
"Jika mereka merengutmu dari ku awas saja seumur hidup aku akan membencinya"ucap Arka berdiri lalu pergi
"Mas tunggu aku pulang gimana"ujar Syifa menggeleng pelan dengan kelakuan Arka
"Nona ada vitamin untuk anda"ujar dokter memberi kan vitamin nya Syifa menerima nya
"Makasih dok jika sudah selesai saya permisi"ujar Syifa tersenyum lalu bangkit dan berjalan dengan perlahan
"Aku mengira tuan Arka tetap tidak peduli dengan nona seperti berita yg ada tapi nyata nya dia sangat peduli"ujar dokter itu tersenyum meski terdengar kejam kata-kata Arka tadi itu bermakna rasa cinta yg penuh kekhawatiran
"Mas tunggu"ucap Syifa memanggil suaminya yg sudah menjauh Syifa duduk sebentar merasa lelah mengejar Arka
"Syifa"suara itu membuat Syifa mendongak
"Gio"ujar Syifa
"Wah aku senang melihat mu hamil"ujar Gio tersenyum
"Iya ehh tapi kok kamu di sini"tanya Syifa
"Iya aku dulu tugas di daerah tokoh mu tapi sekarang ngak lagi aku tugas di sini kan ini rumah sakit ku"ujar Gio tersenyum
"Ohh aku tidak tau"ujar Syifa mengerti
"Aku tidak terkenal berarti ya jika nona Syifa Karten tidak bisa tau jika Gio Altaf pemilik rumah sakit terbesar di kota ini"kekeh Gio
"Ahh sudah la ngapain aku kepo terhadap hidup mu"ujar Syifa berdiri
"Jika capek istirahat saja"ujar Gio menemani Syifa duduk
"Tidak suami ku sudah menunggu"ujar Syifa berdiri tapi dia melihat Arka mendekat
"Ehh mas kok balik"ujar Syifa tersenyum
"Aku pergi saat menoleh melihat istri ku di goda pria jelek nanti dia pelet istri ku di ambil nya"ketus Arka
"Lagian kamu ngapain duduk di sini bukan nya mengejar suami yg lagi ngambek"ujar Arka sebal melihat Syifa bukan nya mengejar nya malah duduk bersama Gio
"Ohh suami nya Syifa lagi ngambek"ujar Syifa tersenyum menggoda
"Abang ganteng jangan ngambek tadi adek udah mau mengejar tapi capek abang jalan nya cepat"ujar Syifa dengan tertawa geli
"Bilang jika capek jangan malah duduk dengan pria lain aku cemburu"kesal Arka
"Ulu ayah dari anak anak ku lagi cemburu ternyata"kekeh Syifa gemas dengan Arka
"Aku lagi ngak becanda"kesal Arka dia benar sebal melihat Gio duduk dengan istri nya
"Wajah mas Arka tampan saat cemburu"ujar Syifa tertawa menoel dada Arka menggoda
"Aku lagi kesal"ujar Arka sebal
"Cie marah ni ye"ucap Syifa menoel dada Arka
"Kamu"ujar Arka mengulum senyum nya mencubit pipi Syifa yg tembem
"Ayo pulang nanti kamu di culik pria yg tidak punya istri"sindir Arka menatap Gio sinis yg hanya tersenyum menatap kedua nya
"Gendong"ucap Syifa mengulur kan tangan lalu Arka mengendong ala romantis bersyukur kekuatan Arka tidak di remeh kan bisa mengendong istri nya
"Duluan ya Gio"ujar Syifa tersenyum melambaikan tangan pada Gio lalu memeluk leher suami nya
"Mereka sangat bahagia aku senang melihat nya tinggal aku harus melupakan istri orang yg makin lama makin cantik itu"ucap Gio tersenyum dia masih mencintai Syifa meski nanti Syifa pisah dengan Arka dia siap menerima Syifa apa ada nya
"Astaghfirullah Gio sadar dia istri orang mending kamu cari istri"ucap Gio lalu berlalu untuk melakukan tugasnya
"Lengan nya kekar"ujar Syifa tersenyum mencium otot lengan Arka tidak malu pada orang yg menatap nya
"Aku masih ngambek"ketus Arka menatap ke depan berjalan dengan santai mengendong istri nya
