Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Menyentuh Istri nya tidak berperasaan


__ADS_3

"Tuan Arka katakan bagaimana pernikahan sirih tuan dan nona Nara"tanya nya Arka tidak mengerti apa yg dia katakan tapi segera pergi masuk ke dalam rumah meski wartawan memanggil nya Arka berinisiatif melihat berita menyalah kan televisi dan dia terkejut berita nya menjadi topik utama


"Ini semua karna Syifa"gumam Arka mengepalkan tangannya mata nya penuh amara lalu Arka mencari Syifa


"Ohh dia malah tertidur"ucap Arka masuk dengan langkah besar memegang lengan Syifa


"Bangun"bentak Arka ,Syifa kaget dia mengucek matanya untuk memurnikan pengelihatan nya


"Mas Arka"ucap Syifa masih belum sadar sepenuhnya Jika dia dalam bahaya


"Iya ini aku"teriak Arka mencengkram dagu Syifa dengan kuat


"Sakit mas"ucap Syifa memegang tangan Arka


"Semua nya karna kamu aku tidak mendapat kan kebahagiaan karna kamu"teriak Arka lalu mendorong Syifa


"Jika aku yg bersalah maaf kan aku tapi mas sendiri yg mau menikah dengan Nara padahal itu semua tidak di perbolehkan mas tidak meminta izin mau nikah lagi dengan istri sah mas yg tidak lain adalah aku"ucap Syifa memberanikan diri


"Punya hak apa kamu terhadap ku hah"teriak Arka


"Punya mas"lirih Syifa menahan tangis nya


"Aku ini istri sah mas Arka sudah sah di sisi hukum mau pun Allah"ucap Syifa


"Ohh kamu sekarang berani ya"ujar Arka sinis


"Aku bukan nya berani membantah mas Arka tapi ini kenyataan mas"ujar Syifa


Plak


"Diam"teriak Arka menampar Syifa sekarang Syifa menjadi lampiasan kemarahan Arka lagi


"Kenapa mas Arka selalu kasar pada ku"lirih Syifa menatap Arka dengan memegang pipi yg terasa panas


"Kenapa apa kamu menyerah hidup bersama ku sama aku muak hidup bersama mu"teriak Arka di depan wajah Syifa


"Cukup mas"ucap Syifa penuh ketegasan tapi tidak membuat nya berteriak


"Apa selama ini aku salah memperlakukan mas Arka sampai setiap kemarahan mas selalu mas lampiaskan pada ku"ucap Syifa


"Aku ini hanya wanita biasa mas aku tidak akan rela untuk di madu dan mas udah ingin melakukan itu semua meski mas tidak mencintai ku tapi mas harus menghargai aku sebagai istri"ucap Syifa mempertegas


"Ohh jadi kamu minta aku memperlakukan mu layak nya istri"ucap Arka tersenyum menakutkan melepaskan jaketnya


"Mas Arka mau apa"ucap Syifa melihat Arka melepaskan jaketnya dan maju Syifa replek mundur


"Kamu menginginkan aku bukan mari aku layani ,aku akan memperlakukan kamu layak nya istri agar semua puas tapi penuh kepiluan juga biar aku juga menikmati penderitaan mu"ucap Arka tajam dan mendorong Syifa dengan kasar ke kasur


"Mas"ucap Syifa dia tidak mau Arka menyakitinya lagi


"Jangan takut Syifa aku hanya ingin memperlakukan mu layaknya istri ku ayo istri ku"ucap Arka menarik mukenan Syifa dengan kasar dan menekan kuat tangan Syifa


"Mas sakit"ucap Syifa rasanya tulang nya bergeser karna gerakan Arka


"Apa istri ku"ujar Arka tersenyum mematikan


"Baik kamu menyukai nya ya"ucap Arka menepuk pelan wajah Syifa melepaskan bawahan mukenanya


"Mas aku aku aku takut"ucap Syifa gemetar dia takut saat Arka akan melakukan seperti dulu mencolok tanpa perasaan


