
"Meski saya kenal dengan nona Zhara belum lama tapi saya melihat nona Zharaea itu orang yg sangat baik dia orang sederhana jadi apa pun yg di pakai nyonya dia tidak peduli yg penting cara nyonya memperlakukan nya"ucap Aleksa tersenyum
"Benarkah"ucap Zea tersenyum
"Jika begitu aku akan menambah bonus mu"ucap Zea tersenyum bahagia lalu berlalu
"Wah jika aku terus memuji Zahra makin banyak bonus ku"ujar Aleksa tertawa geli dengan tingkah majikan nya yg menunggu anak nya yg akan datang
"Nyonya mereka sudah sampai"ucap pembantu mendekati Zea yg baru keluar kamar
"Ya sudah siapkan semua nya"ujar Zea tersenyum segera turun
"Assalamualaikum"ucap semua berdiri
"Waalaikum salam"ucap Zea mendekat tapi dia tidak menemukan kehadiran Zahra
"Kalian sudah datang tapi Zhara nya mana"tanya Zea
"Tuh masih di luar berdebat soal sepatu"ucap Fatma tersenyum
"Debat soal sepatu"ulang Zea
"Maklum punya suami pelit kayak aku yg loyar terhadap istri kebutuhan istri selalu terpenuhi"ujar Arka santai
"Kak Devil itu bukan pelit tapi kaku"ujar Syifa cemberut
"Lah emang kenyataan nya Devil pelit"ucap Arka
"Awas mas Arka"ucap Syifa mengancam
"Ngak takut"ucap Arka santai
"Aku mau lihat Zhara dulu"ucap Zea berlalu
"Mas masak aku nyeker"ujar Zahra sekarang dia tau jika suami nya sangat lah datar lihat saja Devil hanya memasukkan tangannya di saku celana nya melihat sepatu Zahra sudah seperti mulut buaya
"Ya aku harus bagaimana aku mana tau jika sepatu mu itu sudah rusak"kesal Devil
"Baik lah baik lah aku nyeker saja masuk nya"ucap Zahra ingin melangkah
"Hei ngak lihat bata dan batu itu bisa melukai kaki mu "ujar Devil
"Ck lalu aku harus bagaimana"ujar Zhara dia tidak habis pikir dengan suaminya tidak ingin kaki kya terluka tapi hanya diam melihat sepatu istri nya rusak
"Aku harus bagaimana ya"gumam Devil melirik Zhara dia suka sekali membuat istri nya tegang
"Mari aku gendong"ujar Devil , Zhara menatap wajah Devil
"Ngak papa aku jalan sendiri aja"ucap Zhara tersenyum
"Aku akan mengendong mu atau aku benar-benar akan membunuh membunuh"ucap Devil berfikir Zhara serius menatap nya
"Baik lah terserah mas Devil"ujar Zahra, Devil merasa senang sangat lah gampang menbujukbZhara
"Ayo"ucap Devil lalu mengendong Zhara ala romantis Zhara tersenyum malu melingkar kan tangan nya di leher Devil
"Ahh mas mereka sosweet"ucap Syifa menepuk pipi nya yg panas melihat kedua nya
"Aku mulai bertanya seperti nya mas Devil benar mencintai ku"ujar Zhara tersenyum
"Emang kamu cantik aku harus mencintai mu"ucap Devil sinis Zhara cemberut menatap Devil
"Lalu jika aku tidak cantik kenapa mau menikahi ku"ujar Zhara dia sangat penasaran tentang perasaan Devil sesungguhnya
"Oke jika kamu benar ingin tau jika kamu mencintai ku maka aku akan mengatakan nya pernyataan nya apa kah kamu mulai mencintai ku"ucap Devil serius
"Emm emm sedikit sih"ujar Zahra tersenyum malu
"Benarkah"ujar Devil sudut bibirnya terangkat rasanya dia ingin berteriak
"Wah wah ada drama romantis"ejek Arka
"Zahra kamuj butuh sesuatu"tanya Zea
__ADS_1
"Biasa aja dia selalu ingin manja pada ku"ujar Devil menurun kan Zhara
