
Setelah mengantar Nara dan menenangkan Nara Arka menuju rumah sakit melihat keadaan Syifa setelah bertanya pada suster ruangan Syifa Arka segera menuju arah yg di arah kan suster Arka melihat tidak ada orang di depan ruang operasi Arka melihat jendela kaca melihat Syifa dengan cepat Arka masuk melihat ada beberapa suster mengecek alat operasi dan keadaan Syifa
"Tuan kenapa masuk"ucap suster
"Saya mau melihat keadaan nya sebentar saja"ujar Arka memelas
"Ngak bisa tuan keadaan nona sangat kritis ini aja mau melakukan operasi mengambil peluru di kepala nya anda tidak bisa menemui nya"ucap nya
"Justru itu saya mau melihat nya sebentar"ucap Arka maju melihat Syifa
"Maaf tuan kami tidak bisa mengambil resiko anda harus keluar"ucap suster itu mengusir Arka dari ruangan operasi
"Sus saya belum selesai"ucap Arka memaksa tapi dia di paksa keluar
"Masih berani kamu menampakkan diri"ucap Devil menarik Arka
Bugh bugh
"Karna kamu Syifa seperti ini dia harus melewati maut nya"ucap Devil geram mereka baru selesai dari ruangan dokter
"Puas kamu Arka"ucap Fikram mencengkram baju Arka
"Puas kamu menghancurkan dunia Syifa puas hah"ucap Fikram memukul Arka
"Aku aku ngak bermaksud maafkan aku"ucap Arka berdiri
"Dasar anak tidak tau diri mama menggira Syifa pantas untuk mu tapi sepertinya nya kamu ngak pantas untuk Syifa"ucap Maya marah menampar Arka
"Ma maafkan aku"ujar Arka
"Tapi tolong jelaskan pada ku keadaan Syifa"ucap Arka memohon
"Tenang semua jangan membuat keributan"ucap dokter itu menenangkan
"Jelas kan dok keadaan Syifa biar Arka tau bagaimana dia menghancurkan dunia Syifa"ucap Devil kesal
"Saat ini kami tidak bisa menjelaskan dengan seksama keadaan nona Syifa karna peluru belum kami keluar kan dari kepala nona Syifa tapi karena benturan yg ada kaca membuat pecahan kaca itu menusuk mata nya dan nona Syifa akan mengalami buta seumur hidup"jelas dokter
"Apa"ucap Arka kaget dia tidak menyangka keadaan Syifa separah itu
"Baik lah karna pasien harus segera mendapat penanganan saya masuk segera melakukan operasi"ucap dokter masuk Devil mencengkram baju Arka
"Syifa harus mengalami dunia gelap padahal dia sangat takut dengan gelap tapi kamu menghancurkan dunia nya suami macam apa kamu aku akan memberi mu pelajaran"ucap Devil memukul Arka berkali kali
"Udah ayah bilang jangan menyakiti Syifa lagi sekarang ikut ayah"ucap Fikram mengajak Arka keluar
"Aku yakin Syifa bisa melewati masa sulit ini"ucap Maya mengusap bahu Fatma mereka berdoa saat lampu operasi menyalah
"Kamu suami yg tidak berguna"ucap Fikram memukul Arka
Bugh
"Aku akan membuat kamu merasakan kesakitan"ucap Devil
Bugh
"Aku juga mau menghajar kakak yg tidak bisa di bilangin"ucap Arkan
Bugh
Arka menerima pukulan ketiganya dia tidak membalas sama sekali bisa saja dia membalas tapi kali ini dia tau kesalahan nya apa ,mengorbankan Syifa hanya untuk kehidupan orang yg dia cintai bahkan Syifa masih melindungi nya saat Arka ingin menyelamatkan kekasih nya ,Arka terus di pukul sampai benar dia terjatuh tidak bisa berdiri lagi
"Menjauh dari anak saya atau kamu tau akibat nya"ucap Fikram lalu pergi
"Jika aku melihat kamu mendekati Syifa aku pasti kan akan membunuh mu ohh ya tenang kami akan mengurus perceraian kalian"ucap Devil lalu pergi bersama Arkan
"Aku tau kesalahan ku"ujar Arka meringis berdiri dengan pelan lalu dia merambat ke dinding agar bisa sampai di ruangan Syifa yg di operasi
"Kamu benar keterlaluan Arka baik jika kamu menginginkan kebebasan mama akan izinkan kamu menikah dengan Nara dan cerai kan Syifa"ucap Maya menghadap Arka yg bersender di dinding
"Cepat pergi nikah sana sama kekasih mu"bentak Maya
"Aku mau melihat Syifa ma"lirih Arka menahan sakit
__ADS_1
"Mama bilang pergi ya pergi"ucap Maya memukuli Arka tapi Arka hanya diam mengelak pun tidak
"Udah May jangan membuat keributan kita harus mendoakan keselamatan Syifa"ucap Fatma serak karena menangis
"Aku benar tidak menyangka kenapa bisa melahirkan anak seperti ini"kesal Maya tangannya sampai merah karna memukul Arka tadi
"Maafkan aku"lirih Arka menunduk dia duduk di lantai karna tidak bisa menopang tubuhnya yg terasa sakit
