
Semalam Arka tidak tidur karna pekerjaan nya pagi ini dia ada pertemuan dengan media sesuai jadwal yg Arkan tentu kan .Arka sudah rapi dengan setelan jas keluar dari rumah menenteng tas nya lalu masuk mobil Arka segera melajukan mobilnya.Setelah beberapa puluh menit Arka sampai dia membuka kancing jas nya lalu turun dari mobil seketika dia didatangi para awak media yg menuntut kebenaran
"Baik baik saya akan jawab semua pertanyaan kalian tapi tidak di sini kita bicara di dalam"ucap Arka akhirnya semua setuju mereka mengikuti Arka di mana jadwal yg di janjikan
"Tuan Arka pertanyaan apa benar anak yg di kandung nona Nara bukan anak anda"tanya nya langsung sebelum menjawab Arka meneguk botol minuman di depan nya
"Seperti yg kemarin saya jelaskan saya tegaskan anak itu bukan lah anak saya karna saya tidak pernah menyentuh Nara di saat itu"ucap Arka serius
"Tuan apa Anda tidak egois apa anda pernah meniduri nona Nara dan sekarang anda mencampakkan nya"ucap nya serius
"Tidak saya tidak pernah meniduri nya dia aja yg berusaha menjebak saya mengatakan anak itu anak saya"ucap Arka
"Saya harap kalian tidak mempermasalahkan berita ini karna ini berpengaruh dengan pekerjaan saya"ucap Arka serius
"Lalu di mana keberadaan nona Syifa"tanya nya
"Istri saya tidak ada di kota ini karna dia akan melakukan operasi mata saya ingin sekali ada di samping nya tapi saya harus membereskan kekacauan ini "ucap Arka
"Buat kalian semua jangan memperpanjang masalah ini saya harus pokus pada pekerjaan saya"ucap Arka serius lalu berdiri media masih ingin meminta informasi tapi Arka sudah berlalu
###
Di sisi lain Syifa sudah sadar dari operasi nya Maya juga sudah bicara pada Syifa tapi dia tidak mengatakan kebenaran tentang Arka biar Arka nanti bicara pada Syifa karna Maya yakin Arka akan datang tepat waktu.Sebenarnya Syifa berusaha bertanya mengenai Arka dan pernikahan itu tapi mereka tidak menjawab nya membuat Syifa sangat bersedih .Syifa melingkar kan tangannya di bahu nya mengusap nya pelan dia sangat merindukan Arka saat ini dia ingin berada di sandaran ternyaman di dada Arka merasakan kecupan lembut mendarat di keningnya Syifa sangat rindu Arka
"Syifa"ucap Maya mendekat bersama Fatma
"Apa kamu tidur"tanya Fatma melihat Syifa berbaring dan terdiam
"Tidak"lirih Syifa pelan
"Lalu kenapa"ujar Maya heran
"Aku sangat merindukanmu mas Arka ini sudah lewat yg di janjikan tapi kenapa mas Arka belum menemui ku"ucap Syifa pelan
"Masih aja mikirin Arka mungkin dia lagi bulan madu dan tidak akan peduli pada mu"ujar Fikram tapi dia tersenyum yg tidak bisa Syifa lihat
"Ayah selalu bicara seperti itu"ucap Syifa cemberut
"Sudah jangan membuat kamu sedih sendiri"ujar Fatma mengusap kepala Syifa
"Besok mata mu akan di buka oleh dokter"ujar Fatma
"Dan kamu bisa melihat kebenaran nya"ujar Fatma tersenyum
"Iya ma"ucap Syifa pelan
"Ma kak Devil kemana kenapa hari ini dia tidak datang menjenguk ku"tanya Syifa heran karena Devil selalu menemani nya
"Devil tadi dia ada beberapa pekerjaan nanti juga dia akan datang"ucap Fatma tersenyum
