
Nyonya Margareta sudah membaik dia termenung memikirkan hidup nya sekarang hanya sebatang kara sungguh sangat sakit rasanya di usianya yg sudah menua ini hidup sendiri memikirkan itu membuat nyonya Margareta kembali menangis meski dia banyak mempunyai pembantu supir bodyguard bahkan pekerja kantor tetap saja dia merasa kesepian
"Nyonya"ucap dokter itu melambaikan tangan nya di depan Zea
"Ya"ucap Zea menghapus air mata nya
"Ini surat tes DNA yg anda minta"ucap nya meletakkan surat itu di samping Zea
"Saya tidak butuh itu lagi anak yg saya cari selama ini sudah tiada"ucap Zea kembali menangis
"Nyonya ini juga surat kemarin yg saat gadis itu mendonor kan darah nya"ucap dokter itu
"Buang saja dia sudah berani melawan perintah mutlak saya jika dia tidak melakukan itu mungkin saya sudah ketemu anak dan suami saya di alam berbeda"kesal Zea rasanya dia benar kesal dengan Zahra
"Nyonya jangan seperti itu wanita itu berusaha menyelamatkan anda dan juga saya harap meski anda putus asa dan marah dengan wanita itu surat ini di baca"ucap doktor
"Itu tidak perlu"ucap Zea
"Hari ini anda sudah boleh pulang"ucap dokter itu
"Nyonya tidak mau membaca surat itu"ucap dokter itu serius
"Tidak perlu"ketus Zea datar menurunkan kaki nya
"Saya sudah hidup sebatang kara jadi buat apa saya hidup mending kalian jangan menghalangi saya mati dan soal harta kalian boleh menyumbang kan nya"ucap Zea membuka jendela itu dan naik
"Nyonya baca dulu surat itu"ucap nya
"Jangan menghalangi saya"ucap Zea datar
"Wanita yg mendonor kan darah kemarin itu 100 persen cocok dengan darah nyonya apa wanita yg anda tes DNA itu sama dengan wanita itu karna hasil tes DNA itu sangat cocok"jelas dokter itu menghentikan Zea yg akan melompat
"Apa kamu bilang"ujar Zea mendekat
"Tolong baca dulu surat nya nyonya"ucap nya Zea mengambil surat yg tergeletak lalu membaca nya
"Apa kamu mengulangi tes nya"ucap Zea jantung nya berdetak cepat
"Iya nyonya saya coba beberapa kali tapi hasil nya tetap sama positif cocok"ucap dokter
"Aku aku harus menemuinya "ucap Zea tersenyum senang dia segera keluar dari kamar itu mencari ponsel nya untuk menelpon bodyguard nya tapi dia melihat Zhara dan yg lain
"Itu anak ku"ucap Zea tersenyum lebar Zea membenarkan penampilan nya
"Zahra"teriak nya lari
"Zahra"teriak nya lagi Zhara dan yg lain menoleh melihat Zea mendekati mereka
"Akhirnya mama menemukan mu nak"ujar Zea mencium tangan Zhara lalu memeluk nya penuh air mata nya runtuh begitu saja
"Aduh nyonya"ucap Zhara melepaskan pelukannya
"Mas Devil apa darah ku beracun sampai nyonya Margareta jadi seperti ini"ucap Zhara membuat Syifa menggeleng karna ucapan Zahra
"Kamu anak mama sayang Zhara anak mama"ucap Zea menangkup wajah Zahra
"Nyonya harus banyak istirahat nyonya stres ya udah mau akhiri hidup sekarang ngaku ibu saya dengar ya nyonya ibu saya sudah meninggal pada saat melahirkan saya"jelas Zhara
"Tidak mama punya bukti"ucap Zea menyerah kan surut itu
"Kamu anak mama sayang"ucap Zea memeluk Zhara lagi
"Benar"ucap Devil membaca nya lalu Maya melihat juga termasuk yg lain
"Tidak mas ibu ku sudah meninggal"ujar Zhara
"Apa ayah mu bernama Zaki dan kamu punya kakak bernama Nur"tanya Zea
"Iya itu ayah dan kakak ku"ucap Zhara
"Benar kan mama juga tau paman mu bernama Amar dan mama adalah mama kandung mu nak Zea"jelas Zea mengelus wajah Zahra
"Nyonya Margareta mungkin salah atau tertukar ngak mungkin Zhara anak kamu"ucap Maya
"Maya kamu tidak tau berapa banyak nama Zahra yg aku tes DNA dan berapa banyak golongan darah yg sama seperti ku aku tes DNA agar aku menemukan anak ku 23 tahun Maya aku berkelana mencari nya dan hanya satu ini yg cocok"jelas Zea
"Saat pertama aku melihat nya aku mengambil stempel rambutnya dan tes DNA dan kemarin dia mendonorkan darah nya pada ku dan hasil nya cocok"jelas Zea
"I...ini tidak mungkin "ucap Zahra tidak percaya
"Mau dari pihak kita tes DNA"ucap Devil menenangkan Zhara.
