
Karna ada pekerjaan jadi Arka tidak ikut Syifa menjenguk Zahra ,Syifa pergi bersama Zenap yg ingin melihat keadaan Zahra juga tentu saja mereka khawatir dengan Zahra mengidap penyakit kanker itu bukan hal biasa meski begitu mereka tetap tidak berburuk sangka pada yg kuasa yg menimpa Zahra pasti ada hikmahnya.Yg membuat Syifa makin kesal Asma sudah ada di ruangan Zahra mengobrol bersama Gio
"Assalamualaikum"ucap Zenap dan Syifa
"Waalaikum salam"ucap semua
"Ya Allah Zahra kok ngak kasih kabar sih"ujar Zenap langsung memeluk Zhara
"Ya maaf"ucap Zahra tersenyum
"Lihat dia hanya tersenyum orang cemas juga"kesal Syifa
"Jangan salah senyum itu hanya menutupi luka dan kesedihan"ujar Asma tersenyum
"Kak bagaimana bisa"ujar Syifa
"Aku juga ngak tau aku kira Zahra menyimpan nya karna 2 hari lalu dia pingsan makan nya aku tau dia mengidap penyakit itu"jelas Devil setia di samping Zahra
"Aku juga tidak tau sakit saja ngak pernah tapi akhir-akhir ini aku sering merasa lemas kepala ku sering pusing serta ada anggota badan ku mati rasa tapi hanya sebentar tapi tidak ku anggap serius aku kira itu hanya kecapekan"jelas Zahra
"Zahra kurangi kesibukan mu"ujar Zenap cemas
"Kita bayak berdoa saja semoga dengan menjalankan kemoterapi Zahra bisa sembuh"ujar Gio
"Apa itu akan memakan waktu"tanya Zahra
"Tergantung jika kanker nya sudah menyebar kemana-mana mungkin memakan 6 bulan atau lebih tapi jika kanker nya belum menyebar insyaallah hanya beberapa bulan akan sembuh"jelas Gio
"Apa itu menyakitkan"ucap Devil serius
"Pasti ngak dong mas"ujar Zahra tapi dia malah mendapatkan pukulan ringan dari Devil
"Aku serius sayang aku ngak mau melihat mu kesakitan"ujar Devil mencium tangan Zahra
"Insyaallah aku Kuat mas"ujar Zhara tersenyum
"Nanti kita akan lihat dulu separah apa kanker itu tapi nanti bukan aku yg menangani Zahra karna itu bukan bagian ku tapi jangan khawatir nanti akan ada dokter ahli yg akan merawat nya"jelas Gio
"Kita banyak doa aja"ujar Zahra dia juga tegang masalah pemeriksa itu tapi dia harus terlihat kuat biar suaminya tidak cemas
"Jangan cemas kami akan selalu menguatkan mu dan mendoakan kesehatan mu"ujar Syifa menyemangati
"Terimakasih"ujar Zahra memeluk Syifa
"Tapi jika aku di rumah sakit bagaimana dengan Adam dan mas Devil tidak ada yg urus"ujar Zhara khawatir
"Jangan di pikirin kami akan berusaha menjaga diri dengan baik"ucap Devil
"Mas jangan makan sembarangan nanti mas dan Adam sakit"ujar Zahra
"Iya kami akan makan yg sehat"ujar Devil mengelus tangan Zahra
"Mulai saja pemeriksaan nya"ujar Gio
"Iya"ujar Zahra
"Insyaallah aku siap"ujar Zahra berusaha tersenyum
"Mari"ujar Gio mendekat kan kursi roda nya pada Devil segera Devil membantu Zahra duduk di kursi roda
###
🌙🌙🌙
Keluarga Karten lagi makan malam bersama Zenap dan Syifa menyiapkan makan untuk anak dan suami mereka , pulang dari rumah sakit tadi kesorean karna menemani Zahra mengecek kesehatan nya soal anak anak Maya sudah mengurus mereka bahkan Maya menemani mereka mengaji Maya tidak pernah pilih kasih dengan cucu nya meski Arysif satu satu nya cucu laki-laki tapi Maya tidak pilih kasih Arysif juga lagi menginap di rumah Sandoso
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Zahra"tanya Arka menyuap kan nasi ke mulut nya Syifa menghembus nafasnya lalu duduk
"Ya gitu pa keadaan Zhara jika tidak di tangani dengan cepat bisa bahaya jadi mulai besok dia akan melakukan proses kemoterapi"jelas Syifa
"Iya benar Gio bilang kanker nya itu masih belum menyebar jadi bisa di tangani dengan mudah insyaallah Zahra bisa sembuh"ujar Zahra
"Mama aunty Zahra sakit parah ya"tanya Nur
"Emm jika parah sih ngak sayang cuman kan jika penyakit itu jika ngak di obati nanti bisa makin parah jadi Nur juga doakan kesembuhan aunty Zhara ya"ujar Syifa tersenyum
