
Semalaman Syifa sudah memikirkan rencana nya akan tinggal di kampung Zahra karna baru sehari di sana Syifa sudah banyak belajar bahkan Syifa belajar dari Zahra jika harus mensyukuri hidup di atas langit masih ada langit begitu sebaliknya , Syifa membereskan barang barang nya dia hanya memilih baju yg panjang cuman hanya sedikit dan Syifa juga meninggalkan semua nya di apartemen dia juga sudah menyiapkan gaji pembantu nya dan barang nya lalu keluar
"Mbok"panggil Syifa
"Iya non mau sarapan"tanya nya
"Iya hanya nasi goreng saja ohh ya mbok ini gaji mbok"ucap Syifa meletakkan amplop coklat
"Lho kenapa non saya di pecat saya melakukan kesalahan maafkan saya non"ucap nya memohon
"Tidak mbok saya mau pindah jadi mbok bisa bekerja di rumah utama ohh ya mbok nanti tolong kirimkan barang ini dengan ayah ke kantor"ucap Syifa sungguh terasa orang kaya pembantu itu mendengar Syifa meminta tolong pada nya
"Mbok apa bisa"tanya Syifa lagi melihat nya bengong
"I...iya non saya akan melakukan apa yg non katakan"ucap nya tersenyum lalu segera memasak
#####
Tok tok
"Maaf tuan ada yg mau bertemu dia bilang pembantu nona Syifa"ucap asisten Fikram ayah Syifa
"Suruh masuk"ucap Fikram tegas lalu asisten nya keluar tidak lama membawa wanita paru baya dan sebuah kotak
"Apa ini"ucap Fikram
"Saya tidak tau tuan tapi saya hanya di suruh nona Syifa mengantarkan ini dengan tuan"ucap nya
"Apa ada pesan lain"tanya Fikram
"Tidak ada tuan"ucap nya
"Kalian boleh pergi"ucap Fikram semua pergi Fikram menenteng tangannya di pinggang dia berfikir isi kontak itu apa dari pada dia penasaran lebih baik dia membuka nya mengambil pisau kecil membuka lakban kotak itu berisi kamera laptop barang berharga lain nya membuat Fikram heran lalu membuka isi kotak satu nya berisi kunci mobil dompet ATM ponselnya serta pasilitas lain nya ada sebuah surat membuat Fikram mengambil nya dengan semangat mengambil nya dan membuka
"Assalamualaikum ayah mohon maaf atas kesalahan ku selama ini selalu menyusahkan ayah dan mama jangan mengkhawatirkan aku sekarang ini aku butuh ketenangan aku akan menjaga diri ku dengan baik aku juga mengembalikan semua pasilitas ayah berikan aku akan hidup mandiri aku hanya membawa uang 12 juta ayah jelas kan keinginan ku dengan mama aku mohon Jangan khawatir dan mencari ku jaga diri ayah dan mama aku sangat menyayangi kalian"isi pesan itu membuat Fikram kegirangan ingin membagi kebahagiaan dengan istri karna pertama Syifa mengucapkan salam yg paling membuat nya bahagia dia yakin Syifa akan berubah tapi senyum itu pudar melihat pesan bawah nya
"Tapi jangan memberi tau mama biar dia ngak cemas dan mencari ku salam Syifa Emilia Sandoso"
"Ck dia kan sahabat dan cinta ku semua aku akan membagi nya dan anak ini minta jangan memberi tau nya tapi tidak apa ayah selalu mendukung mu nak ayah menyayangi mu"ucap Fikram tersenyum lebar
Sedangkan Syifa semalam dia banyak melakukan hal bahkan dia sekarang bertemu langsung dengan jasa penghapus akun dan bisa menghapus foto dari sosmed tidak tanggung Syifa membuang uang untuk itu senilai sepuluh juta karna dia serius ingin berubah akan menutup aurat nya dan tidak akan membiarkan aurat nya di lihat lagi setelah itu Syifa ke kampung Zahra dia turun dari taksi
"Assalamualaikum"salam Syifa tersenyum pada Zahra
"Waalaikum salam masyallah cantik banget kamu Syifa"ucap Zahra
"Biasa aja"jawab Syifa
"Ehh iya Syifa kenalin ini Aulia dan Asma teman kami juga"ucap Zenap mereka segera berkenalan Syifa sangat senang bisa kenal dengan mereka semua
"Ohh ya Zah bisa bantu aku ketemu orang menyewa kan Kontrankan"ucap Syifa
"Jadi pindah nya"ucap Zahra di angguki Syifa
"Wah akan seru nih punya teman baru lagi"ucap Asma tersenyum
"Iya semoga kita jadi teman yg baik ya"ucap Aulia
