
Maya membuka pintu kamar Syifa membuat Syifa mengalihkan pandangannya dari buku yg dia baca dan tersenyum menatap Maya yg menatap nya serius Syifa ingin turun dari ranjang menyambut mertua nya tapi jika dia berjalan nya tidak stabil yg ada Arka yg akan di marahi mertua nya Syifa tidak mau itu
"Bagaimana kabar mu"ujar Maya duduk di samping Syifa
"Baik ma"ucap Syifa tersenyum
"Mama sendirian ke sini "ujar Syifa
"Iya sendiri ada yg ingin mama bicara kan"ucap Maya serius lalu mengeluarkan ponselnya soal berita Arka dan Nara
"Tapi sudah mama cegah mereka gagal menikah"ucap Maya
"Aku bersyukur mempunyai mertua seperti mama terimakasih ma"ucap Syifa memeluk Maya
"Sekarang kamu tidak perlu menyembunyikan perasaan mu mama tau perasaan mu sebagai istri yg suami nya ingin nikah lagi"ucap Maya
"Tidak ada wanita masa sekarang yg rela melihat suaminya nikah lagi"ucap Syifa bersedih
"Aku bisa apa ma mas Arka sendiri mencintai wanita itu"ujar Syifa sendu menatap mertua nya
"Mama tidak izinin kamu menyerah mama memilih mu karna mama tau kamu bertahan menghadapi Arka yg seperti itu mama memilih mu karna mama yakin kamu kuat memberi kan cahaya pada Arka"ujar Maya
"Ma jika mas Arka tidak mau mencintai ku bagaimana maaf ya ma apa mama tidak egois tidak merestui mas Arka nikah sama Nara"ucap Syifa
"Jika mama merestui mereka berdua mama jangan khawatir terhadap ku aku ikhlas ma melepaskan mas Arka dan aku akan minta mama Fatma tetap pada persahabatan kalian tanpa harus pecah hanya karna anak anak kalian"ucap Syifa dia bisa menerima kesakitan nya jika harus membuat Arka bahagia
"Jangan bodoh Syifa"ujar Maya
"Buat apa ma kami bersama tapi kebersamaan kami selalu menyiksa mas Arka tidak bahagia bersama ku"ucap Syifa
"Jika orang melihat dari sisi Arka maka mama terlihat egois tapi jika mereka mengetahui permusuhan keluarga kami maka orang akan mengerti"ujar Maya
"Jika Arka menceraikan mu ingin menikah dengan perempuan lain oke mama terima tapi bukan dengan Nara Adirata"ucap Maya
"Mama akan ceritakan permusuhan keluarga kami"ucap Maya serius
"Puluhan tahun lalu di mana keluarga Adirata yg paling berkuasa dan keluarga Karten hanya keluarga biasa keluarga Karten memiliki seorang putri dan keluarga Adirata memiliki seorang putra mereka berdua jatuh cinta sampai anak dari keluarga Karten hamil dan menuntut tanggung jawab tapi sayang keluarga Adirata tidak menerima itu karna tidak mau anak nya menikah dengan perempuan biasa apa lagi hamil di luar nikah dan apa yg terjadi mereka menghina dan mencaci nya dan apa kamu tau Syifa apa yg di buat keluarga Adirata saat itu mereka membayar preman untuk memper**** anak gadis yg hamil itu sampai meninggal tapi kakek buyut dulu tidak bisa apa apa karna tidak mempunyai kekuasaan malah mereka membuat berita saat kakek buyut melaporkan ke polisi mengatakan jika anak dari keluarga Karten itu seorang wanita penghibur"jelas Maya bercerita
"Tapi sebelum meninggal anak keluarga Karten menyumpah kan kedua keluarga apa bila ada yg bersatu di kedua keluarga akan selalu ada bencana menimpa "cerita Maya
"Saat kejadian itu kakek buyut bertekad akan menjujung keluarganya lalu keturunan selanjutnya kedua keluarga sudah seimbang tapi takdir mengulang lagi anak perempuan di keluarga Karten di hamili lagi oleh anak dari keluarga Adirata kali ini bukan karna kasta tapi kesombongan dan keangkuhan mereka menolak lagi bahkan menghina sampai anak perempuan itu gila dan meninggal "cerita Maya
