Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Sebagai lampiasan


__ADS_3

Fikram menyuruh Arka makan siang di rumah karna dia mau bicara dengan Arka tentu Arka pulang karna ada juga mama nya mereka mengobrol banyak hal terlihat Fikram tersenyum melihat Arka lebih baik bicara sebelum nya karna dia tau Arka tidak menyukai Syifa dan dia marah bicara tidak sopan dengan Fikram karna akan di jodohkan


"Kita makan dulu"ujar Fikram mengajak Arka ke meja makan yg sudah ada Syifa dan yg lain


"Ayo"ujar Fikram mempersilahkan Arka duduk


"Harus nya aku yg mempersilahkan ayah duduk ini kan rumah ku"ujar Arka santai mengambil duduk nya


"Mas mau makan apa biar aku ambilin"ujar Syifa mengambil piring Arka


"Apa saja"ujar Arka


"Syifa lho yg masak "ucap Fatma tersenyum mengambil kan suaminya makan seketika Arka tidak nafsu makan tapi bagaimana dia bisa kabur dari sini


"Coba saja masakan Syifa enak lho pertama ayah makan masakan nya enak banget meski sedikit gosong"ujar Fikram tersenyum


"Nama nya juga baru belajar ayah"ucap Syifa meletakkan piring di depan Arka yg sudah di isi makanan


"Ayo cobain"ujar Fikram menyuapkan nasi ke mulut nya Maya dan Fatma sudah makan


"Kamu juga harus makan Syifa"ucap Maya


"Iya ma"ucap Syifa duduk di samping Arka


"Apa ini enak"batin Arka ragu melirik semua makan dengan tenang Arka mengankat sendok nya ragu


"Sebenarnya aku udah makan tadi aku merasa kenyang"ucap Arka mencari alasan Maya hanya sinis melirik anak nya dia tau maksud Arka karna saat Maya mengatakan Syifa bisa masak Arka langsung membantah jika masakan Syifa akan terasa seperti kotoran seperti ucapan Syifa yg selalu tidak sopan


"Lidah mu kayak berdarah"ucap Maya santai sedikit membungkuk


"Berdarah"ucap Arka menjulurkan lidah nya dengan cepat Maya menyuap kan nasi ke mulut Arka membuat Arka kesedak lalu Maya menatap tajam Arka biar Arka tau jika Maya menyuruhnya makan


Huuk huuk


"Mama"ucap Syifa kaget yg di lakukan Maya dengan cepat dia memberi Arka minum


"Bagaimana rasanya Arka"ujar Maya santai


"Apa nya ma"kesal Arka rasanya dia ingin menuntut mama nya tapi Arka merasakan hal berbeda Arka dengan kesal menatap mama nya menyuap kan makanan di dalam mulut nya seketika Arka melirik Syifa karna rasa makanannya sangat enak


"Hei kenapa kayak ngak pernah makan"ejek Maya saat melihat Arka makan dengan lahap


"Ck ma aku harus menghargai mertua aku dong meski aku kenyang"ujar Arka santai makan dengan lahap Fikram hanya tersenyum melihat Arka dia tau Arka bohong dia harus memaklumi Arka karna mereka menikah itu atas paksaan tentu ada rasa tidak suka di hati Arka


Setelah makan mereka kembali mengobrol di ruang tamu Fikram ingin mengatakan tujuan nya menjenguk Syifa dan akan meminta izin dengan Arka jika Syifa harus bekerja


"Arka ayah ingin kamu mengizinkan Syifa keluar jangan mengurung nya bukan maksud ayah ingin menuntut Syifa cuman sekarang ini pekerjaan menuntut nya"ujar Fikram serius


"Iya Arka ngapain kamu mengurung Syifa"ujar Maya menyeduh teh nya


"Jika mas ngak izinin ngak papa kok nanti Zahra dan yg lain aku suruh berkerja tempat ayah saja"ujar Syifa memikirkan teman nya


"Menguntungkan juga jika dia bekerja tidak akan selalu menganggu ku dan aku bebas bertemu Nara"batin Arka


"Tidak masalah aku akan mengizinkan Syifa kemana pun dia mau aku selalu mengizinkan nya"ujar Arka tersenyum


