
Arka tidak berdaya dia keluar dari ruang inap Syifa menuju anak anaknya yg di gendong Devil dan Zhara sungguh sekarang ini Arka bingung harus melakukan apa tapi dia tidak menyerah kebahagiaan nya ada pada Syifa masak iya karna salah paham ini dia akan pergi dari Syifa tidak Arka tidak mau itu.Arka mengelus putra nya dan putri nya di elus nya wajah kedua nya
"Maafkan ayah nak"ujar Arka menghembuskan nafasnya kasar
"Pasti masalah semalam"ucap Devil
"Aku bingung aku aja tidak mengerti masalah nya di mana Syifa terus menuduh ku tidur dengan Nara"ucap Arka
"Kami melihat saat di hotel Syifa keluar dari kamar salah satu hotel"ucap Zahra
"Iya aku juga melihat kamu berhubungan badan sama Nara"ujar Devil laku menceritakan kejadian semalam
"Aku yakin ada sesuatu yg membuat Syifa sampai datang ke kamar hotel itu aku merasa kamu di jebak"ucap Devil
"Aku harus mencari bukti"ucap Arka serius
"Tenang aku akan membantu mu"ucap Devil menepuk bahu Arka
"Ayah pergi dulu ya sayang biar bunda ngak marah lagi sama ayah"ucap Arka mencium kening anak anak nya
"Aku tunggu di parkiran"ucap Arka lalu berlalu Zahra dan Devil kembali masuk
"Zahra kamu ngak papa kan di sini aku ada pekerjaan"ucap Devil menyerah kan anak Syifa ke Arkan lagi
"Iya mas masih betah di sini"ucap Zahra tersenyum
"Aku pergi"ucap Devil lalu berlalu
"Kasih nama dong jadi susah memanggil nya apa"ucap Fikram mengelus kepala anak perempuan itu
"Anak pertama ku aku akan kasih nama Nur Aisyah Karten"ucap Syifa mencium pipi anak perempuan nya
"Semoga menjadi orang yg memberi cahaya kehidupan para semua orang dan semoga menjadi perempuan yg lembut serta pandai menjaga diri dan harga diri"ucap Syifa mendoakan anak nya
"Amiin"ucap semua
"Lalu yg ini"ucap Arkan
"Anak kedua ku akan ku beri nama"ucap Syifa berfikir
"Arsyif Ahmad Karten"ucap Syifa mengelus kepala anak lelaki nya
"Semoga dia akan menjadi pria bertanggung jawab pekerja keras selalu berada di jalan kebenaran dan serta pria penyanyang dan penuh cinta"ucap Syifa tersenyum
"Amiin"ucap semua lagi
"Jadi panggil nya siapa"ucap Zenap bingung
"Bisa Nur bisa Aisyah dan juga bisa Arsyif dan juga Ahmad "ucap Syifa tersenyum
"Arsyif yg artinya Arka Syifa ya"ucap Arkan tersenyum
"Ngak juga "ucap Syifa mengelak emang kesepakatan Arka dan Syifa jika anak mereka laki laki maka akan ada nama mereka berdua nama Arsyif yg mereka sepakati dan Ahmad hanya nama yg di tambah Syifa serta nama marga nya
"Ulu cucu nenek"ucap Maya antuasias
"Maya kamu enak punya Arkan istri nya bisa hamil lagi lah kami hanya punya Syifa jadi Syifa akan tinggal bersama kami"ujar Fatma
"Enak aja aku juga mau main sama cucu cucu ku "ucap Maya tidak mau kalah
"Jangan egois Maya"ucap Fikram
"Kalian jangan egosi menunggu Zenap hamil dan melahirkan masih lama"ucap Maya
"Aduh pusing lagi aku dengar nya"ucap Syifa mengaruk kepalanya tidak gatal
###
Arka da Devil menyelidiki dari restoran tapi CCTV dari restoran itu tidak berfungsi tidak on saat malam itu membuat mereka kesal sudah pasti itu ulah pelaku nya Arka teringat klien nya itu dia jadi berfikir jika klien nya itu terlibat akan semua nya
"Ayo kita temui Bimo"ucap Arka mereka segera meluncur menuju kantor Bimo
"Ada keperluan apa tuan Arka menemui saya"ucap pria itu santai
