Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Ujian baru


__ADS_3

Syifa kepikiran terus ucapan Nara kemarin dia terus bertanya apa Arka masih berhubungan dengan nya tapi Syifa tidak berani bertanya pada Arka karna tentu Arka tersinggung lagi karna mempertanyakan hubungan nya dengan Nara.Arka pun tidak memperhatikan perubahan Syifa karna dia ada pekerjaan yg harus dia selesai kan.Arka mengemas semua berkas yg akan dia bawa setelah itu dia menemui Syifa


"Syifa apa sudah siap"ucap Arka lalu dia menatap Syifa yg duduk di sofa kamar


"Mas aku ngak ikut kantor ya aku mau ketokoh"ucap Syifa berdiri


"Aku antar sekalian aku mau berangkat kerja"ucap Arka meraih tangan Syifa


"Yuk nanti aku telat"ucap Arka lalu mereka melangkah


🚘🚘🚘


Arka memeluk bahu Syifa menyender kan ke bahu nya sedang kan Arka sibuk bicara dengan Arkan soal proyek baru mereka Syifa hanya menyimak pikirannya sudah tidak tenang dia memeluk pinggang Arka berusaha untuk tenang tapi ucapan Nara seakan memengaruhi nya


"Ya Allah jaga suami hamba di luar"batin Syifa mempererat pelukannya


"Ya aku akan segera datang"ucap Arka


"Iya oke"ucap Arka lalu menutup telponnya dan melirik Syifa yg memejamkan matanya


"Heh semalam kita tidak begadang kenapa kamu mengantuk atau kamu mau nanti malam kita begadang"ucap Arka tersenyum mencium kepala Syifa


"Mau apa begadang mas aku kan ngak ada pekerjaan"ujar Syifa santai


"Ada bantuin aku"ujar Arka dengan berbisik


"Emang ada yg bisa aku bantu dengan keadaan aku seperti ini"ujar Syifa mendongak


"Bantuin soal di ranjang"bisik Arka lalu mencium pipi Syifa


"Ihh mas Arka genit"ucap Syifa tersenyum malu


"Hari ini aku sangat sibuk dan seperti nya akan pulang lembur apa lagi ada proyek baru"ucap Arka menatap ke depan


"Aku hari ini di tokoh aja mungkin sorean pulang nya"ucap Syifa


"Iya "ucap Arka mengusap kepala Syifa lalu mobil berhenti di depan tokoh Arka segera turun memutari mobil dan membuka kan pintu mobil mengajak Syifa keluar


"Mas Arka berangkat aja"ucap Syifa


"Ya nanti ayo masuk"ucap Arka mengajak Syifa masuk


"Ehh ada Syifa"ujar Zenap tersenyum


"Iya udah lama ngak ke sini"ucap Syifa tersenyum mendengar suara Syifa teman yg lain muncul


"Kangen banget sama kamu"ujar Aulia memeluk Syifa


"Iya Syifa rindu tau"ucap Asma cepika cepika


"Dasar lebay"ucap Zenap tersenyum lalu mereka canggung saat menyadari tatapan Arka yg datar


"Mas Arka belum juga berangkat"tanya Syifa


"Ya mau ngesave nomor teman kamu"ujar Arka mengeluarkan ponsel nya dan memberi kan pada Zahra


"Tulis nomor kamu"ujar Arka datar Zahra segera mengetik nomor nya dan menyerahkan para Arka lagi


"Kalian semua juga nanti jika saya menelpon Zahra ngak bisa di hubungi ada yg lain"ucap Arka semua bergiliran mengetik nomornya


"Ribet amat mas"ucap Syifa tersenyum


"Ingat istri saya di sini jika kalian membuat dia dalam bahaya saya akan memberi kalian pelajaran"ucap Arka memperingati


"Hah kok malah kami"celetuk Zenap lalu menutup mulut nya


"Saya ngak peduli yg penting istri saya aman dia ke sini tidak ada terluka jika nanti saat pulang menemui nya ada tergores sedikit pun maka kalian berurusan dengan saya"tegas Arka


"Mas Arka berlebihan"ujar Syifa


"Ck diam lah aku yg memberi pelaturan"ucap Arka


"Aku berangkat dulu jika ada apa apa hubungan aku"ujar Arka lalu memberikan tangan nya pada Syifa untuk pamit setelah itu Arka mengecup kening Syifa


