Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Di benci keluarga suami


__ADS_3

Yg memukuli Devil adalah anak buah Aril yg dia tugas kan menjaga daerah itu tapi ternyata mereka menghajar bos mereka sendiri dan Aril akan memberi mereka pelajaran entah apa yg akan Aril lakukan pada orang yg menganggu bos dan istri bos nya itu,Devil tidak peduli dengan mereka karna bagi Devil keselamatan Zhara lebih penting tidak peduli dengan diri nya yg di hajar melihat seulas senyum Zhara membuat hati Devil menghangat.Zahra mengompres wajah Devil yg terluka mereka sudah sampai kamar Zahra sesekali meniup luka Devil


"Mas kok ngak meringis"tanya Zahra heran dia sudah menyentuh luka Devil tapi Devil malah menatap wajaha Zahra


"Apa kamu tau seberapa besar pengaruh kamu dalam hidup ku"ucap Devil duduk


"Jangan banyak bicara"ujar Zhara tersenyum menyentuh luka Devil


"Tapi aku tidak mau"ucap Devil menarik tangan Zhara sampai terjatuh di pelukannya


"Apa kamu tau seberapa besar aku mencintaimu"ucap Devil mengelus wajah Zahra


"Iya aku tau mas aku bisa merasakannya"ucap Zahra tersenyum Devil mendekat kan wajahnya lalu mencium Zahra merasakan ciuman itu membuat Zahra memejamkan mata nya lalu meletakkan tangannya di dada Devil menarik baju Devil supaya berbaring lalu mereka saling menatap penuh cinta


"Apa sakit"tanya Zhara mengelus pipi Devil


"Tidak sama sekali"ucap Devil mencium tangan Zhara di pipinya


"Kamu mau tau jeritan kesakitan ku"ujar Devil serius


"Ya apa yg akan membuat sang mafia yg di takuti ini tersakiti"ucap Zahra mengalungkan tangannya di leher Devil


"Ini"ucap Devil lalu mencubit lengan Zhara sedikit kuat


"Aww"ucap Zhara kesakitan


"Maafkan aku"ucap Devil mencium lengan Zhara


"Aku tidak merasa sakit tapi jika kamu terluka maka aku sangat terluka"ucap Devil datar


"Terimakasih mencintai ku sebesar itu"ucap Zahra tersenyum mata mereka kembali bertemu Zahra memejamkan matanya memegang tengkuk Devil lalu mereka kembali berciuman adegan semalam mereka ulangi lagi Zahra tidak munafik jika menyukai sentuhan suaminya menikmati surga dunia lagi saling menyalurkan rasa menggebu di tubuh mereka


###


3 hari menjadi Istri Bara membuat Asma bersemangat dia membuat sarapan untuk pertama kalinya untuk suaminya karna beberapa hari ini Bara mengajak nya jalan jalan sekitar kota jadi karna Bara kembali bekerja Asma akan membuat kan sarapan untuk suami tercintanya


"Makanan sampah itu kok di hidangkan"ucap Nara sinis mentap Asma yg menata makanan Asma tau Nara tidak suka dengan dirinya dia hanya diam untuk tidak membuat keributan


"Siapa yg masak kok menu berbeda"ujar Bara duduk


"Aku mas cobain deh"ucap Asma tersenyum


"Paling rasanya tidak enak rasa kampungan"ujar nyonya Adirata lalu mereka memulai sarapan


"Emm enak banget seperti makanan di restoran"ucap Bara memang benar rasanya sangat enak bahkan Nara dan mama nya sampai kaget kenapa rasanya sangat enak


"Makasih mas jika mas suka nanti aku masakin setiap hari"ucap Asma tersenyum lebar


"Paling beli"ucap Nara santai


"Jangan mencela mending makan dengan tenang"ucap Bara mereka menikmati sarapannya.Setelah sarapan Bara bersiap akan berangkat ke kantor


"Aku berangkat"ucap Bara lalu masuk mobil Asma menatap nya dari pintu


"Hah maaf Asma aku benar tidak bisa mencintai mu aku tidak bisa menyingkirkan Syifa di hati dan pikiran ku maaf kamu tidak akan mendapat kasih sayang ku aku tidak bisa mengkhianati Syifa "gumam Bara menghembuskan nafasnya kasar lalu melaju kan mobilnya


