
"Orang itu mama nya ohh kak Devil sangat posensif bersyukur banget aku ngak punya suami posensif yg ada aku bisa gila"ucap Syifa menggeleng
"Kamu mau merasakan ke posensifan diri ku"bisik Arka dengan menyeringai Syifa tidak tau saja apa yg sedang Arka persiapkan
"Aku mau bertanya"ucap Zahra serius menatap mama nya
"Apa mama meninggalkan kami demi pria lain apa mama tidak menginginkan aku dan mau membunuh ku dan apa mama yg merencanakan kecelakaan ayah dan kakak"ucap Zahra serius
"Maksud nya"ucap Zea bingung
"Jadi gini saat paman bicara pada kami saat nyonya Margareta ikut serta, kami dia menjelaskan jika mama meninggalkan Zahra dan ayah nya karna demi pria lain dan anda juga pernah ingin membunuh Zahra sewaktu kecil dan juga anda yg merencanakan kecelakaan itu terjadi"jelas Devil
"Hah mama mengerti"ujar Zea sekarang dia paham
"Apa kamu tau nak dulu paman kamu pernah ingin memaksa mama kembali pada nya pada saat ayah kamu menjadi suami mama tapi jelas mama menolak lebih memilih ayah kamu saat itu paman mu berkata akan menghancurkan mama"ucap Zea
"Percaya lah nak mama ini sangat mencintai ayah mu dan mama sangat menyayangi kamu"ucap Zea mengusap kepala Zahra
"Sekarang mama sangat bahagia bisa bertemu dengan mu perjuangan mama tidak sia sia mencari mu selama ini"ucap Zea tersenyum mengusap wajah Zhara
"Boleh mama meminta sesuatu boleh kah malam ini kamu menginap di sini mama ingin bersama mu apa boleh"ujar Zea penuh harap
"Tentu boleh nyonya Zahra juga anak anda"ucap Fatma saat Devil ingin bicara
"Tapi ma bagaimana dengan mas Devil"ujar Zahra pada Fatma
"Jangan khawatir Devil sementara waktu akan menginap di rumah mama"ujar Fatma tersenyum
"Ngak bisa ma aku nanti"uaje Devil terpotong
"Apa takut merindukan nya hanya sementara Devil paling 2 hari atau satu minggu"ujar Fatma menatap Devil menggoda
"Sedetik saja terasa berat tanpa Zahra"batin Devil menatap Zahra
"Aku akan mengizinkan nya"ucap Devil tidak rela
"Ngak ikhlas"celetuk Arka santai
"Siapa bilang bahkan aku bisa sendiri tanpa Zahra dia hanya menyusah kan aku aja"ketus Devil
"Mas Devil jika ngak mau aku nginap di sini ngak papa nanti saat mas Devil kerja aku ke sini dan saat mas Devil pulang nanti bisa jemput aku"ujar Zhara
"Tidak itu tidak perlu"ketus Devil berlalu
"Nyonya Margareta kami pulang dulu kami rasa masalah nya sudah selesai"ujar Fikram
"Ohh iya terimakasih banyak atas bantuan nya saya banyak berhutang budi pada kalian"ujar Zea tersenyum menjabat tangan Fikram
"Dan untuk nyonya Karten soal perjodohan yg saya umum kan saya rasa itu tidak akan terjadi karna anak saya sudah menikah"ujar Zea tersenyum
"Tidak apa meski bukan anak kamu yg akan saya jodoh kan pada Arkan saya akan mencari kan istri untuk anak saya"ucap Maya
"Kami pulang nyonya"ujar Arka menjabat tangan Zea lalu mereka permisi pergi
"Zahra sebelum Devil pulang temui dia"ujar Fatma lalu berlalu termasuk yg lain
"Ma aku jenguk mas Devil sebentar"ujar Zhara lalu sedikit berlari menuju mobil Devil yg masih terparkir meski yg lain sudah mulai melaju kan mobilnya
"Mas Devil"ucap Zahra masuk mobil Devil hanya menatap ke depan mengengam kemudi dengan erat
"Jika mas Devil ngak suka aku bisa kok batalin nginap nya"ucap Zahra pelan
"Tidak perlu kamu baru bertemu dengan mama mu kalian bisa mendekat kan diri aku akan memberi mu waktu"ujar Devil datar
"Mas"ucap Zahra pelan
"Pergi saja jangan membantah ku"bentak Devil
"Maaf mas"ujar Zhara keluar dari mobil
"Sial sial sial dasar mulut sialan kenapa membentaknya"teriak Devil memukul pipi nya lalu menurun kan kanca mobil nya
"Kemari"ucap Devil tanpa menatap Zhara yg berdiri di samping mobil Zhara kembali lagi masuk ke mobil
"Kemari"ujar Devil lagi
"Kemana mas"ucap Zahra bertanya
"Duduk di sini"ucap Devil menepuk pangkuannya Zhara melihat sekitar lalu dengan pelan mendekat dan duduk di pangkuan Devil
"Aku akan izinkan kamu menginap di sini besok sebelum berangkat kerja aku akan ke sini"ucap Devil
"Iya mas aku akan menunggu mas Devil dan aku akan masakan mas Devil nasi goreng spesial"ujar Zahra tersenyum
"Sebelum itu "ujar Devil serius lalu tangannya memegang kepala Zhara yg tau apa yg akan Devil lakukan Zahra hanya memejamkan matanya lalu meletakkan tangannya di bahu Devil
"Mas ini di mobil"lirih Zhara saat merasakan Devil mencium nya dalam
"Hanya sebentar"ucap Devil kembali mencium Zahra tubuh nya semakin menekan tubuh Zhara
Pin......
