
Zahra mengeliat pelan saat mendapat kan kecupan di keningnya jujur Zhara kurang nyaman dengan perlakuan Devil bagaimana tidak selama tiga hari ini Zahra benar stres di buat Devil bagaimana tidak stres selama tiga hari Devil tidak henti menyentuh nya dia berhenti saat mereka makan dan Zhara meminta sholat setelah itu Devil kembali menciumi nya mencumbu nya menggauli nya meski Zahra mengeluh kesakitan Zhara tidak berani bicara karna dia belum tau Devil ini seperti apa
"Apa kamu lelah harus nya tidak"ucap Devil membelai wajah Zhara
"Kita sudah 3 hari di kamar"ucap Zahra pelan
"Bisa kah aku keluar"ucap Zhara
"Kenapa"ucap Devil datar
"Aku harus kerja di tokoh Syifa dan juga harus kerja di kantor kamu"ucap Zahra pelan
"Kerja buat bayar hutang semua nya udah ku urus "ucap Devil mengecup pipi Zahra
"Maksud mas Devil udah bayar hutang ku semua pada Syifa"tanya Zhara menatap Devil
"Kamu senang kamu kan tanggung jawab ku"ujat Devil mencium lekuk leher Zahra mengibaskan selimut siap menghajar Zhara
Dret dret
"Mau mati"kesal Devil beranjak dengan kesal
"Ya"ucap Devil menjawab telpon nya
"Pak Devil tidak mausk sudah banyak pekerjaan yg menunggu bapak"ucap nya
"Ya ya saya akan datang kamu jangan menganggu saya"ucap Devil lalu mematikan telponnya mendekati Zhara lagi
"Mas kerja saja aku juga mau kerja"ucap Zahra
"Kamu tidak ku izinkan keluar mengerti"ucap Devil santai mengecup bibir Zhara sebentar lalu beranjak
"Sebenarnya suami ku ini seperti apa sih"ucap Zhara merasa heran menatap punggung Devil yg bergegas keluar dari kamar
"Rasanya tubuh ku remuk dia tanpa berperasaan meminta hak nya"ucap Zahra lalu mengibaskan selimut mata nya melotot melihat tubuh polosnya yg merah dan biru bekas kecupan Devil selama 3 hari ini
"Hah mana sakit"gumam Zhara menahan bagian pribadi nya dia mulai menuju kamar mandi.Setelah mandi dan berpakaian bersih Zahra membenarkan jilbab nya dan menuju pintu kamar tapi saat dia memegang gangang pintu nya tidak bisa di buka
"Mas Devil"ucap Zahra mengedor pintu
"Mas aku ngak bisa buka pintu"teriak Zahra mengedor pintu
"Dasar Devil gila ngapain dia gembok kamar nya apa lagi ada Istri nya di dalam"gumam Firman berdiri di depan kamar Devil
"Anak itu memang tidak waras"gumam nya lalu berlalu
Syifa membantu Arka bersiap menuju kantor sekarang tugas Syifa bertambah membantu suaminya bersiap menuju kantor, Syifa dengan serius mengenakan dasi Arka mereka saling diam tapi tatap tatapan
"Mas nanti aku mau ketokoh"ucap Syifa mengerat kan dasi Arka
"Ya aku tau mas pasti bilang terserah"ucap Syifa lagi
"Siapa bilang"ketus Arka
"Aku ngak izinin kamu kemana mana tetap di rumah nungguin aku pulang"ucap Arka tegas
"Mas aku mau lihat tokoh ku dulu udah lama aku ngak melihat nya izinin ya ya"bujuk Syifa
"Ngak"ucap Arka memakai jas nya
"Boleh ya mas izinin"bujuk Syifa
"Ngak boleh"ucap Arka memakai jam nya Syifa cemberut menatap Arka dia sebal dengan Arka
"Jika begitu mas juga ngak boleh kerja"ketus Syifa melipat tangannya
"Lho kenapa"ucap Arka heran
"Ya ngak boleh aja mas harus tetap di rumah ngak boleh kemana mana"ujar Syifa sebal
"Biak lah "ucap Arka santai dengan menyeringai
"Ihh mas Arka mah aku mau ke tokoh ngak boleh apa"ucap Syifa cemberut
"Ya udah boleh tapi dengan syarat"ucap Arka memegang bahu Syifa
###
Sungguh dunia Arka terasa menyenangkan dia menuruni mobil bersiul siul memamerkan apa yg dia punya Arka menyapa karyawan nya yg tidak biasa dia lakukan aneh nya kepala Arka selalu menegak tidak seperti biasanya membuat semua heran dengan Arka
"Pagi Arkan"ucap Arka tersenyum lebar memasuki ruangan Arkan yg tidak biasa dia lakukan
"Bos aneh"cibir Arkan menatap laptop nya