"Aina juga mau doa kan kasihan aunty Zhara sakit pasti Adam sangat sedih"ucap Aina
"Iya bantu doa kan ya"ujar Syifa tersenyum
"Ayo makan nanti mau tidur kan"ujar Arkan mencium kening Aina lalu mereka lanjut makan malam nya
###
Setelah hasil tes kesehatan Zahra keluar dokter memberi tau jika mereka akan mengunakan bagian operasi untuk mengurangi sel sel kanker nya ini tidak terlalu sakit karna hanya operasi tapi bagian kemoterapi nanti yg akan menguras fisik Zahra mereka tetap mendoakan kebaikan Zhara
"Sayang urusan pekerjaan nanti biar mama Zea dia lagi perjalanan ke sini"ujar Devil mengambil laptop Zhara
"Mas suruh mama pulang"tanya Zhara
"Iya aku memberi tau nya jika kamu sakit jadi dia pulang untuk membantu kita di sini"ujar Devil duduk mengengam tangan Zahra
"Nanti mama lelah dan jatuh sakit mas"ujar Zhara
"Nanti aku juga bantuin kamu jangan khawatir"ucap Devil mencium tangan Zhara
"Aku takut"lirih Devil menatap Zhara
"Mas jangan takut kekuatan aku dan Adam itu mas Devil jika mas Devil takut bagaimana aku bisa kuat dan tegar insyaallah operasi ini akan berjalan dengan lancar mas jangan banyak berburuk sangka tapi banyak berdoa"ujar Zhara tersenyum mengusap wajah Devil
"Iya bertahan demi aku dan Adam"ujar Devil mengecup kening Zhara lalu memeluk istrinya nya
"Assalamualaikum"ujar Fatma membuka pintu datang bersama Zea dan Fikram
"Waalaikum salam"ucap Devil dan Zahra
"Ma kapan sampai"ujar Zhara mencium tangan mama Zea
"Ngak penting"ujar Zea
"Mama kaget dengar kabar kamu sayang"ujar Zea cemas
"Ma musibah itu ngak bisa di tebak jika Allah menguji kita ya kita harus hadapi dengan sabar dan ikhlas"ujar Zahra tersenyum
"Maaf ya sayang mama sama ayah datang telat karna semalam itu Arysif menginap jadi bantuin dia dulu ke sekolah nya"jelas Fatma menepuk bahu Zahra
"Iya ngak papa ma aku bisa ngerti kok"ujar Zahra tersenyum
"Jadi kamu mau operasi"ucap Fikram
"Ya dokter bilang sih gitu yah membersihkan sel sel kanker nya dari dalam tubuh ku jika nanti masih ada akan melakukan kemoterapi"jelas Zahra
"Ayah yakin kalian bisa melewati ini semua"ujar Fikram
"Makasih ya kalian doa kan saja aku supaya lancar"ujar Zhara
"Jam berapa mau operasi"tanya Fatma
"Jadwalnya sih masih 30 menit lagi ma"ujar Devil melirik jam di pergelangan tangan nya
"Kalian udah makan"tanya Zahra
__ADS_1
"Iya udah "ujar Zea lalu duduk
"Kamu pokos saja pada kesembuhan mu nanti masalah pekerjaan biar mama yg urus"ujar Zea
"Iya Zahra nanti soal Adam dan Devil nanti mama bantu mengurus mereka"ujar Fatma tersenyum
"Terimakasih ma kalian sudah sangat baik pada ku aku bersyukur di saat aku seperti ini ada kalian"ujar Zahra memeluk Zea dan Fatma
"Tentu sayang kami akan selalu ada di samping mu "ujar Zea tersenyum mencium kepala Zhara
"Tentu nya selalu mendoakan mu"ujar Fatma tersenyum
####
Zahra sudah berada di ruang operasi siap akan melakukan operasi tadi juga teman Zhara berkunjung tapi mereka pulang untuk mendoakan Zahra di rumah saja yg menemani Zahra adalah Devil dan orang tua nya sebelum melakukan operasi Devil menemani Zhara di ruangan itu Devil terus mengengam tangan Zahra meski Zahra meminta nya karna akan melakukan operasi tapi Devil tidak rela melepaskan nya dia malah meminta waktu sebentar bersama istri nya dengan permohonan Devil jadi mereka mengizinkan nya
"Mas mau apa sih"ujar Zhara bingung Devil mencondongkan tubuhnya menatap Zahra
"Kamu ingat pertama kita bertemu"ucap Devil serius
"Iya aku ingat dan sangat Ingat"ucap Zhara tersenyum mengigat pertemuan itu membuat Zhara terkekeh
"Di saat itu aku mulai berfikir siapa wanita itu tapi aku mengabaikan nya tapi di saat pertemuan kedua kita membuat aku semakin penasaran dengan wanita itu berani membuat aku di keroyok ibu ibu"ujar Devil masih dengan wajah serius
