Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Memaafkan


__ADS_3

Dua hari Devil tinggal di rumah Sandoso karna Zahra enggan bertemu dengan nya membuat Devil semakin sakit Zahra pun tidak sepenuhnya marah dia hanya marah Devil merahasiakan nya dan Devil tidak berusaha jujur Zhara juga tidak mau punya suami seorang mafia dia hanya ingin hidup damai bersama Devil padahal cinta Zhara semakin besar sekarang Zhara tau amat merindukan itu seperti apa dia juga sakit jauh dari Devil tapi rasa marah nya menyebabkan nya jauh dari Devil


"Padahal Zahra baru ingin mencintai ku jika begini yg ada dia akan semakin membenci ku"ujar Devil duduk di belakang rumah bersama Arka


"Jangan nyerah kamu harus cari kesempatan ketemu Zhara untuk bicara"ujar Arka menyemangati menepuk bahu Devil


"Awww sialan itu sakit"geram Devil menepis tangan Arka


"Dasar lemah"ejek Arka tersenyum


"Cih ini luka yg pasti sakit"cibir Devil berdiri lalu pergi untuk masuk ke rumah


"Zahra kenapa kamu tidak menemui Devil"tanya mama nya melihat Zhara yg murung


"Buat apa ma"ujar Zahra pelan


"Zahra kesempatan cinta itu tidak datang dua kali jangan karna kamu kecewa pada Devil tapi kalian akan berpisah"ujar Zea mengingat kan Zahra


"Kamu mencintai nya maka temui dia untuk bicara hal yg serius jika Devil tidak melepaskan sebagai pimpinan mafia maka kamu berhak meminta cerai pada nya"ujar Zea, Zahra diam karna yg di katakan mama nya itu ada benarnya


"Kak Devil kenapa mas"tanya Syifa mendekati Arka yg duduk di kasur


"Zahra tau dia seorang mafia"ucap Arka santai


"Apa kak Devil seorang mafia"ujar Syifa kaget Arka baru dadar jika memang keluarga nya tidak tau jika Devil seorang mafia


"Iya"ucap Arka santai


"Mas tau"ucap Syifa curiga di angguki Arka ragu


"Kenapa mas ngak kasih tau aku"kesal Syifa


"Ya karna saat aku mengetahui itu Devil melarang aku kasih tau kamu"ucap Arka


"Tapi aku ini istri kamu mas"kesal Syifa melipat tangannya di dada


"Iya Syifa aku tau tapi kan Devil melarang aku jangan marah ya"ucap Arka membujuk


"Tau ahh kesal sama mas Arka"ucap Syifa berdiri berpindah duduk


"Ehh kok kamu marah sih"ucap Arka mendekati istri nya menonton tv


"Ya habis nya mas Arka ngak kasih tau aku"ujar Syifa sebal Arka hanya tersenyum


"Aku memegang perkataan ku istri ku karna Devil tidak mau kalian tau"ucap Arka mencium pipi Syifa sekllilas


"Maafin aku ya"ucap Arka mengelus kepala Syifa lembut tapi Syifa tidak bergeming


"Syifa kamu ngambek nya jelek"ujar Arka tersenyum tapi Syifa diam saja Arka hanya tersenyum lalu mencium bibir istri nya


"Ihh mas Arka"sebal Syifa mendorong Arka


"Janji ngak ada lagi rahasia"ucap Arka tersenyum


"Janji"ucap Syifa


"Iya janji"ucap Arka tersenyum mengecupi wajah istrinya


"Awas mas bohong"ucap Syifa memeluk Arka membuat Arka terkekeh lalu mereka menonton sama sama


####


Zea mengajak Zhara ke rumah Sandoso untuk bertemu dengan Devil biar masalah nya segera selesai .Saat datang mereka semua menyambut Zea dan Zahra dengan baik apa lagi keluarga tidak tau kenapa Devil pulang tanpa Zhara tapi saat di tanya Devil engan menjawab