"Yang benar"ucap Maya


"Iya ma"ujar Arka tersenyum tapi senyum itu bukan untuk Syifa


"Terimakasih mas"ujar Syifa tersenyum


"Ya sudah karna aku masih ada pertemuan penting aku pergi dulu"ujar Arka berdiri mengambil jas nya


"Hati-hati mas"ujar Syifa mencium tangan Arka lalu Arka pergi


"Syifa apa kalian"ucap Fatma penasaran


"Apa ma"ujar Syifa bingung


"Jangan bertanya seperti itu dengan Arka memperlakukan Syifa dengan baik itu udah lebih baik"ujar Maya


"Iya benar"ucap Fikram tersenyum mengelus kepala Syifa yg kebingungan dengan perkataan mereka otak kotor Syifa sudah hilang jadi dia tidak mengerti apa yg orang tua nya katakan


"Akhirnya aku bisa bebas"ujar Arka kegirangan melaju kan mobilnya

__ADS_1


Setelah pulang dari kantor Arka mengunjungi Nara untuk melepas rindu nya Arka berjalan dengan pelan dia merasa lelah dan melihat Nara berbaring di kasur


"Sayang"ujar Arka mencium kening Nara


"Ngapain lagi kamu ke sini"ketus Nara


"Pertanyaan macam apa itu"ujar Arka berbaring di sebelah Nara


"Sebelum kamu melaksanakan rencana pernikahan kita maka jangan harap bertemu dengan ku"ujar Nara


"Lho kenapa ngomong kayak gitu"ucap Arka duduk


"Aku merindukan mu"ucap Arka


"Aku lelah dengan hubungan ini Arka 10 tahun kita menjalin hubungan ini tapi tidak ada kemajuan sama sekali"ujar Nara


"Huh kamu tau kan hubungan keluarga kita itu bagaimana"ucap Arka


"Apa kamu benar akan menikahi ku"tanya Nara serius


"Tentu saja meski mama tidak merestui kita maka aku akan tetap menikahi mu secara sirih"ujar Arka serius


"Aku ngak mau tidak di anggap sebagai istri kamu aku mau ada pengakuan dari semua orang jika aku istri kamu bagaimana nasip anak kita kelak jika aku istri sirih mu kamu mau aku di anggap simpanan"ucap Nara


"Kenapa kamu kayak gitu Syifa yg akan jadi istri yg tidak pernah aku anggap setelah kita nikah aku akan mengatur semuanya aku akan membuat semua orang melupakan jika Syifa adalah istri ku tapi aku butuh waktu"ujar Arka


"Baik lah kali ini aku akan mempercayai mu"ujar Nara mengelus wajah Arka lalu menggoda Arka dengan menaikkan sedikit dress nya Arka tersenyum memeluk pinggang Nara mencium bibir Nara dengan semangat mereka terus saling mencumbu di kasur yg empuk sampai Arka menghentikan aksinya menatap Nara


"Sayang kamu kan ngak bisa masak belajar masak ya aku bosan makan makanan di luar"ujar Arka


"What"ucap Nara tidak percaya mendorong Arka dia atas tubuh nya


"Yang benar saja aku di suruh belajar masak kamu tau kan aku aja ngak pernah ke dapur"ujar Nara


"Sayang aku bosan makan di luar mau makanan rumah"ucap Arka memeluk Nara


"Kamu punya istri kan suruh istri kamu aja masak"ujar Nara memeluk Arka dengan erat


"Benar kamu ngak marah jika aku makan masakan Syifa"ujar Arka


"Iya"ujar Nara lalu mencium bibir Arka dengan agresif Arka tidak bisa menahan dia menegang sendiri sudah membuka resleting nya


"Aku benar tidak tahan"ujar Arka serak memegang kaki Nara membuka dres dengan paksa


Plak


"Udah ku bilang aku ngak mau"teriak Nara menampar Arka dengan keras Arka kecewa menatap Nara


"Kamu menampar ku"ujar Arka datar lalu berdiri memakai baju nya berlalu begitu saja


"Mas udah pulang ayo makan mas belum makan"ujar Syifa melihat Arka masuk tapi jantung Syifa berdetak cepat melihat kancing baju Arka terkait sembarang dan ada beberapa ****** di leher Arka tapi Syifa tidak ingin berfikir hal yg buruk