"Tidak aku hanya tidak bisa memakai sepatu ku"ujar Zhara tersenyum kecil
"Ayo kita masuk"ucap Zea mempersilahkan semua nya masuk mereka segera menuju meja makan
"Ohh ya nyonya saya mau mengatakan jika istri saya tengah hamil"ucap Arka tersenyum
"Benarkah jika begitu selamat untuk mu semoga buah hati kalian sehat selalu sampai melahirkan"ujar Zea tersenyum
"Terimakasih nyonya"ujar Syifa tersenyum lalu mereka duduk
"Sebelum kita bicara hal serius mari kita makan dulu"ujar Zea duduk
"Ya itu lebih baik"ucap Fikram tersenyum
"Mas mau aku ambilin makan"ujar Syifa membalik piring nya
"Tidak usah aku bisa sendiri selama kamu hamil aku akan memanjakan mu"ucap Arka tersenyum mengambil makanan untuk istri nya
"Mas mau makan apa"tanya Zhara berdiri mengambil kan Devil lauk pauk
"Hei apa kamu berusaha menyaingi menunjukkan rasa cinta"ketus Arka
"Tuan Arka menyiapkan makanan untuk suami itu wajib untuk seorang istri tuan Arka sendiri ngapain"ucap Zahra
"Ya aku hanya ingin melayani anak dan istri ku"ujar Arka santai
"Gatal kuping ku mendengar nya"ucap Syifa malas
"Silahkan di makan"ucap Zea tersenyum dia lebih memperhatikan Zahra karna dia ingin tau makanan kesukaan anak nya itu lalu Zea dan Zahra mengambil bersama piring yg berisi lauk udang asam pedas
"Ahh silahkan nyonya"ucap Zhara tersenyum
"Bisa kah kamu memanggil dengan sebutan mama"ucap Zea penuh harap Zahra terdiam Syifa yg melihat itu menyenggol pinggang Zahra dan memberi kan lirikan pada Zea
"Biar gimanapun dia itu ibu mu"bisik Syifa karna mereka duduk bersebelahan
"I...iya ma"ujar Zahra
"Makanan favorit ku ayah ku sering membuat kan aku masakan ini"ucap Zhara mengambil dengan cepat piring nya
"Jika suka kenapa kamu ngak beli udang dan masak sendiri"ucap Devil menyuap kan nasi nya
"Kan mas Devil ngak suka udang jadi aku masak makanan kesukaan mas Devil aja"ujar Zhara mengambil lauk nya
"Mulai sekarang aku menyukai nya"ucap Devil memakan udang nya
"Tuh kan mas Devil kayak gini kayak mencintai aku lho"goda Zahra menoel dagu Devil
"Ngak lah aku hanya mengikuti mu siapa tau kan emang enak"ucap Devil meneguk air putih
"Jika cinta ngak usah gengsi dan jika gengsi berarti ngak cinta"sindir Arka
"Tepat sekali mengungkapkan rasa itu ngak perlu takut nanti Zhara nya di ambil orang Zahra kan cantik"ucap Syifa menikmati makan nya
"Benarkan aku cantik"ucap Zhara menoleh pada Syifa
"Baik Zahra aku aku"ucap Devil membuat Zhara menoleh pada suaminya dengan tersenyum
"Aku tidak menyukai mu"ujar Devil membuat Zhara mengerucut kan bibirnya
"Tidak apa Zhara jika Devil tidak mencintai mu bukan kah kamu mau di jodohkan sama Arkan"ujar Arka tersenyum
"Aku"ujar Arkan yg juga ikut hadir
"Apa"ucap Devil lalu dengan lirikan menatap Arkan tajam seakan mau membunuh Arkan
"K... kenapa aku"ujar Arkan gugup melihat tatapan Devil biar gimanapun Devil orang yg bahaya Arka selalu membuat adik nya dalam masalah
"Kakak jika dia menghancurkan wajah ku bagaimana aku kan punya gebetan"ucap Arkan cemberut
"Hah gebetan"ucap Maya dan Arka
__ADS_1
"Tidak maksud ku nanti jodoh ku makin ngak bisa di temukan"ujar Arkan mengaruk kepalanya tidak gatal
