Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Menolong tidak di lihat dari siapa yg akan kita tolong


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti biasa Syifa hanya diam menyiapkan makanan untuk Arka dia juga duduk dengan tenang karna itu rumah menjadi sunyi tidak ada kekesalan Arka yg selalu mengomel Arka pun hanya acuh karna itu lebih baik Arka sarapan dengan melihat ponselnya melihat harga saham nya Syifa juga makan tenang tapi otak nya terus berfikir keras bagaimana caranya menggagalkan rencana Arka


"Pagi sayang"ucap Nara tersenyum mencium pipi Arka


"Masih berani dia ke sini"gumam Syifa menatap Nara tajam


"Kamu kok ada di sini udah ku bilang kan nanti aku ke Apartemen mu pagi ini aku ada kerjaan penting"ucap Arka


"Ya aku ngak mau lah hanya menunggu hal yg tidak pasti aku hanya memastikan saja jika kita akan segera menikah"ucap Nara menekan ujung kalimat nya


"Seperti nya bibir itu ngak pernah terkena sambal setan"gumam Syifa berfikir bagaimana membuat pelajaran pada Nara


"Ohh kalian akan segera menikah wah aku ikut senang mendengar nya"ucap Syifa tersenyum tapi di hati nya dia mengutuk Nara anggap saja Syifa menjadi munafik tapi Syifa tidak bisa membiarkan Arka menikah lagi


"Kenapa senang"ucap Arka memicing kan mata nya


"Kenapa mas curiga aku pernah dengar jika istri mengizinkan suami nya nikah lagi akan masuk surga jadi aku akan mengizinkan jika mas Arka bahagia"ucap Syifa


"Serius"ucap Arka masih curiga


"Iya dong karna Nara akan menjadi bagian dari kita mari aku ambil kan sarapan ikut bersama kami"ucap Syifa tersenyum


"Terimakasih"ujar Nara ketus


"Ide bagus ambil kan Nara sarapan"ucap Arka


"Dengan senang hati suami ku"ujar Syifa berdiri lalu ke dapur


"Non kok malah baik dengan nona itu"ucap pembantu itu heran


"Mana ada seorang istri rela melihat saingannya aku akan memberi kan sarapan yg istimewa untuk nya"ujar Syifa menyiapkan sup nya lalu mengambil toples


"Ini adalah sambal setan emm aku kasih 3 sendok"ucap Syifa menuangkan sambalnya ke dalam sup pembantu itu menganga menatap Syifa


"Ehh ngak deh 5 aja"ucap Syifa cekikikan lalu menuang kan air panas ke gelas dan segera pergi


"Silahkan di nikmati "ujar Syifa tersenyum manis


"Tuh kan kayak nya Syifa udah ngelunak"ucap Arka senang


"Enak saja dia bilang ngelunak tinggal hitungan detik akan ada keributan"gumam Syifa kembali makan.Arka kembali menatap ponselnya lalu dia sampai keselak melihat berita yg ada


Huuk huuk


"Arka hati hati"ucap Nara mengambil kan Arka tisu yg di tunjuk Arka yg terus batuk


"Nih mas minum"ucap Syifa mengerti yg di maksud Arka


"Dimana mana orang keselek butuh air bukan tisu"kesal Arka rasanya tenggorokan nya terluka


"Kamu kan nunjuk tisu"ucap Nara jadi sebal


"Yg aku tunjuk itu air"ucap Arka lalu berdiri untuk menelpon Arkan


"Marah mulu kerjaannya"ujar Nara lalu menyuapkan sup nya ke dalam mulut sekali tidak terasa dan menyuap kan lagi


"Enak"ucap Syifa


Hah


"Pedas"teriak Nara memuntahkan sup nya dan mengambil air meminum nya


Hoek


"Hah panas"teriak Nara dia sangat kepedasan menuangkan air ke dalam mulut nya sampai baju nya basah


"Arka"teriak Nara murka


"Duh gawat ini"gumam Syifa melihat Nara sibuk memanggil Arka dengan cepat Syifa menukar mangkuk Nara dengan mangkuk nya begitu pun air nya


"Kenapa sih"ujar Arka lalu mata nya melotot melihat bibir Nara sangat merah begitu pun dengan muka nya sampai air mata nya keluar


"Pedas, lihat kelakuan istri kamu membuat aku kepedasan"ucap Nara mengipas kan tangan nya ke wajahnya


"Apa yg kamu berikan Syifa"ujar Arka


"Aku ngak tau mungkin dia saja yg ingin membuat kita bertengkar padahal aku udah berbuat baik pada nya"ujar Syifa


"Diam kamu"bentak Arka kesal


"Jika makanan nya pedas aku akan menghukum mu"teriak Arka marah lalu menyuap kan sup nya ke dalam mulut nya dan menatap Nara


"Pedas kan"ujar Nara


"Ini ngak ada sama sekali rasa pedas"ujar Arka jadi sebal

__ADS_1


"Kamu jangan membuat keributan deh Nara aku lagi pusing sekarang mending kamu pulang"ujar Arka menarik Nara untuk keluar rumah nya