###


"Syifa baju kerja ku mana"ucap Arka dengan telanjang dada biasanya Syifa sudah siap meletakkan baju kerja Arka tapi tidak pagi ini


"Mas bisa ambil sendiri kan aku lagi ngurusin sih kembar"ucap Syifa menyusui Arsyif


"Syifa aku ngak bisa kamu harus ambilin aku udah terbiasa pakai baju dari kamu "ujar Arka mulai kesal


"Ngerti dikit napa mas aku lagi ribet"ucap Syifa mengeleng kenapa suami nya jadi manja


"Ngak mau kamu harus ambilin"ucap Arka mendekati Syifa


"Kamu dari tadi sibuk dengan si kembar aku juga butuh perhatian mu"ujar Arka cemberut


"Mas ini kan anak mas Arka juga harus di rawat dengan baik"ucap Syifa


"Jika kayak gini caranya harus nambah istri lagi jadi ada yg ngurusin aku dan kamu ngurusi anak kita"ucap Arka tersenyum manis


"Awas mas berani memikirkan wanita lain aku akan potong burung mas Arka"ketus Syifa dengan kesal Arka hanya tertawa


"Punya istri dua seperti nya seru juga"ucap Arka menghayal


Bugh


"Silahkan berani melakukan itu aku pasang bom di kamar pengantin kalian nanti biar kalian mati sekalian"geram Syifa melempar bantal ke arah Arka


"Habis nya kamu acuh pada ku"ujar Arka cemberut


"Mas harus ngerti juga aku ngrusin mereka"ucap Syifa


"Iya aku hanya becanda tapi jika aku nikah lagi kamu izinin ngak"ucap Arka tersenyum


"Ngak"ketus Syifa


"Jagain mereka aku ambilin baju mas Arka dulu"ucap Syifa menarik resleting baju nya karna habis menyusui anak anak nya Syifa segera menuju ruang ganti


"Enak banget kalian mau merebut istri ayah"ucap Arka tersenyum lalu menoleh ke arah Syifa Arka mengedong anak anak nya lalu keluar dia menuju kamar Arkan di sebelah


Brak brak

__ADS_1


Cklek


"Aghh kak Arka ngapain"ucap Zenap menutup wajahnya melihat tubuh Arka


"Kak apaan sih"ujar Arkan


"Nih ambil anak ini menggangu ku sory ya Zenap cuman mau ngantar anak ini"ucap Arka menyerah kan anak anak nya


"Ini anak kakak lho"ucap Arkan sebal tapi tetap menggendong keponakan nya Zenap juga sudah balik badan melihat Arka hanya mengunakan handuk


"Nitip bentar napa"ucap Arka lalu berlalu dengan tersenyum


"Anak nya kenapa kita yg ribet"gumam Arkan menutup pintu


"Mereka lucu ya"ucap Zenap tersenyum pada Arsyif lalu mencium nya penuh kasih sayang


"Tidak usah repot"bisik Arka memeluk Syifa dari belakang


"Mas anak anak kita gimana"ucap Syifa ingin keluar tapi Arka menahan nya


"Sudah aman"ucap Arka tersenyum lalu memeluk pinggang Syifa


"Ihh mas ini mas apa sih"kesal Syifa menahan dada Arka


"Hei kamu acuh pada ku jadi aku butuh sesuatu"ucap Arka genit dengan lirikan mata keranjang


"Aku ngak mau"ucap Syifa


"Oke hanya cium"ucap Arka mengankat tangan


"Dasar genit"cibir Syifa


"Aku merindukan mu "ucap Arka mengelus pipi Syifa lalu mencium bibir itu Arka memeluk pinggang Syifa dengan erat


"Mas kan hanya cium"ucap Syifa waspada saat Arka menduduk kan nya di kasur kecil yg ada di sana


"Aku jadi tergoda"ucap Arka dengan gerakan cepat membuka resleting Syifa


"Mas anak kita"ujar Stifa menahan dada Arka


"Mereka ada yg jagain"ucap Arka melepaskan gamis Syifa sampai tergeletak


"Ini yg aku mau"ucap Arka tersenyum berbinar lalu mencium dada Syifa


"Mas jangan di pagi hari"teriak Syifa dia tidak mau mengabaikan anak anak nya tapi Arka emang tetap sama memaksa Syifa