"Apa kamu tau Zahra"ucap Zea menyuap makanan ke mulut nya
"Jika sebenarnya lauk yg kamu jadikan favorit itu adalah makanan kesukaan mama dan ayah mu juga suka sekali memasakan mama makanan itu apa lagi saat mama mengandung mu dia bilang dia berharap kamu akan sama seperti mama "ujar Zea melirik Zhara yg makan dengan tenang sebenarnya Zhara ingin sekali bertanya kebenaran itu tapi dia belum ada keberanian
"Maaf nyonya Margareta jika kamiu lancang dengan anda apa yg membuat nyonya benar-benar yakin jika Zahra anak anda kami semua tau Zahra dari keluarga yg kurang berada"ujar Fikram bertanya
"Kalian boleh mengulang tes DNA nya tapi aku ingin Zahra akan tinggal bersama ku"ujar Zea serius
"Aku ngak mau"ucap Zahra menunduk
"Kenapa"ucap Zea
"Aku kan punya suami masak aku akan tinggal bersama nyo... maksud ku mama"ujar Zhara pelan
"Tidak masalah itu hal yg kecil"ujar Zea santai dia bisa bernafas dengan lega
"Bukan masalah tes DNA nyonya Margareta kami ingin memastikan jika anda baik memperlakukan Zahra kami ingin bertanya kenapa anda bisa terpisah dari suami dan juga Zahra"ucap Fatma serius
"Oke aku akan jawab semua nya tentang keraguan kalian serta keraguan hati Zahra tapi setelah kita makan"ujar Zea serius
"Baik "ujar Fikram melanjutkan makan mereka seperti yg lain.Setelah makan mereka duduk di ruang tamu bicara hal serius
"Dulu semasa saya remaja sama pernah jatuh cinta pada Amar kami benar di mabuk cinta sampai saya tidak menyadari melakukan kesalahan besar karna saya tidak pernah memikirkan kasta dan harta setelah itu saya hamil tentu saya mau ingin Amar bertanggung jawab yg tidak lain paman nya Zahra tapi sayang dia menolak dia tidak mau mengakui anak itu anak nya dan malah menghina saya "jelas Zea menjeda ucapannya
"Bahkan dia menyuruh saya mengugurkan anak itu tentu saya tidak melakukan itu saya merawat anak itu sampai lahir dan menamainya Nur "jelas Zea
"Setelah itu ayah Zahra yg tidak lain Zaki adalah asisten pribadi papa saya saat itu saya sudah belajar mengurus warisa keluarga ini sampai kami selalu menghabiskan waktu bersama saya tidak tau jika Zaki adalah kakak nya Amar dengan sikap Zaki yg sangat baik memperlakukan saya berbeda bahkan dia menyayangi Nur dengan baik dia saat itu menyatakan perasaannya dengan saya tentu saya yg juga mencintai nya menerima lamaran itu kami menikah"ucap "Zea tersenyum mengingat sosok Zaki
"Saya melihat sosok Zaki ada pada Zahra dia sama seperti ayah nya ayah nya sangat baik merawat Zahra sampai tidak pernah mengikuti jejak saya yg penuh noda hitam"ujar Zea menyeka air mata nya
"Setelah 3 bulan menikah saya hamil Zahra dan saat itu Zaki ingin mengenal kan adik nya dan sabar kami bertemu yg ternyata adalah Amar bahkan Zaki mengenal kan Nur adalah anak nya"jelas Zea masih bercerita
"Semenjak itu Amar tidak terima dia terus mendekati saya tanpa sepengetahuan Zaki dia terus merayu menggoda saya tapi saya tetap pada pendirian kanena saya sudah menemukan cinta terakhir saya dan kejadian menghancurkan semua nya terjatuh"ujar Zea
