg pingsan
"Aleksa"panggil Zea pulang saat mendapat kan kabar jika Zhaea pergi ke tempat paman nya
"Iya nyonya"ucap Aleksa mendekat
"Kamu bilang Zhara perhi ,kemana"ucap Zea cemas
"Tadi nona izin kata nya nyonya jangan cemas karna nona hanya menemui paman nya"jelas Aleksa
"Apa"ucap Zea tidak percaya
"Kenapa Zhara tidak mendengar kan aku sih"ucap Zea segera keluar lagi untuk menemui Zhara di rumah pamannya
Sesampai di sana Zea segera mengetok pintu rumah paman tapi tidak ada jawaban Zea memutuskan masuk saat pintu tidak di kunci Zea terus memanggil tapi tidak ada jawaban rasa cemas Zea semakin kuat
"Zahra"teriak Zea semakin masuk lalu dia mendekati istri paman yg masih tergeletak
"Ya ampun"ucap Zea menutup mulut nya melihat wanita itu
"Zahra"panggil Zea mencari segala arah tapi tidak menemukan Zhara lalu dia melihat tas Zahra
"Ya Allah nak semoga kamu baik baik saja"ucap Zea panik dia segera menelpon Devil
"Mama"panggil Devil mendekat lalu Aril memeriksa istri dari paman
"Kenapa bisa ma"tanya Devil dingin
"Mama ngak tau tadi Aleksa bilang jika Zhara pergi saat mama sampai ke sini wanita ini sudah seperti ini dan ini tas Zhara di meja ini"ujar Zea cemas
"Bagaimana Aril"tanya Devil
"Bos wanita ini terkena racun mematikan"jelas Aril berdiri
"Awas dia"gumam Devil tangan nya terkepal erat Aril memeriksa sekitar ada darah
"Bos lihat di sini ada darah"ucap Aril menunjukkan tetesan darah Devil segera melihat
"Devil lihat ini"ujar Zea menunjukkan ponselnya ada pesan dari paman untuk menemui Zhara
"Kita segera ke sana"ucap Devil bergegas mereka kembali pergi untuk datang ke tempat Zhara di sekap
Paman membawa Zahra ke sebuah hutan yg lebat dia sengaja membawanya ingin membuat permainan bersama Zea dan ingin membakar keduanya.Paman mengikat Zahra di sebuah pohon dia mengeluarkan pisaunya serta menyiram di sekitar hutan itu minyak untuk dia bakar nanti
"Paman lepaskan aku"ucap Zhara yg sudah sadar
"Lepas"ucap Paman berjongkok
"Nanti setelah kamu hangus terbakar"ucap paman tersenyum
"Lepas paman"ucap Zahra berusaha lepas
"Percuma Zahra"ucap paman lalu mengeluarkan pisau nya meletakkan di wajah Zahra
"Karna paman tidak akan melepaskan mu sebelum paman melihat mama mu menderita"ucap paman tersenyum
"Hentikan"ucap Zea datang bersama Devil
"Berani nya kamu membawa bantuan"ucap paman langsung meletekkan pisau di leher Zhara
"Bedebah mau mati"ucap Devil tajam
"Paman hentikan lepaskan aku bukan kah paman tadi bilang mau meminta maaf"ucap Zhara memegang lengan paman nya
"Dasar keponakan naif kamu itu selalu gampang untuk di bodohi Zhara"ucap paman tersenyum
"Lepaskan istri ku"geram Devil
"Bos dia bu bos"tanya Aril menunjuk Zhara
"Jangan banyak tanya urus dia jika istri ku terluka aku akan membunuh mu"ucap Devil datar
__ADS_1
"Bos yg menculik nya kan orang itu kok malah saya yg mau di bunuh"ucap Aril
"Karna kamu banyak tanya "kesal Devil
"Zea jika kamu mau anak mu ini selamat maka berikan semua harta mu pada ku"ujar paman tersenyum licik
"Oke jangan sakiti anak ku maka aku akan berikan apa yg kamu minta"ucap Zea dia benar takut melihat Zhara
"Ayo cepat Zea berikan"ucap paman Devil mengambil ancang-ancang membuat paman sedikit menekan leher Zhara sampai leher Zhara berdarah
"Sialan kamu pak tua kamu bosan hidup"teriak Devil darah nya mendidih
"Diam lah kamu sok berkuasa istri mu di tangan ku"ucap Paman santai
"Apa kamu mau tau aku siapa hah"ucap Devil emosi
"Emang siapa hah"ucap paman sinis
"Aku adalah Ardiardo apa kamu mau tau kesukaan Ardiardo itu apa kesukaan nya membunuh orang dan apa kamu mau tau aku adalah pemimpin mafia paling di takuti kamu malah melukai istri dari Ardiardo"teriak Devil emosi lalu mengeluarkan pistol nya