"Tapi keturunan selanjutnya tidak terjadi karna mama sebagai anak dari Karten dan nyonya Sunanda adalah anak dari keluarga Adirata meski begitu rasa dengki nya selalu mengusik mama dan suatu hari usia Arka saat itu berusia 10 tahun dan kamu tau apa yg di perbuat Sunanda terhadap mama dia membuat suami mama menikahi adik nya dengan rencana menguras semua harta Karten mama berjuang mati matian membuat Arka dan Arkan tumbuh bukan untuk keluarga Adirata tapi untuk kehidupan yg layak mama berjuang mengembalikan perusahaan Karten"jelas Maya lalu mengengam tangan Syifa
"Mama tidak mau Arka mengalami bencana kematian karna bersama Nara tidak hanya itu Nara tidak lah pantas untuk Arka mama yakin Syifa kamu mampu mempertahankan Arka ngak kayak mama yg bodoh yg di tipu sampai Arka dan Arkan kehilangan sosok ayah"ucap Maya
"Mama mohon pada mu jangan menyerah terhadap Arka mama tidak mau Arka mendapat kan sumpah itu karna bersama Nara"ucap Maya sekarang dia memohon atas kehidupan anak nya
"Mama percaya pada mu tolong jangan tinggalkan Arka "mohon Maya
"Ma ma udah ma"ucap Syifa mencium tangan Maya
"Aku udah anggap mama seperti mama ku sendiri aku berjanji jika Allah mengizinkan nya aku akan tetap di sisi mas Arka selama nya aku tidak akan menyerah membuat mas Arka melupakan Nara dan aku berjanji jika Allah memang mentakdirkan kami kematian mas Arka akan di lalui oleh ku aku akan selalu melindungi mas Arka jika mama takut kehilangan mas Arka"ucap Syifa mencium tangan Maya seakan alam mendukung angin bertiup menerpa jendela menempus Syifa
"Terimakasih Syifa mama yakin kamu orang yg tepat untuk Arka"ujar Maya mencium kening Syifa
"Tapi ma apa mas Arka tau permusuhan turun temurun ini"ujar Syifa
"Iya Arka tau itu tapi dia tetap pada cinta nya itu Nara bukan lah wanita baik"ujar Maya sekarang Syifa mengerti Maya tidak merestui Arka bukan dia egois tapi Maya hanya ingin yg terbaik untuk Arka
Arka turun dari mobil bersama Arkan dan bersitatap dengan Bara dengan langkah besar Bara mendekati Arka ingin menonjok Arka tapi Arka memegang tangan Bara
"Jika kamu tidak mampu membuat Syifa bahagia lepas kan aku mampu membuat nya bahagia"ujar Bara murka
"Apa kamu tau semalam Syifa sangat menikmati aku berikan pijitin dahsyat"bisik Arka tersenyum nakal
"Sialan Syifa hanya milik ku meski kamu sudah menyentuh nya aku akan tetap mencintai nya dan akan tetap mengambil nya dari kamu"teriak Bara
__ADS_1
"Ck ck kasihan kamu ya Bara menginginkan istri orang"ejek Arka
"Aku akan menghancurkan mu"tajam Bara lalu pergi
"Kak menurut ku kakak harus mengelak untuk membalas keluarga Adirata lagian kakak kira keluarga Adirata tidak akan menjatuhkan kita"bisik Arkan
"Tidak akan Nara akan membela ku dan dengan penjelasan kami berdua yg ingin bersama aku yakin mama mau tidak mau akan merestui kami"ucap Arka tersenyum dan pergi
"Dasar bodoh"gumam Arkan lalu mendampingi kakak nya karna mama nya tidak bisa hadir karna menemui Syifa
Mereka di wawancara di bagian dua Arka dan Arkan bersama asistennya dan pengacara ada di meja sebrang dan keluarga Adirata yg lain ada di sebrang kamera penuh ingin menggalih informasi
"Kita dari keluarga Adirata dulu nona Nara bisa jelaskan dari berita yg lagi hangat soal pernikahan sirih anda dengan tuan Arka yg gagal itu bagaimana"tanya salah satu mereka Arka memandang Nara karna dia sudah memberi tau Nara rencana nya jika meraka menjelaskan hubungan mereka maka semua akan menyalahkan Maya dan mau tidak mau Maya merestui hubungan mereka
"Itu semua hanya kesalahan Arka yg memaksa saya menikah dengan nya bahkan dia mengancam akan membunuh kakak saya jika tidak mau menikah dengan nya"ucap Nara dan berita jadi heboh sekaligus terkejut termasuk Arka
