Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Memperjuang kan istri nya


__ADS_3

Pagi yg indah apa lagi semalam hujan turun dengan deras membuat udara nya dingin Syifa dan Arka masih bergelut di selimut tebal nya karna emang sangat dingin Syifa mengeliat makin erat memeluk pinggang Arka membuat Arka semakin memeluk bahu Syifa.Fatma bangun dia ingin membangun kan Syifa untuk sholat subuh Fatma berjalan menuju kamar Syifa membuka nya lalu menyalahkan lampu membuat kamar itu menjadi terang Fatma menganga melihat Arka tidur bersama Syifa


"Astaghfirullah"ucap Fatma menutup mulut nya lalu segera menutup pintu


"Arka ,Syifa"ucap Fatma membangun kan kedua nya Syifa menggucek mata nya mencari tangan Arka untuk dia gengam biar dia tidak takut


"Iya ma"ucap Syifa menguap Arka juga membuka mata


"Apa yg kamu lakukan ke di sini Arka"ucap Fatma serius


"Apa masalah nya Syifa istri ku"ucap Arka santai


"Iya tapi "Fatma bingung harus mengatakan apa dia melirik sekitar kamar baju Arka tergeletak


"Ma biarkan saja mas Arka di sini"ucap Syifa


"Iya jika ayah mu tau dia akan marah"ucap Fatma


"Dia ngak akan marah aku yg bicara pada nya"ucap Arka serius


"Mama jadi pusing terserah"ucap Fatma berlalu Arka berubah datar


"Mas aku mau sholat apa mas Arka mau ikut"ucap Syifa tersenyum


"Ngak"ucap Arka datar dia berfikir keras harus bagaimana lalu dia tersenyum lebar melirik Syifa


"Bentar"ujar Arka turun dari ranjang lalu mengintip dari pintu ada Fikram menuju kamarnya Arka tersenyum lebar lalu melepaskan celananya dan menuju kasur tanpa permisi Arka menindih Syifa


"Mas aku mau sholat lho"ucap Syifa gugup meski dia tidak bisa menatap wajah Arka tapi dia bisa merasa kan nafas Arka


"Ssttt nanti juga akan ku lepas"ucap Arka meletakkan jari nya di bibir Syifa lalu Arka membuka kancing baju Syifa


"Mas mau ngapain"ucap Syifa benar gugup


"Aku bilang diam"kesal Arka memegang tangan Syifa lalu mencium dada Syifa


"Mas"pekik Syifa kaget karna itu pertama kali Arka melakukan itu


Cklek


Fikram masuk dia kaget sampai langkah nya mundur alhasil Fatma menabrak nya dan mengeluh Fikram berubah serius melihat Arka mencium dada Syifa


"Hhmm"dehem Fikram


"Ayah"ucap Syifa kaget mendorong Arka


"Ayah"ucap Syifa gugup dia tidak tau ekspresi apa yg tengah tampak di wajah ayah nya


"Ada apa"ucap Arka santai menggoyang kan kaki nya


"Kamu ngapain di kamar putri saya"ucap Fikram serius


"Aku tidak masuk ke kamar putri tuan Fikram"ucap Arka santai


"Aku hanya tidur bersama istriku"ujar Arka santai melirik Syifa seakan mengatakan semalam mereka melewati malam yg panjang


"Kamu jangan bermain"kesal Fikram


"Siapa yg bermain tanya saja pada semua orang jika wanita ini adalah istri Arka Karten"ucap Arka santai


"Ayah dengar dulu"ucap Syifa


"Kamu diam Syifa"tegas Fikram membuat Syifa terdiam


"Apa kamu tidak malu bermain dengan wanita kamu ingin menikah dengan Nara lalu kenapa kamu malah tidur dengan putri saya"kesal Fikram


"Ngapain aku merasa malu lagian aku tidak merasa ingin menikah lagi aku rasa Syifa sudah membuat aku puas"ucap Arka santai sungguh Fikram merasa jengkel dengan Arka yg selalu menjawab kemarahannya


