
Zahra dan keluarga nya turun dari mobil membuat para wartawan menyerbu mereka meminta informasi tapi Zea tidak ada komentar sama sekali dia hanya berjalan di kawal bodyguard nya bahkan wartawan bertanya apa hubungan Zea dengan Devil hingga mereka satu mobil tapi Zea maupun Devil diam saja berusaha untuk masuk
"Nyonya Zea"ucap Arka berdiri menjabat tangan Zea
"Selamat atas keberhasilan kamu untuk kesekian kali nya"ucap Zea tersenyum
"Tidak nyonya ini juga berkat bantuan anda terimakasih banyak"ucap Arka
"Silahkan mari"ucap Arka
"Syifa kamu di sini dulu ya aku tinggal sebentar aku mau naik di atas panggung bersama nyonya Zea"bisik Arka
"Iya mas"ucap Syifa patuh
"Jangan kemana-mana"bisik Arka lagi mencium puncak kepala Syifa lalu berlalu menyusul Zea dan yg lain
"Oke terimakasih semua"ucap Arka berpidato semua kamera terus menyorot mereka
"Pasti semua bertanya kenapa pesta ini diadakan,pesta ini di adakan sebenarnya adalah untuk menyambut nona Zahra Margareta ya benar nyonya Zea telah menemukan anak kandung nya Zahra jadi itu kenapa acara ini di adakan"jelas Arka membuat semua mulai berbisik penasaran
"Dan kenapa saya adil serta dalam acara ini karna beberapa bulan lalu nyonya Margareta memberi bantuan pada perusahaan Karten Grub yg sempat goyah tapi karna bantuan itu perusahaan Karten Grub bisa berdiri dengan kokoh lagi saya ucapan terimakasih pada pekerja saya yg selalu bersemangat dan selalu lebur bekerja saya ucapan juga terimakasih pada adik saya Arkan Karten telah membantu saya membangun perusahaan sampai jadi sekarang ini meski banyak rintangan dan angin yg menerjang kami tapi kami selalu bisa berdiri dengan tokoh dan terimakasih banyak untuk istri ku yg sangat cantik telah berdiri di samping saya dengan segala kekurangan dan doa nya yg selalu membuat saya sukses"ucap Arka panjang lebar tepuk tangan meriah untuk ucapan Arka
"Oke tidak untuk membuang waktu kami akan menyerahkan uang bantuan yg nyonya Margareta berikan yg telah menjadi 40 milyar"ucap Arka lagi membuat semua bertepuk tangan lagi lalu Arkan menyerah kan berkas pada Zea setelah membaca nya Zea dan Arka menanda tangani
"Untuk nyonya Zea silahkan"ucap Arka mempersilahkan Zea untuk memberikan ucapan
"Saya merasa takjub dengan kinerja Arka dan Arkan hanya dengan 3 bulan mereka bisa mengembalikan uang saya dan keuntungan nya saya merasa senang bisa bekerja sama dengan mereka"jelas Zea
"Saya akan terima kembali uang saya dan keuntungan nya"ucap Zea tersenyum lalu mereka berfoto dengan berkas itu
"Terimakasih nyonya"ujar Arka menjabat tangan Zea termasuk Arkan
"Kami sangat berhutang budi pada nyonya"ujar Arkan tersenyum
"Iya kalian yg hebat"ucap Zea tersenyum lalu Arka dan Arkan turun dari panggung
"Kita nikmati dulu pesta nya"ucap Zea tersenyum lalu ikut turun mereka mengadakan acara selingan dengan berbagai kegiatan seperti berdansa beryanyi bahkan menari
"Mas"ucap Syifa menyenderkan kepalanya di dada Arka
"Kenapa kamu butuh sesuatu"tanya Arka mengusap wajah Syifa
"Peluk"ucap Syifa bermanja Arka tersenyum lalu melingkar kan tangannya di bahu Syifa mengecup kening istri nya