"Itu kelamaan saya tidak bisa menunggu lagi 23 tahun mama mencari mu nak"ujar Zea mengengam tangan Zhara
"Begini saja Zahra kamu temui paman mu dan minta penjelasan nya"ucap Syifa
"Iya Syifa benar kita harus menemui paman mu"ujar Devil
"Baik lah aku akan tanya sama paman"ucap Zhara
"Mas temani aku"ucap Zahra menatap Devil
"Iya"ucap Devil
"Devil kamu temani Zahra kami akan menyusul setelah tau keadaan kandungan Syifa"ucap Fatma
"Iya ma"ucap Devil
__ADS_1
"Ayo "ucap Zea mengengam tangan Zhara lalu mereka pergi
"Zahra anak nya Zea Margareta"ucap Fikram tidak percaya
"Ya menurut ku sih kemungkinan mereka mirip jika di lihat sekilas"ucap Syifa tersenyum
"Semoga saja semua benar biar Zahra merasakan kasih sayang seorang ibu"ucap Syifa lagi
"Ayo"ucap Arka mengajak Syifa menuju ruangan dokter kandungan
Tok tok tok
Ckrek
"Paman"ucap Zahra pelan saat paru baya itu membuka pintu
"Kenapa Zhara"ujar paman santai
"Aku mau menanyakan ibu ku"ujar Zahra menunduk
"Nyonya Margareta ini mengakui jika dia adalah ibu ku apa semua benar paman"tanya Zahra serius
"Hah kamu terlalu lugu Zahra"ujar paman menepuk pelan kepala Zahra
"Amar jelaskan pada Zhara"ucap Zea tidak sabar
"Ayo paman cerita kan "ujar paman memegang tangan Zahra
"Kami butuh waktu bicara empat mata"ujar paman
"Tunggu"ujar Devil
"Atas apa yg kamu lakukan pada Zahra saya tidak mengizinkan kamu bicara empat mata dia sudah menjadi Istri ku bahkan kamu tidak punya hak atas nya lagi kamu lupa kamu menikmati mahar senilai 2 milyar"ucap Devil memeluk bahu Zahra
"Baik tapi wanita ini tetap di luar"ucap nya lalu mereka masuk
"Ayo duduk"ucap nya
"Katakan paman kenapa paman membohongi aku tentang ibu ku"ujar Zahra
"Zahra kamu menganggap paman ini seperti ayah mu bukan "ucap nya
"Dengar paman dan ayah mu menyembunyikan sosok ibu mu karna dia wanita tidak baik Zahra dia itu dulu nya sangat membenci kehadiran mu apa kamu tau dia mengkhianati ayah mu memilih pergi bersama pria lain dia juga wanita kejam Zahra ayah mu membawa mu pergi biar kamu bisa tumbuh besar"jelas nya mengelus kepala Syifa
"Jika dia orang jahat kenapa dia mengakui aku anak nya"tanya Zahra
"Zahra dia hanya ingin menjebak mu nanti dia akan membunuh mu kamu tau soal kecelakaan ayah mu sebenarnya wanita itu penyebab nya dan apa kamu tau Nur mata karna wanita itu butuh donor jantung itu kenapa dia membuat kecelakaan itu entah apa rencana nya kali ini"ujar paman
"Dengar kan paman sayang"ujar paman menangkup wajah Zhara
"Dia benar ibu ku"tanya Zhara
"Iya benar "ujar paman
"Dia meninggal kan kamu saat kamu baru lahir ayah mu yg merawat mu saat dia kembali dia ingin membunuh mu karna dia memiliki anak lain"ucap paman
"Ngak aku ngak suka wanita itu dia bukan ibu ku"ujar Zhara
"Sudah"ucap Devil menenangkan Zahra lalu mereka keluar
"Kami pulang paman assalamualaikum"ucap Zahra mencium tangan paman
