Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Di jebak


__ADS_3

Karna perbuatan Arkan itu membuat Zenap harus berkahir di rumah sakit keesok nya Arkan baru menyadari jika istri nya tidak baik baik saja setelah membangunkan Zenap tidak ada pergerakan membuat Arkan panik dan membawa nya ke rumah sakit Arkan sangat menyesali perbuatannya itu padahal Arka memberi obat itu dengan dosis sangat rendah tapi kenapa Zenap bisa masuk rumah sakit semua keluarga menatap Arkan penuh curiga dan geram


"Ehh Arkan apa kamu memukul nya atau kamu mencekik nya kenapa bisa seperti ini"kesal Maya mengomeli anak nya


"Iya kenapa bisa"ucap Arka tidak habis pikir


"Maaf"hanya kata itu yg terus terucap di bibir Arkan


"Kamu apa kan Zenap"geram Maya


"Aku hanya meminta hak ku"ucap Arkan pelan


"Iya apa kamu melakukan nya dengan memukul nya"kesal Maya


"Tidak cuman aku merasakan enak jadi mengajak nya menghabisi 10 kali"ujar Arkan pelan


"Apa"ucap semua kaget


"Ya ampun"ucap Maya menepuk jidatnya


"Sekarang tau rasanya jika sama lobang yg enak bukan sesama burung"ucap Arka tertawa


"Mas Zenap lagi sakit lho"ujar Syifa yg duduk di samping Zenap yg terbaring di infus


"Kenapa ngak sekalian kamu minta 20 kali"kesal Maya


"Aku udah minta maaf ma aku khilaf"ucap Arkan sesungguhnya dia lebih terluka melihat Zenap terluka


"Ala khilaf hanya alasan bilang aja kamu menikmati lubang nya Zenap jangan jangan kamu udah sadar jika lubang lebih nikmat di banding burung"ucap Arka kembali tertawa


"Udah mas"ucap Syifa sebal dengan suami nya.Perlahan Zenap membuka mata pertama dia lihat Syifa yg duduk di samping nya


"Syifa ini rumah sakit ya"ucap Zenap pelan membuat semua lega


"Iya"ucap Syifa tersenyum


"Kamu udah lahiran kenapa kita di sini"tanya Zenap lagi


"Lihat"ucap Syifa tersenyum mengusap perut buncitnya Zenap selalu bertingkah lucu baru Zenap tersadar dia ingin duduk tapi dia merintih


"Aww"ucap Zenap menahan kaki nya lalu menatap Arkan


"Hiks hiks Syifa aku ngak mau lagi sama adik ipar mu"seketika Zenap menangis memeluk Syifa


"Iya iya"ucap Syifa mengusap punggung Zenap


"Hiks hiks dia melecehkan aku Syifa hiks hiks rasanya sakit udah ku bilang itu sakit tapi dia terus melakukan nya sampai 8 kali"ucap Zenap sesegukan


"Bukan 8 tapi 10"ucap Arkan


"Tuh kamu dengar hiks hiks"ucap Zenap menangis


"Dia bukan gay tapi mesum"ucap Zenap menangis Arka tidak bisa menahan tawa nya lagi dia tertawa terbahak-bahak


"Jika mau pergi boleh"ucap Arka berdiri mendekati Zenap


"Tapi aku ngak menjamin kamu hidup tenang"ujar Arka santai


"Maafkan aku"ucap Arkan menyesal


"Dimana mana jika malam pertama itu kan orang di gedong di kamar mandi lah aku di gendong ke rumah sakit hiks hiks pokoknya aku ngak mau ngak mau "ucap Zenap memeluk Syifa lagi


"Udah ihh malu bicara aib suami"ucap Syifa menghentikan tangis Zenap


"Harus banyak istirahat Zenap punya mu bengkak karna terluka"ujar Maya mendekat


"Benar"tanya Zenap pada Syifa


"Dokter bilang sih seperti itu ,ituakan terasa perih"ucap Syifa tersenyum


"Kok malah aku kayak orang baru lahiran sih"ucap Zenap cemberut lalu Arkan mendekati Zenap