"Ahh masak ngak papa deh ngambek asal mas ngak ngelarang untuk cium"ucap Syifa tersenyum mengecup pipi Arka melihat wajah Arka datar membuat Syifa tersenyum kecil meletakkan wajahnya di leher Arka
"Mas"ucap Syifa tangannya merayap ke dada Arka
"Mas tau kan kasih sayang seorang ibu untuk anak nya aku bukan mau mengorbankan diri tapi melahirkan normal suatu keberuntungan"ujar Syifa
"Mas harus ngerti ya jika aku sayang pada anak anak kita dan aku juga sangat mencintai mas Arka jadi aku ngak akan ninggali mas Arka"ucap Syifa
"Itu yg aku takut kan"ucap Arka datar menurunkan Syifa karna mereka sudah sampai di samping mobil
"Emang bisa melahirkan bayi kembar secara normal"ucap Arka serius
"Kamu menghargai perasaan aku tidak sih jika aku sangat mencintai mu aku tidak bisa hidup tanpa mu apa kamu tau itu"kesal Arka itu kata kedua yg Arka ucap kan mencintai Syifa karna Arka banyak melakukan tindakan dari pada ucap kan
"Kamu ngerti tidak sih"teriak Arka frutasi Syifa hanya menatap Arka mata nya berkaca kaca
"Apa kamu tau perasaan ku bagaimana aku tidak mau kehilangan mu"ujar Arka lagi
"Aku.........ucap Arka terpotong saat bibirnya di cium oleh Syifa
"Mas harus ingat jika mati dan hidup seseorang itu atas kehendak Allah"ucap Syifa menatap Arka menangkup wajah Arka
"Aku sangat mencintai mas Arka jangan seperti ini hati ku sakit kita sama sama berdoa untuk kebaikan kita semua"ujar Syifa lagi hati Arka sedikit tenang mendengar kata cinta dari Syifa dia sedikit mencondongkan tubuhnya lalu mencium bibir Syifa lagi menjamah bibir istri nya penuh cinta
__ADS_1
"Maaf kan aku istri ku"bisik Arka saat dia melepas kan ciuman itu Syifa tersenyum lalu mengecup pipi Arka
"Pulang udah ngak sabar membagi kebahagiaan ini mas bahagia kan akan punya anak 2"ucap Syifa tersenyum
"Iya "ucap Arka tersenyum mencium kening istrinya lalu membuka kan pintu mobil membantu Syifa masuk dengan pelan setelah itu dia ikut masuk dan segera melaju kan mobilnya
####
Zahra dan yg lain membantu merancang untuk pesta nanti malam mereka menyusun rencana nya di bantu Arkan dan Devil dari tempat ktring serta hal yg lain nya ,Zahra mencuri pandang pada suaminya yg bersama Arkan naik tangga untuk memasang bunga di dinding padahal tadi Devil malas membantu tapi saat Zahra yg meminta segera Devil ikut serta
"Zahra"Zea menepuk pundak Zhara membuat buku yg di pegang Zhara terjatuh
"E...eh ma"ucap Zhara mengambil buku nya
"Udah jadi suami kenapa masih curi pandang"ucap Zea tersenyum
"Tidak ma"ucap Zhara tersenyum malu
"Ohh ya nanti mama akan jelaskan pokok acara nya nanti Devil akan mendampingi mu"jelas Zea
"Ma apa harus seperti ini"ujar Zhara
"Ya tentu sayang mama udah tua sering sakit semua ini untuk siapa lagi jika bukan untuk kamu"ucap Zea mengusap bahu Zhara
"Tapi aku merasa tidak pantas mendapatkan ini semua secara ayah dan aku tidak pernah membantu mama"ujar Zhara
"Tidak masalah kamu hanya mengganti dengan kasih sayang mu itu udah cukup buat mama"ujar Zea tersenyum
"Iya ma"ujar Zahra tersenyum memeluk mama nya
"Udah samperin suami kamu sana mama ada pekerjaan ingat nanti jika Arkan menjelaskan acara nya kamu ikuti"jelas Zea tersenyum mengusap kepala Zahra lalu berlalu pergi
"Devil yg benar masih miring"ujar Arkan memperhatikan bunga nya
"Kamu ini gimana sih apa kamu mau mengerjai ku dari tadi ngak benar"kesal Devil
"Ya emang kenyataan nya gitu Devil sedikit lagi tuh pasang bunga setelah itu gantung selamat datang nya"ujar Arkan
