
Setelah Bara mendapatkan stempel rambut Leon dia segera membawa nya ke lap untuk tes DNA sementara menunggu itu dia mencari informasi mengenai Asma dan Bara bersyukur yg di katakan Asma itu semua nya bohong jika dia menikah dengan Gio padahal semua nya hanya omong kosong itu membuat Bara punya kesempatan dan dia tinggal menunggu keputusan rumah sakit.Setelah menunggu akhir nya tes rumah sakit keluar Bara segera mengambil dan membaca nya dan benar bahwa Leon adalah anak kandung dari Bara membuat Bara tidak menyangka Asma masih mempertahankan anak nya padahal saat itu mama nya pernah menyuruhnya mengugurkan bayi yg belum lahir itu
"Ternyata benar"ujar Bara tersenyum lebar dia segera menyimpan lembar dari rumah sakit itu segera pergi
Bara menemui Asma yg berada di rumah sakit tempat nya bekerja Asma pun kaget dengan kedatangan Bara yg tiba tiba apa lagi Gio lagi tidak ada di rumah sakit karna ngajak Leon dan mama nya jalan jalan dan bermain
"Benar kan Leon itu anak aku"ujar Bara senang
"Maksud kamu"ujar Asma serius
"Kamu ngak usah ngelak lagi Asma aku sudah tes DNA dan juga kamu bukan lah Istri nya Gio"ujar Bara menyerahkan surat tes DNA itu
"Leon bukan anak kamu tapi anak aku"tegas Asma
"Asma kamu jangan egois Leon itu anak aku"ucap Bara
"Bukan anak kamu tuan Bara Adirata Leon itu anak aku dan kamu jangan mendekati nya lagi"ujar Asma lalu berlalu
"Asma tunggu"pangil Bara mengikuti Asma
"Capek"tanya Gio bersender di sofa menatap Leon yg juga bersender karna capek main
"Jangan capek nih nenek bawain minuman segar"ucap mama nya memberi Leon dan Gio minuman dingin
"Nenek tau banget Leon lagi haus"ujar Leon tersenyum manis
"Iya dong"ujar nya tersenyum lalu mereka menoleh saat Asma masuk
"Leon ayo kita pulang"ujar Asma mengedong Leon
"Asma"ujar nyonya Altaf tidak biasanya Asma bersikap seperti itu
"Mama masih mau main sama papa dan nenek"ujar Leon
"Pulang Leon kamu harus pulang sama mama"tegas Asma
"Asma tunggu sebentar"ujar Gio membujuk
"Kita bisa ngomong baik baik"ujar Gio lagi
"Tidak perlu"ujar Bara masuk
"Asma berikan Leon pada ku"ucap Bara serius
"Kamu siapa mau ngambil anak aku"ujar Asma menepis tangan Bara
"Dia itu anak kandung aku Asma"ujar Bara kesal
"Dia anak aku"ucap Asma tegas
"Nenek Leon anak mama Asma dan papa Gio kan kok om ini ngaku ngaku gitu"ujar Leon yg di gendongan Asma
"Leon kamu itu bukan anak Gio tapi anak papa Bara sini nak peluk papa"ujar Bara mengulur kan tangan
"Om bohong itu ngak boleh Leon itu cuman punya satu papa yaitu papa Gio"ujar Leon lalu turun dari gendongan Asma memeluk Gio
"Papa ngak mau sama om itu"ujar Leon memeluk kaki Gio
"Iya sayang"ujar Gio mengedong Leon
"Gio kamu jangan memanfaatkan Leon ya sudah jelas dia itu bukan anak kamu tapi anak kandung ku dasar tidak tau malu"kesal Bara emosi
"Cukup"ujar nyonya Altaf
"Apa mau mu"ujar nya lagi
"Leon itu anak kandung ku jadi aku yg lebih berhak dari nya"ujar Bara
"Gio berikan Leon pada nya"ujar mama nya
