Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Syifa hamil


__ADS_3

Nyonya Margareta sudah menemukan alamat kerabat suaminya dulu alamat rumah nya dengan senang hati dia bersiap siap untuk ketemu dengan anak gadis nya dia menyiapkan diri dengan penampilan gelamor bahkan seluruh yg dia pakai mencapai ratusan juta nyonya Margareta terlalu sangat bahagia dia sudah tidak bisa menahan rindu nya lagi


"Huh udah rapi kira-kira Zahra sudah besar seperti apa pasti Zaki merawat nya dengan baik "gumam Zea tersenyum


"Zahra pasti sangat senang ketemu dengan ku"ujar nya menyemprot parfum nya


"Nyonya tas nya"ucap Aleksa memberikan tas nya


"Saya apa sudah terlihat cantik ketemu dengan anak saya "ujar Zea dia benar gugup Aleksa menatap nya meski tegas galak Zea sebenernya memiliki hati yg lembut apa lagi terhadap anak nya yg telah hilang selama ini Aleksa kasihan dengan Zea menanti anak nya yg telah hilang


"Nyonya nona Zhara akan sangat senang ketemu dengan anda karna ketemu dengan mama nya"ujar Aleksa tersenyum


"Terimakasih"ujar Zea lalu segera berangkat bahkan tanpa sarapan.Mobil nya menuju alamat yg anak buah nya temukan Zea gugup dan tidak sabar dia pergi bersama supir bodyguard nya Zea mengigit jari nya gugup mengingat cinta nya dan suami nya dulu


"Nyonya sudah sampai itu rumah nya"ujar nya menunjuk rumah kecil di depan mobil mereka


"Baik"ujar Zea keluar dari mobil lalu mengetuk pintu itu


Tok tok


tok tok


Krek


"Zea"ucap paru baya itu saat membuka pintu


"Amar"ujar Zea tersenyum bahagia ternyata benar alamat nya


"Zaki dan anak anak ku mana"tanya nya pria tua itu terkekeh pelan


"Sayang sekali Zea kamu terlambat kak Zaki mengalami kecelakaan anak anak mu juga ikut meninggal"ujar nya tersenyum


"T... tidak kamu berbohong"ujar Zea memegang dada nya bodyguard melihat itu lalu mendekati nya


"Nyonya dia berbohong pria yg anda cari memang kecelakaan bersama anak nya bernama Nur tapi Zhara masih hidup"jelas nya


"Kamu serius"tanya Zea penuh harap


"Iya nyonya saya mendapatkan informasi itu"ucap nya


"Dia berbohong Zea memang Zahra masih hidup kamu tau kan seberapa benci nya aku dengan kak Zaki dia menitipkan Zahra pada ku tapi aku sudah membunuh nya"ucap nya tersenyum


"Tidak kembali kan anak ku Amar tolong jangan membohongi aku lagi "tangis Zea pecah


"Aku serius Zea aku benci diri mu yg lebih memilih kak Zaki jadi aku lampiaskan semua nya pada Zahra aku membunuh nya"ujar Amar murka


"Zhara anak ku hiks hiks ini tidak mungkin kamu membohongi aku"ucap Zea menangis


"Kamu yg salah Amar dulu saat kita menjalin cinta sampai aku hamil kamu yg ngak mau tanggung jawab bahkan kamu menyuruh aku mengugurkan bayi itu kamu kira aku tega aku merawat nya sampai Zaki mau menerima aku apa ada nya Nur itu anak kamu dan Zahra itu bukti cinta ku pada Zaki tolong katakan di mana Zhara"mohon Zea


"Jadi Nur itu anak aku"ujar nya kaget


"Tapi aku ngak bisa mengubah takdir Zea Zhara benar sudah tiada"ujar Amar


"Tolong Amar katakan"ucap Zea memohon


"Zahra sudah mati Zea itu karna kesalahan kamu"ujar Amar lalu menutup pintunya Zea menangis tersedu dia kehilangan arah hidup nya


"Zahra jalan yuk bosan mas Arka sangat sibuk"ucap Syifa menemui Zahra di Apartemen nya


"Bagaimana kita ketemu sama anak nya Aleksa dia mengemas sekali"ucap Zhara tersenyum


"Ayo aku benar bosan"ucap Syifa dia mengerti perasaan Zahra bagaimana gagal menjadi seorang ibu