Semua menatap lampu operasi berharap keadaan Syifa baik baik saja malam semakin larut tapi belum ada yg keluar dari ruangan itu padahal semua orang cemas menunggu Syifa apa lagi peluru itu berada di kepalanya
"Dok harus hati hati jika tergores sedikit keadaan pasien akan sangat menyedihkan bisa saja nanti dia akan jadi ideot"ucap dokter yg lain
"Tenang saja"ucap nya karna dia sudah biasa menerima pasien seperti ini menangani bagian saraf dan otak
"Oksigen di tambah keadaan pasien kritis"ucap dokter suster menyiapkan semua nya melihat wajah Syifa semakin pucat
"Tambah stok darah"ucap dokter memperhatikan arah pelurunya
"Bagaimana dok"ucap Fikram saat melihat dokter keluar
"Operasi nya berhasil tapi pasien masih kritis masih harus di pantau dan rawat intensif"jelas dokter
"Kami akan memindahkan pasien ke kamar inap "ucap nya lalu membuka lebar pintu nya suster yg lain mendorong brandar Syifa membuat Fatma makin terisak melihat anak nya
"Apa separah ini"ucap Devil tidak tega melihat keadaan Syifa kepala nya di perban bersama mata nya wajah nya juga terdapat beberapa goresan Syifa menggalami luka bagian atas
"Iya tuan karna saat di pukul seperti nya mengunakan kaca ada beberapa serpihan kaca yg menempel pada wajah dan mata nya"jelas dokter
"Aku akan membunuh pria itu"ucap Devil mengepal kan tangannya lalu pergi
"Kami akan membawa pasien"ucap dokter
"Tidak usah mengikuti anak saya"ucap Fikram mendorong Arka yg ingin melihat Syifa
"Ayah izinkan aku melihat Syifa ku mohon"ucap Arka memohon
"Jangan harap bisa ketemu dengan anak saya jauh jauh dari nya"ucap Fikram lalu pergi bersama yg lain
☀️☀️☀️
Pagi sudah tiba tapi keadaan Syifa belum membaik sama sekali membuat semua semakin cemas Syifa masih kritis Arka juga melihat Syifa dari jauh karna Fikram tidak mengizinkan nya menemui Syifa mereka melihat Syifa secara bergilir
"Sayang maafkan mama memaksa mu menikah dengan Arka mama kira kamu akan bahagia nyatanya mama salah besar"ucap Fatma mencium tangan Syifa
"Mama mohon jangan menyerah hati mama sakit melihat kamu seperti ini "ucap Fatma menangis tersedu tidak tahan melihat keadaan Syifa Fatma keluar
"Mama yg sabar ayo ayah temani mama cari sarapan biar gimanapun mama harus sarapan"ucap Fikram mengajak istri nya mencari sarapan giliran Maya menemui Syifa setelah memakai pakaian seteril Maya masuk mendekati Syifa
"Kamu sangat bodoh Syifa kenapa mengorbankan diri seperti ini harus nya kamu biarkan Arka tertembak salah sendiri mau menyelamatkan wanita gila itu"ucap Maya lalu membungkuk mengusap kepala Syifa yg terbalut perban
"Lihat saja nanti mama akan memukul mu karna kamu melakukan kesalahan yg bodoh"ujar Maya menahan tangisnya
"Maafkan mama Syifa maafkan mama"ujar Maya menangis lalu mengusap air matanya
"Kamu harus kuat "ucap Maya mengecup pipi Syifa lalu dia pergi karna tidak kuat
Arka mengintip depan ruangan Syifa sepi tidak ada yg menjaga dengan masih menahan sakit Arka melangkah mendekati ruangan Syifa merasa tidak ada yg melihatnya Arka segera masuk mengambil pakaian yg di sediakan Arka masih melihat lihat lalu melihat Syifa Arka mendekati Syifa kepala dan mata itu di perban hidung nya di pasang oksigen bibirnya terlihat pucat Arka membukuk menatap Syifa
"Syifa"panggil Arka pelan menoleh kebelakang
"Ayo bangun Syifa"ucap Arka
"Maafkan aku"lirih Arka menyesal
"Maafkan aku tolong bangun jangan menyiksa aku dengan rasa seperti ini"ucap Arka
"Kamu kenapa menyelamatkan aku Syifa bangun ayo aku salah hukum aku pukul aku"ucap Arka meraih tangan Syifa memukul kan ke wajah nya
"Asal kamu bangun"ujar Arka pelan lalu mencium kening Syifa dengan lembut
"Jika kamu bangun aku akan mengajak mu memulai dari awal tapi ku mohon kamu bangun"ucap Arka seperti bisikin Arka mencium tangan Syifa dengan lama rasa bersalah dan penyesalan membuat Arka rasanya akan gila
"Aku bisa gila jika seperti ini Syifa ku mohon pada mu bangun lah semua orang menghukum ku aku mohon kamu jangan menghukum ku lagi kamu mau aku mengakhiri hubungan ku kan jika kamu bangun untuk ku aku janji akan memutuskan hubungan ku dengan Nara dan kita memulai dari awal "bisik Arka tulus