"Mama"lirih Gio engan melepaskan Leon
"Oke Asma kamu bisa pilih Bara atau Gio"ujar nyonya Altaf serius
"Mama bisa bilang sama Gio untuk melepaskan mu jika kamu benar memilih Bara tapi jika kamu memilih Gio kami bisa melindungi mu"ujar nya lagi
"Asma apa kamu tega melihat Leon seperti ini"ujar Bara serius Asma menghembuskan nafasnya kasar
"Gio maafkan aku"ujar Asma pelan lalu mengulurkan tangan pada Gio
"Ayo nak kita pulang"ujar Asma
"Ngak mau Leon mau main sama papa Leon ngak mau"ujar Leon memeluk leher Gio dengan erat
"Asma jangan lakukan"lirih Gio memeluk Leon
"Leon ayo kita pulang sekarang nak"ucap Asma mengambil Leon dengan paksa
"Leon ngak mau papa hiks hiks papa Leon ngak mau pulang sama mama papa"teriak Leon menangis
__ADS_1
"Leon"panggil Gio pelan
"Gio "ujar mama nya
"Kamu harus ikhlas kan Leon dan Asma mungkin Asma bukan lah takdir kamu"ucap mama nya
"Iya ma"ucap Gio menatap kepergian Asma dan Leon
"Baik aku akan memberi mu kesempatan"ujar Asma serius menenang kan Leon di dalam mobil Bara
"Aku akan manfaat kan kesempatan ini"ujar Bara tersenyum lalu masuk mobil bersama Asma segera melaju kan mobil nya Asma hanya ingin memberi kesempatan Bara karna dia masih mencintai Bara
"Leon ayo kita masuk"ajak Asma saat mereka sampai di rumah Adirata
"Leon hanya mau papa Gio"ujar Leon menyeka air mata nya
"Leon ini juga rumah kamu ayo kita masuk"ucap Asma keluar dari mobi Leon mengikuti nya dan mereka segera masuk
"Aduh cucu Oma"ucap Sunanda tersenyum memeluk Leon
"Kamu benar mirip sama papa kamu saat kecil"ujar nya senang
"Ma itu siapa"tanya Bobi menatap Shopi
"Apa aku tidak melakukan kesalahan"batin Asma
"Jangan khawatir itu anak Shopi tapi bukan anak kandung Bara"ujar Sunansa menatap Asma itu mampu membuat Asma kaget
"Tapi Bobi ini anak Bara ma"ujar Shopi kesal
"Hanya Leon anak Bara"ujar Sunanda tegas
"Mama Leon ngak mau tinggal di sini"ujar Leon mengengam tangan Asma
"Kamu harus terbiasa di sini"ujar Bara
"Ayo papa ajak kamu berkeliling"ujar Bara mengandeng Leon
"Asma kamu itu sama seperti pelakor sudah tau Bara sudah punya Istri kamu malah memanfaatkan anak kamu "ujar Shopi
"Kamu menghancurkan kebahagiaan kami"ujar Shopi lalu mengajak Bobi pergi Asma terdiam dia jadi teringat perkataan Syifa
####
Setelah merasa aman Asma dengan berat harus meninggalkan Leon di rumah Adirata untuk membiasakan Leon tapi Asma tetap tinggal di Apartemen nya karna tidak mau timbul fitna tapi Asma terus kepikiran ucapan Syifa saat itu Asma ragu dengan keputusan nya saat ini apa sudah tepat atau tidak
Leon sudah memakai seragam sekolah nya mengemas buku nya sudah 2 hari Leon tinggal di rumah Adirata dia sangat kesepian Leon rindu dengan Gio .Leon duduk di meja makan melirik sekitar hanya dia sendiri ada di sana semua sepi Leon bosan tidak ada teman
"Nama aku Leon nenek bukan Aden"ujar Leon membuat wanita itu tersenyum
"Ya udah mau sarapan apa"ujar nya
"Nenek Leon rindu sama papa"ujar Leon
"Sarapan dulu ya"ujar nya