"Mira"panggil Zahra memeluk Mira yg duduk di sofa menunggu mama nya berberes


"Tante"ucap Mira tersenyum


"Nih kenalin ini sahabat tante nama nya tante Syifa"ucap Zhara tersenyum


"Hai Mira"sapa Syifa


"Wah tante Syifa cantik banget"ucap Mira senang


"Iya dong wanita kan selalu cantik"ujar Syifa tersenyum mengelus kepala Mira


"Kita main di luar yuk"ajak Zahra


"Iya tante"ujar Mira tersenyum mengandeng tangan Zahra mereka segera keluar


Zea sangat terpukul dengan berita yg ada dada nya kembali sesak dia baru sampai turun dari mobil hati nya benar sakit lalu Zea menoleh mendengar suara Zahra dan Syifa bersama anak kecil Zea memperhatikan mereka menyeka air mata nya


"Kalian di sini "ujar Zea pelan duduk di kursi taman


"Ehh nyonya"ucap ketiga nya lalu Syifa mendekat


"Nyonya baik baik saja "tanya Syifa


"Iya"ucap Zea


"Saya hanya putus harapan saya mendapat kenyataan jika suami serta anak anak saya sudah tiada"ucap Zea pilu


"Saya turut berduga ya nyonya insyaallah jika nyonya iklas maka Allah gantikan yg lebih baik lagi"ujar Syifa tersenyum


"Saya sudah tua saya ingin sekali ketemu anak anak saya"ucap Zea menahan dadanya

__ADS_1


"Syifa"ujar Zahra mendekat


"Pulang yuk kesal dengan mas Devil ngak izinin aku keluar lihat ini"ujar Zhara menunjuk ponselnya ada pesan dari Devil


"Ya udah kami pulang ya nyonya"ujar Syifa tersenyum


"Mari nyonya"ujar Zhara hormat lalu mereka melangkah pergi Zea hanya menatap kepergian kedua nya sampai dia memutuskan untuk ke kamar karna untuk istirahat


"Mas Devil nyebelin"kesal Zahra manyung


"Kak Devil itu peduli pada mu"ujar Syifa tersenyum mereka dalam perjalanan pulang


"Tau ngak sebenarnya kak Devil itu mencintai mu dia pendam aja"ucap Syifa lagi


"Ngak aku udah tanya tapi dia bilang itu bohong"ucap Zahra membuat Syifa tersenyum Devil pasti punya alasan kenapa menyembunyikan perasaannya nanti biar Zhara tau sendiri perasaannya


🌙🌙🌙


Arka dalam perjalanan pulang dia bersyukur ada bantuan nyonya Zea Margareta yg sangat dia butuhkan Arka akan berjanji akan memberikan keuntungan pada nya karna sudah membantu nya ,Arka teringat pada Syifa karna dia sangat sibuk mengabaikan Istri nya itu Arka tersenyum saat wajah Syifa yg tersenyum pada nya melintas di otak nya


"Mampir apotik ahh obat pencegah kehamilan kan udah habis aku sudah sangat merindukan Syifa"ucap Arka tersenyum lalu turun dari mobil


"Assalamualaikum"salam Arka saat melihat Syifa akan turun dari tangga


"Waalaikum salam"ucap Syifa tersenyum lalu mendekati suaminya


"Mas mau aku siapin makan"ucap Syifa mencium tangan Arka


"Ngak masih kenyang"ujar Arka tersenyum


"Aku punya kejutan untuk mu"ucap Arka tersenyum


"Benarkah"ucap Syifa antusias


"Mana mas"ucap Syifa semangat


"Tutup mata mu"ucap Arka dengan cepat Syifa menutup matanya


"Tara"ucap Arka mengeluarkan sesuatu Syifa membuka matanya dan melotot karna kejutan nya adalah obat pencegahan kehamilan


"Ihh mas kok ini sih"ucap Syifa Cemberut


"Hei ini udah habis kan kamu kan udah lama ngak merasakan tubuh kekar ku "goda Arka


"Ihh mas Arka mah"ujar Syifa manyung


"Baik lah istri ku karna kamu maksa aku akan melayani mu"ujar Arka tersenyum mengendong Syifa


"Siapa yg maksa mas"ucap Syifa menolak


"Mas Arka nyebelin ajak jalan kek"kesal Syifa


"Besok janji"ujar Arka membaringkan Syifa dengan pelan


"Ngak ahh"ujar Syifa memalingkan wajahnya Arka hanya tersenyum melepaskan jas nya lalu melepaskan kancing baju nya


