
Zahra mengeliat pelan mengucek matanya melirik ke samping yg ternyata Devil memeluk nya dengan erat Zhara menatap lama wajah Devil dia emang tampan dan kaya tapi bukan itu suami idaman Zhara dia ingin mempunyai suami yg bisa membimbing nya ke jalan yg benar bukan menjadi kan nya tahanan dan hawa nafsu nya .Zhara tidak usah melihat ke dalam selimut sudah pasti tubuh nya penuh dari kecupan dan yg pasti tubuh nya polos saat ini baru beberapa hari menjadi Istri Devil Zhara merasakan suaminya ini tidak beres , Kecupan di bibir mengagetkan Zhara karna lamunan semakin lama kecupan itu semakin menuntut Devil perlahan merengkuh tubuh Zhara menuntut Zhara naik ke tubuhnya
"Mas bilang mau ke rumah tante Fatma"akhirnya bibir Zhara terucap karna merasakan kejadian yg selalu di perbuat Devil terulang kembali
"Iya ya"ucap Devil
"Kamu terlalu membuat aku melupakan segalanya"ucap Devil lalu mengecup pipi Zhara
"Kita mandi setelah itu kita siap ke rumah mama"ucap Devil lalu menggendong Zhara ke kamar mandi
Berbeda dengan Devil dan Zhara yg selalu menghabiskan waktu di ranjang berbeda dengan pasangan Arka dan Syifa jika kemarin mereka bertengkar karna Arka memasang foto wallpaper mantan nya sekarang Syifa tidak setuju jika Arka memasang foto nya yg lagi tidur bukan tanpa sebab Syifa tidak mau nanti ada yg lihat dan melihat aurat nya
"Kenapa kamu mempermasalahkan nya ini bagus aku mencium pipi mu di saat kamu tidur harus nya kamu bangga karna foto mu jadi wallpaper ku"ucap Arka mengambil ponselnya dari tangan Syifa
"Mas ini gimana sih ya jelas aku ngak setuju lihat jika nanti Arkan atau siapa melihat ponsel mas Arka mereka bisa melihat autat ku mas"ucap Syifa mengambil ponsel Arka lalu menghapus semua foto nya
"Ehh kamu ini membuat aku kesal sajaa"kesal Arka apa lagi melihat foto yg dia ambil di hapus Syifa
"Mas yg buat aku kesal"ketus Syifa sebal mengembalikan ponselnya berlalu
"Wah wah istri ku ini sudah mulai berani ya"ucap Arka galak
"Ya jelas aku barani mas"ujar Syifa tidak kalah galak Arka memberi tatapan jahil nya
"Jadi kamu ngak suka aurat mu kelihatan"tanya Arka santai
"Ya tentu"ucap Syifa menatap dalam Arka seakan mengerti dengan ide suami nya
"Jika orang lain melihat aurat ku bagaimana"tanya Arka
"Malu dong mas masak mas Arka ngak malu tubuh nya di lihat orang"ucap Syifa
"Jika begitu biarkan saja orang melihat tubuhku biar ada yg tergoda karna aku tidak di beri sentuhan oleh istri ku"ucap Arka lalu melepaskan baju nya dengan santai mata Syifa melotot
"Perhatian untuk para wanita di hadir kan melihat tubuh atletis tuan Arka Karten yg sangat sempurna"ucap Arka memamerkan tubuhnya
" Mas Arka ini apaan sih"kesal Syifa mengambil baju Arka
"Biarkan saja mereka melihat tubuh indah ku siapa tau ada yg rela melemparkan tubuhnya secara suka rela pada ku"ucap Arka santai Syifa benar sebal dengan suami nya
"Pakai mas nanti di lihat pembantu di sini malu ahh"ucap Syifa
"Lupakan itu sentuh dada ku ini"ucap Arka meletakkan tangan Syifa di dada nya lalu memeluk pinggang Syifa
"Iss mas Arka"ucap Syifa memukul dada Arka
"Sentuhan yg indah"ucap Arka tertawa geli
"Mas lepasin nanti di lihat orang"ucap Syifa berusaha lepas tapi tangannya seolah mengelus dada Arka