"Ya udah deh mau sarapan roti aja"ucap Leon pembantu itu segera menyiapkan sarapan Leon
"Pagi"ujar Sunanda memperhatikan Leon makan roti
"Nenek Leon sudah habiskan sarapan jadi boleh telpon papa"ujar Leon meneguk susu nya
"Kenapa nak"ujar Bara datang
"Mau telpon papa"ujar Leon
"Ini papa kamu papa mana yg kamu katakan"ujar Sunanda
"Papa Leon itu cuman papa Gio om ini bukan papa Leon"ujar Leon
"Leon"ujar Sunanda kesal
"Gio itu bukan papa kamu"teriak nya
"Ma sabar"ujar Bara
"Leon ngak suka di sini Leon mau ketemu sama papa Gio"ujar Leon lalu pergi
"Leon tunggu"ujar Bara mengejar Leon
"Ayo papa antar ke sekolah"ujar Bara mengajak Leon naik mobil nya Leon hanya menurut
"Leon kamu harus tau jika Gio itu bukan lah papa kamu om lah papa kamu"ujar Bara melirik Leon
"Om ngak usah bohong selama ini papa Gio yg ada di samping Leon dan mama itu berarti papa Gio itu papa Leon dan suami dari mama"ujar Leon
"Leon"kesal Bara
"Sudah papa katakan Gio itu bukan papa kamu kenapa kamu tidak mengerti"ujar Bara marah dia benar kesal Leon selalu menganggap Gio papa nya
__ADS_1
"Kamu harus ingat ya hanya papa yg papa kamu Gio itu bukan"ujar Bara lalu kembali pokus menyetir melihat Leon bersedih
"Sekarang masuk ke kelas ini papa kasih uang jajan"ujar Bara memberi Leon uang di saku celana lalu Leon pergi masuk ke sekolah
"Leon kok sedih"tanya Arsyif
"Leon sedih semua orang mau misahkan Leon sama papa Gio apa lagi om dan keluarga nya itu"ujar Leon lalu merogoh celana nya
"Papa Gio jika mengantar Leon ke sekolah pasti perhatian sama Leon menghawatirkan Leon dan juga mengecup Leon tapi om itu malah kasih Leon uang yg banyak Leon tidak suka nanti mama marah karna Leon jadi anak yg boros"ujar Leon sedih
"Tapi kok Leon tinggal di tempat orang itu"ujar Nur
"Leon ngak tau mama bilang Leon harus terbiasa"ujar Leon sedih
"Tidak usah sedih Leon kami akan bantu ketemu sama om Gio"ujar Arysif tersenyum
"Benar"ujar Leon semangat
"Iya tapi pulang sekolah"ujar Nur tersenyum lalu mereka masuk ke kelas
###
Asma tetap bekerja dengan Gio tapi Gio kebanyakan diam tetap proposional biasanya mereka akan mengobrol tentang hari mereka akan terlihat santai tapi kali ini berbeda Gio bekerja dengan serius bicara saja hal yg penting.Karna biasanya Gio akan menjemput Leon pulang Asma melihat Gio sibuk bahkan tanpa menatap nya yg masuk membuat Asma canggung untuk izin
"Dok aku mau izin"ujar Asma pelan
"Iya silahkan jika aku memerlukan mu nanti aku akan menelpon mu"ujar Gio pokus dengan berkas nya dia tau Asma akan menjemput Leon jadi Gio tidak melarangnya Asma hanya menghembuskan nafasnya kasar melihat Gio seperti itu dia segera berlalu
"Huh bagaimana mau lupa jika setiap hari ketemu terus dengan nya"gumam Gio mengusap wajahnya dengan kasar dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Asma
