
Arka masih sibuk dengan pekerjaan nya tapi ponselnya terus berdering yg ternyata dari Nara bahkan Nara mengirim pesan sangat banyak ponsel itu terus menganggu Arka tapi Arka mengerjakan hal yg penting mengurus dokumen yg penting jadi Arka membuat mode senyap agar tidak menggangu nya karna Arka tidak bisa mengabaikan pekerjaan nya, Setelah selesai Arka segera melihat ponselnya yg ternyata Nara mengajaknya bertemu satu jam yg lalu Arka segera pergi setelah menyerahkan berkas nya pada seketaris nya untuk di kirim ke klien nya
"Kak Arka pasti mau ketemu sama Nara"gumam Arkan melihat Arka pergi lalu dia mengambil ponsel nya meninggalkan pekerjaan nya
"Kenapa kamu mengabaikan aku"ucap Nara saat melihat Arka
"Ada pekerjaan yg penting di kantor"ucap Arka menepis tangan Nara yg mencengkeram kemeja nya
"Ada apa kamu mengajak ku ketemu"ucap Arka serius
"Kamu tidak tau aku tadi mengalami rasa takut kamu malah mengabaikan aku dan malah mengajak Syifa pulang"ucap Nara kesal
"Nara kamu tau kan di sana tadi banyak orang kamu mau repotasi ku rusak kamu mau semua orang memandang aku jahat"ucap Arka
"Di sini berisik aku mau bicara hal serius"ucap Nara lalu mengajak Arka pergi karna tadi mereka di Bar dan kini mereka naik ke lantai atas
"Aku mau besok kita menikah"ucap Nara serius mereka duduk di meja yg sudah di sediakan di lantai atas
"Yg benar saja kamu bukan kah kita udah rencana kan satu bukan lagi"ucap Arka
"Aku ngak mau kamu di ambil oleh Syifa"ujar Nara mulai menunjukkan rasa takut nya
"Kenapa kamu ngak bisa mengerti sih Nara aku butuh waktu lagian Syifa hari ini udah menolong mu"ucap Arka
"Justru itu aku ngak mau Arka aku ngak mau kamu jatuh hati pada Syifa"ucap Nara
"Hah berapa kali aku harus bilang pada mu Nara aku ngak akan jatuh hati pada nya"ucap Arka memijit kening nya
"Aku bisa memberikan semua nya pada Syifa karna dia udah menolong ku hari ini aku bisa membantu nya menikah dengan kak Bara aku akan berikan semua yg aku miliki tapi tidak dengan mu Arka aku ngak mau kehilangan kamu"ucap Nara serius
"Nara aku ngak akan meninggalkan kamu lagian kamu harus bersabar aku harus mengatur waktu biar mama tidak membatalkan rencana kita lagian Syifa sudah merestui kita"ucap Arka mengusap wajah Nara berusaha menyakinkan Nara
"Aku ngak bisa menunggu selama itu Arka aku mau besok kita menikah"ucap Nara serius
"Baik lah satu minggu lagi aku akan menikahi mu ngak besok karna perusahaan lagi mengalami masalah"ucap Arka
"Baik lah aku akan menunggu satu minggu"ucap Nara tersenyum senang
"Kamu harus percaya pada ku sayang"ucap Arka tersenyum menarik pingang Nara
"Kamu yg selalu membuat aku bosan menunggu janji mu"ucap Nara mengosok dada Arka dengan tersenyum Arka menyungging kan senyum nya memegang tengkuk Nara bibir mereka mendekat
"Ehh"tiba-tiba ada suara membuat Arka dengan cepat menoleh dan tubuh itu melayang ke arahnya dan
Cup
"Waw"ucap Arkan sudah memprediksi kan nya mengajak Syifa dan saat melihat Arka dan Nara ingin berciuman Arkan mendorong Syifa karna dari tadi Syifa terus bertanya dan gelisah ke tempat itu
