
Orang itu memukul kepala Syifa sampai pingsan lalu dia melirik kanan kiri tersenyum dengan rekan kerja nya
"Wah kita mendapatkan mangsa baru kita bisa kaya jika kita meminta tebusan"ucap nya tertawa
"Ayo cepat bawa sebelum ada yg lihat"ujar teman nya pria itu mengendong Syifa yg pingsan dan membawa nya ke mobil mereka bersorak bahagia bisa meminta tebusan mobil mereka segera melaju dengan mereka tertawa bahagia
****
Tiba-tiba mobil penculik itu di cegat di salip dan di hadang oleh mobil mewah berwarna hitam membuat kedua nya merasa heran siapa yg menghalangi jalan mereka lalu pria itu keluar mengetuk mobil penculik
"Hei kenapa kamu menghalangi jalan kami"kesal nya
"Turun"ujar nya mencekram baju penculik itu
"Kamu ini siapa"ucap nya
"Berani nya kalian menculik istri saya"kesal nya dia Arka yg melihat kejadian tadi
"Ohh jadi kamu suami nya jika begitu kamu harus kasih kami uang iya ngak"ucap nya tertawa menepis tangan Arka
"Ohh mau main"ucap Arka menaik kan lengan baju nya membuka paksa pintu mobil
Bugh
Arka memukul pria itu melihat teman nya di pukul pria satu nya keluar membantu temannya tapi Arka tidak memberi celah terus memukul dua penculik itu
"Berani kalian menculik istri Arka Karten hah"teriak Arka menonjok wajah mereka
"A... ampun tuan"ucap nya menahan sakit
"Jika kamu mau menculik nya harus siapkan dulu nyawa kalian mengerti"kesal Arka mendorong kedua nya Arka segera menuju mobil itu dan membuka pintu melihat Syifa yg masih pingsan
"Awas kalian"kesal Arka mengendong Syifa memindahkan ke mobilnya dia segera pergi bersyukur tadi dia melihat Syifa jika tidak mungkin akan membuat Arka semakin kesulitan untuk mencari istri nya
Arka meletakkan Syifa kekasur nya dan menyuruh pembantu yg lain merawat Syifa karna Arka ada urusan dia akan memberi Niar hukuman Arka memanggil Niar ke ruangannya
"Kamu tau kesalahan mu apa"ucap Arka datar
"Ya pak maafkan saya"ucap nya memohon
"Kamu meninggalkan majikan mu dan memakai uang nya lebih parahnya lagi istri saya hampir dalam bahaya kamu memang harus di beri pelajaran belum tau berhadapan dengan Siapa"ujar Arka datar
"Maafkan saya pak saya tidak akan mengulangi nya lagi maafkan saya"ucap Niar bersalah
"Mulai sekarang kamu saya pecat dan kamu tidak akan mendapat kan pekerjaan di mana pun"ucap Arka kesal
"Pak jangan lakukan itu"ujar Niar memohon
"Sekarang pergi dari sini"teriak Arka marah
"Pak maafkan saya pak"mohon Niar
"Saya bilang pergi ya pergi"teriak Arka dengan menunduk Niar pergi
"Huh membuat orang kesal saja"gumam Arka lalu pergi untuk melihat keadaan Syifa
"Apa istri saya baik"tanya Arka pada paru baya itu
"Iya tuan hanya ada memar saja"ucap nya
"Kamu boleh pergi"ucap Arka datar wanita itu segera pergi Arka duduk di samping Syifa menyender kan kepalanya di kepala ranjang tangan nya mengelus kepala Syifa dengan pelan.Syifa yg merasakan elusan seseorang membuat Syifa waspada apa lagi tadi seperti dia akan di culik Syifa dengan pelan dengan insting perasa nya mencengkal tangan Arka dengan kuat
"Kamu siapa"ucap Syifa berdiri dengan memegang tangan Arka dan reaksi Arka hanya datar
"Aku"ucap Arka datar membuat Syifa lega
"Mas Arka"ucap Syifa terduduk lemas memegang kepala nya
"Maafkan aku"ujar Syifa
"Kamu tidak apa apa"ujar Arka duduk di samping Syifa
"Iya"ucap Syifa lalu dia teringat ucapan Shopi
"Mas seharian ini kemana"tanya Syifa tiba tiba
"Di kantor lah"ucap Arka menatap wajah Syifa yg berubah
"Aku mau sholat dulu"ujar Syifa beranjak
"Aku bantu"ucap Arka ingin memegang tangan Syifa