"Mas mau makan kue nya lapar"ucap Syifa mengusap perut nya
"Si kembar lapar ya nak"ucap Arka mencium perut Syifa yg buncit
"Kamu tunggu di sini aku ambilin makanan dulu"ucap Arka lalu berdiri menuju meja tempat makanan di sediakan dia tidak ingin meminta dengan pelayanan karna ini tempat ramai pasti ada yg tidak suka dengan kebahagiaan nya Arka tidak ingin mengambil resiko apapun jika nanti istri nya di racuni jadi masalah makan nya Arka mengurus semuanya
"Arka"panggil Nara mendekati Arka yg mengambil makanan tapi Arka tidak menanggapi nya sibuk memindahkan makanan untuk istri nya
"Arka"ucap Nara sebal
"Apa lagi sih kamu pergi sana menganggu ketenangan ku saja"ujar Arka meletekkan kue di dalam piring nya
"Lihat istri mu sekarang ini gedut dan coba lihat aku"ujar Nara meraih lengan Arka
"Apa"kesal Arka menilai Nara dada nya sedikit terbuka
"Istri ku sangat cantik aku bangga memiliki nya dari pada kamu penggoda"ujar Arka sinis mengambil lagi makanannya
"Kamu berubah ya"ujar Mara tertawa getir menghentikan tangan Arka mengambil makanan
"Bukan urusan mu"ketus Arka kembali mengambil makanan Nara menoleh ke arah Syifa yg menatap mereka dari kejauhan Nara lalu menatap Arka lalu mengecup pipi Arka dengan lama
__ADS_1
"Kamu"ucap Arka tertahan dia tidak bisa menghancurkan acara ini bahkan Zhara belum dikenal kan
"Awas ucap"ujar Arka tajam lalu berlalu
"Jika kamu tidak bisa kembali pada ku maka aku tidak akan biarkan orang bahagia bersamamu"gumam Nara bertekad
"Mereka serasi ya Arkan"lirih Syifa menunduk
"Siapa kak"tanya Arkan karna dia tadi sibuk memperhatikan sekitar tidak melihat kakak nya
"Iya lah kak kan mereka di ciptakan berpasangan"ucap Arkan dengan konyolnya mengira Syifa membicarakan ibu jari yg Syifa mainkan tadi
"Apa kata mu"ucap Syifa menoleh
"Lah emang iya ibu jari kita itu di ciptakan berpasangan"ujar Arkan kebingungan Syifa cemberut dengan Arkan
"Nih aku bawakan banyak"ujar Arka duduk
"Aku tidak suka bekas bibir wanita"ujar Syifa tanpa ekspresi lalu mengusap pipi Arka yg di cium oleh Nara tadi seakan menghapus nya
"Kamu melihat nya maafkan aku tidak mencegah nya"ucap Arka mencium tangan Syifa di pipi nya
"Kalian cocok ya mas yg satu cantik yg satu tampan ngak kayak aku yg udah jelek"ucap Syifa lalu mengambil kue nya dan memakannya
"Syifa apa kurang perhatian yg aku berikan pada mu sampai kamu mengira aku akan kembali pada nya"ujar Arka serius dan Syifa hanya menunduk hati nya sangat sakit melihat Nara mencium pipi suaminya
"Hei sini tatap aku"ujar Arka
"Ngak suka hati ku sakit dia cium pipi mas Arka"ujar Syifa mulai berurai air mata
"Hiks hiks aku emang jelek"Isak Syifa mulai menangis Arka meletakkan piring nya
"Syifa kamu itu tidak hanya pendamping hidup ku tapi kamu bertahta di hati ku jangan berkecil hati karna aku mencintaimu hanya kamu wanita terakhir yg akan aku cintai"ujar Arka lalu mencium pipi Syifa
"Udah ya jangan nangis"ucap Arka menghapus air mata istri nya
"Iya istri ku"ujar Arka tersenyum memeluk istri yg mulai manja lagi
"Makan Kahi ya"ujar Arka menyuapi Syifa kue nya lagi