Tubuh Zhara menekan klakson mobil membuat kedua nya saling pandang Zhara hanya tersenyum malu menatap Devil tapi Devil hanya datar.
"Udah mas"ujar Zhara malu
"Hhmm"gumam Devil mengusap bibir Zahra yg merah
"Sudah sana"ujar Devil
"Iya mas"ujar Zhara tersenyum ingin keluar tapi langkah nya terhenti menoleh Devil yg menyalah kan mobil nya
Cup
"Assalamualaikum mas"ucap Zahra mengecup pipi Devil lalu menutup mobil nya dan berlalu
"Aku menyukainya"gumam Devil tersenyum lebar lalu melaju kan mobil nya dengan rasa senang
"Kenapa mobil Devil"tanya Zea yg menunggu di depan pintu
"Ngak papa "ucap Zahra menunduk Zea hanya tersenyum melihat wajah Zahra
"Kamu mencintai nya"ujar Zea mengajak Zhara menuju kamar mereka
"Emm tidak juga aku menikah dengan mas Devil itu dengan alasan tidak wajar"ujar Zahra lalu bercerita kenapa mereka bisa menikah
__ADS_1
"Tapi mas Devil selalu baik pada ku memperlakukan aku dengan baik tapi aku sangat penasaran dengan isi hati mas Devil apa benar dia mencintai ku"ujar Zahra penasaran
"Mama bisa bantu"ucap Zea membuka pintu kamar
"Ohh ya"ujar Zahra di angguki Zea itu hal yg gampang untuk Zea
"Tapi apa kamu mencintai nya"ujar Zea bertanya lagi
"Ma dalam hidup ku belum pernah mengenal cowok aku hanya bekerja dan di rumah awal nya emang aku membenci mas Devil tapi dengan perlakuan nya yg manis membuat hati ku melulu dia juga tampan terlalu munafik jika aku mengatakan tidak mencintai nya meski rasa itu baru ingin tumbuh yg pasti aku sangat bahagia bersama mas Devil"ucap Zhara tersenyum
"Mari "ucap Zea duduk di kasur Zahra melihat isi kamar itu ada kain yg di pajang di lemari
"Itu kain terakhir yg kamu kenakan sebelum ayah membawa mu pergi"jelas Zea melihat tatapan Zahra
"Sini berbaring di sebelah mama"ucap Zea tersenyum Zhara menaiki kasur yg besar itu lalu kepala Zhara dia baring kan di pangkuan Zea
"Mama Fatma sangat baik setelah aku mengenal keluarga Sandoso itu banyak yg berubah dari ku"ujar Zahra menatap wajah mama nya
"Benarkah , memang apa yg beda"tanya Zea mengusap kepala Zhara mereka mulai bercerita banyak hal
"Meksi singkat malam ini sangat menguras tenaga mas "ucap Syifa berbaring di lengan suaminya
"Biasa aja"ujar Arka santai
"Iss mas ini orang itu haru bayang kan 23 tahun nyonya Margareta kehilangan keluarganya baru ketemu"ujar Syifa
"Masak iya mas ngak ke sentuh gitu"ujar Syifa
"Ya ngak"ujar Arka santai
"Udah ahh mending aku tidur saja"ujar Syifa
"Ngak boleh"ujar Arka menatap Syifa tangannya menyusup ke baju Syifa mengelus perut Zahra dengan tatapan lapar
"Ngak ada tadi mas Arka mengejek kak Devil"uajr Syifa menutup wajah Arka sebagai tangan nya
"Apa"ujar Arka melotot melepaskan tangan Syifa dari wajah nya