"Hei sini coba lihat kearah aku dulu"ucap Arka tersenyum Arkan sebal dengan kakak nya yg aneh menatap kakak nya dengan jengkel tapi Arka hanya tersenyum tampan menaik turun kan alis nya
"Tidak ada yg aneh kah"ucap Arka tersenyum Arkan menilai sampai dia menemukan sesuatu ada bekas ****** di kedua sisi leher Arka yg sangat jelas
"Itu bekas apa"tanya Arkan menyelidiki
"Tepat sekali indah bukan ehh tidak rasanya yg sangat luar biasa"ucap Arka tersenyum lebar
__ADS_1
"Kak Arka masih berhubungan dengan Nara ya ampun kak sadar apa kurang nya kakak ipar"ucap Arkan mengomel
"Sialan membuat aku kesal saja"ketus Arka mood nya jadi berubah
"Lalu"ucap Arkan heran
"Ini itu bekas kecupan Syifa"ucap Arka tersenyum sungguh Arkan rasanya ingin terjatuh mendengar nya
"Kakak ipar"ucap Arkan melongo
"Apa dia sangat agresif atau apa"ucap Arkan penasaran
"Tepat nya dia tidak mau aku tinggal sebelum dia mengecup leher ku ahh dia sungguh menggemaskan"ucap Arka tersenyum senang
"Pokoknya selalu membuat aku merindu"ucap Arka tersenyum lebar lalu melangkah pergi
"Aghh aku jadi ingin menikah ngapain kak Arka pamer ****** itu hiks hiks jodoh ku kamu di mana"ucap Arkan cemberut
Berbeda dengan Arka yg mengumbar ****** di leher nya Syifa menekuk wajahnya kesal dengan suaminya itu bagaimana tidak kesal syarat yg di berikan Arka adalah satu kata permohonan satu kecupan jadi izin nya Syifa itu 5 kata dan 5 kali memberi ****** pada Arka sungguh menjengkelkan Syifa mengecup leher Arka yg harus usaha yg besar dan dia malah mendapat hadiah penggoda suami sungguh Arka menjengkelkan
"Kok wajah nya di tekuk"ucap Asma melihat Syifa masuk ke tokoh
"Tau ahh sebal"kesal Syifa duduk menyentuh bibirnya yg terasa pegal
"Zahra kerja"tanya Syifa santai masih menatap bibir nya
"Ngak tuh sejak nikah dia ngak pernah datang lagi ini aja aku ambil kunci tokoh masuk kamar Zahra"jelas Asma
"Lho kenapa dia ngak datang"ucap Syifa dan Asma hanya mengankat bahu nya tanda tidak tau
"Apa jangan-jangan kak Devil"ucap Syifa curiga
"Ngak tau tapi coba deh kamu lihat"ucap Asma
"Ya udah deh aku jenguk Zhara dulu"ucap Syifa berdiri lalu keluar dia mengambil ponselnya dia bilang pada Arka jika dia mau ke rumah Wikran
"Assalamualaikum"salam Syifa masuk ke rumah itu
"Waalaikum salam"ucap nya
"Kak Syifa"ucap nya memeluk Syifa dengan erat menciumi wajah Syifa
"Maaf Karin aku sedikit risih"ucap Syifa
"Kak bujuk dong kak Devil buat nikahin aku masak dia sudah meniduri aku ngak mau tanggung jawab "ucap Karin bergelayut di lengan Syifa
"Kamu gila kak Devil baru aja nikah"ucap Syifa jengkel
"Dengar ya Karin Zhara bukan cewek udik aku ngak suka ya kamu menghina nya"ketus Syifa lalu berlalu dia mendekati Firman yg akan turun
"Om Zahra mana"tanya Syifa
"Di kamar di kurung sama Devil"jawab Firman santai dan berlalu
"Apaan kak Devil"ucap Syifa lalu menuju kamar Devil melihat emang kunci nya di gembok
"Zahra"teriak Syifa mengedor pintu mendengar suara Syifa Zahra duduk segera mendekati pintu
"Syifa Syifa tolongin aku kenapa pintu nya ngak bisa di buka"teriak Zahra biar Syifa mendengar nya
"Kak Devil mengunci nya"teriak Syifa
"Kamu tunggu ya Zhara aku akan bicara sama mama"teriak Syifa lalu berlalu
Syifa dan Fatma menemui Devil di kantor mereka kesal Devil mengurung Zahra tanpa sebab mereka di sapa para pekerja yg lain tapi kedua nya bergegas mausk ke ruangan Devil
"Devil"ucap Fatma masuk Devil yg tadi pokos ke laptop mengankat wajahnya
"Iya ma"ucap Devil berdiri
"Kakak ngapain ngurung Zahra"ucap Syifa langsung
"Kenapa ngak boleh"ucap Devil santai
"Kasihan Zahra nya dong kak"ucap Syifa dia jengkel dengan Devil
"Devil kamu tidak boleh memperlakukan Zahra seperti itu dia itu Istri mu bukan tahanan mu"ucap Fatma menegur
"Tepat sekali dia Istri ku"ucap Devil