####
Setelah melewati beberapa hari akhir nya hari yg di tentukan tiba perban mata Syifa akan segera di buka tapi Syifa menunda nya karna Arka belum tiba alhasil dia di omeli Fikram membuat Syifa cemberut karna Arka belum datang . Semua keluarga sudah berkumpul untuk melihat mata Syifa di buka mereka menunggu dengan gugup takut operasi nya gagal
"Nona Syifa gugup"tanya dokter itu memotong perban itu dengan pelan
"Benar saya mau mengengam tangan suami saya"ucap Syifa pelan
"Tangan ku aja"ucap Devil membuat Syifa mencibir nya
"Semua cemas takut operasi gagal tapi nona mencemaskan suami nya"kekeh dokter itu tersenyum
"Dok apa anda mengenal saat kenapa anda terlihat akrab dengan saya"ucap Syifa penasaran dokter itu tidak menjelaskan apa apa
"Jika anda bisa melihat anda akan mendapatkan jawaban nya"ucap nya tersenyum lalu perban itu lepas dengan pelan dokter itu mengambil kapas di kedua mata Syifa
"Buka pelan-pelan nona"ucap nya
"Huh ma aku aku mau mama gengam tangan ku"ujar Syifa mengulur kan tangannya dia gugup
"Iya sayang"ucap Fatma mengengam tangan Syifa lalu mengecup nya Syifa dengan pelan membuka mata nya perlahan dia melihat samar samar dia bisa melihat samar samar lalu pandangan Syifa tertuju sosok di balik pintu yg tersenyum pada nya Syifa tersenyum sempurna
"Mas Arka"ucap Syifa tersenyum lalu memejamkan matanya karna cahaya terasa menusuk mata nya
"Pelan saja nona "ucap nya tersenyum
"Di sini kami Arka mulu"ketus Devil
"Tidak aku benar melihat mas Arka"ucap Syifa kembali dengan pelan membuka mata nya sekarang dia bisa melihat semua dengan jelas tapi dia malah bersedih
"Kok hilang"ucap Syifa kembali memejamkan mata nya
"Syifa kenapa kamu bisa melihat kami kan"ujar Maya cemas
__ADS_1
"Bukan ma aku bisa melihat tapi tadi ada mas Arka tapi kok hilang"ucap Syifa cepat Maya mengeleng pelan
"Kelamaan aku mau kamu mengatakan apa bisa melihat"ucap Devil tidak sabaran Syifa membuka matanya dan bisa melihat dengan jelas semua nya
"Ma coba lihat"ucap Syifa semangat menunjuk sosok Arka yg mendekat semua menoleh
"Aku menepati janji kan"ucap nya tersenyum
"Mas"ucap Syifa merengkuh tubuh Arka memeluk dengan erat
"Wah sepertinya sudah sangat tidak sabar menyentuh tubuhku"ucap Arka tersenyum mengusap punggung Syifa
"Iss"Syifa mendengus dengan Arka menyentuh wajah Arka yg sedikit lebam
"Mas wajahnya kenapa"tanya Syifa penasaran Arka tersenyum memegang tangan Syifa di wajahnya lalu mencium nya
"Tidak apa"ucap Arka ingin naik ke kasur Syifa
"Ehhh di sini masih banyak orang"ucap Fatma mencegah Arka
"Ohh iya"ucap Arka menyengir mengaruk kepalanya Syifa tersenyum lalu menoleh ke samping wajah nya terkejut nya terlihat dokter itu
"Kamu"ucap Syifa pada dokter itu
"Iya Gita"ucap nya tersenyum Syifa memeluk dokter itu
"Maafkan aku"bisik Syifa pelan wanita itu tersenyum mengusap punggung Syifa
"Saya merasa terkejut dengan perubahan nona Syifa sungguh"ucap nya tersenyum
"Beberapa tahun yg lalu aku mencari mu tapi mereka bilang kamu sudah pindah aku belum sempat meminta maaf"ucap Syifa wanita itu adalah salah satu orang yg sering Syifa bully dulu
"Serius"ucap nya
"Iya kejadian beberapa tahun lalu membuat aku menyadari kesalahan ku jadi aku mau minta maaf pada semua orang yg aku sakiti termasuk kamu maafkan aku segenap hati"ucap Syifa mengengam tangan Gita
