Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
ketahuan pelaku nya siapa


__ADS_3

Arka duduk di kursinya memejamkan matanya sungguh semalam itu Arka merasakan mempunyai kenikmatan tersendiri Arka lalu teringat dengan Nara mau bagaimana hubungan nya mengingat itu membuat Arka pusing Arka membuka laptop nya mulai bekerja


Seorang pria tegap dengan tubuh yg kekar kulit yg putih mata nya terasa tidak asing di kenal di kota itu dia turun dari pesawat di belakangnya penuh dengan bodyguard dengan tubuh tegap pria itu menuju mobil yg sudah di siapkan setelah masuk mobil segera melaju wajahnya terlihat menyeramkan


"Apa data yg saya minta sudah selesai"ucap nya dingin dia sengaja menyelidiki dengan sendiri kasus yg di minta om nya.Dia mengulur kan tangan bawahan nya segera memberi bukti yg di dapat


"Apa kalian yakin ini pelakunya"ujar nya


"Iya tuan kami yakin bukti nya sudah lengkap"ucap nya


"Good"ucap nya datar lalu mendapatkan telpon.Pria itu mampir sebentar karna ada gejala di depan nya dia memakai kacamata turun tangan


"Ada apa bro"tanya nya pada seseorang


"Ohh itu ada mbak yg ngamuk karna dia di serempet"ucap nya santai


"Hhmm hanya hal kecil"ucap nya


"Makasih"ucap nya lalu dengan iseng menepuk pantat pria berambut panjang itu


"Ehh lihat pria itu cabul banget nepuk pantat wanita itu"ucap Zahra pada Zenap yg juga ada di sana lalu dengan geram Zahra memukul pria itu dengan tas nya


Bugh


"Hei apa masalah mu"kesal nya berbalik


"Tolong ada pria cabul"teriak Zahra


"Ada apa mbak"ucap semua


"Pria ini pak tadi saya lihat menepuk pantat wanita ini"ujar Zahra kesal pada pria itu dia benar tidak suka jika ada pria yg tidak sopan dengan wanita


"Wanita mana"ucap nya menahan amara dia kesal ada wanita memukul wajahnya apa lagi yg memukul hanya wanita debu yg menurut nya


"I...ini"ucap Zahra mata nya melebar saat melihat orang di samping pria tadi seorang pria yg ternyata pria itu berambut panjang yg memakai baju kaos putih


"Wah hanya salah paham nih mbak"ucap warga


"Hu yg benar dong mbak"ucap semua lalu pergi


"Bos Devil"ucap bodyguard nya mendekat


"M.... maafkan saya"ucap Zahra menatap Zenap meminta bantuan


"Bisa saja saya maaf kan kali ini bagaimana dengan wajah saya yg nona pukul"ucap pria bernama Devil itu mendengar bos nya bicara seperti itu bodyguard nya ingin mengambil senjata tapi Devil mengangkat tangan


"Jangan membuang waktu"ucap nya datar


"Kali ini saya maafkan jika sekali lagi berbuat salah pada saya nona tidak akan saya lepas"ucap nya lalu pergi


"Aduh Zahra kamu hampir membuat kita dalam masalah"ujar Zenap menepuk jidatnya


"Perasaan tadi pria itu wanita mirip tau"ucap Zahra menyengir lalu mengajak Zenap melanjutkan perjalanan


####


Arka pulang sore karna dia merasa kepalanya pusing Arka masuk ke kamar mendapatkan Syifa tengah membaca buku nya Arka melempar tas nya lalu berbaring Syifa melirik Arka sebentar


"Apa luka mu baikan"tanya Arka tanpa melihat Syifa


"Iya mas"ucap Syifa pelan lalu Arka menopang kepalanya dengan tangannya menatap Syifa


"Jika kamu tidak membuat aku marah semua ini tidak akan terjadi"ucap Arka mengusap kepala Syifa tanda peringatan


"Jika aku merengut hal berharga mu berarti kamu hanya milik ku aku tidak suka jika milik ku di sentuh orang lain"ucap Arka datar Syifa hanya mengangguk patuh


"Pijit aku merasa capek"ucap Arka lalu tengkurap karna merasa semua badan nya pegal Syifa meletakkan buku nya lalu mulai memijat bahu Arka