"Ohh ya Devil nya mana"tanya Zea melihat ketidak hadiran Devil


"Mungkin di kamar dia sedikit susah tidur dengan pinggang terluka apa lagi bagian dadanya dia tidur tidak nyaman"jelas Fatma


"Arka bisa panggil Devil"ujar Fikram


"Tidak usah biar Zhara saja"ucap Zea cepat


"Ayo Zahra panggil Devil nya"ucap Zea tersenyum Zahra menurut saja dia berdiri lalu melangkah


"Nyonya Margareta sebenarnya ada masalah apa mereka"tanya Fatma


"Masalah itu saya juga kaget mengetahui jika Devil adalah seorang mafia"ujar Zea lalu menceritakan kejadian Zhara di culik


"Kami juga tidak tau itu"ucap Fatma ikut kaget


"Itu kenapa kami di sini Zahra tidak suka Devil jadi seperti itu "ucap Zea


"Kami juga tidak setuju dengan itu jika kamu tau tentu kami sudah melarang itu "ucap Fikram

__ADS_1


"Kita dengar dulu penjelasan dari Devil"ucap Fatma


Zahra ragu membuka pintu itu tapi dia harus masuk setelah menghembuskan nafasnya kasar Zahra segera masuk ke kamar melihat Devil berbaring sebelah kiri membelakangi pintu masuk di arah pinggang juga di perban perlahan Zhara mendekat lalu dengan pelan menyentuh bahu Devil


"Mas"panggil Zhara pelan membuat Devil segera menoleh


"Zahra"ucap Devil tersenyum dia tadi baru ingin tertidur,bisa Zahra lihat bagian tubuh depan Devil terbakar daging nya melepuh


"Mama mau bicara"ucap Zahra pelan


"Aku merindukan mu"ucap Devil mengengam tangan Zhara tapi Zhara memundurkan tubuhnya


"Mama mau bicara"ucap Zahra lagi lalu melangkah pergi Devil berdiri lalu mengambil baju kaos nya setelah memakai nya Devil segera berlalu


"Ada apa"ucap Devil duduk


"Devil kamu jelas kan kenapa kamu bisa menjadi pimpinan mafia mama tidak mengerti kenapa kamu bisa melakukan itu apa kamu mengabaikan ajaran mama"ucap Fatma tidak habis pikir Devil terdiam sudah pasti mertua nya mengatakan semua nya Devil sudah menduga itu


"Aku tidak tau ma aku di sana terasa bebas mama tau kan saat aku kambuh aku butuh lampiasan tidak hanya meniduri wanita tapi aku sangat senang membunuh iblis berbentuk manusia tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku aku suka membunuh"jelas Devil dia juga tidak mengerti jika dia berurusan dengan membunuh orang ada kesenangan tersendiri di dalam diri nya tapi sejak kenal Zhara sudah lama Devil tidak membunuh


"Astaghfirullah Devil"ucap Fatma menatap Devil sendu


"Mama tidak mengharapkan ini dari kamu"ucap Fatma


"Sudah ma ini sudah telanjur"ucap Fikram mengusap bahu istri nya


"Kedatangan kami ke sini untuk memperjelas hubungan Zahra dan Devil saya sudah mendengar permintaan dari Zahra dia tidak suka memiliki suami yg kejam dan suami seorang mafia"jelas Zea serius


"Aku punya syarat untuk mas Devil jika mas Devil mau mempertahankan hubungan kita aku mau mas Devil berjanji tidak akan membunuh dan melepaskan jati diri mas Devil menjadi seorang mafia jika mas Devil tidak mau dengan terpaksa aku akan meminta gugatan cerai"ucap Zahra memperjelas


"Apa kamu tidak mencintai ku Zhara"tanya Devil serius Zahra menatap mata Devil


"Ini bukan soal cinta mas"ucap Zhara


"Aku ingin hidup damai bersama mas Devil dan aku mau sama sama di jalan Allah bersama mas Devil "ucap Zhara serius