"Zahra"ucap Zea tersenyum ingin memeluk Zahra
"Nyonya bukan ibu ku ibu ku sudah meninggal nyonya jangan mengganggu aku lagi aku ngak suka dengan nyonya pokoknya ibu ku sudah meninggal"ujar Zahra
"Nak ini mama jangan mengatakan itu"ujar Zea menangis
"Nyonya bukan ibu ku"ujar Zhara menyeka air mata lalu berlari kecil
"Zahra"pangil Devil mengejar nya
"Zahra yg polos tidak ada yg tau Zahra itu seperti apa selain aku mudah sekali otak nya di racuni kamu emang sudah menemukan anak mu tapi dia akan membenci mu seumur hidupnya dia tidak akan mengakui mu sebagai ibu nya" ujar nya tertawa puas
"Kamu tidak pernah berubah"ucap Zea rasanya dia ingin menampar Amar tapi dia akan mengejar Zhara yg lari
"Zahra"pangil Devil lalu menarik Zahra yg ingin menyebrang jalan
"Dia bukan ibu kan mas ibu ku sudah meninggal"ujar Zhara menahan Isak tangisnya
"Tidak"ucap Devil memeluk Zahra
"Hiks hiks kenapa dia jahat mas"lirih Zahra
"Sudah jika kamu ngak mau ketemu dengan nya sudah jangan menangis"ucap Devil menyeka air mata Zahra
"Zahra"panggil Zea
"Stop nyonya bukan ibu ku ibu ku meninggal pada saat melahirkan aku nyonya jangan mengaku ngaku"ucap Zahra
"Ayo mas kita pulang aku ngak mau ketemu sama dia"ucap Zahra menarik Devil untuk pergi
"Zahra ini ibu"ucap Zea menangis terduduk dia tidak ingin ada penolakan dari Zahra karna sangat merindukan anak nya itu
Syifa sudah di periksa dokter dan benar dia tengah hamil 3 minggu semua keluarga sangat bahagia mendengar nya termasuk Syifa yg di beri kebahagiaan bertubi tubi karna akan menjadi seorang ibu dan ternyata suami nya mencintai nya,tapi tiu semua masih membuat Syifa pusing karna sekarang ini orang tua nya dan Arka rebutan ingin Syifa tinggal bersama mereka.Syifa duduk di tengah-tengah perdebatan itu dia pusing sendiri
"Maya masak iya kamu yg nemani Syifa kamu kan sibuk"ujar Fatma
__ADS_1
"Ck Fatma yg akan menjaga nya aku jika Syifa akan tinggal bersama ku nanti aku suruh orang lah mengurus pekerjaan ku"ucap Maya
"Tidak Maya ,Syifa hamil kan cucu pertama kami jadi kami mau memenuhi semua permintaan cucu kami"ujar Fikram
"Lah sama aja ini juga cucu pertama ku"ucap Maya
"Ngak bisa Syifa harus tinggal bersama kami"ucap Fatma
"Tidak, Syifa akan tinggal bersama ku"ujar Maya tidak mau kalah
"Aduh pusing dengar nya"gumam Syifa mengaruk kepalanya melihat orang tua nya bertengkar Syifa segera pergi dari pada dia pusing
"Mas"ucap Syifa masuk ke ruang kerja Arka
"Kenapa"ucap Arka sibuk dengan laptopnya
"Mas sibuk ya"tanya Syifa
"Kenapa ayo sini"ucap Arka mengulur kan tangannya Syifa tersenyum lalu duduk di pangkuan suaminya
"Aku pusing dengar mereka ribut soal aku akan tinggal di mana"ucap Syifa cemberut
"Kenapa pusing kamu akan tinggal di hati ku"ucap Arka tersenyum
"Iss mas Arka ini orang serius juga"ujar Syifa