"Kenapa ngak kamu aja"kesal Devil
"Ya aku kan di sini mandor"ucap Arkan dan tertawa karna memang dari tadi banyak karyawan yg di bayar Zea Arkan ingin mengerjai Devil
"Sialan"kesal Devil melempar bunga nya
"Ehh kamu ini apa apa sih"ujar Arkan menghindar
"Makan ini"kesal Devil terus melempar Arkan
"Berhenti gila"ujar Arkan terus mundur sampai dia menabrak seseorang
"Aww"ujar Arkan terjatuh sedangkan yg di tabrak tadi hanya menatap Arkan yg di bawahnya nya mata mereka benar bertemu dengan jarak dekat sampai lupa mereka di mana saling memandang
"Bukan mahram"ucap Zahra berjongkok agar keduanya nya mendengar
"Astaghfirullah maafkan saya pak"ujar Zenap berdiri dia jadi gerogi tadi saat dia bicara pada Zahra Arkan terus mundur dan menabrak nya pada saat mau terjatuh malah Arkan menarik nya
"Iya"ujar Arkan tersenyum menepuk tubuh nya yg kotor
"Dasar modus"cibir Devil meletakkan bunga nya
"Saya permisi pak ada pekerjaan lain"ujar Zenap segera pergi dia salah tingkah jadi nya apa lagi dia tadi sempat merasa bidang dada Arkan ya meski tidak atletis tapi itu terasa sangat empuk untuk di peluk
"Alhamdulillah udah separuh selesai nya"ucap Zhara tersenyum melihat hotel itu sudah hampir selesai
"Undangan nya udah di sebar"tanya Devil
"Iya mama yg mengirim orang mengirim nya"ujar Zahra tersenyum
"Serah kan semuanya pada Arkan"ujar Devil mengambil buku yg di pegang Zhara lalu memberi kan pada Arkan sedang kan dia berlalu bersama Zahra
"Mau apa sih mas"ucap Zhara masuk lift bersama Devil
"Hanya butuh sedikit sentuhan"ucap Devil santai
"Ini masih siang"ucap Zahra mengingat kan
"Berarti makan siang"ucap Devil santai
"Ihh dasar otak nya kotor ngak pernah di cuci"ujar Zhara memukul pelan lengan Devil membuat Devil menarik pinggang Zahra
"Hei wanita ku hanya kamu yg bisa memukul ku kamu ngak takut gitu dengan ku karna aku ini"ucap Devil terhenti dia hampir saja keceplosan mengatakan pada Zhara jika dia mafia yg di takuti
"Apa, hanya manusia biasa masak aku takut "ucap Zahra tersenyum
"Ya ya ya"ucap Devil mencium mata Zahra sekilas lalu mereka keluar dari lift Devil merogoh satu celananya melihat kunci kamar yg tadi dia ambil segera Devil mengajak Zhara masuk
"Kok mas bisa punya kunci ini"tanya Zahra heran
"Tadi aku minta satu"ujar Devin melepaskan sepatu nya lalu berbaring di kasur empuk itu
"Mas capek ya mau aku pijitin"ujar Zhara mendekat
"Boleh"ujar Devil lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Zhara yg mulai memijit kepala nya mata nya tidak lepas dari wajah Zhara
__ADS_1
"Kenapa di tatap sih mas aku malu"ujar Zhara salah tingkah dengan tatapan Devil
"Setiap aku menatap wajah mu aku merasa semua masalah ku selesai"ujar Devil mengusap bibir Zhara
"Setiap detik aku rindu jika tidak menatap wajah mu"ucap Devil tersenyum lalu berbalik memeluk perut Zhara
"Aku akan selalu bersama mas Devil tetap lah seperti mas ku yg selalu membuat aku bahagia"ucap Zhara mengelus kepala Devil
"Iya aku selalu membuat mu bahagia"ujar Devil mencium perut Zhara dia sebenarnya ngantuk itu kenapa minta Zhara menemani nya tertidur
"Kita hanya berdua kenapa tidak lepas jilbab mu aku suka melihat rambut mu acak acak kan"ujar Devil tersenyum lalu menarik jilbab Zhara
"Iss mas Devil"ucap Zahra cemberut membenarkan rambut nya berantakan
