Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Perhatian kecil


__ADS_3

Syifa memeluk jas itu dengan erat bukan tanpa sebab sekarang Syifa sangat kedinginan tubuh nya menggigil terkena hujan Arkan melaju kan mobil nya dan melirik Syifa yg nampak demam Syifa malah tertidur di mobil Arkan melihat itu Arkan memberi tau kakak nya jika dia akan bertemu di rumah Arkan sengaja tidak membangun kan Syifa menunggu Arka kembali tidak lama mobil Arka datang


"Menyusah kan sekali"ketus Arka mendekat


"Bukan kak Syifa yg menyusun kan tapi kakak meninggalkan kakak ipar sendiri di jalan sampai kehujanan urus istri kakak dia tertidur"ucap Arkan membuka pintu mobil


"Kamu aja yg urus"ucap Arka santai


"Dasar bodoh aku ini hanya adik ipar aku ngak boleh menyentuh kulit nya karena bukan mahram kakak ini gimana sih gendong kakak ipar sebelum mama keluar"ucap Arkan mengingatkan


"Ck menyusahkan"kesal Arka lalu melihat Syifa


"Tuh dia saja bersama pria lain"ucap Arka melihat jas di tubuh Syifa


"Jangan banyak bicara kak"ucap Arkan malas Arka hanya menatap sinis Syifa karna bertemu dengan pria lain apa lagi ada jas tentu pikiran Arka sudah kemana mana


"Syifa kenapa"tanya Maya melihat Arka mengendong Syifa


"Main hujan tadi"jawab Arka singkat lalu membawa Syifa ke kamar


"Kok bisa"ucap Maya lalu menyentuh kening Syifa


"Menjaga nya saja kalian berdua tidak becus dan kamu Arka baru sehari Syifa menjadi istri mu masak dia demam badan nya panas "kesal Maya


"Panggil dokter jika besok dia sakit mama akan memberi kalian berdua pelajaran"tegas Maya lalu berlalu


"Apa aku bilang kakak selalu menyusah kan aku"ujar Arkan menggeleng


"Panggil bik Yem"ucap Arka santai lalu menuju kamar mandi


Bik Yem adalah pembantu rumah itu dia membantu Syifa menganti baju yg sudah bangun Syifa menolak untuk di bantu dia hanya sendiri sedang kan Arka menungggu dokter sebenarnya Syifa baik baik saja hanya tubuh nya yg terasa panas tapi Maya tidak mau tau Syifa harus sembuh


"Ayo dok"ucap Arka mengajak dokter pribadi nya masuk


"Mas Arka panggil dokter"tanya Syifa meletakkan handuknya di kepala biar gimanapun dia tidak terbiasa di lihat pria lain meski dulu dia sering mengumbar auratnya tapi sekarang berbeda


"Iya"jawab Arka singkat Syifa tersenyum senang Arka memberi nya perhatian


"Sebenarnya aku ngak papa mas"ucap Syifa


"Setidaknya periksa dulu nona biar semua tidak cemas"ucap wanita itu tersenyum Syifa hanya mengangguk pelan duduk dengan santai dokter itu memeriksa Syifa sesekali menatap wajah Syifa yg menatap suaminya dengan tersenyum tapi Arka malah santai saja merespon nya


"Ohh nona Syifa hanya lelah dia hanya butuh istirahat biar keadaan nya lebih baik"ucap nya tersenyum


"Tuh kan aku baik baik saja "ucap Syifa tersenyum


"Saya beri vitamin nona agar keadaan nona segera pulih"ucap nya memberi kan Syifa botol vitamin dokter itu tidak ingin di hajar Maya jika Syifa besok belum sembuh


"Terimakasih dok"ucap Arka


"Saya permisi"ucap nya lalu pergi


"Tidak usah menutupi kayak gitu aku ngak berminat menatap mu apa lagi menyentuh mu"ketus Arka lalu berbaring tapi Syifa merespon dengan baik dia tersenyum