*Nanti kita akan tinggal satu bulan di rumah Karten dan satu bulan di rumah Sandoso dan setiap bulan nya selalu meraka ngantian deal kan"ucap Arka
"Iya juga ya"ucap Syifa
"Mas Arka kan mencintai ku nih mas ngak mau gitu manggil aku sayang"ucap Syifa manja bergelayut di leher suami nya
"Ngak"ucap Arka singkat
"Ngak"ketus Syifa
"Mas Arka bohong ya mencintai ku"kesal Syifa
"Ngak gitu Syifa"ucap Arka
"Tuh manggil nya aja kayak orang asing ngak gitu Syifa"cibir Syifa cemberut
"Ulu istri ku ini jadi manja nya"kekeh Arka mencubit pipi Syifa gemes
"Sebal sama mas Arka "kesal Syifa
"Hei dengar kan aku ya aku tidak memanggil sayang karna aku mau kisah cinta kita berbeda dari kita cinta kita sebelum nya buat apa sayang sayang tapi hanya di bibir aku mencintaimu itu di hati biar kamu merasakan betapa aku mencintaimu"ucap Arka mengelus pipi Syifa
"Ahh masak"ucap Syifa tersenyum malu
"Benar istri ku"ucap Arka tersenyum mencium pipi istri nya
"Mas Arka"ucap Syifa mengsusp dada Arka
"Apa ini suatu godaan"ucap Arka tersenyum dengan kemanjaan istri nya
"Iss mas Arka ini"ucap Syifa
"Mas Arka"ucap Syifa terus mengusap dada suaminya
"Syifa jika kamu kayak gini kamu bisa membuat aku ingin memakan mu"ucap Arka mengecup kening istri nya
"Makan aja"ucap Syifa tersenyum
"Ho ho mau goda aku ternyata"ucap Arka memeluk pinggang Syifa
"Ngak kok"ucap Syifa tersenyum
"Istri ku makin cantik jika seperti ini"ujar Arka tersenyum memegang tengkuk Syifa mencium bibir itu Syifa menerima senang memeluk leher Arka
Cklek
"Arka"ucap Maya terhenti
"Apa ma"ujar Arka
"Mas Arka"ucap Syifa cemberut menyenderkan kepalanya di dada Arka bahkan Syifa tidak malu duduk di pangkuan Arka di depan orang tua nya
"Arka ambil keputusan kalian akan tinggal di mana"ujar Fatma masuk
"Masih ribut masalah itu lagi"ujar Syifa jengah memeluk leher Arka
"Kami kan punya rumah sendiri ma"ucap Arka
"Tidak boleh jika yg terjadi sama Zahra itu terjadi sama Syifa mama ngak mau apa lagi kamu sibuk kerja dan Syifa tinggal sendiri"ujar Fatma
"Gini nanti satu bulan kami tinggal sama mama Maya bulan berikut nya sama mama Fatma bulan berikut nya kembali lagi pada mama Maya bagaimana"ujar Arka
"Oke kami setuju"ucap Maya membuat Fatma cemberut kelamaan menungguh
"Ma kita jenguk Zahra dulu yuk Devil bilang benar nyonya Margareta itu ibu nya Zahra cuman ada punya masalah gitu di masa lalu dan Zahra ngak mau terima di rumah dia syok"ujar Fikram memasukkan ponselnya
"Zharae hanya butuh waktu jika nyonya Margareta baik mencurahkan kasih sayang nya pada Shara aku yakin Zhara akan mau menerima nya biar gimanapun Zahra itu merindukan kasih sayang mama nya"ucap Syifa santai
"Ya benar itu kita akan membujuk Zahra kasihan nyonya Margareta"ucap Maya dia pernah dengar sedikit cerita soal anak Margareta yg hilang itu
"Oke kami pergi dulu ya Syifa Arka kami mau jenguk Zhara dulu"ucap Fikram pamit untuk membujuk Zahra
__ADS_1