"Tapi nona bagaimana dengan video pembicaraan anda dengan tuan Arka dan nyonya Maya"tanya nya
"Iya memang itu pembicaraan asli tapi nyata nya tidak nyonya Karten menggiring opini biar semua tau jika saya lah yg menggoda anak nya padahal kita semua tau permusuhan kedua keluarga mereka sekongkol ingin menjatuhkan keluarga kami"ujar Nara
"Ya benar lagian Nara akan segera bertunangan dengan anak dari keluarga Altef kalian bisa tanya dengan keluarga Altef dan kami akan mengundang kalian semua"ucap Sunanda tersenyum
"Apa semua benar nona Nara "tanya nya
"Iya benar sebenarnya tunangan saya adalah anak dari keluarga Altef"ujar Nara tersenyum
"Tuan Arka apa semua yg di katakan nona Nara itu benar"ucap nya bertanya pada Arka yg menatap Nara tajam Arka mengepalkan tangannya
"Jika benar kakak saya mengancam Nara apa dia tidak bodoh hanya dengan ancaman bisa termakan dengan ancaman itu padahal kita tau sendiri Bara berkeliaran terlihat aman apa Nara berusaha menghindari tuduhan yg mengatakan dia seorang wanita penggoda suami orang"ucap Arkan santai membela kakak nya
"Hei tutup mulut mu Arkan"ucap Nara emosi Arka berdecih tidak percaya
"Kak katakan sesuatu mereka menghina mama aku akan bertindak lebih jauh jika kakak hanya diam"bisik Arkan
"Diam bocah tengik"geram Arka membuat Arkan kesal
"Sebenernya saya mau mengajak istri saya tapi saya tidak suka jika milik saya di tatap semua orang jadi saya simpan istri saya di rumah saja"ujar Arka tersenyum ramah
"Jadi saya sebal dengan istri saya jadi saya hanya ingin mengeprenk istri saya kebetulan hari itu saya ke Bandung dan bertemu Nara jadi saya ingin memberi istri saya pelajaran pernikahan bohongan tapi sebelum itu terjadi mama saya datang dan sebenar nya nona Nara sengaja ingin menjatuhkan keluarga kami padahal saat itu dia menganggap saya serius dan ingin menikah sirih sampai mama saya salah paham jika kalian tidak percaya kalian bisa buktikan dengan video yg saat itu viral bagaimana nona Nara menghajar istri malang saya padahal di sana terlihat jika saya melindungi istri saya tapi Nara terus menghajarnya saya akui saya mempunyai hubungan dengan Nara tapi sebelum saya menikah dengan Syifa Emilia Sandoso yg sekarang menjadi Syifa Arka Karten"ucap Arka menegaskan kata terakhir nya Nara geram dengan Arka mengatakan itu
"Iya juga ya berita yg saat itu viral terlihat nona Nara tidak terima jika tuan Arka jalan bersama istri nya"ucap reporter itu
"Tutup mulut kalian"kesal Sunanda geram Arka hanya menyungging senyum pada Bara yg geram menatap nya
"Tenang kenapa kalian emosi kita hanya menjelaskan kebenaran soal kepercayaan itu urusan bagi yg menonton saja"ucap Arkan berdiri
"Wawancara nya selesai"ucap Arkan lalu Arka berdiri dan berlalu media mengejarnya
"Tuan Arka bisa kah anda menjelaskan soal perubahan nona Sandoso yg tidak pernah terlihat lagi"ucap nya tapi Arka berlalu tidak memperdulikan media
"Nona jelas kan hubungan anda dan tuan Arka"ucap nya mengejar keluarga Adirata yg di jaga bodyguard mereka pergi tidak akan memberi kejelasan lagi
"Sial apa maksud Nara mengatakan hal itu dia menghancurkan semua rencana ku apa mau nya"geram Arka memukul setir mobilnya
"Udah lah kak udah aku bilang kan Nara itu ngak layak untuk kak Arka"ucap Arkan santai
"Diam aku mulai kesal"ucap Arka sebal melaju kan mobilnya
"Ck aku kepikiran mas Arka"gumam Syifa tidak bisa fokus membaca setelah Maya menceritakan semua permusuhan itu dan juga hubungan Nara dan Arka
From Syifa
"Mas Arka makan siang nanti jangan lupa makan ya"
"Mas aku mau keluar lihat tokoh boleh ya"
"Mas Arka"