"Assalamualaikum"ucap Arka datar menatap semua dengan tajam


"Waalaikum salam"ucap semua ngeri jadi nya


"Ehh Syifa kok tuan Arka kayak gitu ngeri tau"ucap Asma


"Mas Arka emang kayak gitu suka mengancam"ucap Syifa santai


"Kayak nya itu bukan ancaman tapi peringatan apa lagi tatapan nya kayak mau menelan kami saja"ucap Aulia


"Ya kamu ngak lihat saja ekspresi dan tatapan nya menakutkan"ucap Zenap

__ADS_1


"Kenapa mas Arka kayak gitu"ujar Syifa bingung


"Itu bagus dong berarti tuan Arka mulai mencintai mu ya ngak"ucap Zahra semangat membuat raut wajah Syifa berubah


"Kayak nya ngak sih"ucap Syifa tidak semangat


"Kenapa"ucap semua heran


"Hah sampai kapan pun mas Arka tidak akan bisa mencintai ku dia sangat mencintai Nara dengan aku ngak bisa lihat bisa aja mereka berhubungan di belakang aku atau di dalam rumah karna aku ngak akan tau karna aku ngak bisa melihat mas Arka baik pada ku karna aku istri nya dan amanah dari ayah ku"ucap Syifa sedih


"Ada apa mari duduk"ucap Zenap mengajak Syifa duduk


"Kamu jangan suudzon dengan tuan Arka kayak nya dia benar ingin menjaga mu mencemaskan mu"ucap Zahra


"Iya aku tau tapi itu bukan bentuk rasa cinta nya tapi tanggung jawab sedang kan rumah tangga itu harus di hadir kan cinta biar langgeng dan kami tidak memiliki itu mas Arka tidak akan mencintai ku"lirih Syifa


"Emm sabar ya Syifa "ucap Zenap memeluk Syifa termasuk yg lain


"Apa ini karma untuk ku sampai aku di buat buta selama nya"lirih Syifa menangis


"Sstt jangan katakan itu Allah memberi mu cobaan itu pasti ada keselip kebahagiaan mu ambil hikma nya aja"ucap Zahra mengusap bahu Syifa


"Aku mau bisa melihat lagi''ucap Syifa pelan teman nya siap menjadi bahu untuk Syifa yg di landa rasa sedih


###


Setelah makan siang Arka dan Arkan ke kantor polisi untuk membebaskan Bara karna Arka sudah mendapat kan apa yg dia inginkan karna lagi hangat nya berita Bara yg terus mengejar Syifa dan Bara orang ketiga yg ingin merusak rumah tangga Syifa dan Arka tentu itu keuntungan untuk Arka untuk menghancurkan keluarga Adirata


"Saya ingin mencabut laporan saya tapi dengan syarat jika Bara menerima silahkan"ucap Arka pada polisi


"Baik pak saya akan memanggil tuan Bara"ucap nya lalu memerintah kan anak buah nya memanggil Bara tidak lama Bara berjalan mendekat


"Sialan kamu membuat aku menginap di sini lihat saja aku akan membalas mu"kesal Bara mengcengkram baju Arka


"Jaga sikap anda tuan"ucap Arkan tajam Arka hanya tersenyum mengejek


"Tidak masalah"ucap Arka pada Arkan


"Tuan Bara pak Arka akan mencabut laporan dengan ada nya syarat"ujar nya menjelaskan


"Syarat nya adalah Bara jangan pernah menganggu istri saya apa lagi ketemu dengan istri saya"ujar Arka santai


"Apa bila saya menemukan dia lagi maka pihak polisi harus mengizinkan saya menghajar Bara di dalam penjara"ujar Arka lagi mengejek Bara


"Hukuman ini tidak seberapa Bara ini hanya pelajaran kecil karna kamu berani menganggu istri nya Arka Karten"ujar Arka sinis


"Harus nya aku melihat mu melewati beberapa hari di penjara sayang nya aku terlalu sibuk untuk menjaga istri ku itu dia begitu manja"ujar Arka tertawa mengejek pada Bara


"Arka"teriak Bara marah


"Syifa hanya milik ku tidak akan ku biarkan siapapun memiliki nya kamu hanya duri dalam kebahagiaan kami"teriak Bara menggebu


"Ini kantor polisi punya aturan jadi kalian harus mematuhi nya"ujar polisi lalu mengeluarkan berkasnya