"Maafkan aku lain kali tidak lagi menyakiti mu"ucap Arkan


"Ngak mau masih sakit"ucap Zenap


"Maaf "uajr Arkan


"Pak Arkan tuh ngak tau rasanya kek gimana"kesal Zenap


"Iya aku tau aku merasakan nya saat kamu terbaring tidak sadarkan diri aku juga teluka"ujar Arkan memeluk Zenap


"Sebal sama pak Arkan"ucap Zenap kesal


"Maafkan aku"bisik Arkan mengecup kepala Zenap


"Janji aku tidak akan menyakiti mu lagi dan akan menjadi imam yg baik untuk mu"ujar Arkan serius


"Ya ku maafkan"ucap Zenap membalas pelukan Arkan


"Udah selesai"ujar Maya merasa lega


"Ya udah kamu temani Zenap aja biar aku ngurus kantor"ucap Arka


"Dan mama aku minta ajak Syifa pulang aja aku mau kerja"ucap Arka lagi


"Iya jangan khawatir mama akan menjaga Syifa"ujar Maya tersenyum


"Kami pamit dulu ya Zenap semoga cepat sembuh"ucap Syifa tersenyum lalu berdiri

__ADS_1


"Jaga istri mu kami pulang"ucap Maya lalu mereka pergi


"Zenap maafkan aku ya"ucap Arkan menyesal


"Iya "ucap Zenap lalu Arkan dengan pelan ikut Zenap berbaring


"Aku akan selalu membuat mu bahagia"ucap Arkan mencium lembut kening Zenap


"Makasih pak"ucap Zenap mengerat kan pelukannya Arkan tersenyum mengusap bibir Zenap lalu dia mencium bibir itu dengan lembut


"Jika udah sembuh aku mau minta jatah cepat sembuh"ucap Arkan tiba tiba


"Apa"ucap Zenap kaget


"Bapak kan gay kenapa bisa mesum sekali"celetuk Zenap


"Ngak tau aku mau terus mencumbu mu hanya mencumbu ya"ucap Arkan memelas


"Ngak mau pak nanti sakit"tolak Zenap


"Yg sakit kan di inti janji aku ngak menyentuh nya"ucap Arkan


"Janji dulu"ucap Zenap


"Iya aku janji sayang"ucap Arkan tersenyum membuat Zenap tersipu Arkan tersenyum lalu mencium bibir Zenap perlahan Zenap juga membalas ciuman Arkan mereka tidak hanya berciuman bahkan kini Arkan sudah membuka kancing baju Zenap meninggalkan beberapa jejak Zenap tidak menolak bahkan dia menikmati sentuhan Arkan bahkan dia menbekap mulut nya biar tidak melengkuh takut ketahuan


"Pak"Zenap tidak bisa menahan suaranya saat tangan Arkan ikut bermain Arkan mengankat wajah nya rasanya dia mabuk di buat oleh Zenap masih ingin lebih Arkan mengecupi leher Zenap membuat Zenap kembali mengigit bibirnya lalu memeluk punggung Arkan menerima itu


"Kamu istirahat saja sebelum sholat mandi dulu"bisik Arkan lalu mengecup kening Zenap yg nafas nya memburu Zenap malu dia memeluk Arkan berusaha menyembunyikan wajahnya


"Aku temanin"ucap Arkan tersenyum mengenakan kancing baju Zenap


"Malu pak Arkan sangat mesum"ucap Zenap pelan


"Zenap jika kamu tau aku gay kenapa kamu tidak menuntut bercerai pada ku"tanya Arkan berbaring di sebelah Zenap


"Bapak sangat sempurna menjadi imam ku semua keluarga yakin jika aku bisa menyembuhkan penyakit bapak emang saat aku tau jika bapak gay aku mau cerai tapi pak jika aku cerai sangat sulit mendapatkan pendamping seperti bapak yg mampu mengimani aku"ucap Zenap tersenyum


"Terimakasih aku jadi semakin mencintai mu"ujar Arkan mencium pipi Zenap


"Aku rasa mabuk di buat oleh mu"bisik Arkan lalu kembali mencium bibir Zenap dan akhirnya Zenap meletekkan tangannya di dada Arkan dan membalas ciuman hangat itu Arkan senang Istri nya bisa menerima nya lagi