"Wah benar sentuhan memabukkan"ucap Arka kegirangan lalu memeluk Syifa
"Ihh mas Arka"sebal Syifa menekan dada Arka mereka terus bertengkar sampai kedua nya terjatuh ke lantai lalu Arka hanya bisa tertawa saat tubuh Syifa ada di atasnya
"Aku sedikit sakit tapi aku menyukainya"ucap Arka tertawa geli Syifa terdiam mengaruk kepalanya dengan ucapan Arka
"Mas ada yg sakit"tanya Syifa malu sendiri
"Iya coba peluk biar rasa sakit nya hilang"ucap Arka tersenyum mengecup kening Syifa
"Mas emang nyebelin"ucap Syifa tersenyum lalu memeluk tubuh Arka mereka masih berbaring di lantai dengan Syifa memeluk tubuh Arka dengan penuh cinta
"Kalian ngapain"ucap Devil berdiri tidak jauh dari Arka dan Syifa dengan tangan nya menutup mata Zahra
"Hah"kedua nya mengalihkan pandangan menatap Devil
"Kak Devil"ucap Syifa berdiri lalu mengambil baju Arka
__ADS_1
"Kelamaan datang nya jadi senang senang dulu"ucap Arka santai memakai baju nya
"Cih "Devil hanya berdecih lalu berlalu meninggalkan mereka
"Mas temani kak Devil aku sama Zhara mau bantuin mama untuk masak nanti malam"ucap Syifa
"Janji dulu nanti malam kamu siap"ucap Arka tersenyum
"Apaan sih"ujar Syifa malu tapi bersyukur Zhara tidak mengerti apa yg di bicarakan keduanya
"Oke jika ngak mau mah aku bisa melakukan hal yg lebih sadis"ucap Arka santai Syifa hanya mengerucutkan bibirnya
"Terserah mas Arka"ucap Syifa memeluk lengan Zhara melangkah ke dapur
"Berarti boleh ya"teriak Arka saat Syifa menoleh dia hanya tersenyum simpul
"Ya "teriak Arka kegirangan Syifa hanya menggeleng
"Emang kalian mau melakukan apa nanti malam"tanya Zhara binggun
"Tidak ada mas Arka sering bercanda"ucap Syifa tersenyum Zahra hanya mengangguk mengerti
"Ma Zhara udah datang"ucap Syifa mendekati mama nya yg membuka kulkas untuk mengambil bahan makanan
"Ayo bantuin mama masak"ucap Fatma tersenyum
"Tante mau di bantu masak apa"tanya Zhara mengambil bahan makanannya untuk di bawah di atas meja
"Zahra kamu kan istri nya Devil biasanya Devil panggil tante dengan sebutan mama jadi kamu harus terbiasa mengikuti suami mu memanggil tante dengan sebutan mama"jelas Fatma
"Aku terlalu terkejut dulu aku memanggil nyonya ketemu Syifa memanggil tante dan ketemu mas Devil memanggil mama aku sangat terkejut dan kaku"ucap Zahra canggung
"Biasa aja bukti nya aku dulu sangat tidak suka dengan mama Maya tapi saat ingin menikah dengan mas Arka aku langsung memanggil nya dengan sebutan mama"ucap Syifa tersenyum lalu mencuci sayur nya
"Aku akan usahakan"ucap Zhara tersenyum
"Baik kok"ucap Zhara tersenyum Fatma hanya tersenyum menatap Zhara
"Ada keluhan"ucap Fatma santai meneguk air dingin dan memberikan gelas berisi air pada Zhara
"Tidak ada ma"ucap Zhara kaku Fatma hanya terkekeh pelan mendengar nya
"Mama rasa banyak keluhan mu di hati mu"ujar Fatma santai
"Ngak ada ma benar"ucap Zahra tersenyum
"Saat Devil di lahir kan mama nya meninggal sejak itu mama yg merawat nya sampai umur nya 5 tahun dan masuk sekolah papa nya mulai merawat nya semenjak itu Devil di rawat papa nya sampai usia nya 15 tahun dia kembali lagi mama yg rawat dan mengawasi nya sampai dia dewasa mama tau sangat mengenal anak itu bagaimana "jelas Fatma meneguk air dingin lagi