"Hah"Syifa menganga dengan mulut nya terbuka menatap Arka saat bibirnya menyentuh pipi Arka melihat tatapan kesal Arka membuat Syifa segera berdiri
"M...mas Arka"ujar Syifa pipi nya memerah dan Syifa mengulum senyum nya
"Kamu ngapain di sini"bentak Arka marah
"Aku kesini aku"ucap Syifa kelagapan
"Ohh cari pria sewaan ya"ucap Nara tepat nya dia kesal dengan Syifa sudah mengganggu kebersamaan nya dengan Arka dan berani mencium Arka
"Tidak aku tidak tau kenapa aku di sini"ucap Syifa dengan cepat
"Ho ho apa kamu lagi tidur terus jalan sendiri gitu"kesal Arka
"Tidak mas tadi saat aku mau istirahat Arkan tiba tiba menarik ku mengajak ku kesini"jelas Syifa
"Kamu ngapain di sini"tanya Arka datar pada Arkan
"Emm emm"Arkan terus berfikir dengan sesekali menendang kaki Syifa
"Kamu membututi aku bukan kah kamu dan mama udah janji ngak ikut campur urusan aku lagi"ucap Arka mulai kesal
"Kurang kerjaan banget aku ngikutin kamu yg ada aku makin lama ngejoblo nya aku kesini karna karna tuan Devil menyuruhku mengajak kak Syifa ke sini ya kan kak Syifa"ucap Arkan dengan menatap Syifa mata nya melirik Arka dan Nara
"Kak Devil"ujar Syifa berfikir lalu mengerti
"Ho iya ya kak Devil kan mau pulang cuman aku ngak ngerti kenapa mau ketemu di sini"ucap Syifa
"Ya Allah ampuni hamba yg berbohong"batin Syifa
__ADS_1
"Mas Sendiri kenapa di sini lagi duaan dengan Nara ngak boleh lho mas ngak baik"ujar Syifa
"Cih ngak usah nasehati deh"ucap Arka sinis
"Syifa pasti mengintai kamu dia itu hanya pura pura setuju dengan pernikahan kita nyata nya dia mau membatalkan pernikahan kita"ucap Nara
"Ngaku aja kamu"ujar Nara menyudut kan Syifa
"Benar Syifa apa yg di bilang Nara"ucap Arka
"Jawab Syifa"kesal Arka melihat Syifa hanya terdiam
"Mas meski aku istri yg tidak pernah mas Arka anggap tapi aku tetap seorang istri dan seorang istri tidak akan terima melihat suaminya menikah dengan wanita lain"ucap Syifa
"Tuh kan jangan jangan pria yg mau melecehkan aku tadi itu suruhan Syifa lagi"ucap Nara
"Astaghfirullah"ujar Syifa
"Aku ngak pernah sama sekali punya niatan seperti apa yg kamu tuduhkan pada ku aku memang tidak terima kamu mendekati suami ku tapi bukan berarti aku membenci mu dan melakukan hal sekeji itu"ucap Syifa
"Ala udah deh ngaku aja kamu Syifa"ucap Nara
"Benar benar ya kamu Syifa jika benar kamu yg melakukan semua nya aku tidak akan mengampuni mu"ucap Arka geram
"Udah kak jangan menyakiti kak Syifa lagi lagian itu semua bukan salah kak Syifa dia juga bukan yg menyuruh pencandu narkoba itu Nara lah yg mengundang mereka karna penampilan nya yg menggoda lagian jika harus marah dengan kak Syifa itu soal dia menyelamatkan Nara buat apa menyelamatkan Nara yg tidak tau balas budi dan terimakasih lagian kehormatan apa yg mau di selamat kan dari Nara"ujar Arkan
"Kamu jangan sembarangan ya jika bicara"kesal Nara
"Ya emang aku benar apa ucapan ku pernah salah"ucap Arkan santai
"Arkan udah jaga ucapan mu"ucap Syifa