"Tenang saja istri ku "ucap Arka tertawa iblis nya menaikan gamis Syifa menyobek celana Syifa


"Mas Arka"ucap Syifa dia ketakutan tapi kekuatan nya tidak mampu melawan Arka tangannya di pegang Arka dengan kuat


"Ho ho sepertinya sudah siap ya"ucap Arka tersenyum menakutkan lalu melepaskan resleting nya dengan kekuatan penuh memasuki Syifa dengan kasar


"Aghhhh hiks hiks sakit mas hiks aghh sakit"teriak Syifa menangis rasanya seluruh tulang nya patah Syifa mengepalkan tangannya dengan kuat


"Apa istriku kamu menikmati nya ya"ucap Arka tertawa

__ADS_1


"Hiks hiks sakit mas aku aku tidak akan mengulangi nya lagi aku aku akan menuruti mas Arka"pinta Syifa pelan


"Kita coba sekali lagi ya"ucap Arka dengan gila


"Aku akan membuat mu menderita"ucap Arka lagi dengan wajah dingin nya lalu kembali memasuki Syifa dengan kekuatan penuh


"Mas hentikan sakit hiks hiks"Syifa meraung merasakan kesakitan yg tidak biasa


"Susah istri ku aku coba lagi ya"ucap Arka lalu masuk sekali lagi dengan kekuatan penuh


"Aghhh s...sakit mas hiks hiks"ucap Syifa menangis dia terkulai tidak berdaya merasakan sangat sakit Syifa lemas tidak punya tenaga Arka menatap Syifa saat punya nya masuk sempurna dengan Syifa yg sudah tidak berdaya


"Hei kenapa lemas ini baru permulaan"ucap Arka datar lalu mengerakkan tubuh nya tanpa pemanasan tapi semakin lama Arka semakin menikmati apa yg dia lakukan meski Syifa tidak merespon sama sekali


"Aghhh s..s...sakit mas"ucap Syifa tercekat dan mencakar punggung Arka merasakan Syifa mencakar nya Arka semakin bersemangat dia anggap itu sentuhan Syifa sedang kan Syifa akhirnya pingsan tidak kuasa menahan sakit yg tidak terkira bahkan untuk pertama kali dia melakukan itu tanpa ada pemanasan sama sekali Arka tidak punya perasaan hanya melakukan semuanya dan keinginan nya


Tidak tanggung meski Syifa telah pingsan tapi tetep Arka melanjutkan keinginannya dia malah bersemangat sampai menghabiskan waktu 3 jam di atas tubuh Syifa yg pingsan Arka merasakan kepuasan tersendiri memisahkan tubuhnya dan Syifa keringat menetes mengenai wajah Syifa yg terlihat pucat


"Apa yg aku lakukan"ucap Arka tersadar menatap Syifa


"Syifa Syifa"ucap Arka menepuk wajah Syifa


"Hu Arka amara mu itu tidak pernah terkendali seharusnya bukan Syifa yg selalu kamu sakiti sekarang kamu meniduri nya tanpa perasaan menggambil hal berharga dari nya"ucap Arka mengacak rambutnya penuh frustasi tapi karna rasa lelah Arka tertidur di sebelah Syifa


☀️☀️☀️


Semalaman Syifa tertidur Arka mulai cemas dan merasa bersalah lagi pagi ini Syifa juga belum sadar Arka mulai panik dia akan memanggil dokter menelpon dokter keluar.Perlahan Syifa membuka matanya dengan pelan melihat sekitar tidak ada kehadiran Arka, mengingat kejadian kemarin Syifa menangis kenapa dia mencintai pria seperti Arka Syifa bukan menyesali Arka menyentuh nya tapi Syifa menangis Arka tidak melakukan dengan hati tapi dengan kemarahan.Arka yg tidak jadi menelpon dokter tadi kembali ke kamar mata nya bertemu dengan Syifa yg berair