"Tanda tangan di sini pak"ucap polisi pada Arka setelah Arka membaca nya Arka segera menanda tangani nya


"Tuan Bara silakan"ujar nya Bara segera tanda tangan


"Arkan urusan kita sudah selesai ayo kita pergi"ucap Arka lalu melangkah keluar


"Tuan Arka jelas kan pada kami kenapa anda membebaskan tuan Bara padahal saat itu anda tidak membebaskan nya"ujar wartawan menyerbu Arka


"Oke saya akan memberi sedikit kejelasan"ucap Arka


"Istri saya itu terlalu baik tapi bukan dia memohon untuk membebaskan Bara mantan kekasih nya itu dia bilang bebas kan saja karna tidak ada yg di rugikan dia juga sudah membaik jika saya masih marah dengan Bara karna mendekati nya tinggal beri syarat saja biar dia menjauhi nya saya juga berfikir seperti itu apa yg di katakan istri saya itu sangat benar ada nya"ujar Arka tersenyum


"Tapi sayang sekali seperti nya Bara salah paham menyalah artikan itu semua bahkan mau mengambil Syifa dari saya tapi tidak masalah meski badai menggoyahkan kekuatan kami berdua itu tidak akan bisa membuat kami berpisah"ujar Arka tersenyum lalu berlalu Bara mengepalkan tangannya menatap Arka yg menjauh seiring wartawan menyerbu nya


Syifa dan yg lain lagi makan di luar tokoh di serah kan pada Zahra dan Asma untuk menjaga sedang kan mereka akan membeli makan siang Syifa mampir ke sebuah restoran mereka tadi naik taksi mereka menunggu pesanan dengan mendengar kan berita hangat Syifa juga nampak tenang mendengar nya


"Aku heran deh dengan tuan Arka itu berubah mulu lihat lah betapa tampannya dia tersenyum di depan media"celetuk Aulia


"Astaghfirullah Aulia dia suami orang"ucap Zenap menggeleng


"Ohh maaf kan aku sang pemilik tuan Arka"ucap Aulia menggoda Syifa


"Kali ini ku maafkan kamu memuji suami ku lain kali tidak"ucap Syifa terkekeh pelan mereka hanya cekikikan tertawa


"Tapi aku tidak mengerti maksud perkataan mas Arka setiap perkataan nya kayak tersimpan makna"ucap Syifa berfikir


"Cinta kali"goda Zenap


"Cinta hahah"ucap nya tertawa lalu duduk di depan Syifa sudah Syifa tebak jika itu suara nya Nara


"Itu bukan cinta melainkan sebuah rencana Arka tidak akan mencintai Syifa sama sekali karna seluruh cinta nya dia berikan pada ku itu hanya membuat semua orang yakin jika Arka adalah yg terbaik untuk Syifa agar nama baik nya bagus"ucap Nara santai

__ADS_1


"Aku kasihan deh sama kamu Syifa udah buta suaminya ngak cinta bahkan lebih suka dengan wanita lain jika aku sih ngak akan sanggup tinggal bersama nya ohh ngak jika aku sih ngak akan sanggup hidup dengan penderitaan itu"ujar Nara tertawa


"Tutup mulut mu pelakor"kesal Aulia


"Kayak wanita ular saja mulut mu itu menyakitkan telinga saja"kesal Aulia


"Sekarang aku tanya apa Arka pernah mengatakan cinta pada mu"ujar Nara membuat Syifa terdiam


"Ya tentu ngak karna seluruh cinta nya untuk ku ck ck kasihan sekali kamu Syifa"ujar Nara


"Biar aku tebak lagi malam ini pasti Arka pulang telat karna dia mau bermalam bersama ku ahahh"ucap Nara tertawa


"Sentuhan nya ciuman nya cumbuan nya.....ucap Nara terpotong


"Stop"teriak Syifa


"Apa mau mu hah ya aku emang buta terus kenapa"teriak Syifa marah


"Ck ck lihat lah kamu Syifa sangat menyedihkan aku hanya ingin bilang Arka hanya berasa bersalah karna dia kamu buta itu kenapa dia baik pada mu nyata nya dia selalu menyempatkan waktu bersama ku setiap detik"ucap Nara tersenyum