"Aku mau tidur lelah"ucap Syifa lalu memeluk Arka
"Aku rindu Syifa"ucap Arka cemberut tapi Syifa sudah terlelap Arka menghembuskan nafasnya lalu mengecup kening istrinya lembut
###
Syifa bergerak tidak nyaman dia mengerut kan keningnya dengan mata terpejam dia benar tidak nyaman Syifa memeluk perut nya pergerakan itu di rasakan oleh Arka dia membuka mata nya dan melirik Syifa yg tidak nyaman
"Syifa kamu tidak nyaman ya"ujar Arka lalu memeluk perut Syifa mengelus nya
Hoek
"Mas"ujar Syifaa bangun dia masih ingin tidur tapi perut nya mual
Hoek
"Kenapa"tanya Arka duduk
"Mual mas ngak enak"lirih Syifa pelan
Hoek
"Aku buatin teh hangat ya"ujar Arka cemas
"Rujak"ucap Arka melirik jam yg ternyata jam 2 pagi
"Mual banget mas kayak nya jika makan rujak akan mendingan"ucap Syifa
"Ya aku beliin ingat jika terjadi sesuatu kamu pencet tombol itu"tunjuk Arka pada tombol merah di samping kasur itu adalah alarm penghubung kamar Arkan dan Maya itu kode bahaya karna mereka sudah mulai tinggal di rumah Karten
"Iya mas yg cepat ya mas aku ngak mau mas tinggal terlalu lama"ucap Syifa
"Iya bentar ya"ucap Arka menciumi wajah Syifa lalu beranjak dan pergi Syifa jadi malas karna dia ingin mual
####
☀️☀️☀️
Jam sudah menunjukkan jam 7 pagi tapi Arka belum kembali dari mencari rujak yg di inginkan Syifa membuat Syifa cemas Arka juga di telpon ponselnya ketinggalan membuat Syifa merasa cemas dengan keadaan suami nya dari tadi Syifa terus mondar-mandir menunggu Arka pulang
"Syifa sudah tenang lah Arka akan pulang"ujar Maya duduk menyeduh teh nya
"Aku cemas ma udah lama mas Arka pergi"ucap Syifa duduk di samping Maya
"Te te ta ta ehh kok pada tegang"ujar Arkan menuju sofa
"Kenapa nih pada tegang"ujar Arkan menyeduh kopi
"Arka belum pulang"ujar Maya
"Tapi tumben kamu menyisir rambut serapi itu"ucap Maya
"Tidak ma"ucap Arkan tersenyum
"Assalamualaikum"ujar Arka masuk menenteng kresek
"Waalaikum salam"
"Mas kok lama sih aku khawatir mas ngak papa kan"ucap Syifa mendekati Arka
"Ya mana ada yg jual rujak malam malam jadi aku tanya sama tukak bakso dia bilang biasa yg jual rujak itu jual nya siang jadi aku langsung ke rumah nya minta di bikinin jadi lama deh bantuan dia bikinin rujak buat anak ayah"jelas Arka mengusap perut Syifa
"Ahh mas Arka makasih"ucap Syifa memeluk Arka
"Makasih mas Arka jadi ayah yg baik untuk anak kita"ujar Syifa tersenyum mencium pipi Arka
"Lagi"ujar Arka menunjuk bibirnya dengan cepat Syifa mencium bibir itu
"Ayo mas makan rujak nya"ucap Syifa menarik tangan Arka menuju dapur
"Aku juga mau berangkat ma"ujar Arkan tersenyum mencium tangan mama nya
"Ngak ke pagian"ucap Maya merasa heran dengan Arkan.