"Baik semua saya akan mengatakan kenapa pesta ini dia adakan"ujar Zea kembali berpidato
"Pesta ini di adakan karna saya ingin memberi tau jika anak saya yg lama hilang sudah kembali dan saya ingin mengatakan jika semua properti yg saya miliki itu atas nama dia dan saya akan menyerah kan perusahaan pada nya jika dia sudah siap dan bersedia"jelas Zea mantap
"Saya sangat bersyukur bisa kembali lagi bertemu dengan anak saya Zahra yg ternyata istri dari Devil Ardiardo ya Zahra "ucap Zea menepuk bahu Zahra yg di samping nya
"Dia adalah anak saya yg telah hilang dia hilang karna kesalah pahaman terhadap saya dan suami saya dulu"ucap Zea tersenyum mengelus pipi Zahra semua kamera mulai tertuju pada Zhara
"Dia lah Zahra Margareta dia yg akan mewarisi semua yg saya miliki"ucap Zea tersenyum lalu memanggil pengacara nya
"Saya akan menyerahkan semuanya pada nya"ucap Zea lalu menbaca berkas itu setelah benar yakin berkas sesuai yg dia inginkan Zea segera menanda tangani surat nya dan memberikan pada Zhara
"Ayo Zahra tanda tangani di sebelah sini"ucap Zea menunjuk di samping tanda tangan nya
"Apa tidak terlalu cepat"ucap Zhara ragu
"Kamu tinggal tanda tangani selebihnya biar mama mu yg urus" bisik Devil
"Baik lah"ucap Zahra segera menanda tangani nya
"Sekarang Zahra resmi bagian dari pemilik perusahaan"ucap Zea tersenyum memeluk anak nya tepuk tangan terdengar meriah mereka segera turun untuk bertemu dengan orang penting
"Nyonya Margareta bisa minta waktu nya sebentar"ucap wartawan mulia menyerbu
"Baik lah silakan"ucap Zea mengizinkan
__ADS_1
"Bagaimana anda bisa yakin jika Istri tuan Devil adalah anak anda yg telah hilang"tanya nya
"Ya benar nyonya"ucap yg lain
"Jadi saat pertama saya bertemu dengan nya saya ada perasaan seakan mengikat nya pada nya jadi saya mengambil rambut nya untuk tes DNA sebelum keputusan rumah sakit keluar saya menemui paman nya adik dari suami saya dia bilang Zhara dan suami saya telah meninggal membuat saya sangat terpukul saya ingin melenyapkan diri sendiri dan kebetulan saat itu Zhara datang untuk mengunjungi teman nya di kediaman Margareta dan membantu membawa ke rumah sakit saat itu saya kehilangan banyak darah dan darah nya sangat cocok dengan saya saat dokter mengatakan itu bersamaan tes DNA itu telah keluar dan hasil nya positif cocok"jelas Zea
"Saya juga yakin jika Zahra adalah anak saya "ucap Zea lagi
"Lalu nona Zahra bagaimana bisa menjadi nona Margareta"tanya nya Zahra tidak tau apa yg harus dia jawab
"Jawab saja apa yg harus kamu jawab"bisik Devil dengan mengengam tangan Zhara
"Aku juga terkejut karna sejak kecil ayah ku bilang jika ibu ku meninggal sejak melahirkan aku jadi saat mama mengatakan ibu ku tentu aku tidak percaya itu dia seakan ingin membohongi ku sejak kecil aku selalu merindukan sosok seorang ibu begitu pun sekarang tapi saat aku berusaha mempercayai nya aku merasakan kehangatan itu kasih sayang seorang ibu aku senang aku bisa merasakan itu"ucap Zahra tersenyum canggung
"Sudah cukup jangan ganggu ketenangan kamu"ucap Zea lalu berlalu