"Nona kesalahan anda sudah saya maaf kan jauh sebelum anda meminta maaf "ucap nya
"Ehh tapi kok kamu di sini"tanya Syifa penasaran
"Iya nona saat saya masih kuliah Abi saya sakit jadi kami harus pindah dan Alhamdulillah keadaan nya sudah membaik dan saya bekerja di sini"jelas nya
"Terimakasih"ucap Syifa memeluk nya erat
"Nona selama beberapa bulan ke depan jaga kesehatan mata anda makan makanan yg sehat perbanyak makan buah dan saat anda keluar atau semisal menonton memainkan ponselnya yg mengakibatkan mata anda menerima cahaya yg berlebihan saya saran kan anda memakai kaca mata"jelas nya
"Iya aku akan menjaga nya terimakasih"ucap Syifa
"Alhamdulillah akhirnya kamu bisa melihat nak"ucap Fikram memeluk Syifa dengan erat
"Iya ayah "ucap Syifa tersenyum
"Ehm Fikram"dehem Maya melirik Arka
"Ohh ayah melupakan sesuatu jika seperti nya ayah sangat merindukanmu mama mu"ucap Fikram tersenyum
"Kenapa ayah"ucap Syifa heran
"Tidak apa ayo sayang temani ayah sebentar"ucap Fikram memeluk istrinya berlalu mengajak Devil
"Dok mari"ucap Maya mengajak dokter Gita pergi
"Kok semua pergi"ucap Syifa dia jadi gugup melihat Arka
"Tidak apa mereka memberi waktu untuk kita"ucap Arka duduk lalu meraih tangan Syifa
"Aku senang kamu bisa melihat wajah tampan ku"ujar Arka tersenyum Syifa tersipu malu malu
"Mas Arka kepedean"ucap Syifa tersenyum
"Ohh ya mas bagaimana dengan pernikahan mas Arka dengan Nara"ucap Syifa penasaran
"Maafkan aku"ucap Arka serius mencium tangan Syifa
"Maaf kan aku karna"ucap Arka membuat Syifa makin penasaran
"Kenapa mas apa pernikahan nya terjadi"ucap Syifa cemas
."Maaf kan aku Syifa selama ini aku tidak menyadari jika kamu kamu"ucap Arka serius
"Kenapa mas katakan"ucap Syifa khawatir
"Jika ternyata kamu begitu cantik"ucap Arka tersenyum
__ADS_1
"Ihh mas Arka"ucap Syifa mengulum senyum nya malu malu Arka terkekeh pelan lalu mencium kening Syifa
"Semua sudah selesai emang ngak melihat di televisi"tanya Arka
"Aku kan baru bisa melihat mas aku berusaha bertanya pada semua tapi tidak ada yg menjawab pertanyaan ku"jelas Syifa
"Ini"ucap Arka mengeluarkan ponselnya memperlihatkan videonya pada Syifa
"Aku sampai babak belur karna"ucap Arka terpotong dia teringat ucapan Aril tangan kanan Devil jika Devil tidak mau semua orang tau jika dia seorang mafia berbahaya termasuk keluarga nya
"Ya kenapa mas babak belur"tanya Syifa menjeda video nya
"Mengambil bukti itu anak buah John bekerja di markas mafia ini jadi aku harus berduel dengan nya baru di izinkan bertemu dengan anak buah John"jelas Arka
"Tapi mas kok mas menjelas kan depan media kasihan Nara"ucap Syifa
"Apa"ucap Arka menatap wajah Syifa
"Ya mereka yg mengundang media mereka ingin mempermalukan keluarga Karten dan menjatuhkan nama baik keluarga Karten jadi aku mengungkap kan di depan media aku juga ngak niat tapi mereka sudah ada di sana "jelas Arka
"Aku senang jika mas Arka terbukti tidak menghamili Nara"ucap Syifa tersenyum
"Iya"ucap Arka berdiri duduk di samping Syifa memeluk Syifa dengan erat
"Tapi mas sedih ya gagal lagi nikah sama Nara"ucap Syifa mendongak