"Nanti aku hubungi lagi"ujar Arka dan kembali masuk


"Kurang ajar Syifa berani mengerjai ku"ucap Nara sebal tapi bibirnya rasanya terbakar Nara segera pergi untuk menghilangkan rasa pedas nya


"Mas Arka mau aku ambilin makanan yg lain"ucap Syifa berdiri melihat Arka kembali


"Ngak usah aku udah kenyang aku mau kerja di kantor ada masalah"ucap Arka memakai jas nya


"Ya udah aku nanti ke tokoh ya mas"ucap Syifa mencium tangan Arka


"Terserah"ucap Arka mengambil tas nya lalu pergi


"Hehe dia pikir dia siapa berani mengusik kebahagiaan suami istri"gumam Syifa tertawa geli


"Nona Syifa saya pikir tadi nona Syifa benar merestui tuan Arka untuk nikah lagi"ucap pembantu itu tersenyum membantu Syifa membereskan bekas makan mereka


"Ngak lah aku akan berusaha untuk membatalkan pernikahan mereka aku ngak akan biarin mereka bersama apa lagi aku udah janji pada mama Maya jika aku akan selalu bersama mas Arka"ucap Syifa tersenyum membawa piring kotor ke dapur


Arka meeting bersama Arkan dengan yg lain meeting mendadak sebab barang antik yg akan di kirim ke penjuru telah hilang begitu saja membuat perusahaan rugi senilai milyaran Arka dan yg lain ingin memutuskan keputusan dan mencari pelaku nya mereka akan tetap memenuhi pesanan pelanggan mereka


"Emm Syifa"panggil Bara melihat Syifa baru datang ke tokoh Syifa naik taksi karna motornya di rumah Karten


"Iya kenapa"ucap Syifa menoleh


"Emm aku mau bicara sebenernya apa sih mau nya Arka dengan membakar barang yg akan aku kirim pada pelanggan kami"ucap Bara serius


"Bara jangan dulu mengambil kesimpulan mungkin kamu hanya salah paham mas Arka ngak mungkin melakukan hal itu"ucap Syifa karna dia tau Maya mendidik Arka dan Arkan dengan sangat baik


"Perusahaan ku mengalami banyak kerugian karna itu"ucap Bara


"Jujur aku merasa tidak terima dengan tindakan kotor Arka ini"ucap Bara serius


"Aku bisa menjamin jika bukan mas Arka melakukan ini semua"ucap Syifa menyakinkan


"Entah lah"ujar Bara lalu melirik jam di tangan nya


"Jangan lupa makan jangan terlalu lelah aku sibuk mungkin ngak bisa jagain kamu"ujar Bara karna perusahaan nya lagi dalam masalah


"Siapa kamu"cibir Syifa lalu masuk ke tokoh nya


"Meski kamu ngak anggap aku tapi kamu tetap mentari dalam kehidupan ku dan aku akan mengambil kamu dari Arka"gumam Bara tersenyum lalu pergi


"Kak ngak penting barang nya siapa yg curi yg penting kita harus mengendalikan kerusakan nya"ujar Arkan


"Benar kamu"ucap Arka mulai serius menangani dan mengganti barang yg di pesan


####


3 hari ini Arka sangat sibuk bahkan dia setiap malam lembur karna pekerjaan nya sangat banyak apa lagi kerugian yg di alami nya begitu pun Bara dia berusaha menstabilkan perusahaan nya yg rugi cukup besar . Syifa mengendarai motor nya yg sudah di ambil nya dari rumah Karten


"Hhmm gara gara nungguin mas Arka semalam jadi bangun siang"ujar Syifa fokus dengan jalanan menuju tokoh nya di tengah jalan Syifa melihat seseorang


"Bukan kah itu Nara"gumam Syifa memperjelas penglihatan nya melihat Nara yg seperti ingin di lecehkan terlihat dari orang yg membekap mulutnya dan yg satu menciumi Nara bahkan menarik rok mini Nara


"Kehormatan wanita di pertaruhkan"gumam Syifa lalu mengambil kayu tidak jauh dari nya


Bugh


Bugh


Syifa memukul kedua nya lalu menarik Nara berusaha melindungi Nara kedua pria itu menatap Syifa penuh lapar


"Siapa kamu"tanya pria bertubuh besar itu


"Seharusnya saya yg nanya kalian siapa"ucap Syifa


"Ehh perempuan lemah tubuh mu itu kecil jadi menyikir lah dari hadapan kami"ujar nya meremehkan


"Wah ngeremehin "ujar Syifa tidak terima lalu memukuli pria itu


"Wanita ini"geram nya


Bugh


"Aww"rintih Syifa saat dia terjatuh


"Ayo kita nikmati makanan lezatnya"ujar nya menatap Nara


"Tidak menjauh dari ku"teriak Nara takut


"Diam atau kamu aku bunuh"ucap nya mengeluarkan pisau nya Syifa tidak menyerah dia menendang pria satu nya