"Iya pasti nya"ucap Zenap
"Bantuin Syifa cari kontrakan yuk"ucap Zahra
"Ayo"ucap semua membantu Syifa . Tempat nya tidak besar tapi bersih Syifa sebenarnya kurang nyaman tapi dia yakin itu semua karna dia belum terbiasa saja jadi Syifa memilih yg di saran kan teman nya dan sekarang Syifa hanya memegang uang satu juta untuk kebutuhan nya
#####
1 bulan ini Syifa belajar dengan baik dengan teman nya serta sering ikut pengajian tapi Syifa di jauhin teman kampusnya sering di ejek bahkan mereka sering juga membully nya hal yg menyedihkan kan untuk Syifa orang yg dia bully dan saat dia akan minta maaf malah dia di tindas balik tapi ada juga yg memaafkan Syifa dan soal pekerjaan Syifa bekerja di restoran di sini hati nya di bentuk
__ADS_1
"Hari libur bantuan Zenap ahh"ucap Syifa sudah rapi lalu dia berteriak karna ada tikus di depan pintu
"Ahhh"teriak nya belum melihat hewan itu membuat semua melihat nya
"Ada apa"ucap tetangga nya
"Ada anak kuda laut"teriak Syifa ketakutan menunjuk tikus itu
"Anak kuda laut"ucap mereka menatap Syifa
"Ya ampun Syifa ini bukan anak kuda laut tapi tikus kamu berlebihan di kira ada apa"ucap Asma mengambil tikus itu
"Huh sok anak sultan "ejek nya lalu semua bubar
"Kontrakan nya kotor banget Syifa seharusnya kamu bersihkan juga tempat nya "ucap Zahra melihat tempat kontrak kan Syifa sangat kotor
"Emang ngak ada yg bersihin"ucap Syifa membuat semua menepuk jidat
"Ya ngak lah di kira hotel ada yg bersihin"ucap Aulia tertawa
"Kebersihan itu sebagai iman lho Syif"ucap Zahra
"Iya aku ngak tau jika ngak ada yg bersihin aku juga ngak bisa"ucap Syifa mengaruk tangan nya yg tidak gatal
"Aku akan bantu"ucap Zahra
"Gini aja Zenap jaga tokoh kita akan membantu Syifa bersihkan kontrakan nya"ucap Asma
"Ya aku setuju"ucap Zahra
"Ya udah jika perlu apa apa panggil aku"ucap Zenap lalu pergi menjaga tokoh mereka mulai membersihkan semua
"Syifa apa yg sering kamu makan"tanya Zahra tidak melihat bahan makanan di dapur
"Emm aku sering beli aja makan masak mie aja ngak bisa apa lagi masak"ucap Syifa nyengir Zahra tersenyum mengeleng
####
Tidak terasa Syifa menjalankan hidup susah selama 3 bulan tidak ada kekacauan dia juga sudah menguasai ilmu memasak teman temannya bisa berberes pekerjaan Syifa lancar saja ilmu agama Syifa juga semakin hari semakin meningkat dia belajar di malam hari karna siang dia harus kuliah dan bekerja
"Tidak ada jalan lain demi membuka tokoh kecil aku harus menagih uang yg pernah mereka pinjam "gumam Syifa lalu mengambil tas nya dan menuju kantin tempat teman nya dulu
"Wah ada apa ini"ucap temannya bernama Geni
"Geni shopi Wanda aku mau menagih uang yg pernah kalian pinjam dulu"ucap Syifa pada teman nya yg akrab dulu
"Apa ngak salah dengar"ucap Wanda menatap Syifa karna selama ini Syifa tidak memperdulikan uang nya di pakai teman nya
"Ahhaha ohh sekarang gue tau Syifa Emelian Sandoso hijrah karna ayah nya sudah bangkrut hahahah"tawa Shopi mengejek
"Maaf ya teman teman bukan kah hutang harus di bayar lagian kalian yg meminjam harus membayar nya"ucap Syifa
"Harus di viral kan nih"ucap Shopi mengambil ponselnya
"Ini Syifa dia udah bangkrut menagih uang nya ini ambil nih dasar miskin"ucap Shopi melempar uang pada Syifa dan merekam nya
"Ehh ngak boleh kayak gitu dong Shop kayak gini"ucap Wanda lalu mengambil uang nya dengan melempar dengan keras pada Syifa
"Uang kayak gitu aja di tagih dasar udah miskin"ucap Wanda
"Udah yuk ngapain berteman dengan orang kismis"ucap Shopi mengejek lalu mendorong Syifa sampai terjatuh dan mereka pergi
"Syifa kamu ngak papa"ucap Geni membantu Syifa berdiri
"Iya ngak papa"ucap Syifa menunduk dia merasa terhina dan tidak berguna dulu Syifa tidak perhitungan dengan temannya soal apa pun bahkan soal uang tapi saat Syifa menagih uang mereka bukan mau bayar bahkan ada yg menghina nya Syifa memungut uang nya