"Kenapa tidak senang di sentuh suami"ucap Arka datar Syifa menghapus air mata nya lalu Arka mendekat memberi sebuah obat


"Apa ini"tanya Syifa gemetar


"Dengar aku tidak sudih mempunyai anak dengan mu ini terjadi hanya karna kesalahan ku yg marah jangan anggap serius"ucap Arka datar Syifa meneteskan air mata dia merasa tidak sanggup tapi Syifa tetap meminum nya takut Arka marah lagi


"Mau kemana"ucap Arka datar melihat Syifa ingin turun


"Mau bersih kan badan setelah itu masak mas Arka pasti belum makan"ucap Syifa pelan tapi dia masih lemah


"Hallo cari kan saya pembantu untuk masak dan untuk membersihkan rumah "ucap Arka di telpon dia masuk mobil untuk mencari makan dia tau luka Syifa sangat parah akan terasa sakit jika bergerak


30 menit Arka kembali membawa makanan dan masuk ke kamar Syifa yg tetap pada posisi nya Arka meletakkan mangkuk di depan Syifa melihat Syifa bengong Arka mengambil jaketnya semalam yg tergeletak lalu menyelimuti ke tubuh Syifa yg bengong membuat Syifa kaget


"Makan lah"ucap Arka datar


"Mas Arka udah makan"ucap Syifa pelan


"Jangan mengkhawatirkan aku"ucap Arka lalu duduk di sofa makan bubur yg dia bawa lalu memakan nya Syifa juga makan meski tidak nafsu makan


"Mas Arka"ujar Syifa bertanya dengan pelan Arka menatap Syifa dengan serius


"Apa mas Arka udah nikah dengan Nara"tanya Syifa dia butuh kepastian soal itu


"Bisa tidak jangan menyinggung aku soal itu mengingat nya membuat aku kesal lagi mau kekesalan ku aku lampiaskan pada mu lagi"ucap Arka dingin


"Maaf mas"ucap Syifa lanjut makan Arka juga makan dengan damai setelah selesai Syifa ingin mandi karna rasanya tidak nyaman


"Mau apa"ucap Arka dingin


"Mau mandi mas"ucap Syifa pelan Arka mendekati Syifa ingin mengendong Syifa replek Syifa memundurkan tubuhnya dengan meringis sakit


"Apa kamu ketagihan aku menyentuh mu sampai berfikir aku mengulangi nya lagi"ketus Arka dengan kesal Syifa menatap Arka dengan heran


"L....lalu mas Arka mau apa"ucap Syifa gugup


"Hanya ingin membantu mu ke kamar mandi"ucap Arka mengendong Syifa ala romantis dan selimut menutupi tubuh Syifa melorot kebawah tinggal jaket yg melekat di tubuhnya melihat tatapan Arka pipi Syifa memerah tapi Arka dengan cepat memandang kedepan


"A....aku bisa sendiri mas"ujar Syifa berdegup


"Silahkan"ucap Arka menurunkan Syifa

__ADS_1


"Awww sstt"rintih Syifa mengcengkram bahu Arka karna dia masih memegang bahu Arka


"Jika lemah ngak usah sok kuat deh"kesal Arka mengendong Syifa lagi menuju kamar mandi


"Aku kan malu mas"cibir Syifa


"Apa kamu bilang"ujar Arka dengan cepat Syifa menggeleng Arka ini selalu tidak bisa bicara lembut dengan Syifa


Arka menurunkan Syifa ke bathub di dalam kamar mandi yg tidak begitu luas hanya muat satu orang Arka mengisi air nya untuk menutupi tubuhnya Syifa menuangkan kan shampo dan membuat busa setelah merasa air nya sudah cukup Arka mematikan pengisian air nya


"Aku bantu"ucap Arka mengambil sabun


"Bantu apa mas"ucap Syifa berharap Arka bukan membantu nya untuk mandi


"Mengosok tubuh mu lah masak apa"kesal Arka seketika dia terdiam atas apa yg dia ucapkan melihat ekspresi Syifa yg terkejut