"Mas jangan di ingat aku tau aku salah aku minta maaf deh"ujar Zhara tersenyum
"Mulai saat itu aku semakin mencari tau mengenai mu sampai menjebak ku mencintai kamu tanpa aku sadari "ucap Devil serius
"Apa kamu tau sebesar apa aku mencintaimu"ujar Devil menatap Zahra dan saat itu air mata Devil jatuh tepat di wajah Zahra
"Mas jangan lemah kayak gini"ujar Zhara merasakan kesedihan Devil di usap Zhara air mata Devil
"Tidak ada di dunia ini orang yg aku cintai melebihi aku mencintaimu Syifa ayah dan mama Fatma itu jauh dari rasa cinta ku pada mu dan termasuk cinta pertama ku yg membuat aku gila tapi kamu akan membuat aku mati aku"ujar Devil membiarkan air matanya jatuh menunjuk kan pada Zahra jika dia sangat takut kehilangannya
"Setiap aku merenungi mu dulu bisa kah kamu menjadi takdir ku aku percaya kita akan bersama seperti aku menyakini kehadiran Allah begitu pun kamu akan ada seseorang yg Allah kirim untuk melengkapi kekosongan ku"ujar Devil
"l love you sayang jangan pergi dari ku aku tidak sanggup hidup"lirih Devil menggeleng pelan Zahra mengalirkan air mata menangkup wajah Devil
"Aku tau mas dulu aku pernah membenci mu atas semua yg terjadi kamu membuat aku berada di masa terpuruk karna mengajak ku berzina meniduri ku tanpa sebab tapi lama-lama aku sadar kamu itu adalah orang yg Allah takdir kan untuk ku "ujar Zahra mengelus pipi Devil
"Tapi percayalah mas aku juga sangat mencintai mu masa sulit kita lalui bersama sekarang Allah menguji cinta kita tapi percayalah demi cinta kita aku akan berdoa pada yg kuasa jika aku akan kembali dan sembuh"ujar Zahra
"Aku janji akan kembali dan aku janji akan sehat seperti dulu lagi tapi aku butuh kamu mas yg menjadi kekuatan ku"jelas Zahra lalu menarik tengkuk Devil menempelkan bibir meraka dengan lama tanpa ada gerakan Devil hanya memejamkan matanya
"l love you to "bisik Zahra lalu menyentuh dada Devil
"Aku akan selalu mencintai mas Devil selama nya"bisik Zahra lagi lalu mendarat kan kecupan lembut nya di pipi Devil
"Aku kuat jika mas Devil kuat aku bertahan jika mas Devil bertahan karna kita satu jiwa mas harus kuat ya"ujar Zhara tersenyum mengusap air mata Devil
"Semoga lancar"ujar Devil mengecup tangan Zhara lalu menciumi wajah Zhara dengan penuh kasih sayang
"Aku tinggal"ujar Devil melepaskan pegangannya lalu melangkah Devil sempat menoleh tapi dia malah mendapat kan senyuman manis dari Zahra entahlah Devil heran sendiri dengan istri nya dia tidak pernah menangis semenjak tau jika dia mengidap penyakit itu seharusnya ada rasa sedih tapi itu tidak ada sama sekali melihat itu jadi Devil harus kuat.Operasi Zahra lagi berjalan Syifa serta teman nya yg lain mendoakan Zahra termasuk keluarga nya mendoakan kelancaran operasi itu
"Astaghfirullah aku lupa menjemput anak anak"gumam Syifa lalu melepaskan mukenanya segera bersiap menjemput anak anak
Dari menjemput anak anak nya Syifa di minta Devil untuk menjemput Adam juga jadi Syifa harus meluncur ke sekolah Adam juga untuk menjemput keponakan nya itu ,Saat sampai Syifa melihat Adam berdiri di depan gerbang sekolah
"Adam ayo pulang sama aunty"ujar Syifa turun dari mobil
"Papa ngak jemput aunty"tanya Adam
"Ngak sayang papa lagi nemanin mama operasi"ucap Syifa di angguki Adam dia segera masuk mobil dan Syifa segera meluncur
"Adam jangan sedih Allah akan memberi kesembuhan untuk mama mu karna mama mu orang baik banyak yg sayang pada nya pasti banyak yg akan mendoakan nya"ucap Arysif
__ADS_1
"Iya Adam percaya lah Allah akan memberi kesembuhan kami juga mendoakan aunty Zahra"ujar Nur tersenyum manis
"Terimakasih udah mau doa kan mama Adam"ujar Adam kembali pokus ke jalan yg mereka lintasi Adam berharap mama nya akan segera sembuh kembali lagi seperti dulu yg selalu membuat Adam bahagia bersama papa nya