"Aku bantu"ucap Geni membantu Syifa
__ADS_1
"Nih juga aku kan pernah pinjem uang kamu 2 juta aku bayar kebetulan papa ku udah ada uang"ucap Geni memberi kan Syifa uang
"Terimakasih"ucap Syifa memeluk Geni menghapus air mata nya
"Aku pergi ada kerjaan"ucap Syifa lalu berlalu dia akan bekerja di restoran
"Ya Allah kuat kan hamba"gumam Syifa lalu mulai membersihkan meja bekas pelagan Syifa tidak sengaja melihat seseorang
"Bara"gumam Syifa segera bersembunyi
"Sejak kapan dia di sini"ucap Syifa lalu termenung bagaimana jika dia Ketemu dengan Bara
"Ehh Syif bantuin aku antar ke meja no 2 dong kebelet nih"ucap nya lalu meletakkan nampan lalu pergi
"Duh bagaimana ini"ucap Syifa lalu menghembuskan nafasnya kasar
"Aku udah mengambil keputusan"ucap Syifa lalu mengambil pesanan
"Silahkan"ucap Syifa meletakkan minuman dan makanannya pria itu mendongak seketika senyum manisnya terukir di bibir nya
"Syifa"ucap nya berdiri ingin memeluk Syifa
"Tunggu "ucap Syifa mundur
"Hei ada apa ini aku sangat merindukanmu "ucap Bara tidak menyangka bertemu Syifa di sini setelah 3 hari pencariannya
"Ar mohon bantuan nya ya aku mau bicara sebentar"ucap Syifa pada teman kerja nya
"Oke"ucap nya
"Kamu kerja di sini"tanya Bara duduk lalu Syifa duduk
"Iya"jawab Syifa
"Ohh kamu ngak usah kerja lagi nih pegang aja gaji aku selama 3 bulan"ucap Bara mengeluarkan ATM nya Syifa menunduk air mata nya menetes
"Aku mau kita akhiri hubungan kita"ucap Syifa lirih
"Jangan becanda sayang"ucap Bara
"Bar aku tau itu kamu tidak akan menyangka tapi ini udah keputusan aku sekarang aku tau kesalahan kita aku mau kamu ngertiin aku "ucap Syifa
"Apa kamu tidak mencintai ku apa ada pria lain dan apa ini Syifa "ucap Bara menatap Syifa sendu
"Aku masih mencintai mu seperti dulu tapi sekarang aku takut berbuat salah dan rasa cinta ku besar pada Allah di banding kamu aku takut Bar usaha ku selama ini mencari cinta nya sia sia jadi kamu harus pahami aku"ucap Syifa
"Aku bisa menunggu mu Syif tolong jangan lakukan itu"mohon Bara
"Aku ngak bisa"ucap Syifa berdiri
"Aku mohon jangan lakukan Syifa aku hanya mencintai mu segenap hati ku aku akan menerima kamu apa ada nya aku rela menunggu mu aku mohon jangan menjauh dari ku Syifa aku mohon"mohon Bara berlutut mata nya memerah menatap Syifa seperti akan menangis
"Aku tidak bisa Bar lakukan sesuka hati mu tapi keputusan aku akan tetap sama aku takut melakukan dosa"ucap Syifa menangis lalu pergi dada nya sesak menerima keputusan tapi ini demi kebaikan nya Syifa mau pokus memperbaiki diri nya dan Syifa yakin Allah akan menyatu mereka jika mereka di takdir kan bersama
###
Meski kurang semangat kuliah tapi Syifa tetap pergi karna dia ingin membuat mama nya bangga Syifa ingin menjadi lulusan terbaik Syifa sudah siap akan masuk kelas tapi Shopi menariknya ketoilet
"Ehh Syifa kita minum yuk"ajak Wanda memberi kan Syifa botol alkohol
"Ngak deh"ucap Syifa ingin pergi tapi Shopi menarik nya lagi
"Ayo lah lho jangan munafik lah"ucap Shopi memaksa Syjfa meminum nya menekan wajah Syifa menuangkan botol itu ke mulut Syifa yg memberontak Syifa di paksa karna menolak Shopi tiba -tiba menampar nya
"Lho ngak usah sok baik sebelum nya lho bagian dari kami"ucap Shopi
"Itu dulu tapi sekarang ngak"bantah Syifa karna kesal Wanda memandikan Syifa dengan minuman itu lalu tertawa memaksa Syifa lagi minum Syifa hanya menangis dia menjadi cewek lemah sekarang ini tidak ada Syifa yg galak
__ADS_1
Karna badan nya basah Syifa pulang tidak kuliah dia menangis di dalam kamar mandi meluapkan rasa yg dia pendam rasa sakit dan sesak sampai tidak sadar Syifa bersender di pintu kamar mandi tertidur