
Di saat keluarga Devil di timpa musibah keluarga Gio lagi di beri Allah kebahagiaan karna Asma tengah hamil 2 minggu membuat keluarga Gio merasa bahagia meski begitu dia membagi pada keluarga dan teman-temannya sebenarnya operasi Zahra itu tidak terlalu mengkhawatirkan hanya saja Devil terlalu cemas cuman saat kemoterapi nanti yg akan membuat Zhara lemah nanti nya
Setelah melewati operasi berjalan dengan lancar Zahra sudah di pindahkan di ruang inap nya cuman dia belum sadar dan dokter belum bisa memeriksa lebih lanjut apa sel kanker itu masih ada apa tidak ada lagi Devil tidak mengapa dia bisa lega melihat Zhara menjalankan operasi nya dengan lancar soal sel nya itu masih ada apa tidak lagi itu nanti sekarang Devil bisa bernafas dengan lega
Mendengar kabar Zahra sudah menjalankan operasi dengan lancar membuat semua lega mereka nanti akan berkunjung tapi setelah Zahra sadar sementara waktu mereka harus mengurus keluarga mereka masing-masing
"Syifa"panggil Arka mendekati Syifa yg lagi menyusun baju nya
"Kenapa mas"ucap Syifa menoleh
"Ngak papa hanya kangen aja"ujar Arka tersenyum lalu memeluk Syifa
"Mas ini ada ada saja"kekeh Syifa masih melanjutkan pekerjaan nya
"Ohh ya mas jika seandainya yg di alami Zahra itu aku alami bagaimana mas Arka"tanya Syifa dengan iseng
"Tentu aku akan"ujar Arka tersenyum
"Sedih dan tersiksa sama kayak kak Devil ya mas"ujar Syifa
"Tentu aku akan menikah lagi"ujar Arka lalu tertawa
"Ihhh mas Arka nyebelin"kesal Syifa mencubit lengan Arka
"Ehh kenapa kesal kamu kan bertanya aku jawab lah"ujar Arka mengusap lengannya
"Habis nya mas Arka nyebelin masak mau nikah lagi apa aku kurang untuk mas Arka"kesal Syifa cemberut
"Aku hanya becanda"ujar Arka tersenyum
"Bagi ku kamu adalah wanita sempurna untuk ku jika nanti kelak kamu sakit aku akan seperti Devil selalu setia di samping mu seandainya nanti kamu di panggil Allah lebih dulu maka aku akan selalu setia untuk mu menjaga hati ku untuk mu"ujar Arka tersenyum
"Tapi semakin tua kamu mengabaikan aku Syifa "ujar Arka cemberut menekuk wajahnya
"Perasaan aku ngak pernah mengabaikan mas Arka"ucap Syifa berfikir
"Sering banget"ucap Arka tersenyum
"Sekarang mari melepaskan rindu"bisik Arka tersenyum
"Aku tau aku tau itu hanya trik mas aja biar bisa memenuhi keinginan mas Arka kan"ujar Syifa mengerti keinginan suaminya
"Ayo lah aku lagi kebelet"ujar Arka merayu Istri nya
"Mas ini masih pagi lagian ini libur kita juga nanti akan menjenguk Zhara kan"ujar Syifa
"Jika aku mau nya sekarang bagaimana"ujar Arka memelas
"Setuju aja lah"ujar Arka tersenyum mengedong istri nya
"Ihh mas aku belum setuju lho"ujar Syifa tapi dia telat Arka sudah melempar nya ke kasur
"Semakin lama gelora tubuh semakin bertambah dan semakin lama bersama mu cinta ku terus bertambah"ujar Arka tersenyum lebar
"Sejak kapan suami ku bisa puisi seperti ini"kekeh Syifa meletakkan tangannya di leher Arka
"Sejak lama aku kan pandai merayu wanita"ujar Arka tersenyum
"Ihh nyebelin kata nya cuman aku yg mas rayu"kesal Syifa
"Aku suka lihat wajah mu cemburu"ucap Arka tersenyum menarik pelan jilbab Syifa