"Jadi kamu tidak bisa membohongi mama soal perilaku Devil pada mama tau itu"ucap Fatma santai lalu mendekati Zahra
"Jadi cerita saja keluhan mu anggap aja ini salah satu cara kamu mengenal suami mu"ucap Fatma mengusap bahu Zhara pelan Zhara menahan air matanya sungguh dia merindukan kasih sayang seorang mama
"Mama Fatma membuat aku tersentuh dari kecil aku tidak merasakan kasih sayang ibu"lirih Zahra pelan
"Kamu juga bisa menganggap mama seperti mama mu sendiri"ucap Fatma memeluk Zhara dengan lembut Zhara membalas nya dengan perasaan senang
"Terimakasih ma"ucap Zahra pelan
"Sekarang katakan yg jujur keluhan kamu terhadap Devil"ucap Fatma mengusap pipi Zhara dengan lembut
"Mas Devil baik pada ku dia juga memperlakukan aku dengan baik tapi"ucap Zhara ragu ragu tapi dia penasaran dengan kehidupan Devil bagaimana
"Mas Devil tidak henti mengajak ku berhubungan selama 3 hari dia mengurung ku semenjak malam itu aku merasa sangat sakit tapi saat menikah dengan nya dia tidak menghiraukan kesakitan ku terus memaksaku"jelas Zhara menunduk menceritakan yg Devil lakukan hal yg tidak wajar
"Sudah mama duga"ucap Fatma menghembuskan nafasnya kasar lalu mengajak Zahra duduk
"Sebenarnya Devil itu mempunyai suatu penyakit salah satu nya depresi"ucap Fatma serius
__ADS_1
"Depresi"ulang Zhara tidak percaya
"Devil sejak kecil mengalami gangguan di akibat kan tekanan dan ejekan teman-temannya karna tidak memiliki seorang ibu dan dia juga memiliki obsesi kepada orang yg dia suka dulu dia memiliki seorang calon istri dia memperkenalkan kepada papa nya tapi dia di tolak dan mereka kecelakaan mengakibatkan wanita itu pergi itu memicu rasa depresi nya yg semakin menjadi dia sempat di rawat di rumah sakit jiwa"jelas Fatma
"Devil juga perlu di beri kasih sayang supaya penyakit itu tidak kambuh jika dia diperlukan seperti itu insyaallah dia akan normal tapi saat dia tertekan dia akan kambuh"jelas Fatma
"Devil pernah di periksa beberapa dokter tapi dia tidak sembuh karna dokter bilang hanya butuh teman hidup yg benar dia cintai akan bisa merubah nya karna Devil memilki obsesi terhadap wanita dan kasih sayang wanita"lanjut Fatma
"Jadi itu hal wajar bagi Devil memperlakukan wanita seperti itu karna papa nya menekan batin Devil membuat penyakit nya kambuh lagi tugas mu hanya perlu memberi nya cinta dan menghadapi Devil dengan sabar mama yakin kamu lah tampatan hati Devil"ucap Fatma
"Aku belum bisa menerima mas Devil tapi aku akan berusaha menyayangi nya tapi jika benar dia terobsesi terhadap wanita aku tidak mau mas Devil berhubungan dengan wanita selain aku "ucap Zhara serius Fatma hanya tersenyum tipis akan hal itu
"Kami keluarga tau Devil sering menghabiskan waktu dengan wanita tidak hanya satu bahkan lebih tapi yakin lah jika cinta tumbuh di hati Devil maka hanya kamu yg dia penting kan dalam hidup nya"ucap Fatma tersenyum dia tidak mau mengatakan pada Zahra jika Devil mencintai nya biarlah Zhara tau sendiri
"Aku akan berusaha"ucap Zhara tersenyum sekarang dia mengerti suami nya seperti apa