"Apa kamu lupa kalian sudah bercerai"ucap Fikram


"Aku rasa tidak karna aku sama sekali tidak menjatuhkan talak pada Syifa aku juga tidak pernah menanda tangani surat cerai ayah ngigo ya"ucap Arka santai


"Wah pintar sekali kamu mengelak apa kamu tidak malu apa yg kamu lakukan pada Syifa"ucap Fikram sinis


"Coba aku tanya apa Syifa merasa tidak malu apa yg dia perbuat di masa lalu"ucap Arka santai


"Maksud kamu"ujar Fikram


"Setiap manusia itu punya masa lalu jika Syifa menyesal atas apa yg dia lakukan di masa lalu kenapa aku tidak lagian niat ku bagus ingin memulai hidup bersama nya"ujar Arka tersenyum


"Ahh sudah lah kenapa ayah banyak berfikir mood ku jadi berubah"ucap Arka


"Ehh kenapa kamu masih di sini ayo cepat kata nya mau sholat"ujar Arka pada Syifa


"I....iya mas"ucap Syifa menuju kamar mandi karna dia sudah tau langkah ke arah kamar mandi Fatma menoleh pada Syifa dan mengikuti Syifa


"Ayah fikir aku akan menyerah tidak aku akan tetap memperjuang kan Syifa dan juga apa ayah tidak malu Syifa itu punya suami tapi ayah mau jodoh kan dia pada Bara dan asal ayah tau semua lekuk tubuh Syifa itu sudah ku miliki dan apa yg milik Syifa itu milik ku jadi aku katakan pada ayah milik ku aku tidak bisa membagi termasuk dengan ayah nya"jelas Arka tersenyum


"Cih tidak waras"ujar Fikram lalu berlalu tapi aneh nya Fikram menyungging kan senyum nya


####


Pagi ini Syifa punya tamu yg ternyata Zahra tapi Zahra tidak datang sendiri dia datang bersama Bara entah lah Zahra bingung apa mau Bara yg bisa tau jika Zahra akan memberikan laporan tokoh nya pada Syifa.Syifa hanya duduk menyimak apa yg Zahra baca dari berubah kenaikan tokoh mereka, Bara menikmati setiap wajah Syifa yg serius

__ADS_1


"Nah jadi itu keuntungan kita bulan ini"ucap Zahra menyerah kan amplok coklat besar pada Syifa


"Apa kalian udah ambil gaji dari sini"tanya Syifa


"Ohh tidak Syifa ini keuntungan murni"ucap Zahra cepat


"Begini aja Zahra dari semua pendapatan tokoh separuh kamu bagi dengan tuan Fikram lalu kamu baca berkas yg aku berikan pada kalian soal gaji sisa nya kamu bisa serah kan pada ku"ujar Syifa


"Bagian ku"ucap Bara tersenyum


"Apa kita pernah kerja sama"ketus Syifa


"Baik lah Syifa aku bagi dulu bagian tuan Fikram"ujar Zahra lalu mengeluarkan uang nya mulai menghitung


"Bara ngapain lagi ke sini"kesal Arka melihat Bara menatap istrinya


"Hhmmm seperti nya seru jika ada drama menyenangkan"gumam Arka lalu memutuskan kancing baju nya dan mencubit leher serta dada nya membuat dada putih Arka memerah Arka segera turun


"Zahra ngapain"ucap Arka berdiri di samping Syifa


"E...eh t... tuan Arka"ucap Zahra menunduk kan pandangan nya saat melihat dada Arka


"Mas pernah ketemu"tanya Syifa karena dia belum mengenal kan sahabat nya pada Arka


"Ya tentu"ucap Arka dengan mengumbar dadanya seakan dia melihat kan pada Bara


"Syifa nanti aku tunggu ya untuk melanjutkan hal semalam"ujar Arka mencium telinga Syifa yg tertutup hijab


"Ihh mas Arka ngapain sih"ujar Syifa merinding


"Tidak ada "ujar Arka dengan tersenyum meremehkan pada Bara


"Sialan"teriak Bara marah tidak bisa menahan rasa cemburunya


Bugh


Arka sampai terjatuh dari sofa karna pukulan Bara tapi yg di pukul malah menyeka darah bibirnya tersenyum sinis pada Bara