"Ngak usah mas aku bisa"ucap Syifa lalu berjalan meraba -raba Arka heran menantap Syifa
###
Sejak pertanyaan itu Syifa jadi murung Arka merasa heran dengan Syifa yg sering menghidari nya Arka ke ruang kerja nya untuk melihat hasil rekaman kamera yg dia pasang setelah lama dia menemukan pelaku nya nanti dia akan urus sekarang dia harus menemani Syifa yg makan
"Bik Niar kemana ya"tanya Syifa membantu pembantu itu mencuci piring karna mereka habis makan
"Ohh pulang kampung nona"jawab nya berbohong tentu itu ulah nya Arka .Bibik itu pergi saat melihat Arka yg menyuruh nya pergi Arka mendekati Syifa lalu melingkar kan tangannya di perut Syifa membuat Syifa kaget
"Mas Arka"ujar Syifa kaget
"Minggir dulu mas aku mau mencuci"ucap Syifa
"Ngak biasa nya kamu kayak gini"bisik Arka.Syifa hanya pokus mencuci piring dengan Arka memeluk nya di pikiran Syifa saat ini adalah Arka kembali mengkhianati nya sedangkan Arka dia berusaha membentuk suasana romantis bersama Syifa
"Mas Arka aku udah mencuci mau istirahat capek seharian jalan kaki"ucap Syifa melepaskan pelukan Arka lalu memutar tubuhnya dengan pelan
"Apa yg terjadi"tanya Arka serius
__ADS_1
"Tidak ada"jawab Syifa berjalan Arka menarik Syifa dan menyudut kan nya ke dinding
"Kamu berani membohongi aku"kesal Arka
"Udah di baikin kamu menguji kesabaran ku"kesal Arka melangkah tapi langkah nya terhenti menoleh pada Syifa yg terdiam
"Ada apa sebenarnya dengan mu katakan pada ku"ucap Arka
"Aku tidak apa -apa mas"ucap Syifa gemetar Arka berusaha sabar
"Ayo ku antar ke kamar"ucap Arka memeluk bahu Syifa dan mereka menuju kamar tapi Syifa hanya diam
###
Pagi ini Syifa sama bersedih saat akan tidur semalam Syifa membelakangi nya apa lagi saat Arka mau berangkat kerja Syifa hanya berdiri di pintu depan membuat Arka keheranan sebenarnya apa yg ternyata dengan istri nya
"Apa yg membuat Syifa seperti itu"gumam Arka pokus menyetir lalu Arka mempunyai ide dia akan meminta bantuan dengan Zahra untuk bicara pada Syifa
"Assalamualaikum"ucap Zahra berdiri di depan Syifa yg duduk di taman Arka juga ada di belakang Syifa
"Waalaikum salam"ucap Syifa tersadar dari lamunannya
"Tumben ke sini"tanya Syifa
"Tidak hanya merindu kan mu"ucap Zhara duduk di samping Syifa
"Kamu bersedih"ucap Zahra menatap Syifa
"Kamu sok tau"ucap Syifa tersenyum mengosok tangan nya
"Terlihat dari mata dan ekspresi mu"ujar Zahra tersenyum
"Apa kamu kepikiran soal omongan sahabat kamu"tanya Zhara
"Hah aku tidak tau"ucap Syifa menghembus nafasnya dengan kasar lalu menatap ke depan air mata nya jatuh
"Aku ingin bisa melihat"lirih Syifa
"Kegelapan menyiksa ku rasa takut menghantui ku apa lagi aku tidak tau apa yg tengah aku hadapi saat ini"ucap Syifa lalu menoleh pada Zahra
"Tapi aku tidak bisa karna aku buta untuk selamanya"ucap Syifa menangis
"Aku ngak tau dulu nya kamu gimana tapi yg aku kenal kamu wanita tangguh dan kuat"ucap Zahra mengusap tangan Syifa
"Aku hanya beban untuk mas Arka aku selalu menyusah kan mas Arka apa mas Arka benar malu memiliki istri buta "ucap Syifa membuat Arka terkejut
"Kenapa kamu ngomong kayak gitu"ucap Zahra melirik Arka
"Kemarin aku ketemu lagi sama Shopi dia bilang mas Arka tidak menemani ku karna mas Arka ketemu dengan wanita yg jauh lebih sempurna dari ku"lirih Syifa pelan
"Aku ngak mau buta "lirih Syifa lagi
"Benar yg di katakan Shopi jika mas Arka mau bersama ku karna dia merasa kasihan pada ku dia bohong pada mu kemarin dia mengatakan hanya di kantor"ucap Syifa tertunduk Zahra mengengam tangan Syifa
"Aku ngak lemah Zah cuman aku berfikir jika mas Arka tidak bahagia bersama ku"ucap Syifa