"Jika mas Devil berat maka cerai kan aku"ucap Zahra yakin sepenuh hati meski keputusan nya menyakiti semua orang tapi dia ingin hidup bahagia bukan dibatas penderitaan orang


"Zahra"ucap Devil mengengam tangan Zhara


"Aku sungguh mencintaimu semua yg ada di dunia akan ku berikan Zhara jangan pergi dari ku aku akan melakukan apa yg kamu minta"mohon Devil


"Kakak kamu bucin"bisik Arka pada istri nya


"Mas itu namanya menunjuk kan rasa cinta"bisik Syifa cemberut


"Ya aku janji asal kamu selalu ada bersama ku"ucap Devil serius mencium tangan Zhara


"Makasih mas"ucap Zahra tersenyum memeluk suaminya awal nya dia meragu kan Devil dan takut Devil menyetujui perceraian nya ternyata dia salah


"Jangan tinggalkan aku karna aku sangat mencintai mu"bisik Devil memeluk Zhara dengan erat


"Devil jadikan ini pelajaran untuk mu dan Dari sekarang kamu harus menjadi pribadi yg lebih baik lagi"ucap Fikram


"Iya"ucap Devil mengagguk patuh


"Jadi udah selesai kan jika begitu mama pulang dulu masih ada urusan"ujar Zea tersenyum


"Iya ma"ucap Zahra


"Devil jaga Zhara ya"ucap Zea berdiri


"Saya pamit assalamualaikum"ucap Zea lagi


"Waalaikum salam"ucap semua tersenyum


"Mas pegel"ucap Syifa memegang pinggang nya


"Ya udah kita ke kamar aku pijitin"ucap Arka mengengam tangan Syifa


"Benar ya"ucap Syifa tersenyum lebar selama Syifa hamil Arka selalu memperlakukan nya dengan sangat baik


"Iya ayo"ujar Arka berdiri lalu berlalu bersama Arka


"Devil kamu lakukan apa yg kamu ucapkan tadi kami pergi"ujar Fikraman berdiri lalu pergi bersama Fatma


"Aku pasti melakukan ya"ucap Devil menghadap Zahra


"Maaf aku ngak ngurus mas dengan baik"ucap Zahra menyesal


"Tidak apa ini juga kesalahan ku"ucap Devil mengecup tangan Zhara


"Aku obati"ucap Zhara tersenyum di iyakan Devil mereka berdiri menuju kamar untuk mengambil obat

__ADS_1


Arka memijit kaki Syifa dengan sesekali mengecupi perut buncit Syifa tentu Syifa sangat senang dia tersenyum menatap Arka


"Mas kayak nya udah waktunya kita pulang ke rumah Karten"ucap Syifa mengigat kan


"Capek ngak bolak balik"tanya Arka


"Ngak kok mas"ujar Syifa tersenyum


"Tapi aku kasihan dengan beby kita nanti dia kecapekan"ucap Arka menatap istrinya


"Kami ikut saja asal bersama dengan mas Arka"ujar Syifa tersenyum lalu mengecup pipi suaminya


"Setelah kamu lahiran aku minta kamu agresif kayak sekarang"ujar Arka tersenyum nyengir


"Insyaallah jika kita hanya berdua aku malu mas lagian anak kita ini aneh mau nya sama ayah nya terus apa lagi mau kecup ayah terus"ucap Syifa tersenyum


"Mau tampan kayak ayah ya"ujar Arka mengusap perut Syifa


"Ehh tapi ngak deh mau cantik kayak bunda aja biar nanti bidadari ayah ada dua"ucap Arka tersenyum mencium kening Syifa lalu berbaring Sebelah Syifa


"Jika dua tampan kayak mas gimana"ujar Syifa melingkar kan tangannya di pinggang Arka