####


"Syifa kamu pulang sama mama ya maaf aku ngak bisa mengantar mu"ucap Arka saat mereka sampai di depan mobil


"Iya mas semangat kerja nya"ucap Syifa tersenyum


"Iya"ucap Arka tersenyum mengusap pipi Syifa


"Sayang ayah berangak kerja ya jagain bunda ayah sayang kalian"ucap Arka mencium perut buncit Syifa


"Ya udah aku berangkat assalamualaikum"ucap Arka


"Waalaikum salam"ucap Syifa mencium tangan Arka lalu Arka mengecup kening istrinya dia segera berangkat


"Ayo sayang"ajak Maya dengan pelan Syifa masuk mobil sebentar lagi dia akan merasakan tangisan dari malaikat kecil nya


###


Arka sibuk karna Arkan tidak datang ke kantor begitu pun Arkan jika Arka tidak datang ke kantor maka dia juga sangat sibuk.Arka menghadiri beberapa rapat dan juga pertemuan Arka sangat sibuk pokus pada kantor nya sampai dia lupa waktu menyadari Syifa menelpon nya beberapa kali Arka mengambil ponselnya menelpon istri nya itu


"Assalamualaikum"ucap Arka saat telpon nya tersambung


"Waalaikum salam"ketus Syifa di telpon


"Maaf ya aku banyak pekerjaan seperti nya akan pulang terlambat"ucap Arka


"Mas tu jika sibuk kasih kabar kek "ujar Syifa suara nya sangat manja


"Iya lain kali ngak lagi"ucap Arka terkekeh


"Mas kangen kapan pulang nya ngak enak tidur sendiri"ucap Syifa manja


"Iya sabar ya aku ada pertemuan dengan klien ku dulu setelah itu aku pulang"ucap Arka


"Baik lah aku tunggu ya mas"ucap Syifa lalu sambungan telponnya terputus Arka segera menyiapkan berkas nya untuk dia bawa nanti mereka bertemu di sebuah restoran


Arka keluar dari mobil dia juga tidak mengajak seketaris nya karna seketaris nya sudah pulang jadi Arka pergi sendiri menyiapkan semua yg akan mereka bicara kan lalu Arka duduk di depan pria itu menjabat nya pria itu hanya tersenyum


"Kita langsung saja pak karna saya ada kepentingan"ucap Arka


"Oke"ucap nya lalu mereka mulai bicara suatu proyek mereka nampak serius


"Tuan Arka tidak apa- apa"tanya nya saat kepokusan Arka terpecah


"Iya"ucap Arka dia merasa sangat mengantuk mungkin karna dia terlalu capek pikir Arka dia benar tidak kuat


"Saya izin pulang pak"ucap Arka berdiri pria itu hanya hanya menyilang kan kaki nya


Bruk


Arka pingsan membuat pria itu hanya tersenyum penuh kemenangan karna tadi dia mencampuri minuman Arka dengan obat tidur lalu Bara serta Nara muncul mereka sudah merencanakan ini semua sejak awal


"Sayang kita ketemu lagi"ucap Nara mengusap wajah Arka yg pingsan


"Pastikan semua aman"ucap Bara melihat sekeliling


"Tenang semua aman mari lanjut kan rencana"ucap nya tersenyum sebelum Arka datang mereka sudah memboking tempat itu jadi semaua sepi .Mereka membawa Arka dengan mobil Arka tujuan mereka adalah ke hotel untuk menjebak Arka saat sampai Nara memampa Arka dengan wajah Arka dia letakkan di lehernya seakan mencium nya tangan Arka melingkar di pinggang nya dia segera bergegas masuk dan juga Bara merekam semua nya mereka juga memboking hotel itu biar tidak ada pengunjung lalu mereka masuk ke kamar Nara melepaskan semua pakian Arka sampai benar polos lalu memasang tali di kedua tangan Arka tapi tali itu seakan transparan tidak kelihatan oleh kamera