"Selamat Zhara"ujar Bara mengulur kan tangan pada Zhara yg duduk dengan yg lain
"Aku heran kenapa pria seperti mu bisa ingin berjabat tangan dengan wanita berdebu ini"ucap Devil menyilang kan kaki mengigat kan Bara jika dia pernah menghina istri nya
"Ahh sudah lupakan itu sekarang mari kita membangun bisnis"ucap Bara tersenyum duduk di dedan Zahra
"Istriku aku saran kan hati-hati pada orang yg sering menjilat ludahnya sendiri karna bisa saja dia akan berbuat licik pada mu"ucap Devil santai sungguh rasanya Bara ingin menghantam wajah Devil
"Apa salah nya jika aku ingin membangun bisnis dengan nona Margareta"ucap Bara
"Aku tegas kan dia adalah istri ku tanpa seizin ku dia tidak akan bisa menjadi nona Margareta"tegas Devil
"Dan kamu menyingkir dari hadapan istri ku jika pun dia mau berbisnis dia tidak akan bergabung pada orang seperti mu "ucap Devil penuh penekanan Bara benar kesal dengan Devil dia memutuskan untuk pergi
"Devil kamu sudah mengizinkan Zahra mengambil ahli perusahaan lalu kenapa kamu mengatakan itu"ucap Zea menatap Devil
"Iya ma aku tau aku kesal pada nya kemarin aja dia mengatakan Zhara wanita debu tapi saat tau dia pewaris Margareta seenaknya mengajak kerja sama"ucap Devil sebal
"Ngak papa mas kita bisa menolak dengan halus tidak perlu kesal begitu"ucap Zahra tersenyum
"Enak saja sekarang aku harus hati hati dengan kamu menjadi pewaris banyak orang mengicar mu"bisik Devil mencium sekilas pipi Zhara
"Ihh mas kan tau jika aku malu jika seperti ini di depan banyak orang"bisik Zhara cemberut
"Ayo cepat pulang aku rindu"bisik Devil seperti rengekan Zhara terkikik melihat Devil merengek untuk pertama kali nya
"Sabar mas"bisik Zahra tersenyum pada Devil
####
Arka mengajak Syifa pulang karna Syifa mengeluh sakit pinggang membuat Arka dengan sigap mengajak istri nya itu pulang untuk segera istirahat , Syifa kesakitan juga bukan tanpa sebeb dia merasa perutnya sangat sakit sampai ke pinggang seperti nya dia mengalami kontraksi
"Syifa apa masih sakit"tanya Arka menghampiri Syifa duduk di pinggir kasur
"Iya mas"ucap Syifa mengcengkram pinggiran kasur
"Sini"ujar Arka duduk di samping Syifa lalu mengengam tangan Syifa mengecup nya lembut
"Pegang tangan ku"ucap Arka
"Makasih mas"ucap Syifa lalu melepaskan jilbabnya karna dia merasa gerah
"Ya Allah "lirih Syifa memejamkan matanya merasakan sakit nya Arka panik dia berlutut lalu memeluk perut istri nya
"Anak ayah jangan membuat bunda kesakitan ayah mohon ya ayah jadi gelisah dan panik jika melihat bunda kesakitan"ucap Arka mengecup perut Syifa serta mengelus nya lembut melihat itu Syifa tersenyum mengelus kepala Arka meski dia merasa sakit
"Mas mau baringan"ucap Syifa pelan
"Iya aku bantu"ucap Arka lalu menuntun Syifa berbaring Syifa mengatur nafasnya dengan bersender di kepala ranjang
__ADS_1
"Mas mau sambil peluk"ucap Syifa pelan
"Iya"ucap Arka lalu menyenderkan kepalanya Syifa di dadanya Arka melingkar kan tangan nya di bahu Syifa tangannya mengelus kepala Syifa lembut tangan satu nya mengelus perut Syifa yg sesekali mendengus kesakitan akibat kontraksi itu ini kali pertama Syifa rasakan