"Ngak ma"ucap Arkan lalu berlalu
####
__ADS_1
Devil pergi ke pusat belanja dia memilih kan sepatu untuk Zahra tapi dia lupa menanyakan sepatu apa yg di sukai Zhara dan ukurannya Devil berdiri di susunan sepatu itu menatap nya dia bingung memilih kan untuk Zahra
"Bisa ada yg saya bantu pak"tanya nya mendekat
"Saya mau beli untuk istri saya"ucap Devil
"Anda bisa memilih yg ini"ujar nya menunjuk hell
"Istri saya orang nya sederhana dia tidak akan mau memakai nya ehh tapi ini bagus juga"ucap Devil memilih kesukaannya dia tidak peduli yg di saran kan wanita itu Devil membeli nya setelah itu dia pergi untuk menjenguk istri nya yg amat dia rindukan
"Devil cari Zahra"ucap Aleksa melihat Devil
"Iya"ucap Devil datar
"Tuh di dapur"ucap Aleksa tersenyum Devil segera menuju dapur
"Hai"sapa Devil melipat tangannya ke belakang
"Mas harus nya bukan hai tapi assalamualaikum masak di ajari juga ucap salam nya"ujar Zahra tersenyum
"Kamu lagi apa"tanya Devil
"Emm buat kue bosan nunggu mas Devil ngak sampai"ujar Zahra
"Aku bawakan untuk kamu"ujar Devil menyerah kan tas belanja
"Apa ini mas"tanya Zhara
"Nemu di sampah"ujar Devil santai
"Masak sih"ujar Zhara lalu membuka7
"Wah aku suka banget yg ini"ujar Zahra mencoba sendal berwarna hitam
"Kok pas ya mas"tanya Zahra
"Itu hal gampang karna aku membayangkan saat mencium mu jadi aku tau ukuran kaki mu yg sudah biasa aku sentuh"ujar Devil santai
"Ya yg ini tinggi mas ngak mau ahh aku ngak biasa memakai nya"ujar Zahra melihat hell yg 5 cm
"Coba aja dulu "ujar Devil meletakkan hell itu ke lantai Zahra segera mencoba nya
"Tuh kan tinggi jika aku jalan kaki ku akan sakit"ujar Zahra lalu mencoba untuk jalan
Brak
"Aghhh mas kaki ku"ucap Zahra menjerit kaki nya ke selewo
"Ya ampun"ucap Devil segera mengendong Zahra meletakkan nya ke sofa
"Mas ahhh sakit aduh aduh"keluh Zahra
"Zahra nya kenapa"tanya Zea
"Selewo "ujar Devil memegang kaki Zhara
"Awww mas sakit"ucap Zhara menahan tangan Devil
"Aleksa panggil tukak urut"teriak Zea cemas
"Tapi apa ngak bawa ke rumah sakit"ujar Devil
"Kaki nya bengkak ini tulang kaki nya yg bergeser"ucap Zea melihat kak Zhara
"Aduh hu ya Allah sstt sakit mas"keluh Zhara memegang kaki nya
"Sstt tahan ini akan segera sembuh"ujar Devil mengusap tangan Zhara
"Ayo mbok cepat sedikit"ucap Aleksa menarik paru baya itu
"Mbok tolong kaki anak saya"ujar Zea khawatir
"Ini keselewo"ujar nya lalu mengeluarkan minyaknya
"Pelan ini terasa sakit"ucap Zhara meringis
"Iya nona tapi tahan sedikit yg ada nona tidak akan bisa berjalan"ujar nya mengoles kan minyak nya
"Tahan ya"ujar Devil
"Ya Zahra biar cepat sembuh ya sayang"ucap Zea memeluk Zhara
"Mama ngak usah nanti aku kesakitan malah nyakitin mama biar mas Devil aja dia kuat"ujar Zhara melingkar kan tangannya ke perut Devil
"Terserahlah yg penting itu bisa membantu mu mengurangi rasa sakit"ujar Devil mengelus kepala Zahra
"Tahan ya nona*ujar nya memegang kaki Zhara
krak
"Aghh"Zhaea berteriak tapi dia memeluk erat Devil, Zea hanya melihat Devil yg datar dan tidak ada teriakan Zhara lagi
"Mas"ujar Zahra mendongak
"Iya apa sudah mendingan"tanya Devil
"Maaf"ucap Zhara memelas lalu membuka kancing baju Devil
"Aku mengigit mas Devil maaf aku"ujar Zhara melihat dada Devil yg ada bercak darah Devil tersenyum tertahan Zahra menyentuh dada nya
"Tidak"ucap Devil menahan tangannya Zhara di dadanya
"Itu hanya seperti gigitan semut"ujar Devil
"Ini di olesin minyak angin biar ngak bengkak"ucap nya
"Terimakasih mbok"ujar Zea
"Mas aku jadi lemas boleh ke kamar"ucap Zhara dia merasa lemas
"Iya "ujar Devil mencium kepala Zhara
"Aleksa antar Zhara ke kamar"ujar Zea serius lalu Zahra di bantu oleh Aleksa
"Biar aku saja"ujar Devil
__ADS_1
"Tidak kemari lah mama mau bicara hal yg serius pada mu"ucap Zea serius
"Iya"ucap Devil kembali duduk Zhara tersenyum menatap Devil lalu melaju kan langkahnya menuju kamar nya