"Mas jangan"ujar Syifa mengeleng pelan tapi Arka malah tersenyum melihat wajah Syifa dia bilang jangan tapi dia mengigit bibirnya menahan diri nya


"Tapi kamu seperti nya menginginkan nya"ucap Arka mengusap perut Syifa yg polos


Arka keluar dari kamarnya dengan menyunggarkan rambut rapi nya menuruni tangga semua menatap Arka dengan wajah yg berseri mereka heran kenapa Arka begitu senang pagi ini


"Syifa mana"ujar Maya menatap Arka


"Di kamar"ujar Arka santai


"Kok di kamar anak anak di sini"ujar Maya


"Aku gempur dua ronde"ucap Arka lalu tertawa


"Arka kamu ini benar gila istri mu sibuk ngurus anak malah kamu memaksa nya"kesal Maya


"Dari pada aku punya istri dua"ucap Arka santai


"Jika Syifa sampai sakit awas kamu"ujar Maya sebal


"Ma aku bawa si kembar ke kamar Syifa aja sekalian nanti aku bawa kan Syifa sarapan"ujar Zenap berdiri


"Iya"ujar Maya


"Mas aku ke kamar Syifa dulu nanti berangkat aja"ucap Zenap


"Iya"ucap Arkan lalu Zenap berlalu mendorong keponakan nya


Cklek


"Syifa"pangil Zenap masuk ke kamar lalu dia melihat Syifa terbaring di sofa dengan handuk


"Capek"tanya Zenap dengan santai


"Benar benar mas Arka rasa nya aku mau membenjek nya"geram Syifa lemes rasanya tenaganya terkuras


"Kamu istirahat saja sebentar biar aku jagain si kembar"ucap Zenap tersenyum


"Jadi ngerepotin"ujar Syifa tidak enak


"Ngak sama sekali justru aku senang banget punya mereka bosan kerjaan nya bengong mulu"ujar Zenap tersenyum


"Aku pakai baju dulu"ujar Syifa berajak Zenap hanya tersenyum melihat beberapa tubuh Syifa yg merah sama seperti dia jika suami gay nya itu lagi kambuh mesum nya


####


Seperti biasa Asma setelah sholat dia menuju dapur untuk membuat sarapan untuk mereka semua Asma membuat sarapan dengan senang hati apa lagi Bara menyukai masakan nya tentu membuat Asma makin semangat membuat sarapannya setelah selesai Asma menghidangkan di meja makan menunggu suaminya karena Bara juga belum turun Asma melihat kekamar


"Mas apa sudah selesai"ucap Asma masuk

__ADS_1


"Ya udah yuk"ujar Bara mereka keluar dari kamar menuju meja makan


"Kamu lagi yg bikin"ucap Bara duduk di meja makan


"Iya mas"ucap Asma tersenyum mengambil kan Bara sarapan setelah dia selesai Asma duduk mengambil untuk dia juga


Hoek huuk huuk


"Mas kenapa"ucap Asma mengambil kan Bara air putih


"Kenapa rasa kayak gini"ujar Bara


"Kamu cicipin tidak"ujar Bara meneguk minumannya


"Iya mas"ujar Asma lalu mencoba nya dan benar sup sayur nya terasa aneh tidak biasa padahal tadi dia cobain rasanya pas


"Ala itu alasan aja Bara mama yakin kemarin itu dia beli makan nya enak udah mama bilang dia itu ngak pantas sama kamu masak aja ngak bisa"ucap mama nya


"Iya kak benar dia pura pura aja padahal mau hidup enak di kekuarga kita"ucap Nara sinis


"Ngak gitu"ucap Asma berusaha membela dirinya


"Asma seharusnya jika kamu ngak bisa masak ngak perlu melakukan ini semua dengan membeli makanan pembantu yg lain banyak bisa masak kamu ngak usah lagi masak jika rasanya aneh kayak gini"ujar Bara mengelap bibirnya Asma menatap Bara


"Mas apa mas meluapkan sesuatu"ucap Asma serius padahal sebelumnya Bara pernah memakan masakan Asma yg pandai memasak bahkan teman nya juga memuji nya Bara tau itu apa Bara meluapkan itu semua


"Aku ngak mau ribut"ucap Bara berdiri lalu pergi tanpa sarapan Asma tertekun melihat punggung Bara yg menjauh