"Tidak jadi mandi aja sendiri"ketus Arka lalu pergi Syifa bisa lega melihat Arka keluar mulai membersihkan tubuhnya


Dret dret


"Ya hallo"ucap Arka mendapat kan ponselnya berdering


"Maaf apa bisa bicara dengan Syifa"ucap seorang pria


"Ini siapa ya"ucap Arka dingin


"Ini nomornya Syifa bukan"ucap nya


"Bukan saya "ucap Arka terpotong


"Suaminya ini siapa"ucap Arka lagi setelah berfikir lama


"Hah suami saya Gio teman nya Syifa saya pernah meminta nomornya jadi dia memberi nomor ini maafkan saya"ucap Gio mematikan sambungan telepon


"Sialan berani nya dia memberi kan nomor ku sembarang orang"kesal Arka lalu melihat ponsel ada pesan soal pembantu yg dia minta tadi sudah ada Arka segera membalas pesan untuk segera ke alamat nya untuk bekerja


Syifa udah mandi lalu melilitkan handuk nya menyeret kaki nya rasa nya masih sangat perih yang Syifa rasakan dia bersender di dinding sebentar untuk mengambil nafas masih tidak menyadari tatapan Arka yg tadi membereskan seprey nya


"Ehhm"dehem Arka membuat Syifa membuka mata


"Itu terluka mari aku bantu"ucap Arka mengendong Syifa tanpa izin Syifa salah tingkah pipinya memerah karna malu


"Apa nya yg terluka"tanya Syifa tidak mengerti Arka menghentikan langkahnya lalu menatap Syifa yg mendogak


"Bagian mana yg terasa sakit saat aku menyentuh mu semalam aku rasa aku hanya memfokuskan satu titik"ujar Arka melanjutkan langkah nya Syifa terdiam menahan malu apa Arka memeriksa nya Syifa tidak tau untuk bertanya Syifa sangat malu


"Mas Arka"ujar Syifa pelan Arka menurunkan Syifa


"Bisa kah kita memulai semuanya dari awal"ucap Syifa serius


"Tidak bisa jangan berharap lebih"ucap Arka lalu pergi Syifa menghembus kan nafasnya kasar


####


Arka sudah memperkerja kan orang di rumah nya tapi Syifa belum tau karna Arka melarang Syifa keluar kamar,Pagi ini Arka menyiapkan konfresipres soal nikah sirihnya dengan Nara dia akan menjelaskan semua nya karna berita nya semakin lama semakin panas apa lagi orang tau permusuhan keluarga nya bagaimana, yg mengatur pertemuan itu adalah Arkan sendiri karna Arka sudah menghubungi nya .Saat keluar dari rumah Arka berpapasan dengan mama nya


"Mama hanya ingin menemui Syifa setelah itu pergi apa kamu izinkan"ujar Maya datar


"Tidak"ucap Arka tidak kala datar


"Oke"ujar Maya menahan kekesalan nya berbalik untuk pergi


"Silahkan tapi hanya sebentar"ujar Arka lalu memakai kacamata nya dan pergi


"Dia pikir dia siapa dasar seperti anak kecil"ujar Maya lalu masuk dia melihat beberapa orang sudah pasti mereka pembantu di lihat dari seragam mereka


"Apa Syifa lagi pergi saya mau ajak dia keluar sebentar"ujar Maya pada seseorang wanita


"Maaf nyonya bukan kami tidak mengizinkan tapi tuan Arka bilang nona Syifa tidak di izin kan keluar kamar apa lagi keluar rumah jika itu terjadi tuan Arka bisa membunuh kami nyonya"ucap nya sudah mengenal wajah Maya

__ADS_1


"Kekanakan sekali anak itu dia pikir Syifa sudah menjadi milik nya"gumam Maya lalu berlalu pergi untuk menemui Syifa


__ADS_2