"Iya lah aku cemburu mas aku kan cinta"ujar Syifa tersenyum
"Emang kamu saja yg cinta aku sangat cinta dengan kamu istri ku"ucap Arka tersenyum lalu mencium bibir Syifa tangan nya sudah kemana mana Syifa hanya menerima saja memang benar akhir akhir ini Arka jarang meminta hak nya karna sibuk nya mereka tapi mereka melupakan satu hal jika anak anak mereka adalah pengacau
"Ayah bunda"teriak Arysif langsung masuk Syifa yg mendengar suara Arysif replek mendorong Arka lalu menahan bagian dada yg terlihat
"Ehh sayang udah pulang"ujar Syifa tersenyum segera mengenakan kancing gamis nya dan berdiri
"Syifa aku belum selesai bahkan ini baru permulaan"kesal Arka
"Nanti mas"ujar Syifa mengandeng tangan Arysif mereka segera keluar dari kamar
"Aghh sebal banget"kesal Arka memukul kasur padahal dia sudah on dengan terpaksa dia ke kamar mandi
"Bun Arysif mau ikut menjenguk aunty Zahra"ujar Arysif tersenyum
"Iya nanti ya kita berangkat bareng ayah "ujar Syifa tersenyum
"Emm bunda tadi ayah belum permulaan tadi emang ayah sama bunda lagi ngapain"tanya Arysif menatap Syifa
"Emm bunda lagi mijitin ayah sayang dia kan capek kerja nya"ujar Syifa tersenyum
"Ohh jika gitu bunda lanjut aja pijitin ayah nanti Arysif sendiri yg akan membereskan baju Arsyif di lemari Arysif juga akan bersiap sendiri nunggu kita mau berangkat jenguk aunty Zahra"ucap Arysif tersenyum lebar
__ADS_1
"Ngak papa sayang kan bisa nanti pijit ayah bunda lagi kangen banget sama Arysif"ujar Syifa tersenyum mencium kening Arysif
"Bunda kasihan ayah capek kan Arsyif bisa sendiri"ujar Arysif
"Ya udah kamu di kamar dulu setelah ini kita akan berangkat tapi ajak juga Nur ya"ujar Syifa tersenyum
"Siap bun"ujar Arysif tersenyum
"Bunda tinggal ya"ucap Syifa tersenyum Arysif menganguk dan menutup pintu kamarnya
"Anak itu emang pengertian banget"ujar Syifa tersenyum lalu kembali ke kamar dan menguncinya
"Mas Arka mandi "gumam Syifa yg mengerti apa yg Arka lakukan Syifa ke ruang ganti menganti baju nya dengan baju mandi setelah itu dia ke kamar mandi ikut Arka
"Mas lagi ngapain"ujar Syifa tersenyum
"Ehh kok balik"ujar Arka kaget
"Mas lupa ya Arysif itu sangat pengertian lho"ujar Syifa tersenyum
"Jika begitu kita lanjut tanggung banget"ujar Arka tersenyum lalu merengkuh tubuh Syifa mencium nya dengan semangat Syifa hanya menerima melayani suaminya itu
###
Syifa menatap suaminya itu kekuatannya masih seperti dulu meski sudah menua Syifa lelah menghadapi Arka yg sungguh membuat nya kelelahan sedang kan Arka hanya tersenyum menatap penuh bahagia Syifa selalu sama seperti dulu tidak pernah mengeluh tentang nya Arka bahagia memiliki nya di usap Arka keringat Syifa di kecup nya lembut bibir Syifa lalu berbaring di sebelah Syifa
"Terimakasih masih mau di samping ku"bisik Arka memeluk Syifa
"Emm capek mas"lirih Syifa memeluk suaminya
"Istirahat saja sebentar nanti aku bangunin saat kita mau berangkat"bisik Arka tersenyum
"Iya deh aku lelah banget"ujar Syifa lalu Arka mencium bibir Syifa dengan lembut setelah itu meluncur ke kamar mandi Syifa karna sangat leleh dia memejamkan matanya