Karna ingin melihat Leon yg sudah di jemput Bara ,Asma langsung ke kantor Bara karna Asma sudah memberi kan jadwal Leon jika setelah pulang sekolah Leon akan makan setelah itu siap akan mengaji dan itu kesempatan Bara untuk lebih dekat dengan Leon Asma juga sudah memberi tau Bara jadwal menjemput Leon karna waktu nya sudah tepat dan pasti Leon sudah bersama Bara akhirnya Asma memutuskan langsung ke kantor Bara
"Tumben ke sini "ujar Bara berdiri melihat Asma masuk
"Leon mana"tanya Asma melihat sekitar ruangan Bara tidak melihat kehadiran Leon
"Aku sedikit sibuk jadi aku suruh Shopi menjemput nya"ujar Bara tersenyum
"Kamu ini gimana sih Leon itu masih anak anak aku memberi mu jadwal keseharian Leon biar kamu lebih dekat dengan nya tapi kamu malah menyuruh istri mu menjemput nya"kesal Asma
"Tenang Shopi akan menjemput nya kamu ngak usah cemas kayak gitu"ujar Bara menenangkan
"Baik aku akan menunggu"ujar Asma berusaha sabar dia menatap Bara yg sibuk bicara dengan klien nya di telpon Asma jadi teringat dengan Gio sesibuk apa pun dia pasti mementingkan Asma dan Leon meski Asma hanya menganggap nya bos nya tapi Gio tetap menyanyagi mereka
"Bara sudah 30 menit aku menunggu aku ini ibu nya Leon"ujar Asma tidak sabar
"Baik aku telpon Shopi"ujar Bara lalu menghubungi Shopi untuk kekantor nya
"Hai sayang"ujar Shopi masuk mencium pipi Bara
"Kamu ngapain"ujar Shopi melihat Asma
"Leon nya mana"ujar Asma tidak melihat Leon
"Iya aku kan suruh kamu menjemput Leon"ujar Bara
"Ya ampun aku lupa tadi aku mampir ke Mall jadi lupa jika bocah itu ikut dengan ku"ujar Shopi dia sengaja meninggalkan Leon karna dia tidak menyukai Leon yg akan menganti kan Bobi dalam segi apa pun
"Apa"ujar Asma dan Bara bersama
"Kamu ini gimana sih ngak becus jadi ibu Leon itu anak aku"ujar Bara marah
"Asma maaf aku tidak bisa menjaga Leon ayo kita mencari nya"ujar Bara lalu berlalu bersama Asma
"Jadi gitu"ujar Leon bercerita pada Gio di restoran
"Benar"tanya Gio pada Arka
"Iya tadi aku mau beli sesuatu untuk Syifa tapi aku melihat bocah ini menunggu orang saat aku tanya kata nya dia kehilangan orang tante yg mengajak nya jadi aku ajak aja dia ketemu sama kamu"ujar Arka menjelaskan beruntung Arka menemukan Leon dan mengantarkan pada Gio
"Terimakasih"ujar Gio tersenyum
"Aku pergi masih ada pekerjaan"ujar Arka lalu pergi
"Papa mama kenapa sih suruh Leon tinggal di tempat itu Leon ngak suka"ujar Leon menatap Gio
"Makan yg benar"ujar Gio mengusap kepala Leon
"Pa itu mama"ujar Leon menunjuk Asma yg mendekati mereka
"Leon kamu ngak papa"ujar Bara memeluk Leon
"Ngak papa"ujar Leon meneguk air putih
"Papa mau cuci tangan"ujar Leon berdiri Gio ingin berdiri tapi Asma mencegah nya
"Tidak usah"ujar Asma lalu mengedong Leon
"Terimakasih"ujar Asma lalu berlalu
__ADS_1
"Mama Leon masih mau sama papa"ujar Leon
"Kita pulang sayang"ujar Bara mengajak mereka pergi lagi lagi Gio tidak di anggap penting oleh Asma membuat Gio menyadari sepertinya Asma memang untuk nya tapi sekarang dia tidak bisa menjauh dari Leon anak itu sangat terikat dengan nya Gio tidak bisa mengabaikan Asma dan Leon yg sudah sangat berarti dalam hidup nya