"Kepalaku pusing"ujar Arka memejamkan mata


"Aku pijit kepala mas Arka"ucap Syifa memijit kepala Arka


Arka di pijit Syifa sampai ketiduran saat dia bangun dia tertidur di pangkuan Syifa memeluk perut Syifa yg juga tertidur menyenderkan punggungnya di kepala ranjang Arka menatap wajah Syifa terlihat sedikit segar atas apa yg terjadi


"Emmm"Syifa merenggang kan otot lalu membuka matanya melihat Arka menatap nya Syifa tersenyum manis


"Mas"ucap Syifa


"Apa sedikit baikan"tanya Arka lalu duduk


"Lumayan"ujar Syifa tersenyum


"Kamu ya yg pindahkan kepala ku tadi jadi tidur di pangkuan mu"ucap Arka serius


"Ngak mas tadi saat mas Arka tidur aku pergi karna mau sholat saat aku mau nemanin mas Arka tidur mas malah meletakkan kepala mas Arka di pangkuan ku"ucap Syifa senyum yg sangat cantik


"Malah nyaman banget"goda Syifa tersenyum


"Enak saja karna itu aku ngak sadar jika sadar mana sudih"cibir Arka melirik jam ternyata sudah waktunya makan malam


"Mas Arka mau makan aku ambilin tadi seperti nya pembantu udah masak"ucap Syifa berdiri


"Ehh Syifa apa punggung mu udah membaik"ujar Arka segera berdiri


"Emm sedikit mas"ucap Syifa tersenyum melihat Arka mengkhawatirkan nya


"Coba sini aku lihat"ucap Arka santai


"Hah lihat"ucap Syifa gugup tentu dia malu


"Iya"ucap Arka menarik Syifa dan membalikkan badan Syifa dengan santai nya menyibak kan gamis Syifa melihat punggung Syifa yg terlihat sedikit merah Arka terdiam melihat nya seperti nya dia terlalu tempramen selalu memukul Syifa tapi bagaimana dia tidak bisa mengendalikan amara nya saat marah

__ADS_1


"Hah aku berharap kamu mau meninggalkan aku biar bagaimanapun kamu hanya korban di hubungan yg rumit ini"ujar Arka menurunkan gamis Syifa


"Meski mas Arka selalu menyakiti ku aku akan tetap di sisi mas Arka"ucap Syifa lalu berbalik


"Bagi ku mas Arka adalah suami yg terbaik mungkin semua orang berpikir aku menderita bersama mas Arka karna mas Arka selalu mengasari ku tapi untuk ku tidak"ucap Syifa tersenyum lalu dengan beraninya melingkar kan tangannya di perut Arka memeluk Arka untuk menghilangkan rasa takut nya pada Arka


"Kamu bodoh"ucap Arka membalas pelukan Syifa


"Ehh enak saja tadi mau makan kamu mau menggoda ku"kesal Arka baru tersadar melepaskan pelukan Syifa


"Mas Arka nyaman ya aku peluk"goda Syifa tersenyum


"Apaan sih"ketus Arka kesal


"Kamu di sini saja masih sakit biar aku ambil makanan kita makan di kamar saja"ucap Arka lalu pergi Syifa hanya tersenyum lalu ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya nya


Arka turun ke lantai bawah ingin menuju dapur untuk mengambil makan lalu Arka terkejut dengan pintu di buka secara paksa


Brak


"Sialan"teriak seorang pria kekar itu mendekati Arka yg masih terkejut


Bugh


"Kamu siapa"ucap Arka berdiri membalas pukulan pria itu


"Kamu tidak berhak membalas saya"teriak nya


"Pegang dia"perintah nya pada bodyguard nya


"Apa-apaan ini kalian siapa"ucap Arka tapi pria dengan tubuh besar memegang Arka sekitar berjumlah 10,pria itu membabi buta memukul Arka tidak ada henti Arka berusaha melawan


"Ehh henti kan"ucap Arkan datang


"Diam lah dia harus di lenyap kan"ucap nya dingin


"Biarkan saja Arkan "ucap Maya datang mendekati Arka


Plak plak


"Anak tidak tau diri"ucap Maya menampar Arka dengan keras


"Apa salah ku"ucap Arka berdiri pria itu memukul Arka lagi dengan amara menggebu


"Mati saja kamu sialan"teriak nya menendang dada Arka yg sudah babak belur tidak di beri kesempatan untuk melawan lalu mengeluarkan pistol


"Ma henti kan Devil bisa membunuh kak Arka"ucap Arkan


"Biarkan saja"ucap Maya .Pria itu menodongkan senjatanya pada Arka yg menahan sakit