"Saya mau menanyakan malam kemarin saat saya pingsan"ucap Arka serius
"Saat melihat tuan Arka pingsan saya segera membawa ke rumah sakit "ujar nya santai
"Ngak usah bohong jelas jelas supir saya membawa Arka ke rumah sakit"ucap Devil
"Saya tidak akan memberi kesempatan jika menyangkut istri saya"ucap Arka datar
"Ya saya tidak tau jika tuan Arka menyimpang ke hotel setelah sadar dari sana"ucap nya santai Arka kesal dengan Bimo yg bertele-tele lalu Arka berdiri memegang bahu Bimo
Bugh
"Jangan main main sama saya"ucap Arka memukul perut Bimo
"Pengecut jika berani satu lawan satu"ucap nya nya menahan perut nya
"Kamu kira saya takut"ucap Arka menyeringai mulai menyerang Bimo dan Bimo tidak menyangka jika Arka bisa pandai dalam berkelahi sampai dia bapak belur di buat Arka dan Devil hanya menonton
__ADS_1
"Katakan jika ngak saya tidak segan membunuh mu"ancam Arka mencengkram baju Bimo
"Oke oke saya akan cerita"ucap Bimo menyeka darah dari hidung nya Arka melepaskan Bimo
"Jadi perusahaan saya hampir bangkrut tuan Bara mau memberi infentasi asal saya membantu nya untuk menjebak tuan Arka untuk tidur bersama nona Nara"jelas Bimo menceritakan rencana nya dengan menyeka darah yg terus mengarah di area wajahnya
"Sialan Bara tidak menyerah juga"ucap Arka geram Devil berusaha memahami kejadian yg sebenarnya lalu dia mengirim pesan pada Aril untuk mencari bukti di hotel Nara
###
Aril yg mendapat kan pesan dari Devil segera melirik ke samping Nara masih tertidur dengan tubuh polosnya Aril melihat sekitar bukti apa yg akan dia temuka dia harus mendapatkan segera sebelum Nara terbangun dan mengacaukan semua nya tapi belum sempat Aril berdiri ternyata Nara sudah bangun
"Good morning"ucap Aril tersenyum
"Morning"ucap Nara tersenyum lalu naik ke tubuh Aril
"Kamu sangat pandai dalam bermain"bisik Nara jemari nya mulai berada di dada Aril
"Ohh ya aku tidak memakai pengaman"ucap Aril membuat Nara tersadar
"Ya ampun"Nara baru teringat dengan rencana nya
"Kenapa"ucap Aril
"Aku merencanakan sesuatu untuk menjebak seseorang biar aku bisa hamil anak nya tapi jika semalam kita melakukannya aku harus bagaimana jika aku meminum pil itu yg ada aku ngak bisa hamil dan jika ngak aku bisa hamil anak kamu"ucap Nara bingung
"Kamu mencintai nya"tanya Aril memeluk pinggang Nara
"Iya tapi dia menjadi milik orang"ucap Nara
"Kebahagiaan tidak hanya satu orang"ucap Aril mengarah kan pinggang Nara ke arah pusat inti nya Nara mengigit bibirnya saat sesuatu itu siap masuk
"Kamu menginginkan nya"ucap Aril tersenyum
"Sangat"ucap Nara lalu menekan pinggulnya sampai dia melengkuh Nara mencium bibir Aril dengan agresif tentu Aril tidak bisa kalah dia harus menaklukan wanita ini sampai benar lemas meraka kembali melakukan itu sampai 3 ronde Nara lemas dia tersenyum pada Aril lalu memeluk Aril memejamkan matanya
"Dia cukup memuaskan aku"ucap Aril menyeringai Nara tidak tau jika Aril adalah penjelajah wanita merasa Nara tertidur Aril berdiri memakai baju mandi dia melihat ruang sekitar dan dia menemukan ponsel Nara yg tergeletak Arik membuka nya tapi tidak ada yg mencurigakan sampai Aril kembali meletekkan nya Aril terus menatap sampai dia sadar jika biasa nya ada kamera tersembunyi Aril mempunyai ide dia akan menyadap hasil cctv hotel ini Aril bergegas pergi