"Ohh ya Zhara mama punya cara menenangkan Devil jika suatu saat kamu menyadari sikap Devil di luar kendali jika Devil tertekan dan penyakit depresi nya akan kambuh dia akan mengetuk jemari nya di paha nya kamu hanya perlu mencegah nya memijit kepalanya dengan lembut biar dia rileks dan jika benar penyakit itu benar kambuh kamu perlu memeluk nya atau mencium wajah nya hanya itu yg bisa mama sampai kan untuk membantu mu menghadapi Devil"jelas Fatma meneguk air putih
"Mama tinggal selesai kan masak nya buat makan malam kita"ucap Fatma tersenyum lalu berlalu
"Nyesal ya nikah sama kak Devil itu kenapa saat di masjid saat itu mas Arka ingin kamu tidak menikah dengan kak Devil karna dia merasakan kasihan pada kamu jika menikah dengan kak Devil yg menurut nya gila tapi percayalah jika kak Devil itu sebenarnya sangat baik"ucap Syifa
"Jika kamu tau cara menaklukkan nya saja"ucap Syifa lagi Zahra hanya tersenyum malu saja dia binggun apa yg harus dia lakukan semau nya nampak baru untuk Zahra
###
🌙🌙🌙
Setelah sholat magrib mereka makan para istri menyiapkan makanan sedang kan suami mereka menunggu dengan mengobrol soal pekerjaan Fikram juga sudah pulang mereka berbincang banyak hal apa lagi Fikram memberi saran untuk Devil dan Arka dalam menghadapi rumah tangga apa lagi Arka yg sering di timpa ujian bersama Syifa
"Ngobrol nya nanti sekarang kita makan"ucap Fatma duduk di samping suaminya
"Enak ya mas jika makan sama -sama"ucap Syifa tersenyum menuangkan air putih ke gelas Arka
"Ngak sih enak nya hanya ada kita berdua di dalam kamar"ujar Arka mengedip kan mata genit nya Syifa mencibir suaminya ini
"Canda mulu perasaan biasa nya ngak"ucap Devil santai mulai makan
"Aku tuangin air nya mas"ucap Zhara berajak menuang kan air ke gelas lalu meletakkan gelas di samping tangan Devil dan tidak sengaja jemari Zahra menyentuh tangan Devil membuat Devil kaget
"Ehh"ucap Devil tubuh nya seperti ada sengatan listrik karna Zhara tidak pernah menyentuh kan tubuhnya ke Devil kebanyakan Devil menyentuh Zhara
Brak
Gelas di samping Devil terjatuh karna kaget Fatma hanya santai menangkapi nya bersama suaminya sedang kan Arka menatap Devil yg seperti salah tingkah dan Syifa hanya menatap Devil
"Mas ngak papa"ucap Zhara mengambil pecahan itu
"Zahra tidak usah nanti akan ada yg membereskan itu kalian pindah ke samping ayah saja"ucap Fikram
"Iya"ucap Devil beranjak lalu berpindah duduk di samping Fikram
"Ayo lanjut makan"ucap Fatma santai diam diam Zhara melirik Devil yg salah tingkah membuat Zhara memahami suaminya
"Seharusnya seperti itu dalam rumah tangga harus ada hadir nya cinta"ucap Fikram santai Syifa yg tadi makan terdiam lalu melirik Arka yg makan dengan tenang
"Sabar saja harus nya aku bersyukur jika mas Arka memperlakukan aku dengan baik aku tidak perlu menuntut cinta nya"gumam Syifa pelan
"Setelah selesai makan ikut ayah sholat isya ke masjid"ucap Fikram meneguk air putih karna mereka selesai makan
"Aku ngak ikut"ucap Arka
"Ikut dong Arka "ucap Fikram
"Ikut aja mas"ucap Syifa tersenyum
"Ya udah aku ikut"ucap Arka tidak semangat padahal Arka masih mau bersama Syifa
__ADS_1
"Lawan rasa malas nya mas"ucap Syifa tersenyum lalu membereskan bekas mereka makan di bantu Zhara mereka membereskan itu semua