"Hei"panggil Arka dengan bertelanjang dada mata Syifa berbinar menatap dada Arka yg putih dan bidang itu


"Minat ya tenang ini milik mu"ujar Arka terkekeh Syifa malu sendiri dengan pelan Arka merangkak ke tubuh Syifa


"Mas yakin mas Arka kan sibuk ngak capek apa "ucap Syifa serius dia bukan nolak hanya kasihan dengan Arka yg selalu lembur


"Ya aku emang kecapekan tapi menghabiskan waktu bersama mu membuat semua beban ku hilang"ucap Arka mengelus wajah Syifa lembut


"Mas Arka selalu punya jawaban"ucap Syifa tersenyum lalu melingkar kan tangannya di pinggang Arka


"Terimakasih untuk semua nya Istri ku kamu selalu sempurna di mata ku"ucap Arka melepaskan hijab Syifa


"Jika mas Arka mencintai ku maka aku akan menjadi wanita sempurna di cintai oleh mas Arka"batin Syifa menatap Arka


Cup


Arka mengecup leher Syifa membuat Syifa memejamkan matanya tangan nya mengelus punggung itu lalu memeluk leher Arka yg mengecup lehernya Arka menatap Syifa yg menyentuh dadanya dengan semangat Arka mencium bibir itu di balas oleh Syifa dengan kelembutan mereka saling mencumbu satu sama lain membagi rasa yg menggebu di hati mereka melepaskan kerinduan Arka yg di temani melewati malam bersama Syifa bermadu kasih


Berbeda dengan Syifa dan Arka yg menghabiskan malam mereka Zhara dan Devil tengah makan malam Zahra manyung dengan suaminya yg tidak mengizinkan nya keluar rumah padahal Zhara bosan


"Kenapa menatap ku"ujar Devil meneguk air


"Mas Devil nyebelin aku kan bosan mas"ujar Zhara


"Cepat beres kan aku mau istirahat"ujar Devil beranjak


"Muka datar emang pantas julukan nya"ujar Zhara cemberut dia belum puas main dengan Mira membuat Zahra sebal


"Tuh malah tidur duluan"sebal Zhara lalu melepaskan hijab nya berbaring di samping Devil memejamkan mata nya Zahra merasakan pelukan Devil


"Maafkan aku"bisik Devil membuat Zhara membuka matanya dan melihat kalung diamon di depan matanya


"Mas"ucap Zhara menghadap Devil


"Untuk mu"ujar Devil


"Untuk ku"ujar Zhara tersenyum setelah itu dia menatap Devil


"Aku ngak butuh ini"ucap Zhara tersenyum

__ADS_1


"Aku hanya ingin mendengar perasaan mas Devil karna Syifa mengatakan juga mas mencintai ku"ucap Zahra penasaran Devil hanya mengelus pipi Zhara sebelum Zahra mencintai nya Devil tidak akan mengungkap kan perasaannya


"Tutup mata mu"ucap Devil serius Zahra menutup mata nya lalu Devil mencium bibir Zahra segenap hati nya seluruh perasaan nya dia curah kan dalam ciuman itu membuat hati Zahra berdesir hebat merasakan itu hati nya bergetar


"Mas"ucap Zahra menatap Devil yg juga menatap nya Zhara memeluk Devil bahagia seperti nya dia merasa kan cinta Devil yg tanpa terucap Devil mengelus kepala Zhara sayang dan mengecup nya dia harus berjuang membuat Zahra bahagia agar Zhara lupa bagaimana caranya dia menangis


###


Syifa mengeliat pelan mengusap wajahnya badan nya terasa sakit karna ulah suaminya semalam yg kebiasaan Arka selalu membuat tubuh Syifa nyeri.Syifa melirik jam di dinding Syifa belum sholat subuh Syifa melepaskan pelukan Arka yg memeluk nya


"Mas Arka tubuh ku merah semua"gumam Syifa mencibir semua nya yg tengah tertidur.Setelah membersihkan tubuhnya Syifa segera sholat subuh berdoa berzikir dan mengaji


"Ya Allah aku hampir lupa belum minum pil pencegah kehamilan"gumam Syifa mengecup Al-Qur'an lalu menyimpan nya Syifa menyimpan mukenan nya lalu mengambil obat yg di beli Arka tadi