Sret

__ADS_1


"Aww ehh kalian ini pecundang sekali memakai senjata"ucap Syifa menahan lengan nya yg tergores pisau


"Salah sendiri nona jangan sok jadi pahlawan"ucap nya lalu kembali menciumi Nara


"Menyingkir"ujar Nara menolak Syifa sudah sangat kesal lalu Syifa menendang kedua pria itu sampai kedua nya terjatuh Syifa ingin memukul dengan kayu lagi tapi


Dor Dor


Syifa terdiam menatap ke depan saat seseorang menembak kedua pria itu Nara histeris ketakutan saat kedua pria itu meninggal tapi tidak dengan Syifa dia berusaha mengingat wajah pria yg menembak pelaku nya


Bara mendapat laporan jika adik nya ada di kantor polisi jadi tanpa bertanya Bara segera meluncur untuk melihat kenapa adik nya ada di sana


"Nara"ucap Bara berlari kecil tapi dia terdiam saat melihat Syifa


"Kak aku takut"lirih Nara memeluk Bara dengan erat tidak lama Arka juga datang melihat Syifa


"Syifa kamu buat masalah apa lagi"ujar Arka mendekati Syifa


"Tenang tuan jangan marah dulu nona Syifa sudah sangat berbaik hati menolong nona Nara yg ingin di lecehkan oleh dua pecandu narkoba "jelas polisi


"Benar itu"tanya Bara pada Nara di angguki Nara


"Dan mereka di tembak sampai mati"lirih Nara takut


"Kamu baik baik saja"tanya Arka pada Syifa


"Iya mas makasih udah mau jenguk aku"ucap Syifa tersenyum manis pada Arka


"Tapi nona Syifa apa anda bisa mengingat siapa yg menembak korban"tanya polisi


"Saya tidak Ingat pak tapi sekilas saya melihat pria itu rambut nya berwarna kuning dan wajahnya seperti masih muda"jawab Syifa


"Coba ingat lagi"ucap Arka


"Kami hanya heran motif kedua nya hanya ingin melecehkan nona Nara jika mereka ingin merampok sudah tentu mencuri barang dulu baru ingin melecehkan nya tapi tidak bahkan barang semua masih ada"ucap nya


"Tapi pak saat saya melihat Nara saya melihat mobil hitam yg terparkir tidak jauh dari kejadian"jelas Syifa


"Seperti nya ini sudah di rencanakan kami akan menyelidiki semua nya terimakasih atas penjelasannya"ucap nya


"Apa kami boleh pulang"ucap Arka


"Iya silahkan"ucap nya


"Syifa"ucap Bara


"Terimakasih menolong adik ku meski kelakuan adik ku selalu menyakiti mu"ucap Bara mengulur kan tangan nya pada Syifa


"Tidak perlu berterima kasih Bara aku hanya niat ingin menolong aku ini juga seorang wanita pasti tidak ingin di lecehkan oleh pria mana pun terlalu egois jika aku melihat dari sikap adik mu pada ku dan aku hanya ngak mau mengabaikan orang yg butuh pertolongan ku"jelas Syifa


"Ayo kita pulang"ucap Arka


"Iya mas"ucap Syifa lalu mereka melangkah pergi Nara hanya menatap Arka yg tidak sama sekali menyapa nya karna memang banyak orang di kantor polisi itu


"Mas Arka ngak mau bertanya keadaan Nara gitu"ucap Syifa menuju mobil Arka tadi motor nya sudah di bawa anak buah Arka


"Di sini banyak orang aku hanya menjaga jarak"ucap Arka masuk mobil begitu pun Syifa


"Lagian kamu ngapain mau membantu Nara udah jelas dia itu bersikap tidak baik padamu apa kamu hanya ingin menarik perhatian ku"ucap Arka melajukan mobil nya


"Haha mas Arka lucu deh"ucap Syifa tertawa kecil


"Ya ngak dong mas aku membantu Nara iklas kok"ucap Syifa tersenyum


"Sok baik"cibir Arka


"Mas aku mau ke tokoh aja"ucap Syifa


"Pulang aja lah nanti kamu buat masalah lagi aku lagi sibuk di kantor"ucap Arka memijit kepala nya pusing


"Ya udah deh"ucap Syifa


"Mas capek ya sini aku pijitin bentar"ucap Syifa memijit bahu Arka


"Udah kamu mau kita celaka"kesal Arka


"Itu aja marah"ucap Syifa lalu mengangkat lengan nya melihat yg di perban tim medis tadi


"Tangannya terluka"tanya Arka melirik Syifa


"Iya hanya sedikit"ucap Syifa menurun kan tangannya


"Makan nya ngak usah sok jadi pahlawan tapi tadi seperti nya kekasih mu cemas pada mu"ucap Arka santai


"Itu tidak penting"ucap Syifa lalu mengambil ponselnya memberi tau yg lain jika dia tidak ke tokoh ,Syifa tidak peduli lagi dengan Nara meski Bara selalu memperlakukan nya seperti kekasih nya tapi Syifa tidak dia menjaga diri dan hati nya hanya untuk Arka

__ADS_1


__ADS_2