"Sudah ku bilang aku ngak mau makan masakan kamu jangan memasak untuk ku atau kamu tau akibat nya"teriak Arka murka


"Nanti mas sakit aku akan tetap masakin untuk mas"ujar Syifa tersenyum mendekati Arka


"Heh kamu dengar ngak apa yg aku bilang ngak usah masakin aku"bentak Arka menarik rambut Syifa yg terbalut hijab


"Iya mas maafkan aku"lirih Syifa menahan sakit


"Dari tadi juga"kesal Arka mendorong Syifa dengan kuat sampai terjatuh


"Meski kamu selalu kasar pada ku aku akan tetap di sisi mu"gumam Syifa menghapus air mata nya lalu berdiri jika Arka tidak makan masakan nya dia akan memberi kan pada tetangga atau pengemis yg sering tidur di jalan setelah membereskan makanan dan mengantar kan pada pengemis Syifa kembali masuk dia mengambil kotak obat tadi dia melihat bibir Arka terluka jadi dia ingin mengobati nya.Arka berbaring di kasur dia masih marah apa yg Nara lakukan tadi meski


dia kelihatan memaksa tapi Arka tidak terima jika Nara menampar nya


"Duh mas Arka tertidur"batin Syifa lalu dia berlutut di sebelah Arka menuangkan obat di kapas dengan pelan menyentuh ke bibir Arka


"Aww"keluh Arka refleks memegang tangan Syifa dan membuka mata kesetika mata tajam Arka menatap mata Syifa


"Kamu mau menggoda ku"bentak Arka menghempas kan tangan Syifa


"M...maaf mas aku mau mengobati luka mas Arka"ujar Syifa gugup


"Sok Sokan jangan harap ya aku mau menyentuh mu atau kamu ngak di kasih jatah kekasih mu sampai mau menggoda ku"ujar Arka sinis Syifa dengan cepat mengeleng Arka tidak tau saja jika teriakan nya dan bentakan nya membuat Syifa takut karna tidak ada yg melakukan itu ayah nya meski marah tidak pernah seperti itu jika mama nya meski terlihat keras tapi mimik wajahnya terlihat lembut begitu pun semasa Bara jadi kekasih nya Bara selalu memperlakukan Syifa dengan lembut Syifa tidak terbiasa dengan Arka yg selalu kasar pada nya

__ADS_1


"Aku ngak mau mas Arka sakit jadi izinin aku mengobati luka mas Arka"ucap Syifa lembut Arka duduk memegang tengkuk Syifa dengan kasar lalu mendorong Syifa ke kasur menekan tangan Syifa dengan kuat


"Dengar kan aku baik baik jika sekali lagi kamu menyentuh tubuh ku tanpa seizin ku aku tidak akan mengampuni mu"tajam Arka


"I...iya mas maaf kan aku"lirih Syifa menangis tangan nya terasa sakit


"Cih dasar manja gitu saja nangis"ujar Arka sinis melepas kan Syifa dan terlihat pergelangan Syifa merah


"Ayo cepat obati biar kamu segera pergi dari sini"bentak Arka


"Iya mas"ujar Syifa dengan cepat mengambil lagi obatnya Arka duduk dengan wajah datar Syifa mengobati luka Arka tapi mata Syifa terus menatap Arka


"Berani menatap ku lagi aku akan membuta kan mata mu"ucap Arka dingin Syifa terdiam dan menunduk kan pandangan nya menyentuh luka Arka tapi dengan ekor mata Syifa menatap Arka


"Sudah selesai kan cepat keluar"ujar Arka menyeret Syifa dan mendorong Syifa keluar kamarnya Arka benar kesal mengingat Nara sampai melampiaskan pada Syifa


"Mata tajam itu selalu membuat jantung ku berdetak tidak karuan"gumam Syifa tersenyum malu lalu pergi dia sangat menyukai tatapan tajam Arka yg terlihat semakin tampan di mata Syifa