###
Mereka menjenguk Zhara setelah sholat dhuhur karna menunggu Syifa tertidur karna Zhara juga sudah sadar jadi mereka segera berangkat bersama ke rumah sakit sedangkan Arkan dan Zenap sudah duluan berangkat nya
"Wah udah padah ngumpul"ujar Syifa tersenyum saat sampai
"Lama menunggu mu yg lagi bulan madu"ujar Zenap
"Kayak ngak pernah aja tuh suami"ujar Syifa tersenyum
"Aunty Zahra udah baikan"tanya Arysif mendekat
"Aunty tadi bunda mampir bawain aunty buah"ujar Nur tersenyum menyerah kan buah
"Makasih Nur"ucap Devil menyambut nya
"Gimana kata dokter"ujar Syifa bertanya
"Alhamdulillah berkat doa semua operasi berjalan dengan lancar dan Alhamdulillah juga semua sel kanker nya udah bersih tapi meski begitu Zahra harus menjaga kesehatan nya"ujar Gio tersenyum
"Alhamdulillah"ujar semua lega
"Iya aku senang deh apa lagi Asma lagi hamil"ujar Gio tersenyum mengelus perut Asma
"Wah senang pasti"ujar Arka ikut bahagia
"Kalian ngak mau nambah nih"celetuk Asma dengan tersenyum
"Emm jika aku sih udah cukup 2 aja"ujar Arka tersenyum
"Aku sih ngak mau lagi ya melihat Zhara berteriak kesakitan karna melahirkan cukup satu aja"ujar Devil tersenyum mengelus kepala Zahra
"Ihh papa orang mau anak perempuan belum"ujar Zhara cemberut
"Tinggal suruh Adam cari kan mama menantu kan punya anak perempuan"ujar Devil membuat Zahra melotot
"Lama dong pa "ujar Zahra cemberut
"Ya pasti aku ngak mau melihat mu sakit lagi"ujar Devil
"Jika Arkan dan Zenap ngak mau nambah nih"tanya Asma
"Kita lihat aja nanti Aina kan masih kecil masih butuh perhatian penuh dari kami jika masa nya udah siap ya paling hamil aja nantiri"ujar Arkan tersenyum
"Iya sih"ujar Asma tersenyum
"Nur apa punya adik itu seru"tanya Leon penasaran
"Seru Leon bukti nya Arysif dia selalu menjaga Nur dengan baik ada teman main nya pokoknya adik kayak Arysif itu menyenangkan beda jika punya adik kayak Adam ngak seru kerjaan nya hanya cuek dan marah mulu ngak ada seru apa lagi di ajak main ngak mau lah itu mainan cewek apa lah tapi enak sama Arysif dia mau meski Nur ajak main masak masakan"ujar Nur tertawa kecil
"Mama ngak mau punya adik kayak Adam mau kayak Arysif"ujar Leon menatap Asma membuat yg di sana tertawa
__ADS_1
"Sayang apa pun nanti yg Allah berikan kita harus mensyukuri nya"ujar Gio tersenyum
"Lebih ngak enak punya kakak kayak Nur cerewet"ujar Adam
"Arysif lihat Adam mulai lagi buat Nur marah"ujar Nur menggoyang kan bahu Arsyif
"Adam sama kak Nur ngak boleh bertengkar kita bersaudara harus saling menyayangi"ujar Arysif
"Arysif mulai lagi ceramah nya"celetuk Aina membuat semua tersenyum
Cklek
"Permisi mau jenguk Zahra"ujar Bara datang
"Ohh ada om Bara om tau ngak bentar lagi Leon punya adik iya kan ma"ujar Leon antuasias sungguh Bara sakit mendengar Leon memanggil nya Om yg lebih sakit lagi Asma hamil itu membuat Bara semakin tidak semangat
"Iya sayang"ujar Asma tersenyum mengelus kepala Leon
"Selamat untuk kalian"ujar Bara pelan
"Dan buat Zahra semoga lekas sembuh"ujar Bara tersenyum
"Terimakasih tuan Bara"ujar Zahra pelan
"Zahra banyak istirahat ya"ujar Syifa
"Kami mau jalan dulu ngajak anak anak sekalian nikmati hari libur"ujar Syifa memeluk pinggang Arka