Dor


"Mas Arka"ucap Syifa duduk di sebelah Arka menyeka darah pelipis Arka


"Jangan mengasihinya Syifa"ucap Maya


"Kenapa sih ma emang apa salah mas Arka sampai kalian menghakimi nya"ucap Syifa


"Karna dia yg hampir membunuh mu dia yg menusuk kamu 2 tahun lalu apa kamu tau itu"ucap Devil menahan amarahnya Syifa kaget melirik Arka kenapa keluarga nya bisa tau


"Dan aku harus membunuh nya"ucap Devil mencengkram baju Arka siap menonjok


"Kak hentikan aku mohon jangan sakiti mas Arka lagi"ucap Syifa memohon


"Seharusnya tanya dulu kesalahan di masa lalu Syifa itu apa hah dia menghina ibu ku merendahkan ibuku"ucap Arka mendorong Devil


"Kurang ajar"geram Devil


Bguh


"Mas Arka"ucap Sifa memeluk Arka melindungi suaminya


"Kak hentikan kakak bisa membunuh suami ku jangan sakiti dia lagi kak"mohon Syifa


"Syifa Arka yg sudah menusuk mu dulu"ucap Fikram yg hanya diam dari tadi


"Aku tau itu ayah"ucap Syifa


"Apa"ucap semua melotot


"Kamu gila ya Syifa kenapa hanya diam hah kenapa mau hidup bersama orang yg ingin membunuh mu"ucap Maya memegang bahu Syifa karna kesal


"Aku tau ma kesalahan mas Arka tapi bukan kah aku juga pernah bersalah kita bisa bicara baik baik"ucap Syifa lalu mendekati Arka lagi


"Mas nggak papa mas Arka berdarah"ucap Syifa mengelus darah di bibir Arka


"Dasar bodoh kenapa kamu lakukan Syifa"ucap Devil kesal


"Karna aku mencintainya kak ku mohon jangan sakiti dia lagi"ucap Syifa menatap Arka


"Berani kamu mencintai ku aku akan benar membunuh mu"ucap Arka pelan menahan sakit hanya Syifa yg bisa mendengar nya karna Arka tidak mau Syifa semakin terjebak di situasi ini yg sudah rumit biar gimanapun Arka suatu saat akan membuang Syifa atas izin mama nya


"Mas mau di bunuh kak Devil dia itu pria gila"bisik Syifa memeluk Arka dia tidak mau perasaannya di ketahui Arka yg seperti nya tidak suka jika Syifa menyukainya Syifa akan memendam perasaannya bukan takut mati tapi biar hubungan mereka tetap berjalan dengan baik


"Kita akan bicara baik baik"ucap Fikram


"Tapi om"ucap Devil


"Sudah ayo duduk"ajak Fikram,Syifa memampa Arka yg menahan perut nya lalu mereka duduk Syifa mengambil obat nya mengobati luka Arka


"Dari jauh ya aku datang hanya untuk mu mendapat kan tugas mencari pelaku pembunuhan mu ehh malah aku mendapat kan suaminya sendiri yg mau membunuh nya bagaimana aku tidak marah"ucap Devil menyilang kan kaki nya

__ADS_1


"Aku ngak mau bicara dengan kak Devil"ketus Syifa menuangkan obat dan menyentuh ke bibir Arka


"Sstt pelan pelan"desih Arka replek memegang tangan Syifa


"Iya mas ini aku pelan kok"ucap Syifa menurunkan tangan Arka lalu meniup bibir Arka dengan lembut mata Syifa terus menatap mata Arka


"Biar mama nya saja"ketus Devil menarik tangan Syifa


"Apaan sih"ucap Syifa sebal


"Harus nya kakak tuh bicara baik baik bukan malah mukulin mas Arka"kesal Syifa lalu menendang dengan kesal kaki Devil


"Ehh kamu nggak tau ya aku ini siapa berani menyakiti ku"ketus Devil


"Lagian kamu itu siapa sih mukul orang sembarang"kesal Arka menahan wajahnya yg terasa nyeri


"Kak Arka tidak tau pria ini siapa"ucap Arkan tidak percaya


"Mana ku tau dia siapa"ucap Arka kesal


"Dia ini Devil Ardiardo dia adalah sepupu kandung kak Syifa dalam arti ayah nya dan ayah kak Syifa saudara kandung benar kan tuan Devil"ucap Arkan


"Good"ucap nya memiringkan kepalanya lalu mencengkram baju Arka


"Jika kamu masih menyakiti Syifa saya benar membunuh mu"ancam Devil tidak main main