"Saat pada hari saya melahirkan saat itu saya sangat bahagia memiliki putri yg cantik mata nya mampu menghangat kan hati saya sama seperti mata suami saya tangannya begitu membuat saya tenang saya menamai nya Zajea Margareta karna itu sudah direncanakan oleh kami berdua tapi saat Zaki menemui saya dia mengambil Zahra dari gendongan saya dan mengatakan jika saya adalah penipu besar karna tidak mengatakan pelaku masa lalu adalah adik nya dia salah paham pada saya dia sangat marah jika saya hanya mempermainkan nya masih menjalin hubungan dengan Amar dia pergi membawakan anak anak saya pergi jauh"ucap Zea
"Saat itu dalam keadaan masih sakit saya mencari nya tapi Amar sangat licik dia menjebak saya mengatakan jika Zaki ingin menemui saya di hotel karna saya panik akan kehilangan kebahagiaan saya langsung saja pergi tapi Amar yg ada di sana dia membuat seakan saya bersama dengan nya membuat Zaki makin marah dan benar pergi setelah itu saya selalu mencari nya ke penjuru negeri dan pelosok tidak pernah menemukan mereka"ucap Zea
"23 tahun mama mencari kalian nak coba rasakan kepedihan mama merindu kan kalian coba rasa kan betapa mama sangat menyayangi mu"ujar Zea menyeka air mata nya Zahra hanya menunduk mengengam tangan Devil dengan erat
"Paman ku tidak bersalah"ucap Zahra menyeka air mata nya
"Mama yg jahat mama meninggalkan kami mama tidak menginginkan aku dan mama yg membuat ayah dan kak Nur kecelakaan"ucap Zahra menyeka iar mata nya yg terus mengalir
"Zahra kamu di bohongin oleh paman mu"ujar Zea berdiri lalu mendekati Zahra
"Tolong lah nak percaya pada mama "ujar Zea mengengam tangan Zhara
"Mama akan berikan semua nya yg mama punya pada mu tapi tolong maafkan mama tidak bisa menemukan mu "ucap Zea menangis mencium tangannya Zhara
"Mama sangat merindukanmu sayang"ucap Zea serak Zahra ikut menangis sampai tersedu
"M..m...ma"ucap Zahra gemetar mengajak mama nya berdiri
"Bagi seorang anak apa yg paling bahagia dia dapat kan dari seorang ibu"ujar Zahra menatap Zea dia adalah penjelasan ayah nya jika Zea menyayangi mereka sudah tentu Zea bisa menjawab nya
"Bagi ibu anak adalah segala nya"ucap Zea menangkup wajah Zahra yg berair lalu mengusap nya
"Bagi anak yg paling bahagia adalah di cintai orang tua nya"ucap Zea mengecup kening Zahra dengan penuh kasih sayang
"Pelukan mama sangat lah hangat jika kamu merasakan nya"ucap Zea merentang kan tangan Zahra menatap Zea lalu memeluk mama nya dengan erat Zea membalas nya sekarang dia merasa memeluk anak nya melepaskan rasa rindu nya selama 23 tahun kedua nya menangis dengan rasa haru
"Mas aku menonton film sedih"ujar Syifa menyeka air mata nya
"Itu nyata"ucap Arka tersenyum memeluk bahu istri nya
"Haru tau mas"ujar Syifa memeluk suaminya
"Sekarang mama menemukan mu mama akan mengganti penderitaan mu selama ini"ucap Zea menyeka air mata Zhara mengecupi wajah anak nya itu
"Lihat wajah Devil kusam melihat istri nya di cium"bisik Arka pada Syifa
__ADS_1
"Orang itu mama nya ohh kak Devil sangat posensif bersyukur banget aku ngak punya suami posensif yg ada aku bisa gila"ucap Syifa menggeleng
"Kamu mau merasakan ke posensifan diri ku"bisik Arka dengan menyeringai Syifa tidak tau saja apa yg sedang Arka persiapkan