__ADS_1
"Mas Arka"
10 menit kemudian
To Arka
"Selangkah kamu turun dari kasur maka aku akan mematah kan kaki mu" Arka mengirim striker marah
"Ck mas Arka kok gitu sih aku jadi bosan"gumam Syifa mendapat kan balasan pesan dari Arka lalu Syifa meraih laptopnya melihat ada pesan email dari Zahra yg mengatakan barang sudah datang dan mereka sudah mengurus nya Syifa tersenyum melihat perkembangan tokoh nya teman nya semangat dan serius membangun tokoh itu
###
🌙🌙🌙
Arka bersiap akan pulang membereskan barang nya lalu Arkan masuk terlihat akan pulang Arkan merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya
"Mama mau bicara"ujar Arkan
"Ck apa lagi sih"kesal Arka mengambil ponsel Arkan dan sambungan tersambung
"Apa lagi ma "ujar Arka kesal
"Urusan ini sudah selesai mama tidak akan ikut campur urusan mu sekarang terserah kamu mau melakukan apa mama hanya mengingat kan perlakukan Syifa dengan baik mama lihat tadi seperti nya kalian beda kamar"ujar Maya
"Terserah aku dia istri ku"kesal Arka
"Itu bukan permintaan tapi permohonan ajak Syifa satu kamar dengan mu itu saja"ucap Maya lalu mematikan telponnya
"Takut tergoda ya kak aku yakin seperti di novel lain nya saat kak Syifa baru selesai mandi dia terlihat seksi di mata kak Arka dan kak Arka tergoda terjadi hal hal di inginkan semua orang"ujar Arkan menggoda
"Apaan sih ingat bocah di larang melihat hal dewasa"ucap Arka lalu berlalu setelah menyerah kan ponsel Arkan
"Apaan sih"ucap Arkan kesal mengejar kakak nya
Arka merenggangkan dasi nya yg mencekik lehernya dia tidak menyangka Nara memutar balik kan fakta bukan nya membela nya malah seakan membuat Arka lah yg bersalah dan yg jahat tapi bersyukurlah Arka memiliki kata yg pas ,Arka naik tangga lalu teringat perkataan mama nya Arka menghembuskan nafasnya kasar menuju kamar Syifa
Cklek
Arka melihat Syifa tertidur di kasur nya dengan damai Arka mendekati Syifa lalu sedikit membungkuk untuk menepuk bahu Syifa
"Syifa Syifa"panggil Arka sedikit berteriak agar Syifa bangun
"Astaghfirullah aku ketiduran"ucap Syifa mengucek matanya
"Kamu emang pemalas"ucap Arka
"Sekarang bangun tidur di kamar ku mulai sekarang kita satu kamar"ujar Arka datar
"S...satu kamar"ucap Syifa tidak percaya dia tersenyum seperti rembulan mengangguk semangat dan mengibaskan selimut Arka memegang tangan Syifa
"Jika masih sakit ayo naik ke punggung ku"ucap Arka serius
"Masih sedikit sakit sih"ujar Syifa itu kesempatan nya biar lebih dekat dengan Arka ya emang masih terasa sakit ,Syifa berdiri di atas kasur
"Sini aku pegang tas nya beres nya nanti aja kan bisa besok"ujar Syifa tersenyum
"Terserah"ucap Arka berbalik lalu Syifa naik ke punggung Arka melingkar kan tangan nya di leher Arka dengan tas dan mereka keluar kamar Syifa meletakkan dagu nya di bahu Arka lalu dia mengeryit melihat ada seorang perempuan
"Mas itu siapa"tanya Syifa
"Pembantu di rumah ini"jawab Arka singkat
"Apa ada pria mas"tanya Syifa sedikit khawatir karna dia tidak memakai jilbab keluar kamar
"Tidak ada kenapa mau tebar pesona"ketus Arka lalu masuk ke kamar nya Syifa hanya menggeleng tanda tidak Arka menurunkan Syifa ke kasur
"Tidur saja aku mau bersihin badan"ucap Arka melepaskan jas nya
__ADS_1
"Mau aku bantu"tanya Syifa tersenyum Arka yg tadi membelakangi nya berbalik menatap Syifa tajam
"Coba buka celana ku jika kamu mau membantu ku"tantang Arka dia sebal Syifa terus bicara melihat itu Syifa dengan cepat takut berbaring dan menarik selimut dia takut saat Arka mengulang hal itu bahkan jalan saja dia sudah tidak bisa selama dua hari bayangkan keganasan Arka seperti apa