"Tuan Arka"ujar Zahra jadi panik


"Mas mas Arka"panggil Syifa mengulur kan tangan


"Ada apa ini"ujar Fikram datang karna mendengar keributan


"Tidak ada"ucap Arka santai lalu berdiri


"Kalian berdua ikut saya"ucap Fikram lalu berlalu bersama Arka dan Bara


"Emm emm emm"Devil masuk dengan bersenandung lalu duduk di samping Syifa


"Iss kak Devil"ucap Syifa kaget


"Kak lihat ayah kak dia manggil Bara sama mas Arka ke ruangan nya"ucap Syifa


"Arka, ngapain anak itu"kesal Devil


"Kak mas Arka udah baik lho mau memulai semua nya dari awal bersama ku"ujar Syifa memelas


"Baik lah sayang aku akan lihat dan membela belahan jiwa mu"ucap Devil mengelus kepala Syifa lalu berlalu


"Dasar kak Devil"ujar Syifa menggeleng


"Udah selesai Syifa aku pisah kan uang nya"ujar Zahra


"Nah kamu aja yg kasih gaji yg lain semua nya aku serahkan pada mu"ujar Syifa tersenyum


"Baik nanti aku laksanakan amana mu"ujar Zahra tersenyum


"Kalian kenapa ribut"tanya Fikram datar


"Jangan tanya kenapa aku ribut tapi tanya kenapa dia memukul ku"ujar Arka Seperti berpuisi


"Karna kamu berani menyentuh Syifa"teriak Bara mengcengkram baju Arka


"Seperti nya urat malu mu putus ya Syifa itu istri ku terserah aku lah mencumbu nya menyentuh nya atau pun menelan tubuh nya "ucap Arka mendorong Bara


"Ngak sadar kamu mau menikah"sindir Bara


"Aku heran deh pada kalian semua apa pernah aku berkata ingin menikah tidak kan dan satu lagi tuan Bara Adirata aku sudah memutuskan semua hubungan dengan adik mu jadi jaga adik mu baik baik"tegas Arka datar


"Stop"ucap Fikram


"Kamu Arka tidak pernah tidak membuat masalah selalu membuat masalah dan satu lagi jangan dekati lagi anak saya"ujar Fikram tegas


"Kenapa"ucap Arka santai


"Ya karna di hati mu masih ada perempuan lain jadi buat apa Syifa hidup bersama mu"ucap Fikram santai Arka terdiam bersamaan Devil masuk berdiri duduk di dekat Arka


"Jadi sadar diri kan"ujar Bara sinis Arka mengepalkan tangannya


"Apa salah aku hanya ingin bersama Syifa aku hanya ingin memulai dari awal bersama nya seperti nya ayah tidak mau Syifa bahagia"ucap Arka santai


"Ya aku akui aku banyak salah pada Syifa tapi kali ini aku serius pada Syifa tidak ada yg bisa menghalangi aku bersama Syifa lagian jika Syifa hamil anak ku bagaimana"ujar Arka santai

__ADS_1


"Itu tidak mungkin kamu tidak akan menyentuh nya"teriak Bara kesal


"Idih mulut nya itu tanya aja sama ayah mertua ku apa yg terjadi pagi tadi apa lagi semalam sangat dingin di kamar hanya ada aku dan Syifa "ejek Arka


"Ehh Arka kamu serius sudah menyentuh Syifa"bisik Devil penasaran


"Tentu saja"ucap Arka


"Bahkan ya aku yg mengambil kehormatan Syifa untuk pertama kali"ucap Arka tersenyum puas melihat Bara frustasi


"Aku tidak percaya"ucap Bara


Cklek


"Ayah aku hanya ingin memberi kan sesuatu"ujar Syifa masuk di pegang Fatma


"Masuk Syifa"ujar Fikram membuat Syifa dan Fatma mendekat


"Mau kasih uang hasil tokoh ayah"ucap Syifa tersenyum Fatma meletakkan amplok besar itu


"Syifa katakan apa Arka sudah menyentuh mu"ucap Bara serius


"Apaan sih"ketus Syifa


"Mama juga penasaran sayang apa kalian sudah melewati malam pertama"ucap Fatma dia juga penasaran