"Dengar ya Syifa jika terbukti kamu yg melakukan rencana yg mau mencelakai Nara aku tidak akan memaafkan mu dan aku akan memberi mu pelajaran mengerti"ucap Arka tegas lalu berlalu
"Cih dasar wanita tidak tau malu"ucap Nara sinis lalu pergi
"Sabar ya kakak ipar"ujar Arkan
"Ya makasi ya Arkan kamu mau ajak aku ke sini buat batalin pertemuan mereka"ucap Syifa tersenyum
"Iya kak ayo kita pulang"ucap Arkan tersenyum Syifa dan Arka segera pergi
"Kakak yakin"ucap Arkan ikut menatap pria itu
"Iya tapi kayak nya dia menatap mas Arka dan Nara deh coba perhatikan"ucap Syifa memang benar pria itu berdiri menatap Arka dan Nara yg pergi
"Iya ya"ucap Arkan memperhatikan lalu pria itu berbalik membuat dia bersitatap dengan Syifa dan Arkan tapi pria itu berjalan lurus saja melewati kedua nya
"Ehh tunggu"ucap Syifa mencegah pria itu yg sudah melewati nya
"Iya"ucap nya datar menoleh
"Jika saya boleh tau anda siapa"tanya Syifa dengan bodoh nya Arkan tidak percaya dengan pertanyaan Syifa
"Emangnya ada apa "ucap nya menatap Syifa serius
"Tidak saya hanya ingin tau"ucap Syifa
"Jangan pernah penasaran dengan sesuatu yg berbahaya nanti sesuatu itu akan membuat bencana bagi anda nona"ucap nya berlalu Syifa tidak menyerah
"Jika sesuatu berbahaya itu hal yg salah kenapa harus takut"ucap Syifa
"Anda tidak perlu tau siapa saya nona anda hanya wanita yg malang jadi jangan mengusik kehidupan saya"ujar nya datar lalu berlalu
"Kak udah"ucap Arkan merasakan aura pria itu tidak biasa
"Tapi aku yakin Arkan jika pria itu orang yg menembak pelaku nya"ucap Syifa yakin
"Kak seperti nya pria itu sangat berbahaya aku bisa rasakan aura nya nanti aku akan cari informasi mengenai nya sekarang kita harus pergi dari sini tempat ini ngak bagus buat kak Syifa"ucap Arkan
"Baik lah ayo"ujar Syifa berlalu dengan Arkan mereka berjalan beriringan
"Perempuan yg malang"gumam pria itu lalu pergi
🌙🌙🌙
Syifa masih penasaran dengan pria tadi siang dia yakin pria itu pelaku nya tapi dia tidak memiliki bukti Syifa melirik Arka yg sibuk dengan ponselnya lalu Syifa mengeser tubuh nya biar lebih dekat dengan Arka dan bertanya mengenai pria tadi siapa tau Arka tau
__ADS_1
"Jangan coba menggoda ku atau kamu besok ngak bisa jalan"ketus Arka membuat Syifa mengurucutkan bibirnya
"Mas Arka emang kenapa aku ngak bisa jalan"ucap Syifa
"Ya ngak bisa jalan lah karna aku akan mengunakan jurus hukuman yg mematikan"ucap Arka santai
"Alah sok punya jurus buktinya sama kak devil mas Arka kalah"cibir Syifa
"Apa kamu bilang"ujar Arka kesal
"Ya aku bilang mas Arka kalah sama kak Devil ilmu berkelahi mas Arka ngak bisa nandingin ilmu kak Devil"ucap Syifa mengulang nya
"Dia main keroyok ya lagian bukan itu yg aku maksud yg aku maksud itu jika kamu berani menggoda ku kamu akan merasakan kejam nya ini"ucap Arka membuka celana bagian depan nya membuat sesuatu itu menyembul mengagetkan Syifa tentu Syifa kaget
"Aghh"teriak Syifa replek mundur dengan menutup muka nya
Bugh
"Awww"keluh Syifa memegang punggung nya yg terbentur habis takut nya dengan sesuatu yg membuat nya terus ngak bisa jalan membuat Syifa terjatuh