"Bagaimana"ucap Devil melihat Aril
"Waw wanita itu ternyata sangat mesum dia tidak pernah cukup satu permainan semalam dia meminta 2 ronde dan pagi ini 3 ronde"ucap Aril terkekeh lalu duduk
"Cih dia sangat menjijik kan"ucap Arka sinis
"Hei jangan lupa tugas yg lain"ucap Devil serius
"Tidak ada meninggalkan bukti tapi ada CCTV tersembunyi di hotel itu jika kita minta kita tidak akan mendapat kan nya karna pasti tidak akan di kasih jadi kita akan menyadap rekaman itu biar kita melihat kejadiannya"ucap Aril menjelaskan
"Kamu sadap biar aku melihat rekaman nya"ucap Devil seriau Arik segera mengeluarkan laptop nya mulai bekerja
###
"Zahra kemana"ucap Devil sedikit cemas
"Apa sih orang sholat juga"ucap Syifa
"Syukur"ucap Devil mengusap dada nya lega lalu mendekati Syifa
"Masih marah sama Arka"ucap Devil membuat Syifa menoleh dan menatap Devil
"Jika kak Devil masih membela mas Arka sebaiknya kak Devil pergi"ucap Syifa ketus
"Syifa"ucap Devil terpotong
"Udah kak aku udah ngak mau dengarin siapa siapa lagi mas Arka itu udah keterlaluan"kesal Syifa
"Terserah pada mu"ucap Devil lalu duduk
"Mas "ucap Zhara masuk lalu duduk di samping Devil
"Udah sholat"ucap Devil meraih tubuh Zhara lalu mencium kening Zhara
"Udah mas ngak sholat gitu"ucap Zhara
"Telat tadi rencana nya mau sholat di masjid tapi telat"ucap Devil
"Alasan"ucap Zhara jangah Devil selalu ada alasan
"Ngak"ucap Devil lalu memeluk pinggang Zahra
"Makin hari makin cantik"ucap Devil tersenyum mencium tangan Zahra
"Mas malu ada Syifa"ucap Zhara melirik Syifa yg seperti nya memejamkan matanya beristirahat sejenak tepat nya menuli kan pendengaran nya
"Orang dia tidur"ucap Devil lalu mencium bibir istri nya Devil menahan tengkuk Zahra dan mengelus punggung Zahra dengan lembut
"Jika ini ruangan kita aku tidak akan melepaskan mu"ucap Devil tersenyum mengusap bibir Zhara
"Mas Devil"ujar Zahra mengurucut kan bibirnya
"Tadi aku menyelidiki yg terjadi semalam"ucap Devil mengengam tangan Zahra dia tau Syifa tidak tidur jadi dia akan bicara melalui Zhara yg pasti Syifa akan mendengar nya
__ADS_1
"Menyelidiki apa mas"ujar Zhara
"Kamu ingat kan saat kita melihat Syifa keluar dari kamar itu jadi aku melihatnya dan melihat Arka tidur bersama Nara tapi aneh nya Arka tidak sadarkan diri jadi aku menyuruh supir membawa nya ke rumah sakit"jelas Devil
"Maksud mas Devil tuan Arka selingkuh gitu"ucap Zahra
"Emm tidak"ucap Devil
"Karna sebenarnya Arka itu du jebak"ucap Devil
"Di jebak"ucap Zhara bingung
"Jadi malam itu Arka menghadiri pertemuan dengan klien nya bernama Bimo nah di saat mereka mengobrol tiba-tiba Arka pingsan yg ternyata sudah di beri Bara obat tidur mereka sudah merencanakan untuk menjebak Arka"jelas Devil lalu dia menyambut kan ponsel nya dengan televisi di ruangan itu
"Nah sebenarnya di hotel itu mereka merangkai seakan Arka melakukan itu atas kemauannya dan mengirim para Syifa lihat ini"ucap Devil lalu memutar video saat Nara membawa Arka ke kamar hotel dengan rasa penasaran Syifa mengintip dari ujung selimut nya
"Iss kok ada ya orang seperti ini"ucap Zahra
"Jadi itu kenapa Syifa datang ke kamar hotel itu "ucap Devil