"Setidaknya memanggil dokter untuk ku itu lebih baik terimakasih perhatian nya mas"ucap Syifa tersenyum hangat Arka tidak peduli dia memejamkan matanya karna lelah


###


Syifa terbangun dari tidurnya dia melihat Arka tidur memunggungi nya di ujung kasur Syifa mengucek matanya menatap punggung Arka lalu Syifa mendekati Arka menepuk bahu Arka


"Mas bangun mas udah subuh"ucap Syifa dengan lembut tapi Arka tidak merespon


"Mas Arka ayo kita sholat mas"ujar Syifa lagi


"Apaan sih aku masih mau tidur"kesal Arka menarik selimut menutupi tubuhnya


"Iya sholat dulu"ujar Syifa


"Dengar ya urus saja urusan mu aku ngak mau kamu atur kamu jangan membuat aku marah di pagi yg buta ini"kesal Arka lalu kembali tidur melihat Arka marah Syifa terdiam dia mengambil air wudhu sendiri dan sholat


Setelah sholat dan berdoa Syifa turun untuk membuat sarapan apa lagi Arka akan bekerja dia akan membuat sarapan tapi Syifa terdiam melihat Arkan baru masuk dengan sarung baju kokoh dan peci nya meneguk air Syifa segera menghampiri nya


"Arkan"ucap Syifa


"Astaghfirullah setan"ucap Arkan kaget


"Ya ampun kakak ipar membuat aku kaget saja"ucap Arkan mengelus dadanya


"Kamu dari mana"tanya Syifa penasaran


"Habis sholat di masjid kak "jawab Arkan malu malu


"Kakak sendiri ngapain pagi udah turun aja"ucap Arkan heran

__ADS_1


"Buat sarapan"ujar Syifa


"Ngak usah kak nanti bik Yem dan yg lain membuat sarapan nya "ucap Arkan tersenyum


"Ngak deh aku mau buat sarapan saja untuk semua"ucap Syifa tersenyum


"Kak ingat ya jika ngak mau rumah ini heboh mending kakak di kamar saja menunggu kak Arka turun baru kakak ke sini "ujar Arkan tersenyum lalu berlalu Syifa tidak mengerti maksud ucapan Arkan jadi dia acuh saja berfikir jika Arkan hanya becanda , Syifa mulai membuat menu untuk sarapan mereka


"Nona lagi apa"tanya bin Yem siap membuat sarapan


"Buat sarapan bik "ujar Syifa seketika bik Yem menegang apa lagi melihat masakan Syifa hampir selesai


"Biar saya saja nona"ucap nya lembut


"Ngak usah bik ini udah hampir selesai"ucap Syifa tersenyum bik Yem sangat gelisah jadi dia memutuskan memberi tau Maya dari pada dia akan di marahi habis habisan


Tok tok


"Nyonya"ujar nya mengetuk pintu tidak lama Maya keluar


"Ada apa"ujar Maya


"Itu emm itu non Syifa masak untuk sarapan"ujar nya takut


"Apa kamu bilang masak sudah di bilang Syifa jangan di biarkan masak dia itu masih sakit"ucap Maya datar


"Saya tidak tau nyonya nona Syifa bangun lebih awal"ujar nya makin takut


"Jika tau Syifa bangun lebih awal harus nya bibik kerjakan lebih awal jika Syifa kembali sakit saya akan membuat keluarga kamu menderita"tegas Maya lalu menutup pintu dengan kasar bik Yem segera menuju dapur


"Non ngak usah non biar saya saja"ucap bik Yem mengambil ahli


"Kenapa sih"ujar Syifa heran


"Arka"teriak Maya di dalam kamar membuat Arka terlonjak kaget


"Kenapa kamu membiarkan Syifa masak seharusnya dia masih istirahat"teriak Maya mengelegar