"Dasar mas Arka ngak ada malu ngapain nunjukin hal itu pada ku"ucap Syifa jadi sebal
"Apa kamu mau"ujar Arka menyeringai
"Agh tidak tidak"ucap Syifa mengeleng dengan cepat dia kira jurus berkelahi nyatanya yg di katakan Arka jurus itu adalah jurus ranjang
"Cih"decih Arka berbaring dengan tenang sedangkan Syifa menyelimuti dirinya dengan selimut tebal berbaring di ujung kasur karna takut dengan Arka suami nya ini jika berhubungan pasti selalu membuat Syifa tidak bisa jalan sesuatu itu sangat mengerikan untuk Syifa karna selalu membuat Syifa tidak bisa jalan apa lagi Arka selalu melakukan nya tanpa cinta tentu itu menyakitkan untuk Syifa
"Hhmm rencana semua nya udah selesai tinggal aku menikah tanpa di ketahui mama"gumam Arka mengusap wajahnya dengan rencana semua nya udah beres Arka merengang kan semua otot badan nya yg pegal lalu mata Arka tidak sengaja menatap Syifa yg terlelap tapi ekspresi Syifa yg membuat Arka keheranan
"Mas sakit"lirih Syifa meringis tapi mata nya masih terpejam
"Maafkan aku mas sakit jangan lakukan lagi sangat sakit ku mohon"racau Syifa
"Dasar wanita gila apa sih yg dia mimpi kan mimpi aku pukuli atau"ucap Arka berfikir
"Tidak mas Arka jangan sakit aku ngak mau itu menyakitkan"ujar Syifa bahkan air mata nya jatuh
"Hei Syifa Syifa"ucap Arka menepuk wajah Syifa
"Syifa bangun"ujar Arka menepuk wajah Syifa dan saat itu Syifa membuka mata nya melihat Arka di depan nya
"Hah mas Arka mau ngapain"ucap Syifa kaget menarik selimut sampai ke dadanya
"Aku mau meminta hak ku ahahh"ujar Arka tertawa dengan menyeringai Syifa meneguk ludah nya
"Ayo Syifa kemari"ujar Arka mendekati Syifa
"Ahhh aku ngak mau itu menyakitkan"ucap Syifa takut dia ingin kabur tapi Arka memegang tangan nya
"Hei mau kemana"ucap Arka
"Aku ngak mau"ucap Syifa mendorong Arka tapi tubuhnya ikut terdorong karna dia menepis tangan Arka
Brak
"Aww sstt awww"keluh Syifa saat dia jatuh dari kasur
"Haahahh jadi kamu tadi mimpi aku gauli"ujar Arka tertawa geli
"Ohhh mas Arka ngerjain aku"ucap Syifa cemberut
"Apa sesakit itu sampai ke bawa mimpi"ujar Arka terkikik
"Mas Arka ngak tau sakit nya bagaimana"ucap Syifa menyentuh kening nya yg ada darah yg netes
"Kamu berdarah cuman kebentur aja kepala nya langsung mengeluarkan darah"ucap Arka berdiri lalu mengambil kotak obat
"Ini kepala lho mas"ucap Syifa kembali duduk
"Sini"ucap Arka duduk Syifa segera mendekat Arka mengambil obat merah lalu menuangkan ke kapas melihat luka Syifa
"Berdarah nih"ujar Arka menyentuh luka itu dengan lembut
"Sstt sakit mas"ucap Syifa meringis mengcengkram lengan Arka
"Hhmm kesempatan"cibir Arka meniup dengan pelan kening Syifa
__ADS_1
"Duh jantung ku berdebar mas Arka ternyata sosweet juga"batin Syifa tersenyum bahagia bisa merasakan kelembutan Arka mengobati luka nya Arka melakukan itu karna Syifa terluka karna tadi dia menjahili nya jadi Arka hanya melakukan bentuk tanggung jawabnya tentu itu sesuatu membahagiakan untuk Syifa bahkan sekarang ini dia sangat bahagia apa lagi bisa sedekat itu dengan Arka