"Tuh kan kamu makin seksi"ucap Devil
"Dasar genit"cibir Zhara memukul dada Devil pelan
"Yang penting aku senang"ucap Devil tersenyum membelai rambut Zhara dan mendorong Zahra pelan sampai Zhara terbaring Devil segera menindih istri nya
cup
"Mencintai ku"ucap Devil mencium tangan Zahra meletakkan tangan Zhara di leher nya
"Sedikit demi sedikit cinta ku menyamai cinta mu pada ku"ujar Zhara lalu menyembunyikan wajahnya malu
"Benarkah"ucap Devil tersenyum bahagia
"Hei jangan sembunyi kan wajah mu"ucap Devil mengankat wajah Zhara lalu mencium bibir itu Zahra mencengkram bahu Devil saat bibir Devil turun ke leher nya
"Mas kita masih banyak pekerjaan"lirih Zahra
"Pekerjaan mu hanya bersama ku"ucap Devil kembali mencumbu Zhara karna bagi Devil menyatu bersama Zhara adalah hal yg membahagiakan untuk nya apa lagi saat Zhara memberikan kecupan nya mampu membuat Devil melayang siang itu mereka menghabiskan waktu bersama di kamar mencapai kepuasan melegakan hati yg menggebu dan merasa surga dunia
####
🌙🌙🌙
Sebenarnya Syifa tidak mau ikut pesta itu tapi Arka memaksa nya untuk datang untuk menemani nya apa lagi itu pesta sabahat nya tidak hanya pesta biasa jadi Syifa mau ikut dengan syarat dia hanya sebentar di sana jadi Arka mengiyakan nya
"Syifa kenapa lama"ucap Arka masuk kamar melihat istri nya tidak kunjung keluar
"Mas lihat aku kayak tahu bulat saja"celetuk Syifa melihat pantulan dirinya di cermin
"Emang kenapa sih dengan tubuh nya yg aku lihat hanya ada 2 nyawa di sini"ucap Arka mengusap perut Syifa
"Apa mas ngak malu gitu ngajak aku kayak gini"ucap Syifa cemberut
"Tidak sama sekali"ucap Arka tersenyum
"Bagi ku kamu indah dari segala keindahan di dunia ini"ucap Arka mengusap pipi Syifa
"Mas aku serius lho"ucap Syifa
"Istri ku aku yakin aku ingin pamer jika cetakan ku mampu membuat 2 nyawa"ucap Arka tersenyum bahagia
"Mas Arka ini ada ada saja"ucap Syifa tersenyum memeluk lengan suami nya mereka segera berangkat
"Tanda nya indah bukan"bisik Devil memeluk Zhara mengecup leher Zhara lembut
"Mas masak ngak bosan tadi siang kita menghabiskan waktu malam ini kita punya acara"ujar Zhara
"Bersama mu tidak ada kata bosan sayang"bisik Devil mengecup pipi Zhara membuat wajah Zahra memerah mendengar kata sayang
"Mas aku malu"ujar Zhara menutup wajahnya pipi nya terasa panas
"Kenapa sih"ujar Devil terkekeh lalu mencium tengkuk Zhara dengan tangannya menggenggam tangan Zhara erat
"Emm mas jangan"pinta Zhara seperti lengkuhan Devil diam saja berusaha meninggalkan jejak di area tengkuk dan leher istri nya
Tok tok
"Ehm ayo tunggu apa kita hampir terlambat"dehem Zea melipat tangannya di dada
"E....eh ma..ma,"Zahra terbata mengaruk kepalanya
"Apa kepala mu banyak kutu ayo cepat malah bengong"ujar Zea
"Iya ma iya"ucap Zahra tersipu segera mencari jilbabnya
"Sayang sekalian sepatu ku"ucap Devil duduk di kasur
"Apa mas"ucap Zahra menoleh
"Sepatu ku sayang"ucap Devil menggoda
"Ihh nama ku Zhara bukan Sayang"ucap Zhara pipi nya kembali merona
"Tapi kamu sayang ku"ujar Devil tersenyum menggoda
"Ihh mas Devil berhenti memanggil ku sayang"ujar Zahra cemberut dia malu di depan Zea jika Devil bertingkah manis
"Ayo cepat"ujar Zea ikut tersenyum
__ADS_1
"Mas Devil tuh ma"ujar Zahra segera berlalu Devil hanya tersenyum kecil menatap punggung Zhara tingkah istri nya itu membuat dia gemas