__ADS_1


"Kak siap"ujar Nara memberi kode Bara yg di pintu Bara merekam dengan mengintip Bara memberi ibu jari tanda siap lalu Nara naik ke tubuh Arka menyelimuti tubuh mereka hanya di bagian bawah pria yg berkhianat pada Arka memegang tali itu mengerakkan tangan untuk menyentuh punggung Nara kedua nya berciuman dengan intim


###


Di sisi lain Syifa merasa hati nya gelisah dan cemas sampai punggung nya terasa sakit karna memikirkan Arka sebelum nya tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya tapi ini benar tidak nyaman Maya juga memeriksa Syifa beberapa kali dan Syifa hanya bilang dia akan tidur dan Maya tidur duluan aja


"Ya Allah lindungi lah suami hamba ya Allah"ucap Syifa mengigit jari nya karna gelisah


Ting


"Itu pasti pesan dari mas Arka mau nitip apa pasti dia udah pulang"ucap Syifa tersenyum lalu berjalan mendekati ponselnya tapi bukan itu dari nomor tidak di kenal karna penasaran foto apa yg di kirim Syifa membuka nya betapa kagetnya dia mendapatkan foto Arka bersama Nara di atas ranjang berciuman serta adegan panas lainnya dada Syifa terasa sesak


"Astaghfirullah aku tidak boleh berburuk sangka mungkin ada yg berusaha ingin hubungan aku dan mas Arka hancur ini bukan mas Arka"gumam Syifa menenangkan dia meletekkan ponsel dan ponselnya berdering lagi pesan masuk video lagi karna Syifa masih sangat penasaran jadi Syifa kembali membuka nya dan video itu membuat jantung nya berpacu hebat dia melihat Arka dan Nara berciuman panas di video itu apa lagi tangan Arka mengusap punggung polos Nara bahkan menyentuh dada Nara sampai video itu menunjukkan hubungan intim mereka jika tubuh mereka benar menyatu


"Astaghfirullah"ucap Syifa kaget air mata nya mengalir dia syok sekaligus merasakan sesak tina tiba perut nya terasa sakit


"Mas Arka"ucap Syifa menangis mengcengkram seprey nya menahan sakit


"Hotel y"pesan itu menyuruh Syifa datang ke sana


"Maafkan bunda nak tapi bunda harus lihat kebenaran nya"gumam Syifa lalu mengambil jilbab nya dia segera bergegas pergi


Bara tersenyum licik saat melihat Syifa dengan air mata sebenarnya dia tidak suka melihat Syifa menangis tapi dia harus lakukan untuk mendapat kan Syifa karna di kamar adik nya tengah berhubungan dengan Arka dia membiarkan itu semua dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Syifa kembali.Syifa dengan pelan masuk lift sesuai pesan yg di terima untuk lantai berapa dia dan kamar berapa Arka berada.Syifa menatap nomor kamar 1225 dia bisa mendengar suara erotis Nara membuat Syifa semakin gelisah dengan pelan Syifa masuk dengan kamar sedikit terbuka alangka terkejut nya Syifa melihat Arka berada di atas tubuh Nara mereka berciuman panas dan tubuh mereka lagi memacu


"M.mm...mas Arka"ucap Syifa gemetar dengan tersenyum Nara menoleh bersama tangannya mengarahkan wajah Arka ke arah Syifa


"Arka ada Syifa"ucap Nara memasang wajah terkejut lalu memeluk Arka dengan begitu erat


"Mas tega"ucap Syifa menyeka air mata nya lalu berlalu


"Bagus"ucap Nara tersenyum mencium bibir Arka lagi melanjutkan adegannya biar gimanapun dia harus mendapatkan benih Arka biar bisa mengandung anak Arka bisa menikah dengan Arka


"Hiks hiks kenapa mas Arka membohongi aku"ujar Syifa sesegukan menuju lift


"Ehh mas lihat itu bukan nya Syifa"ucap Zahra pada Devil mereka baru keluar kamar nomor 1230 ya biasa kebiasaan Devil membuat mereka harus mampir ke hotel