☀️☀️☀️


Karna bahan makanan habis Syifa tidak memasak lagian Arka tidak mau makan masakan nya nanti Syifa akan sarapan sekalian dia akan ke tokoh memulai semua nya,Arka sudah rapi akan berangkat ke kantor wajahnya masih datar keinginan nya belum juga hilang karna semalam Nara menolak nya padahal Arka sudah tidak bisa menunggu lagi,Arka berjalan turun terlihat sepi biasa nya pagi pagi Syifa sudah ada di dapur untuk menyiapkan sarapan tapi kali ini tidak dapur sepi tidak ada masakan di atas meja lalu Arka melihat di lemari siapa tau Syifa menyimpan makanan tapi semua kosong


"Syifa"teriak Arka dengan kencang


"Syifa"teriak Arka lagi mendengar Arka memanggil nya Syifa dengan cepat bergegas turun tadi dia juga bersiap akan berangkat sampai pakai hijab saja dia tidak sempat karna buru-buru turun mendengar teriakkan Arka


"Iya mas"ujar Syifa berlari mendekati Arka


"Ohh sudah rapi saja kamu"ujar Arka memasukkan tangannya di saku celana


"Iya mas mau ke tempat tokoh"jawab Syifa


"Aku lapar mana sarapan pagi ini"tanya Arka datar Syifa menatap Arka


"Bahan makanan nya habis mas"ujar Syifa


Brak


"Apa kamu bilang kamu udah di beri uang kenapa tidak kamu beli hah jika habis "teriak Arka mengerbak meja sampai Syifa kaget


"Maaf mas t.....tapi mas bilang ngak mau makan masakan aku jadi aku belum beli pulang dari tokoh aku akan belanja"ujar Syifa takut melihat amara Arka


"Dasar kamu jadi istri saja tidak becus istri macam apa kamu tidak berguna"teriak Arka kesal


"Aku pikir mas ngak mau makan jadi belum masak"ujar Syifa pelan


"Ohh berani menjawab kamu udah tau salah"ucap Arka merah padam


"Aku beli dulu mas tunggu sebentar"ujar Syifa


"Kamu mau aku mati menunggu makanan dari mu"ujar Arka menarik rambut Syifa


"Pakai berani segala menggoda ku ya"ujar Arka menyeringai jahat


"M...maaf mas aku salah maafkan aku lain kali aku tidak akan mengulangi nya"ujar Syifa takut


"Harus itu aku akan memberi mu pelajaran biar tidak mengulangi kesalahan mu"tajam Arka merenggangkan kan dasi nya


"Maafkan aku mas maaf"ujar Syifa memohon dia benar takut dengan amara Arka


"Kamu harus mengerti kesalahan mu"ujar Arka tertawa menakutkan kan lalu mendorong Syifa ke kursi


"Mas aku mohon jangan menyakitiku"ujar Syifa memohon Arka dengan kekuatan penuh menyibak kan gamis Syifa lalu merobek celana Syifa


"Mas ampun mas"ujar Syifa ketakutan tapi Arka tidak peduli Syifa tidak mau di perlakukan seperti akan di perko** saja


Plak


"Harus nurut"bentak Arka menampar Syifa dengan kuat sampai Syifa menangis sesenggukan menahan sakit dan rasa takut dengan tega dan kasar nya Arka memasukkan jarinya di punya Syifa


"Aghhhh hiks hiks"teriak Syifa merasakan sakit amat sakit Syifa mencakar meja di samping nya sampai berbunyi Arka tertegun sebentar merasa jari nya tidak bisa masuk dia menarik nya melihat ada sedikit darah di ujung jarinya


"Maafkan aku mas"ujar Syifa pelan dia terkulai lemas merasa sakit sampai Syifa terjatuh dari kursi lalu memegang kaki Arka


"M....m...maaf ...a...a.aku tidak akan mengulangi nya lagi"ujar Syifa terbata Arka hanya membeku lalu melangkah dengan lebar mengambil tas nya dia keluar rumah menatap tangannya lagi lalu dengan cepat mencuci tangan nya

__ADS_1


"A...apa yg aku lakukan aku berfikir Bara menyentuh nya tapi dia masih dia "ujar Arka menarik rambut nya frustasi


"Tidak tenang Arka jangan sampai Nara tau jika kamu pernah ingin menyentuh Syifa tenang"ucap Arka menenangkan dirinya sendiri sedang kan Syifa masih menangis gemetar ketakutan dia memeluk lututnya takut dengan Arka


__ADS_2