"Kamu kira aku bisa kamu bohongin"ucap Syifa


"Ohh tidak aku tidak mau kamu mempercayai ku aku hanya ingin menunjukkan betapa bahagianya Arka saat bersama ku lihat ini ya"ucap Nara lalu mengeluarkan ponselnya memutar rekaman saat Arka dan dia lagi bercumbu


"Ini sih setiap saat dia melakukan nya "ucap Nara terdengar decapan ciuman Arka cumbuan dan serta suara Arka betapa dia mencintai Nara dan betapa dia menyukai setiap apa yg mereka lakukan termasuk hal di ranjang.Syifa mengengam erat tongkat nya sampai tangannya memerah


"Aku selalu di puas kan nya oleh nya"ucap Nara tersenyum


"Hentikan"teriak Syifa menutup telinganya


"Ya ya mas Arka milk mu dia bahagia bersama mu aku hanya wanita buta yg dia kasihani"teriak Syifa dengan perasa pendengar nya Syifa marah dia kesal melampiaskan kemarahannya dengan memegang bahu Nara dia benar kesal rasa cemburu dan patah hati memenuhi hati nya sampai dia tidak bisa menguasai nya


"Dasar wanita gila dan buta sakit sialan"ucap Nara merasakan pegangan Syifa erat


"Itu pantas kamu rasakan pelakor"ucap Aulia membantu Syifa mereka jadi bertengkar


Brak


"Ahh Syifa"ujar Zenap saat melihat tubuh Syifa kebentur meja sampai terjatuh ke lantai


"Kamu mau melawan aku ya wanita buta"ucap Nara mendorong Aulia lalu dia menghampiri Syifa ingin menampar Syifa tapi tangan nya di cegah oleh seseorang


"Berani tangan mu itu menyentuh nya aku pasti kan tangan mu itu aku potong"tajam nya menghempaskan tangan Nara


"Kak Devil"lirih Syifa mendengar suara itu


"Ayo kita pergi"ujar Devil membantu Syifa berdiri lalu mereka pergi bersama Aulia dan Zenap


"Lho kok"ucap Asma heran saat melihat mereka kembali dengan Devil apa lagi wajah Devil sangat menakutkan


"Syifa sudah kenapa kamu sangat lemah"ujar Devil menyeka air mata Syifa


"Kak aku mau melihat aku ngak mau buta kak"ucap Syifa menangis sesenggukan


"Sstt Syifa jangan menyiksa diri sendiri"ucap Devil mengengam tangan Syifa


"Lihat dengan aku buta aku tidak bisa menjaga mas Arka dia malah menghabiskan malam bersama wanita itu aku merasa tidak berguna sebagai istri"ujar Syifa tidak berdaya


"Syifa kamu harus kuat kamu hanya di bohongi perempuan itu"ucap Devil memeluk Syifa


"Aku mau bisa melihat kak"ucap Syifa menangis


"Aku mengerti"ucap Devil menghapus air mata Syifa menenangkan Syifa


"Aku antar pulang ya"ucap Devil


"Ngak aku mau di sini aja"ucap Syifa serak


"Tangan mu lebam akibat terjatuh tadi aku obati"ujar Devil melihat tangan Syifa


"Apa"ucap semua lalu mereka teringat ancaman Arka tadi


"Ambilkan obat"ucap Devil dengan cepat Zahra mengambil kotak obat


"Aduh bagaimana ini jika tuan Arka marah"ucap Zenap panik


"Nanti aku akan bicara dengan mas Arka"ucap Syifa pelan


"Ini pak"ucap Zahra menyerah kan kotak obat itu Devil mengambil nya tidak sengaja melihat cincin di jari Zahra yg dia berikan lalu dia menatap Zahra sampai membuat Zahra gugup dan menyembunyikan tangannya karna gugup dan salah tingkah


"Kak apa mas Arka emang suka tidur bersama Nara"ucap Syifa masih kepikiran ucapan Nara


"Aku ngak tau tapi ya Syifa jika menurut aku oke jika dulu mereka sering tidur tapi sekarang berbeda Arka mau menerima mu dan hidup dengan mu jadi buat apa kamu khawatir memikirkan itu"ucap Devil mengobati tangan Syifa


"Aku tidak sanggup kak aku mau melihat aku benar tidak berdaya dengan keadaan ini"lirih Syifa kembali menangis Devil hanya memeluk Syifa menguat kan adik sepupu nya itu membiarkan Syifa menangis di pelukannya

__ADS_1


__ADS_2