Hoek Hoek


Syifa menutup mulutnya saat dia akan mual lalu Syifa berlari ke kamar mandi muntah Syifa terus mual setelah selesai Syifa mencuci mulutnya lalu termenung


"Ya Allah"ucap Syifa menutup mulutnya menatap pil di tangannya


"Saat itu aku lupa meminun pil ini karna aku sakit tapi aku ngak boleh panik siapa tau aku ngak head karna efek pil ini besok aku akan tes "ujar Syifa membuang pil itu


"Jika aku hamil mas Arka bisa marah ya Allah beri hampa jalan"doa Syifa mencuci wajah nya


Setelah merasa Arka sudah berangkat ke kantor Syifa segera siap siap ke Apartemen Zahra sebelum itu Syifa mampir ke apotik membeli banyak tespek dan segera menuju apartemen


"Kak Devil"ucap Syifa tersenyum melihat Devil sudah rapi


"Zahra ada"ucap Syifa lagi


"Kamar masih tidur bilang aku berangkat dulu ada meeting"ucap Devil lalu berlalu


"Sama saja"gumam Syifa segera menuju kamar


"Hei kenapa jadi pemalas"gumam Syifa lalu dia mempunyai ide jahil Syifa mendekati Zahra


"Kebakaran"teriak Syifa di telinga Zhara membuat Zhara terlonjak kaget


"Hah kebakaran"ucap Zahra panik Syifa hanya tertawa


"Ihh Syifa"ucap Zahra manyun


"Lagian tumben masih tidur pak suami mu sudah berangkat"ujar Syifa duduk di samping Zahra


"Semalam itu mas Devil ngajak aku ngobrol mulu jadi setelah subuh aku masih ngantuk jadi tidur lagi"jelas Zahra menguap


"Tapi tumben kesini ngak kasih tau"ucap Zahra


"Aku sedikit punya masalah"ujar Syifa


"Kamu ingat pas aku sakit sebenarnya itu karna mas Arka dia marah sampai mengauli aku semalaman dan seharian biasa nya juga aku meminum pil pencegah kehamilan tapi karna aku sakit aku lupa dan tadi pagi aku mual "ujar Syifa serius


"Lah bagus dong jika hamil"ucap Zahra


"Ya aku tau aku bahagia tapi mas Arka ngak mau aku hamil anak nya dan anak nya lahir dari rahim ku"jelas Syifa menangkup wajah nya


"Kok gitu"ujar Zahra heran


"Aku mau periksa dulu"ucap Syifa menuju kamar mandi menunggu Syifa Zahra beres beres kamarnya


3 jam kemudian


"Syifa kok lama banget sih "teriak Zhara menunggu Syifa sampai Zhara selesai sarapan pun Syifa belum selesai


"Zahra"ucap Syifa keluar dengan tidak semangat


"Lama "ucap Zahra


"Aku periksa 10 tespek dengan air kencing beda beda tapi tetap hasil nya sama positif"ucap Syifa


"Positif"ucap Zahra tersenyum


"Selamat"ucap Zahra tersenyum memeluk Syifa


"Ihh Zahra"ucap Syifa cemberut


"Pokoknya temenin aku ke rumah sakit aku masih tidak percaya aku ngak mau mas Arka marah"ucap Syifa panik


"Syifa aku rasa tuan Arka ngak akan marah deh"ujar Zahra


"Ngak marah bagaimana bahkan dia yg membeli pil itu Zahra"ujar Syifa


"Syifa bicara dulu baik baik sama tuan Arka bilang dan jelas kan pada nya jika pun tuan Arka marah aku siap kok merawat anak kamu"ucap Zahra tersenyum


"Di kira candaan apa"ucap Syifa cemberut


"Aku juga serius Syifa jangan takut"ucap Zahra


"Ahh aku ngak mau jika mas Arka tau aku hamil lalu dia menceraikan aku bagaimana aku ngak mau Zahra pisah sama mas Arka"ujar Syifa siap menangis


"Tenang aja aku yakin tuan Arka ngak kayak gitu ini berita bahagia kita harus memberi tau mama dan ayah"ujar Zahra tersenyum


"Zahra berjanji lah untuk menjaga rahasia ini aku belum siap aku mau bicara sama mas Arka dulu"ucap Syifa cemas


"Ya udah jika ada apa apa saya siap melayani tuan putri"kekeh Zahra hormat

__ADS_1


"Iss Zhara"ucap Syifa cemberut Zahra hanya tersenyum melihat Syifa sudah lebih baik


__ADS_2