__ADS_1
"Tapi kamu harus bangun ya jika kamu ngak bangun aku akan menghukum mu"ucap Arka mengelus kepala Syifa setelah mencium kepala Syifa lagi Arka pergi setelah Arka pergi jemari Syifa bergerak seakan mendengar permintaan Arka jari itu bergerak dengan pelan
Devil dan Arkan menuju kantor polisi karena permintaan Devil di sini Arkan bingung karna Devil tidak menjelaskan apa apa pria ini hanya diam seribu bahasa menuju kantor polisi saat sampai mereka segera turun
"Pak kami mau mencabut laporan soal kasus nona Syifa "ucap Devil santai membuat Arkan tidak mengerti
"Devil apa- apaan kamu"ujar Arkan
"Kamu yg diam"ketus Devil tajam menatap Arkan
"Begini tuan kasus nya ini kasus pembunuhan jadi kami tidak bisa membebaskan nya"ucap polisi mereka juga tengah menyelidiki John
"Hanya kasus penculikan cepat keluar kan"bentak Devil marah
"Kami tidak bisa tuan"ucap nya Devil kesal tapi dia tidak akan menang jika berdebat seperti ini jadi dia menelpon komisaris secara langsung menjelaskan semua nya jika John harus di bebas kan Devil dan keluarga tidak mau menuntut kasus Syifa seperti kasus nya yg dulu setelah bicara komisaris itu setuju dan menelpon bawahan dan membebaskan John
"Tanda tangani dulu tuan"ucap polisi itu karna laporan dari Arkan jadi Arkan yg menanda tangani
"Kami permisi pak"ucap Devil lalu mengajak Arkan pergi
"Devil sebenarnya apa sih rencana mu"ucap Arkan saat mereka masuk mobil
"Kamu diam saja"ucap Devil memantau terlihat John keluar dari sana menelpon anak buah nya dan segera pergi Devil mengikuti John membuat Arkan mengerti rencana Devil dia sengaja membebaskan John biar dia bisa menghukum John dengan cara nya sendiri.Setelah John masuk ke dalam rumah Devil keluar dan memiring kan kepalanya segera menghajar anak buah John tanpa ampun sampai semua terjatuh Arkan hanya berdiri tidak jauh dari mobil karna Devil sendiri menghajar anak buah John
"Ayo masuk" ujar Devil lalu mereka masuk
"John"teriak Devil lantang John yg tadi berbaring segera bangkit melihat siapa yg memanggilnya
"Kalian"ujar John tersenyum melihat Arkan
"Beraninya kamu melukai Syifa"tajam Devil maju
Bugh
Devil memukul John berkali-kali dan menyeret John dari tangga kembali memukul John pukulan Devil tidak biasa
"Siapa kamu"tanya John berusaha mengelak tapi pukulan Devil terlalu cepat
"Devil Ardiardo"ucap Devil mengeluarkan senjata nya
"Dan kamu berani melukai adik kecil ku"teriak Devil menyeret John ke samping rumah
"D....Devil Ardiardo"ucap John menelan ludah mendengar nama itu
"Tuan tuan maafkan saya"ucap John ketakutan Devil menarik rambut John dan memasukkan kepala John ke kolam
"Nikmati kawan"ucap Devil menggankat kepala John dan kembali memasukkan nya John kehabisan nafas karna Devil terus mengulangi nya .Devil mendorong John ke lantai dan John terengah-engah
"Tangan ini sudah membuat Syifa menderita"ucap Devil tersenyum seperti iblis
Dor
"Huh tembakkan yg tepat"ucap Devil meniup pistol nya dia baru saja menembak tangan John
"Maafkan aku tuan maaf kan aku"ucap John memohon tapi Devil hanya menatap datar
Dor Dor
"Itu baru setimpal"ujar Devil menembak kedua mata John dan saat itu John kehilangan nyawa Devil hanya tertawa puas dan berlalu begitu saja
"Siapa Devil Ardiardo ini"gumam Arkan penasaran sebenernya Devil ini siapa
Fikram mengelus kepala Syifa tadi baru saja Syifa melewati masa kritis nya apa kebetulan saja atau bagaimana Syifa bisa melewati itu semua hanya karna panggilan Arka tapi mereka bersyukur karna Syifa sudah melewati masih kritis nya
"Sayang ayah tau kamu kuat"ucap Fikram mengecup kening Syifa
"Om apa boleh aku menemui Syifa sebentar"ucap Bara masuk Fikram menoleh melihat Bara yg memegang bunga nya
"Hanya sebentar"ucap Fikram berdiri Bara mendekati Syifa meletakkan bunga nya ingin mencium pipi Syifa
"Jangan berani menyentuh anak saya sedikit pun"ujar Fikram tajam
"Iya om maaf"ucap Bara mengurung kan niat nya dia hanya menatap Syifa saja karna Fikram selalu mengawasi nya tidak membiarkan Bara menyentuh Syifa meski hanya sebentar
__ADS_1