"Mama kok nanya kayak gitu aku malu itu privasi aku ma"ujar Syifa mengaruk kepalanya Arka hanya melipat tangan nya di dada


"Jawab saja Syifa"ucap Fikram ikut penasaran


"Iya sayang katakan"ucap Fatma mendesak


"Iya kami udah melewati malam bersama"ucap Syifa tersipu karna mama nya mendesak jawaban nya


"Apa"teriak Bara tidak terima


"Berapa kali"ujar Fikram penasaran mendekati Syifa


"Ayo katakan pada ayah"ujar Fikram karna desakan Fikram Syifa meraba wajah ayah nya dan berjinjit untuk berbisik wajah Syifa memerah sedang kan Fikram hanya tersenyum memeluk putri nya


"Dengar sendiri kan"ucap Arka santai


"Sialan kamu merenggut milik ku dan hak ku"geram Bara mencengkram baju Arka


"Ehhh jangan berani memukul nya"ucap Devil ingin menonjok Bara


"Sudah cukup"ujar Fikram


"Oke baik kali ini ayah akan memberi mu kesempatan lagi bersama Syifa jaga Syifa dengan baik dan bahagia kan dia"ujar Fikram


"Ngak bisa kayak gitu om bukan kah om udah mau pisah kan Arka sama Syifa"ujar Bara tidak terima


"Belum"ucap Fikram


"Aku tidak terima Syifa harus menikah dengan ku om sendiri setuju"ucap Bara tidak terima


"Apaan kamu Bara saya tidak pernah setuju saat kamu bilang mau menikah dengan Syifa karna memang Syifa masih istri nya Arka"ucap Fikram


"Apa om berusaha membohongi ku"kesal Bara


"Tidak sama sekali apa pernah saya bilang setuju setiap apa pun kamu minta tidak kan kamu yg salah diam nya saya sebagai persetujuan"ucap Fikram


"Om mempermainkan aku"ujar Bara tidak terima


"Hentikan Bara"ucap Syifa


"Ada apa dengan mu kamu masih ngak sadar dengan ucapan mu "ujar Syifa lagi


"Kenapa Syifa kamu lupa cinta ku pada mu bagaimana ayah mu memberi harapan pada ku"ucap Bara kecewa


"Bara ingat kah aku ini sudah menjadi istri nya mas Arka kamu tidak boleh seperti itu"ucap Syifa


"Aku mencintaimu Syifa"ucap Bara frustasi


"Astaghfirullah Bara berapa kali aku bilang aku ini sudah bersuami dan aku minta kamu stop mengikuti aku terus dan stop mengejar aku"ucap Syifa


"Aku ingin hidup bersama mas Arka"ujar Syifa lagi


"Tuh dengar apa yg Syifa katakan"ujar Arka


"Sampai kapan pun aku tidak akan melupakan mu"ujar Bara lalu berlalu pergi Syifa hanya mendengar langkah kaki Bara yg pergi


"Tapi ingat Arka jika sekali lagi kamu membuat Syifa menderita ayah ngak segan membawa Syifa"ucap Fikram memperingati


"Kapan aku menderita hidup bersama mas Arka ayah aku bahagia hidup bersama nya"ucap Syifa membela suaminya Arka terdiam menatap wajah Syifa lalu dia mendekati Syifa


"Baik lah aku tidak akan menyakiti nya aku akan berusaha menjaga nya dan membuat nya bahagia"ujar Arka memeluk pinggang Syifa


"Iss mas Arka apaan sih"ucap Syifa malu dan melangkah


"Ehh salah itu jalan menuju lemari"ujar Fikram tersenyum geli melihat Syifa salah tingkah


"Mas Arka makan nya pegang dong tangan aku"ucap Syifa tersenyum malu

__ADS_1


"Kamu lho yg minta aku pegang"ucap Arka mengengam tangan Syifa


."Ihh mas Arka"ucap Syifa sebal padahal Arka tidak tau jika Syifa sudah merasa sangat malu tapi Arka sangat suka menjahili nya dan menggoda nya


__ADS_2