"Mana ku tau ma dia memang susah di atur"kesal Arka karna tidur nya terganggu


"Bangun jika tidak mama akan memberi mu pukulan"ujar Maya lalu berlalu Arkan hanya menggeleng melihat mama nya yg selalu ribut dengan kakak nya


"Syifa ayo duduk sini"panggil Maya duduk di meja makan


"Ngak papa sekalian siapin sarapan kita"ujar Syifa tersenyum Arka turun dengan gontai


"Lain kali jika merasa badan kurang sehat ngak usah beraktivitas mending istirahat"ucap Arka membantu Syifa membawa makanan tentu Syifa sangat senang tapi Arka melakukan itu tentu atas permintaan mama nya


"Seperti nya kakak udah cocok untuk menjadi koki"canda Arkan tersenyum


"Ayo sarapan"ajak Arka lalu duduk Syifa tersenyum pada Arka yg perhatian pada nya


"Mau makan apa mas biar aku ambilin"ujar Syifa tersenyum


"Terserah"ucap Arka meneguk susu nya


"Mas hari ini aku mau balik ke kontrakan mengemas barang ku dan menemui teman ku di sana"ujar Syifa memberi kan sarapan Arka


"Terserah hari ini aku sibuk"ucap Arka menyantap makanannya


"Aku ngak minta di temani kok mas aku hanya ingin izin saja biar aku sendiri saja aku pulang ngak sore kok"ujar Syifa duduk


"Pergi saja terserah pada mu"ujar Arka


"Arka apa kamu sudah menyiapkan kebutuhan Syifa"ujar Maya datar


"Belum ma"ucap Arka


"Kenapa belum"ucap Maya dingin


"Belum sempat ma nanti hari ini akan ku berikan aku sibuk"ujar Arka jadi jengkel dengan mama nya


"Mama ngak mau tau besok kebutuhan Syifa harus udah ada"ujar Maya


"Iya ma"ucap Arka kesal makan dengan tenang termasuk Syifa


Syifa pergi bersama supir pribadi karna Maya yg menyuruhnya Syifa senang bisa bertemu lagi dengan teman nya kini dia akan memulai jualan lagi ikut teman yg lain Syifa tercengang melihat pemandangan toko nya dengan cepat dia menyuruh supir nya berhenti segera turun


"Bu maaf ada apa dengan tokoh saya"ujar Syifa terkejut melihat toko nya hangus terbakar


"Syukur nak Syifa sudah datang semalam toko nya terbakar dan Zenap terjebak di dalam nya"jelas nya


"Apa lalu bagaimana keadaannya apa baik baik saja"ujar Syifa cemas

__ADS_1


"Saya tidak tau Syifa para warga membawa nya termasuk Zahra dan yg lain"ujar nya


"Rumah sakit mana bu"ujar Syifa ibu itu segera memberi alamat nya Syifa segera menuju ke sana


"Itu Syifa"ujar Asma berdiri melihat Syifa


"Asma"ucap Syifa memeluk kedua sahabatnya


"Maafkan kami Syifa"ucap Aulia


"Apa yg terjadi lalu kemana Zahra dan Zenap"tanya Syifa


"Kami tidak tau kemarin itu banyak pesanan yg masuk lalu aku dan Asma mengantar nya dan Zenap dan Zahra menunggu tokoh tapi pesanan itu semua nya di rampok habis saat kami kembali ke tokoh ternyata sudah terbakar dan Zenap terkena luka bakar dia ada di dalam bersama Zahra"jelas Asma bercerita


"Ayo kita masuk"ujar Syifa lalu mereka masuk


"Syifa"ucap Zenap lalu memeluk Syifa


"Maafkan kami tidak bisa menjaga tokoh mu dengan baik sampai semua nya habis"ujar Zenap


"Iya Syifa kami benar minta maaf karna kelalaian kami semua habis tidak tersisa perjuangan kita selama 2 tahun ini habis maafkan kami"lirih Zahra