"Jangan katakan itu"ucap Zahra
"Kita tidak tau rencana apa yg Allah siap kan untuk cobaan yg dia berikan"ucap Zhara tersenyum Syifa menghembus kan nafasnya kasar beban hati nya terasa ringan
Arka kepikiran perkataan Syifa tadi berarti Shopi bicara yg tidak-tidak tentang nya membuat Syifa kepikiran sampai seperti itu padahal Arka tidak bertemu cewek mana pun kemarin dia hanya di kantor karna memang sangat sibuk.Arka memanggil Arkan ke ruangannya dengan cepat Arkan masuk
"Ya ada apa bos"ucap Arkan masuk lalu duduk
"Aku mau kamu menyelesaikan satu pekerjaan"ucap Arka memainkan ponselnya
"Oke siapa yg akan aku bunuh"ucap Arkan santai membuat Arka mengerut kan kening nya menatap Arkan
"Ya kan biasa jika ada yg bilang aku mau kamu menyesuaikan pekerjaan pasti mau membunuh orang kan"ucap Arkan santai
"Kamu jangan membuat aku kesal"ujar Arka kesal
"Sorry"ucap Arkan tersenyum
"Dengar Shopi sudah menganggu Syifa sampai Syifa menuntut mau bisa melihat lagi aku ngak mau tau kamu harus memberi Shopi pelajaran dia juga menjelek-jelekkan aku pada Syifa"ujar Arka menggebu
"Hmm apa benih cinta tumbuh sampai kamu ngak mau Syifa menilai kamu jelek"ucap Arkan menggoda
"Sialan kerja kan saja"kesal Arka
"Oke"ucap Arkan lalu beranjak keluar untuk menyelesaikan tugasnya bagi Arkan sangat gampang mengusir tikus seperti Shopi
Arkan menemui Shopi yg bekerja di perusahaan sebagai sekertaris Arkan duduk di depan bos Shopi dengan angkuh nya dia duduk,lalu Shopi masuk di panggil bos nya
"Ada apa ya tuan Arkan ingin ketemu dengan seketaris saya"ucap nya bertanya
"Waw sekretaris anda sangat cantik"puji Arkan
"Terimakasih tuan"ucap Shopi tersenyum
"Tapi sayang mulut mu itu menganggu Presdir Karten Grub"ucap Arkan datar
"Maksud tuan Arkan"ucap Shopi bingung
"Jika kamu tidak ingin karir mu hancur jangan sesekali menganggu nona Syifa lagi atau saya sendiri akan menghancur karir mu"tajam Arkan
"S...saya tidak mengerti maksud tuan Arkan"ucap Shopi gugup
"Kamu kan yg bilang pada nona Syifa jika tuan Arka jalan dengan wanita lain padahal itu tidak ada sama sekali"ucap Arkan tajam
"M.... maafkan saya tuan"ucap Shopi menunduk mengepal kan tangannya
__ADS_1
"Peringat kan sekertaris anda tuan jika tidak saya akan menghancurkan anda dan sekretaris anda"ucap Arkan datar lalu berlalu
"Apa yg kamu lakukan Shopi kamu mau kita hancur hanya karna tingkah kamu yg konyol"ucap bos nya
"Maafkan saya pak tapi itu bukan salah saya nona Syifa yg mulai menghina saya"jelas Shopi
"Saya tidak butuh penjelasan mu yg saya mau jangan hancur mengajak saya kamu jangan sesekali menganggu nona Syifa"ucap nya tegas
"Iya pak maafkan saya lain kali saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi"ucap Shopi meminta maaf
Saat makan siang Arka menemui pelaku yg masuk ke kamar Syifa kali ini Arka akan memberi nya pelajaran dengan melaporkan nya kepolisi dengan tuduhan menganggu ketenangan dan meneror Syifa
"Tangkap dia pak"ucap Arka berdiri di depan pria yg makan dengan klien nya di sebuah restoran
"Apaan ini"ucap nya
"Maaf tuan Bara anda kami tanggap karna anda masuk ke rumah tuan Arka dengan menganggu nona Syifa serta meneror nya membuat nona Syifa ketakutan"jelas polisi itu menahan Bara
"Saya tidak bersalah pak lepas kan saya"ucap Bara
"Wah hebat sekali dengan mudah nya kamu menipu semua tapi tidak dengan saya karna saya punya bukti saat kamu masuk ke rumah saya tapi sayang istri ku udah aku aman kan"ucap Arka terkekeh menunjuk kan Vidio nya
"Pak itu hanya salah paham"ujar Bara membela diri