"Iya Syifa makasih udah mau jenguk aku''ujar Zhara
"Iya Adam ngak mau ikut"tanya Syifa
"Ngak aunty mau temani mama aja"ujar Adam memeluk Zhara
"Kami pergi ya "ujar Arka lalu mengajak anak anak nya pergi
"Zahra kami juga mau jalan jalan ajak Aina maaf ya hanya sebentar"ujar Zenap
"Iya ngak papa"ujar Zahra
"Ayo sayang"ujar Arkan mengedong Aina lalu Zenap memeluk lengan Arkan mereka juga permisi
"Terus kita ngapain sayang"ujar Gio bertanya
"Leon ngak mau jalan sama papa Bara"tanya Asma
"Emm ngak deh mau ikut mama sama papa aja kita jadi kayak om Arka sama om Arkan aja"ujar Leon semangat
"Ya udah deh ayo"ujar Asma tersenyum
"Zahra kami pamit ya "ujar Gio tersenyum
"Ganteng nya suami ku tersenyum"ucap Asma lalu mencium pipi Gio
"Iss mama ini ngak boleh kayak gitu ayo pa mama nyebelin"ujar Leon menarik tangan Gio pergi
"Ehh tungguin mama Leon selalu mengganggu mama dan papa"ujar Asma lalu menyusul anak dan suaminya
"Hah mereka sudah sangat bahagia sedangkan aku"ujar Bara menghembuskan nafasnya kasar
"Tuan Bara kebahagiaan itu ada hanya saja tuan Bara tidak menerima nya meski itu sakit jika kita menerima nya dengan bahagia dan ikhlas maka itu akan menjadi kebahagiaan untuk kita"ujar Zahra tersenyum Devil menatap Zahra apa yg dia lakukan sekarang ini adalah bentuk agar dia bahagia
"Dan karna keikhlasan hati maka semua yg buruk terlihat penuh cinta"ucap Zhara
"Bagaimana mau menerima Zhara jika keluarga ku berbeda mungkin kalian saling mengerti sedangkan aku jangan kan Shopi Bobi aja ngak pernah mau menghabis waktu nya berama ku mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri"ujar Bara dia sangat sedih kehidupan nya penuh kesepian
"Mungkin ini karma untuk ku sering ingin memisahkan Arka dan Syifa yg saling mencintai sampai aku tidak bisa bersatu dengan orang yg aku cinta dulu Syifa tapi disaat aku mau menerima Asma dia tidak akan kembali karna aku lepas aku sangat menyesal tapi sayang semua nya tidak bisa di ulang lagi "ucap Bara menyesal
"Yg sabar tuan Bara kebahagiaan nanti akan datang jika waktu nya sudah tepat"ujar Zahra
"Aku permisi hanya ingin melihat mu"ujar Bara lalu melangkah pergi Bara sangat iri semua mendapat kebahagiaan sedang dia hanya sendiri kesepian
"Aku bahagia memiliki mu"ujar Devil tersenyum mencium wajah Zahra
"Ma emang benar ya jika kita menerima dengan ikhlas maka kita akan bahagia"tanya Adam menatap mama nya
"Iya sayang Adam juga harus menerima takdir yg Allah berikan"ujar Zahra tersenyum mengelus kepala Adam
"Adam senang ngak bentar lagi mama sembuh"ujar Devil
"Iya pa Adam sangat bahagia "ucap Adam tersenyum menatap papa nya
"Nanti kita liburan kayak om Arka dan yg lain ya jika mama udah sembuh"ujar Adam tersenyum
"Iya sayang"ujar Zahra tersenyum mencium kepala Adam lalu mencium pipi Devil
__ADS_1
"Istirahat"ujar Devil tersenyum lalu menyender kan kepalanya di bahu Zahra sedang kan Adam memeluk mama nya yg dari tadi ikut berbaring Zahra tersenyum bahagia memiliki Adam dan Devil dia sudah bahagia atas takdir Allah yg di berikan nya dulu dia sempat ingin menyerah tapi melihat cinta Devil membuat dia sadar jika Devil adalah memang untuk nya