"Semua itu tidak penting aku justru mengkhawatirkan kalian tokoh nanti kita pikirkan lagi kita bangun baru kembali tapi jika aku kehilangan kalian aku akan menyesal seumur hidup"ucap Syifa menyentuh luka di kaki Zenap


"Terimakasih Syifa kami selalu membuat kamu susah"ujar Zenap memeluk Syifa


"Terus apa rencana kita"ucap Aulia


"Kita tunggu Zenap sembuh dulu maaf kan aku tidak memberi kalian kabar sebenarnya aku udah nikah"ujar Syifa bercerita


"Kami tau kami melihat di ponsel berita pernikahan mu"ujar Zenap tersenyum


"Itu kenapa kami tidak memberi tau mu takut menganggu mu"ucap Asma


"Hei aku tidak sama sekali merasa terganggu lagian mas Arka sangat baik kok dia akan mengerti jika kita terkena musibah harus nya kalian memberi tau aku"ujar Syifa


"Maaf"ucap semua memeluk Syifa


"Tidak masalah harusnya aku yg minta maaf"ucap Syifa tersenyum


"Aku ingin bicara pada kalian "ujar Syifa serius


"Kalian tau kan tugas seorang istri itu apa aku ngak bisa keluar tanpa seizin suami ku nanti nya aku akan sulit menemui kalian tapi kita akan tetap membangun tokoh kita apa kalian sudah membuka hadiah yg aku beri kan"ujar Syifa dia sudah mengirim barang pada sahabat nya isi nya semua sama


"Harus nya kami yg memberi mu kado"ujar Aulia


"Tidak masalah nanti kita lakukan rencana melalui laptop yg aku berikan walau aku di rumah kan bisa membantu kalian nanti aku akan memberi kan rencana apa yg akan kita lakukan selanjutnya"ujar Syifa


"Kami akan bekerja keras tapi Syifa dari saksi yg melihat kebakaran itu ada yg melihat ada orang yg sengaja membakar tokoh kita"ujar Asma


"Kita jangan memperpanjang masalah ini yg penting kalian baik baik saja dan kita bisa memulai semuanya dari awal"ujar Syifa tersenyum


"Non ayo kita pulang saya udah di telpon nyonya"ujar sang supir


"Jika begitu aku pulang dulu ya semoga cepat sembuh ya Zenap"ujar Syifa pamit setelah pamit dia pergi


"Ehh Syifa"panggil nya mengejar Syifa saat akan masuk mobil


"Dokter Gio"ucap Syifa


"Iya aku melihat teman mu di rawat di sini "ujar pria itu tersenyum


"Iya dok tapi saya harus pulang"ucap Syifa


"Syifa boleh minta nomor kamu siapa tau nanti aku butuh bantuan mu"ujar nya tersenyum


"Emm tapi aku ngak punya ponsel tapi tunggu ya"ujar Syifa lalu masuk mobil


"Pak bisa tulis di kertas nomornya mas Arka ada teman saya yg mau menyimpan nya"ujar Syifa


"Baik non"ujar nya lalu menulis di kertas


"Nah ini nanti hubungan saja maaf ya dokter Gio saya buru buru"ujar Syifa memberi kan kertas itu lalu pamit pergi


"Kesempatan bagus nih di kasih nomornya Syifa sungguh membahagiakan cewek seperti Syifa itu tidak boleh di sia kan"ujar nya senang lalu masuk ke rumah sakit lagi


"Tadi itu siapa non"ujar nya pokus pada jalanan


"Dia itu dokter Gio pak dia pernah menolong saya saat saya hampir di tabrak mobil dia baik kok"ujar Syifa


"Dia menyukai non"ujar nya serius Syifa tertawa kecil


"Ya ngak mungkin dong pak dia menyukai saya kami hanya teman lagian aku ini udah punya suami"ujar Syifa tersenyum supir itu hanya tersenyum kecil menatap Syifa yg tidak percaya ucapannya dia melihat dengan jelas jika ada tatapan lain saat Gio menatap Syifa tadi

__ADS_1


__ADS_2