"Bawa saja pak biar dia bisa mencerna hukum jika di larang mendekati istri nya Arka Karten"ucap Arka tersenyum
"Sialan kamu Arka"kesal Bara
"Mari tuan"ucap polisi membawa Bara semua mulai bergosip sedang kan Arka hanya tersenyum puas lalu pergi dia akan pulang karna ingin menyelesaikan urusan nya dengan Syifa
"Istri saya di mana"tanya Arka masuk ke rumahnya
"Nona Syifa di kamar tuan"ucap nya Arka segera naik ke lantai atas lalu masuk ke kamar melihat gordennya di tutup Arka melihat di kasur yg ternyata Syifa tengah tidur siang Arka mendekat pada Syifa lalu meniup mata Syifa
"Emm apa ini"ucap Syifa serak mengibas ke udara Arka lalu mencium mata Syifa dengan lembut
"Emm mas Arka"ucap Syifa membuka mata
"Kenapa mau menghidari aku lagi"ucap Arka
"Aku mau istirahat mas"ucap Syifa membelakangi Arka
"Hei siapa yg izinin kamu istirahat hah"ucap Arka menarik telinga Syifa pelan
"Iss mas Arka aku mau tidur"ucap Syifa
"Hei sini"ucap Arka menarik Syifa untuk berbaring di pangkuannya
"Udah sholat belum"tanya Arka mengelus kepala Syifa
"Udah tadi"ucap Syifa masih tetap membelakangi Arka
"Aku tau kok kamu marah pada ku kamu mengira aku membohongi mu kemarin dan kamu mengira kemarin aku jalan sama cewek lain"ucap Arka
"Tidak"ucap Syifa cepat Syifa berfikir dari mana Arka tau
"Berani bohong pada ku"ucap Arka menyetil kening Syifa
"Sakit mas"ucap Syifa cemberut
"Ayo jujur"ucap Arka mendesak
"Ya aku marah mas Arka membohongi aku dan ngak mau nemenin aku karna mas Arka jalan sama cewek yg lebih sempurna dari aku"ucap Syifa
"Dan bodoh nya kamu percaya omongan Shopi"ucap Arka
"Dari mana mas tau"ucap Syifa heran
"Ngak penting"ujar Arka
"Kenapa kamu bisa percaya ucapan Shopi sedang kan dia sangat membenci mu dan hampir membunuh mu"ujar Arka menatap Syifa
"Mas juga ikutan Shopi membunuh ku apa aku juga perlu waspada dengan mas Arka"ucap Syifa serius
"Beda dong sudut pandang ku dulu dan sekarang itu beda"ucap Arka
"Coba kamu ingat aku ini Arka Karten apa sebelum nya saat aku punya kekasih aku menyembunyikan nya dari kamu tidak kan meski aku punya kekasih lain lagi aku ngak akan main di belakang mu jadi untuk apa aku berbohong soal kejadian kemarin apa aku takut dengan mu yg ada kamu yg akan harus takut pada ku"ucap Arka serius Syifa terdiam mencerna ucapan Arka ya memang benar Arka selalu semena mena dan tidak ada untungnya dia membohongi Syifa
"Aku benar kemarin Shopi hanya membohongi mu melihat aku jalan dengan wanita lain"ucap Arka mengengam tangan Syifa
"Maafkan aku mas"ucap Syifa duduk
"Hhmm"gumam Arka lalu memeluk Syifa
"Aku ini Arka Karten jadi sesuka aku melakukan apa kamu harus selalu percaya pada ku karna aku ngak akan berbohong pada mu"ucap Arka mengecup kening Syifa
"Iya maafkan aku"lirih Syifa mendongak dia merasa bersalah dengan Arka karna sudah salah paham
"Iya"ucap Arka tersenyum menangkup wajah Syifa
"Tapi mas aku mau bisa melihat aku ngak mau terus di bohongi dan di tipu"lirih Syifa
"Syifa kamu tau kan kamu itu buta permanen kamu ngak bisa lagi melihat tidak perlu melihat rasakan saja jika aku akan selalu ada di samping mu"ucap Arka mengarah kan tangan Syifa menyentuh wajahnya
"Jangan lihat wajah tampan ku tapi rasa kan wajah tampan ku ini"ucap Arka tersenyum
"Iss mas Arka genit"ucap Syifa mencubit pipi Arka
"Ck jangan berani ya"ucap Arka menjewer telinga Syifa
"Iss mas Arka ngak bisa di becandain"ucap Syifa cemberut
__ADS_1
"Ya kamu mau merusak wajah tampan ku"ucap Arka santai Syifa tersenyum dia merasa sangat bahagia Arka bisa bersikap seperti ini bahkan mereka jadi semakin dekat Syifa sangat senang bersama Arka