"Iya sayang dia keluar dari kamar itu"ujar Devil


"Mas aku kejar Syifa dulu dan mas periksa kenapa dia keluar dari kamar itu "ucap Zahra lalu berlalu belum sempat Devilk bicara tidak mau membuang waktu Devil segera masuk dan mendapatkan Arka


"Kurang ajar"teriak Devil mendekat ingin memukul Arka tapi melihat Arka yg di bawah Nara tidak sadar membuat Devil menatap Nara tajam


"Menjijikkan"ucap Devil mendorong Nara dengan kasar sampai tubuh kedua nya terpisah


"Tidakk apa yg penting benih Arka sudah ternama dan aku akan mengandung anak nya dan menikah dengan nya"ucap Nara tersenyum bahagia


"Kamu"ucap Devil merah padam mengingat Syifa tadi membuat Devil mengambil baju Arka


Bara pura pura tidak sengaja bertemu dengan Syifa jadi dia mengajak Syifa minum teh di depan hotel untuk menjadi pendengar Syifa yg terus menangis sesegukan Bara memesan teh


"Ini saat nya Syifa harus menjadi milik ku anak itu hanya benalu di hubungi kami "gumam Bara mencampur kan obat di minuman Syifa lalu dia melangkah mendekati Syifa


"Minun lah kamu nampak menyedihkan"ucap Bara tersenyum dengan gemetar Syifa menerima nya


"Terimakasih"ucap Syifa menyeka air mata nya Bara hanya tersenyum saat Syifa akan meminumnya


"Syifa"teriak Zahra ngos-ngosan


"Jangan minum"ucap Zahra lalu Syifa menoleh


"Kenapa"ucap Bara datar


"Aku sakit"ucap Syifa menangis lagi


"Syifa tenang kan diri mu minum lah teh itu"ujar Bara karna Bara memaksa dan Syifa akan meminum teh itu Zahra dengan sigap menegak kan teh itu karena dia tadi melihat Bara memasukkan sesuatu di minuman itu


"Zahra"ucap Syifa serak


"Dia dia"ucap Zahra menunjukkan Bara dia merasa pusing dan


Bruk


"Zhara"ucap Syifa melihat Zhara pingsan


"Kamu apa kan Istri ku"teriak Devil menggebu melihat Zahra tergeletak tadi dia menelpon supir nya untuk menyadarkan Arka


"Tidak tau dia pingsan sendiri"ucap Bara dia tau Devil seperti apa


"Aku akan membunuhmu"teriak Devil murka lalu memberi Bara bogam mentah nya memukul Bara tidak ada kata ampun Devil memukul menendang meski Bara melawan tapi kekuatan Devil tidak mampu dia tandingan


"Aku hanya ingin membunuh anak Arka karna dia masih menyakiti Syifa dia setiap malam tidur bersama adik ku"teriak Bara tekulai babak belur Syifa terdiam mendengar itu


"Kak"ucap Syifa berjongkok


"Syifa"ucap Devil menoleh lalu mendekati Syifa


"Ehh kamu kencing"ucap Devil heran melihat gamis Syifa basah


"Kak seperti nya ketuban ku pecah"ucap Syifa mengcengkram baju Devil dengan erat


"Apa itu ketuban"ucap Devil bingung


"Aku mau melahirkan aghh kak sakit"ucap Syifa berteriak kesakitan


"Apa melahirkan"ucap Devil dia segera mengedong Syifa tapi dia menoleh istri nya tergeletak


"Syifa aku sangat mencintai Zahra aku tidak akan meninggalkan nya"ucap Devil frutasi melihat dua wanita dia sayangi seperti itu dan harus sama sama butuh bantuannya


"Tapi ini sangat sakit kak"ucap Syifa meringis kesakitan

__ADS_1


"Ohh tunggu"ucap Devil meletekkan Syifa lalu meletekkan Zahra di punggung nya mengikat tangan Zahra di leher nya dengan dasi lalu Devil menggendong Syifa menuju mobilnya orang sekitar hanya menatap Devil bahkan otot kekar Devil sampai terpampang karna harus mengedong dua wanita itu dengan bersama Syifa hanya mengcengkram baju Devil karna rasa nya amat sakit


__ADS_2