"Tapi anak kita kan kembar tapi lucu dong jika mereka perempuan samaan mulu"ujar Arka tersenyum membayangkan anak nya


"Lucu nya jika cowok mas gemes tau"ujar Syifa


"Apa pun nantinya ada nya dia berasal dari gen ku mau aku tambah gen nya biar makin tampan dan cantik"ujar Arka tersenyum mencium kening istrinya


"Capek mas"ujar Syifa cemberut


"Tapi pengen"ujar Syifa dengan wajah gemes Arka tertawa kecil Syifa emang sensitif tidak bisa di pancing sedikit


"Cium aja bunda jika capek"ucap Arka memegang dagu Syifa


"Ngak mau ayah ngak enak"celetuk Syifa membuat Arka kembali tertawa


"Yakin ini istri polos ku"ujar Arka tertawa menggoda


"Iss mas nyebelin"ujar Syifa mulai ngambek


"Ya udah ngak usah biar ayah usap ya"ujar Arka tersenyum mencium pipi Syifa lalu tangannya mulai masuk ke gamis Syifa mengusap perut itu emang Syifa sangat senang jika tangan Arka nakal di tubuhnya bahkan sampai dia tertidur istri nya ini emang aneh


"Mas perih ngak"tanya Zahra mengoles obat ke luka Devil


"Ngak karna kamu selalu memberi ku kebahagiaan bukan keperihan"ujar Devil dengan wajah datar tidak lupa mata nya pokus pada Zahra melihat itu Zhara tertawa


"Mas belajar dari siapa romantis dan gombal nya"ucap Zahra tersenyum geli


"Emang salah"ujar Devil jengah kenapa malah Zahra tertawa bukan tersipu seperti Arka lakukan


"Ngak mas cuman wajah mas kok datar jika ngegombal kan harus wajahnya tersenyum"ucap Zahra tersenyum


"Ohh"ujar Devil singkat


"Semoga luka nya cepat sembuh"ucap Zhara meniup dada Devil yg dia oles dengan salap


"Ini akan segera sembuh dokter cinta nya sudah ada"ucap Devil tersenyum pada Zhara


"Mas belajar gombal dari mana sih"ujar Zhara tersenyum


"Ngak belajar gombal kok "ujar Devil salah tingkah


"Aku melihat Arka selalu mengucapkan kata romantis pada Syifa yg membuat Syifa tersipu aku suka wajah mu tersipu"jujur Devil tersenyum


"Ngomong dong mas"ujar Zahra tersenyum lalu membereskan obat Devil


"Zahra ambilkan ponselku di laci"ujar Devil lalu duduk di sofa Zahra membuka laci lalu mengambil ponsel suaminya


"Nih mas"ucap Zhara menyerah kan ponsel itu dia membereskan kamar Devil


"Hallo Aril"ucap Devil menempelkan ponsel di telinga nya


"Iya bos"ucap Aril di telpon


"Soal markas aku mau bicara hal serius tidak bisa juga ketemu dengan keadaan ku seperti ini"ucap Devil serius


"Iya bos katakan saja"ujar Aril


"Keluarga ku tau soal aku seorang mafia kamu tau kan jika mereka tidak suka itu jadi aku akan memutuskan menyerahkan semua urusan mafia pada mu "jelas Devil serius


"Apa bos yakin"ucap Aril serius


"Ya aku yakin kamu urus semua nya aku serahkan pada mu aku yakin kamu bisa"ucap Devil

__ADS_1


"Baik lah jika bos sudah yakin saya akan mengganti kan bos"ujar Aril


"Aku hanya ingin mengatakan itu sampai nanti"ucap Devil lalu memutuskan sambungan telponnya Devil , Zahra menatap Devil dia tersenyum ternyata Debik Benar melepaskan sebagai mafia Zhara sekarang yakin jika cinta Devil untuk nya memang sangat besar


__ADS_2