"Berani nya kamu"ucap Paman waspada sedangkan Zhara dan Zea hanya terdiam menatap Devil yg emosi
"Kamu kira aku takut melenyapkan mu itu hanya hal kecil bagi ku"ujar Devil menyeringai
"Sekarang bukan waktu bermain"ucap paman lalu melempar korek api nya membuat beberapa tempat itu kebakar
"Bos selamat kan saja bu bos nanti saya akan mengurus pria itu"ujar Aril mengeluarkan pistol nya untuk menembak paman
Dor
Tembakan di luncurkan di kaki paman membuat jeritan paman terdengar melepaskan pelukannya dengan Zhara dengan cepat Devil meraih tubuh Zhara
"Aghhh"triak paman menahan kaki nya kesakitan
"Sekarang waktunya kamu mati karna berani melukai istri ku"ucap Devil datar meletekkan pistol nya di kepala paman
"Bos biar saya yg urus, api nya semakin besar"ucap Aril mengingat karna dia tau pria di depannya ini adalah kerabat Zahra tentu Aril ingin Devil tidak membunuh nya karna bisa akan membuat jarak hubungan Devil dan Zhara
"Iya Devil ayo kita pergi"ucap Zea ikut mendekat
"Habisi dia"ucap Devil dingin memasukkan pistolnya kembali Zharaa pun belum bereaksi sama sekali
"Mas Devil mafia"tanya Zahra menatap mata Devil mendengar Zahra bertanya membuat Devil tersadar apa yg dia lakukan tadi
"Sekarang kita pulang api nya semakin besar"ujar Devil datar tapi Zhara terdiam
"Aku butuh jawaban pasti"ujar Zhara lirih
"Zahra itu tidak penting"ucap Devil dia mulai takut akan hal itu
"Itu penting mas aku tidak tau apa yg harus aku lakukan jika benar suami ku mafia"ucap Zhara serius
"Iya aku emang Mafia Ardiardo pemimpin mafia di Australia mereka semua takut pada ku tunduk pada ku tapi seorang Ardiardo tunduk pada wanita berdebu seperti mu Zahra"ucap Devil serius
"Mas"ucap Zhara sendu dia tidak tau harus bagaimana
"Ayo ma"ucap Zhara melangkah Devil terdiam dia sudah menduga ini
Srett
"Ehh kamu sudah di beri kesempatan masih mau melawan"ucap Aril memegang paman saat dia mengarahkan pisau nya pada pinggang Devil tapi Devil tidak bereaksi sama sekali
"Zahra"pangil Devil tapi Zahra melangkah bersama mama nya Devil segera mengejar nya
"Zahra tunggu"ucap Devil menahan Zahra
"Beri aku waktu mas untuk menerima kebenaran ini"ucap Zhara lirih melangkah kembali Devil terdiam dunia nya seakan runtuh seketika dia membeku
"Bos"panggil Aril yg memegang Paman dia melihat pohon yg terbakar ingin menimpa Devil tapi Devil hanya diam
Bruk
"Devil"teriak Aril lalu menyeret paman untuk mendekati Devil yg masih membeku
"Bos bos"ucap Aril panik saat Devil hanya diam pohon itu menimpa nya
"Dia meninggalkan aku"ucap Devil pelan
"Gila nya jangan kambuh sekarang bos"ucap Aril berusaha memindah kan pohon itu lalu mengajak Devil pergi
"Zahra tunggu"ucap Devil meraih tangan Zahra mereka sudah sampai rumah
"Mas ku mohon beri aku waktu sebentar"ucap Zhara menghapus air matanya Zea memandang Devil bahkan darah di Pinggang Devil sudah mulai terlihat di kemeja Devil
"Aku tidak bisa jauh dari mu Zhara ku mohon"ucap Devil mengengam tangan Zahra
"Mas aku perlu sendiri"ucap Zahra melangkah pergi
"Devil kamu terluka"tanya Zea menghentikan langkah Zahra melihat Zahra seperti cemas dengan nya Devil memanfaatkan nya
"Iya ma aku terkena tusukan sedikit"ucap Devil lalu membuka kamaja nya biar Zhara khawatir pada nya bagian tubuh depan Devil terkena luka bakar dan bagian pinggang nya terkena tusukan
"Ayo kita ke rumah sakit"ucap Zea cemas Devil menatap punggung Zhara tanpa menoleh ke arah nya
"Maaf mas aku hanya butuh sendiri kenapa mas tidak memberi tau ku dari dulu jika mas sangat kejam suka memnunuh"gumam Zhara lalu melangkah pergi melihat itu Devil terdiam melihat ketidak pedulian Zahra
"Aku tidak butuh rumah sakit ma hanya butuh Zahra"ucap Devil pelan rasanya hati nya perih melihat Zhara tidak mau ketemu dengan nya
__ADS_1