"Kami akan membuat kamu di campak kan Bara karna kamu tidak pantas untuk Bara kamu hanya barang rongsokan yg di pungut anak ku jadi jangan mengharap lebih"ucap mama mertua sinis


"Lagian ngaca dong kamu itu siapa asal kamu tau ya kak Bara itu hanya mencintai Syifa jadi jangan mengharap cinta kak Bara"ucap Nara lalu mereka pergi


"Huh sabar Asma mereka memang tidak menyukai mu suami mu mencintai mu mungkin dia lagi banyak pekerjaan"gumam Asma menyemangati dirinya sendiri


"Dia ngak tau jika kita udah menghancurkan makanan itu mencampur nya hahah"ujar Nara tertawa dengan mama nya mereka merusak masakan Asma


"Sekarang kita harus lakukan apa lagi ya untuk membuat masalah"gumam Nara berfikir


"Nanti kita akan buat rencana lagi biar Bara marah pada Asma"ucap mama nya tersenyum licik


###


Saat makan siang Bara makan siang di kantin kantornya setelah makan Bara kembali ke ruangan nya dengan bersantai mengistirahatkan badan nya lalu ada notifikasi dari kartu kredit yg Bara berikan pada Asma dengan jumlah yg besar


"Beli apa Asma sampai mencapai 800 juta"gumam Bara


"Apa benar yg di katakan mama jika Asma hanya memanfaatkan aku saja dan dia pura pura baik"gumam Bara berfikir


"Aku harus tanya pada nya setelah pulang nanti"ucap Bara


Setelah pekerjaan selesai Bara pulang dia pulang tidak terlalu larut karna ingin menanyakan apa yg di beli Asma tadi


"Asma"panggil Bara saat melihat Asma ingin naik


"Mas"ucap Asma tersenyum mendekati Bara


"Aku mau bertanya sesuatu"ucap Bara serius


"Iya mas apa"ucap Asma


"Kamu hari ini kemana dan belanja apa"tanya Bara


"Ngak ada mas aku hanya di rumah"ucap Asma memang benar dia hanya di rumah


"Apa kamu tidak berbohong"ucap Bara


"Ngak mas"ujar Asma


"Aku menerima tagihan kartu kredit yg aku berikan pada mu"ucap Bara


"Aku ngak memakai nya mas tanpa seizin mu"ucap Asma


"Ya sudah aku mau istirahat"ucap Bara berlalu Asma mengikuti nya


"Mas ngak mau makan"ucap Asma


"Tidak"ucap Bara meletekkan tas nya melepaskan dasi nya lalu dia melihat kotak merah Bara mendekati nya dan menbuka nya dan melihat sebuah jam mewah


"Kata nya ngak belanja lalu ini apa"ucap Bara dia mulai kesal


"Lho itu bukan punya ku mas serius"ucap Asma


"Udah jelas ada di kamar mu"kesal Bara dia capek kerja Asma membohongi nya


"Iya tapi itu barang ku "ujar Asma


"Kamu beda ya dari Syifa dulu Syifa tidak pernah bohong terhadap ku apa lagi menghabiskan uang ku dengan hal yg tidak jelas ini"ucap Bara melempar kotak itu sembarang arah membanting pintu kamar mandi


"Wih di bandingin"ejek Nara masuk yg dari tadi mengintip sekarang Asma mengerti itu pasti ulah adik ipar nya


"Kayak ada rasa sakit ya di bandingin sama mantan pacar suami apa lagi itu sahabat sendiri"ucap Nara tertawa


"Kamu benar jahat Nara membuat aku dan suami ku bertengkar kamu tau hukum nya apa"ucap Asma berusaha menahan kemarahannya


"Sok nasehati urus aja kehidupan mu kamu akan ku persulit mulai sekarang jadi berhati-hatilah kaka ipar"ujar Nara tertawa lalu berlalu

__ADS_1


"Astaghfirullah ya Allah kuat kan hamba"ucap Asma menguatkan hati nya menghadapi keluarga suami yg dia cintai padahal Asma sudah menerima mama dan adik ipar nya itu dia berusaha menyayangi mereka tapi sepertinya mereka tidak suka dengan Asma mempersulit hubungan Asma ,dan Bara


__ADS_2