"Aku juga lihat saat Bara memasukkan sesuatu di dalam minuman Syifa makan nya aku cepat bergerak meminum nya "ucap Zahra
"Tapi mas jika nanti benar hamil Nara nya bagaimana"ucap Zahra
"Suami mu ini sangat hebat sayang sudah pasti benih Arka itu sudah musnah di ganti oleh Aril"ucap Devil tertawa
"Ihh mas Devil masih jahat sama orang"kesal Zahra memukul bahu Devil
"Aku ngak jahat aku hanya memberi wanita itu pelajaran"ucap Devil tersenyum
"Di ponsel ku sudah ku kumpul kan bukti Arka dia juga akan berangkat pergi ke luar negeri kasihan Arka hanya mendengar kan ucapan Syifa dia harus meninggalkan semua nya"ucap Devil meletekkan ponselnya
"Sayang ke hotel lagi yuk"ucap Devil
"Ngapain lagi mas Devil mesum mulu"ucap Zhara
"Kata nya mau punya anak yg mirip aku jadi harus kerja keras"ucap Devil memeluk bahu Zhara mereka pergi tentu menuju hotel Devil juga meninggalkan ponsel nya dia tau Syifa akan melihat itu
"Aku harus lihat rasa penasaran ini merasuki ku"gumam Syifa berjalan dengan pelan melihat isi ponsel Devil yg di bicarakan Devil tadi
"Astaghfirullah maafkan aku mas salah paham"ucap Syifa mengusap wajahnya kasar
"Apa mas Arka akan pergi benaran"ucap Syifa cemas kembali ke kasur nya Syifa menangis takut kehilangan Arka
Dret dret
"Sebentar"ucap Arka berdiri dia lagi bicara dengan pemegang sahamnya melihat Syifa menelpon nya
"Mas"ucap Syifa menangis di telpon
"Kenapa"ucap Arka jadi cemas apa lagi mendengar Syita menangis
"Hiks hiks aku hiks aku ku mohon kembali mas aku takut"ucap Syifa menangis dan sambungan telpon terputus
"Hallo Syifa Syifa"ucap Arka perasaan cemas merasuki nya
"Semua bisa bicara pada Arkan saya ada pekerjaan penting"ucap Arka lalu berlari membuat yg di sana hanya melongo tapi Arkan segera mengambil ahli
Cklek
"Syifa"ucap Arka ngos-ngosan takut Syifa kenapa-kenapa Syifa menoleh dengan air mata
"Mas Arka"ucap Syifa tersenyum lalu memeluk Arka dengan erat
"Aku takut"lirih Syifa pelan
"Kamu kenapa jangan takut ada aku''ucap Arka khawatir
"Kamu baik baik saja kan"ucap Arka lagi
"Aku takut kehilanga mas Arka aku takut mas Arka pergi ku mohon kembali mas jangan pergi"mohon Syifa
"Pergi siapa yg mau pergi kamu pikir hanya kamu usir aku akan pergi"ucap Arka menyeka air mata Syifa
"Kata kak Devil mas Arka mau pergi"ucap Syifa
"Aku tidak akan pergi"ucap Arka tersenyum memegang wajah Syifa
"Aku tidak bisa meninggalkan cinta ku ya itu kamu"ucap Arka lalu memeluk Syifa dengan erat
"Maafkan aku soal kejadian semalam"ucap Arka
"Tidak itu bukan kesalahan ku tapi karna ada yg ingin berusaha memisahkan kita "ucap Syifa
"Aku tidak akan kembali pada masa lalu ku karna aku sangat mencintai mu "ucap Arka mencium kedua tangan Syifa
"Aku juga"ucap Syifa memeluk Arka lagi dia merasa lega
"Devil itu padahal aku sudah bilang untuk menjelaskan saja pada mu karna aku ada meeting dengan pemegang saham"ujar Arka kesal dengan Devil
"Dia bilang mas Arka mau ke luar negri"ujar Syifa
__ADS_1
"Dasar Devil"ucap Arka mengelus pipi Syifa
"Kita akan selalu bahagia karna dilengkapi dengan buah hati kita "ucap Arka tersenyum mencium kening Syifa dengan lembut sekarang Arka sudah sangat bahagia istri nya memaafkan nya dan mempunyai dua malaikat kecil nya yg akan selalu Arka jaga dan sayangi