"Tidak"ucap Arka tersenyum
"Dia keterlaluan melakukan itu semua jadi aku tidak mau menikahi wanita itu dulu saat aku tau jika dia pernah mengkhianati aku pernah hamil dengan John aku memberi nya kesempatan tapi kali ini aku sadar aku memang mencintai nya tapi aku ngak mau mengulang kesalahan lagi tidak mau terlihat bodoh memaafkan nya lagi lagian aku sudah memutuskan ingin hidup bersama mu"jelas Arka mencium tangan Syifa
"Terimakasih mas"ucap Syifa tersenyum sekarang dia tidak akan menuntut cinta nya Arka dengan Arka seperti ini sudah membuat Syifa sangat bahagia
"Hhmm"dehem Arka tersenyum menatap bibir Syifa yg mengerti maksud Arka
"Mas"ucap Syifa menyadari nya Arka memajukan kepala nya dengan terus menatap bibir mungil itu Syifa menahan nafasnya menatap mata Arka yg mampu di lihat Syifa memegang bahu Arka memejamkan matanya siap menerima kecupan Arka
Cklek
"Arka ngapain"ucap Maya masuk menghentikan bibir Arka yg sedikit lagi menyentuh bibir Syifa
"Mama mas"ucap Syifa ingin mendorong Arka tapi Arkq menahan tangan Syifa di dadanya
"Percaya pada ku"ucap Arka pelan
"Tidak ada ma hanya membenarkan tidur Syifa yg tidak nyaman"ucap Arka merapi kan banyak Syifa dan membaringkan Syifa dengan pelan Syifa tersenyum Arka paling bisa berbohong
"Ohh gantian mama mau sama Syifa"ucap Maya santai Arka ingin protes dia datang jauh-jauh karna merindukan Istri nya tapi Arka teringat dia belum menggajar Devil
"Ya ma"ucap Arka
"Aku pergi sebentar sama mama dulu"ujar Arka mengusap bahu Syifa lalu berlalu pergi Maya mulai melayangkan tatapan menggoda nya pada Syifa
"Heh Devil"ujar Arka melihat Devil bicara pada Fikram di depan kamar inap Syifa
"Waw"ucap Devil terkekeh
"Ikut dengan ku"kesal Arka berlalu menuju luar rumah sakit Devil mengikuti nya
"Sialan "kesal Arka memukul perut Devil
"Lihat wajah ku babak belur kamu emang tega ya membiarkan aku kesakitan kenapa ngak langsung saja berikan bukti nya"kesal Arka
"Santai"ujar Devil menahan perut nya yg di pukul Arka
"Aku hanya ingin melihat kesungguhan mu"ucap Devil terkekeh Arka kesal ingin menonjok Devil lagi
"Hati hati ini daerah kekuasaan ku kamu bisa dalam bahaya"ucap Devil menyeringai
"Sialan"ucap Arka geram
"Aku kesakitan sialan"ucap Arka menggebu
"Tidak penting sekarang aku yakin jika kamu sungguh menerima Syifa"ucap Devil menepuk bahu Arka
"Aku tidak berjuang demi nya tapi aku berjuang demi nama baik ku"ketus Arka dia sangat kesal dengan Devil
"Ohh ya mama Fatma bilang bersama mama mu mereka melihat dengan jelas jika di mata mu penuh kerinduan menatap Syifa makan nya tante Maya masuk mengagal kan kamu mengobati rasa rindu"ujar Devil dan berlalu
"Apa ,sialan"geram Arka mengikuti Devil
"Tapi keamanan markas mu payah percuma terkenal dengan mafia menakutkan tapi kok anak buah mu kakah melawan ku"ejek Arka berjalan menuju kamar Syifa
"Aril emang ngak jago amat dalam berkelahi tapi strategi nya yg hebat kami tidak memakai pukulan melawan tapi mengunakan pistol aku sedikit cemas jika Aril akan menembak mu tapi aku yakin kamu menang karna sepanjang jakan Syifa terus mendoakan mu"ujar Devil santai membuat Arka mendengus sebal dengan ucapan Devil
__ADS_1