"Saya tidak takut"ketus Arka menepis tangan Devil


"Mas bisa diem nih ngak bisa jadi aku ngobati luka nya"ucap Syifa


"Pelan saja"ucap Arka


"Jadi Arka bisa kamu katakan kenapa bisa kamu melakukan itu semua"ucap Fikram serius


"Aku tidak terima lah dia menghina mama ku dan merendahkan mama ku "ucap Arka santai


"Seharusnya kamu udah tau Arka saat itu Syifa itu bagaimana"kesal Maya


"Aku hanya ingin memberi nya pelajaran ma"ucap Arka sebal


"Ayah ngak mau Syifa tinggal dengan orang yg ingin membunuhnya jadi Syifa kemasi barang mu saja mulai sekarang kamu akan tinggal dengan ayah"ucap Fikram


"Ohh aku sangat senang"ejek Arka seakan Fikram mengatakan itu Arka lah yg mau Syifa tetap bertahan


"Aku tidak setuju"ucap Syifa dan Maya


"Ayah aku ini istrinya mas Arka tugas ku selalu ada di samping nya"ucap Syifa


"Ayah akan memisahkan kalian"tegas Fikram


"Ayah ini ngomong apaan sih pernikahan aku baru 3 bulan"ujar Syifa


"Ya Fikram beri Arka kesempatan lagi"ucap Maya


"Iya ma aku udah ngak mau Syifa tinggal bersama ku"ucap Arka


"Mas ku mohon kali ini aja aku ngak mau pisah sama mas Arka beri aku kesempatan satu kali lagi untuk menyakinkan mas Arka"ucap Syifa mengengam tangan Arka


"Kok malah kamu yg memohon harus nya dia yg memohon Syifa"kesal Devil


"Uhh kak Devil itu ngak mengerti ya"kesal Syifa pada kakak sepupu nya ini,Arka menatap mama nya saat Maya acuh Arka hanya menghembuskan nafasnya


"Maafkan aku tolong beri aku kesempatan aku akan memperlakukan Syifa dengan baik"ucap Arka pada Fikram ,Arka tau mama nya tidak mengizinkan nya meninggalkan Syifa


"Baik kali ini ayah maafkan tapi jika kamu menyakiti Syifa lagi berniat akan membunuhnya lagi ayah benar akan mengambil Syifa benaran"ucap Fikram serius


"Iya ayah"ucap Syifa tersenyum lalu berdiri memeluk ayah nya


"Makasih ya"ucap Syifa senang


"Mau juga"ucap Devil berdiri


"Ngak boleh"ketus Syifa pada Devil


"Aku rindu emang ada yg bisa memerintah ku"ucap Devil memeluk Syifa dengan erat mencium puncak kepala Syifa


"Emm kesayangan ku sudah banyak berubah ya"ucap Devil mengusap wajah Syifa sayang


"Aku tuh kesal sama kak Devil ngapain mukul mas Arka harus nya kakak itu datang tanya dulu bicara baik baik ngak harus pakai kekerasan kan"ucap Syifa


"Ya soal kamu mana bisa aku bisa sabar sayang"ucap Devil


"Pokoknya kak Devil harus minya maaf"ucap Syifa


"Ya maaf kan aku ya"ucap Devil tersenyum menepuk kepala Syifa


"Buka sama aku kak tapi sama mas Arka"ucap Syifa


"Enak saja emang dia kira dia siapa dia yg salah harus nya dia yg minta maaf sama aku"ujar Devil kesal


"Tuh kan pokoknya nggak deh bicara sama kak Devil selalu buat aku kesal"ketus Syifa ngambek duduk di sebelah Arka


"Bodoh amat la emang gue pikirin gitu"ucap Devil santai


"Ma lihat lah kak Devil"kesal Syifa mengadu pada mama nya yg dari tadi diam.


"Sudah mama mu lagi ngak enak badan"ucap Fikram sebenarnya Fatma merasa bersalah memaksa Syifa menikah dengan Arka sekarang dia merasa cemas dengan Syifa


"Mama baik baik saja kan"tanya Syifa cemas


"Iya sayang mama baik kamu jangan khawatir ya"ucap Fatma tersenyum menyakinkan anak nya namun hati nya gelisah memikirkan Syifa tinggal dengan Arka yg mau membunuh nya dia tidak yakin dengan keselamatan Syifa

__ADS_1


__ADS_2