"Itu sudah hal yg tepat aku lakukan karna aku ngak mau Zahra ketemu dengan pria lain selain aku dan aku ngak mau Zhara di tatap pria lain selain aku "ucap Devil tegas
"Ya ampun kenapa kak Devil kayak gini"kesal Syifa
"Kamu perlu membebaskan nya"ucap Fatma
"Ngak ahh buat apa"ucap Devil duduk
"Yg ada Zahra akan tertekan yg ada dia akan makin benci dengan mu dia perlu di bebaskan"ucap Fatma membuat Devil terdiam
"Kamu mau Zhara mencintai mu kan jadi kamu perlu memberi Zahra peluang untuk dia beradaptasi"ucap Fatma
__ADS_1
"Tapi jika dia"ucap Devil ragu
"Mama akan jelaskan sekarang kamu jemput Zahra kalian akan menginap beberapa hari di rumah Sandoso mama akan jelaskan semua nya pada Zhara"ucap Fatma tersenyum
"Iya"ucap Devil memeluk Fatma
"Mama tunggu di rumah"ucap Fatma lalu mengandeng Syifa untuk pergi
"Ma kok kak Devil kayak gtiu"ucap Syifa mereka berjalan keluar dari kantor
"Dia terlalu terobsesi dengan Zahra jangan khawatir mama akan jelaskan pada Devil dan Zahra terutama Zahra harus banyak mengenal Devil"ucap Fatma tersenyum mengusap kepala Syifa
Devil pulang dia mendengar kan perkataan Fatma ,Devil turun dari mobil melihat tidak ada orang terlihat sepi Devil memasuki rumah naik ke lantai atas mengambil kunci dan membuka kamar nya melihat Devil masuk Zahra yg tadi duduk di kasur segera berdiri
"Mas"ucap Zhara
"Hhmm aku sangat merindukanmu"ucap Devil memeluk pinggang Zhara
"Mas kok udah pulang"ucap Zhara
"Mama menyuruh nginap ke rumah nya sebelum itu kamu harus mengobati rinduku"ucap Devil mencium Zahra tangannya mulai melepaskan gamis Zhara dan memeluk tubuh itu dengan erat Devil menggigiti bibir Zhara dengan penuh semangat Zhara tidak bisa menolak karna Devil tidak memberikan kesempatan
Arka tersenyum saat melihat pesan dari Syifa istri nya Ini selalu membuat nya senang Arka mengambil tas nya dan segera menuju ruangan Arkan masuk dengan kembira
"Mulai hari ini sampai seminggu kedepan aku libur"sorak Arka dengan senang
"Ngak waras"cibir Arkan santai
"Urus kantor adik ku ya aku mau libur bersenang-senang dengan Istri ku"ucap Arka lalu berlalu
"Apa libur kak ngak bisa kayak gitu aku juga mau cari calon istri"teriak Arkan sebal kakak nya ini emang seenaknya
Arka masuk ke rumah Sandoso tidak ada orang sepi tadi dia melihat Rindi di depan bertanya pada Rindi dan Rindi mengatakan Syifa di dalam Arka melebarkan pandangan nya terlihat sepi lalu Arka terus berjalan dan melihat Syifa tertidur di sofa Arka mengeryit heran
"Kenapa di sini"gumam Arka lalu duduk di samping Syifa membaringkan Syifa di pangkuannya biar tidur nya nyaman tidak lama Fatma turun membawa bantal
"Lho Arka"ucap Fatma membuat Arka menoleh
"Ma"ucap Arka tersenyum
"Tadi kami menunggu Devil dan Zhara tapi udah lama belum juga tiba sampai Syifa ketiduran mama mau ambilin bantal tapi keburu kamu sampai"ucap Fatma
"Ya udah mama tinggal sebentar"ucap Fatma lalu berlalu
"Bukan nya Zhara dan Devil tinggal di rumah Wikran"gumam Arka heran
"Ahh mungkin mereka berkunjung"ucap Arka mengecup pipi Syifa dan mengelus kepala itu
"Emmm"Syifa mengeliat merasakan elusan lalu mata nya melihat Arka
"Mas"gumam Syifa memeluk perut Arka tapi Syifa teringat sesuatu dia segera berdiri
"Aku kan lagi kesal dengan mas Arka"ketus Syifa baru sadar
"Jangan lama lama marah nya"ucap Arka menarik Syifa ke pelukannya
"Wah suami ku ini kayak ngak salah aja bibir ku pegal karna tadi pagi"kesal Syifa memukul bahu Arka
"Bagi ku itu pagi terindah"ucap Arka membelai wajah Syifa
"Sejujurnya kamu jauh lebih cantik saat di tatap dengan jarak dekat"ucap Arka tersenyum
"Serius"ucap Syifa mengulum senyum nya
"Iya makan nya terus aja mendekat pada ku biar kamu selalu terlihat cantik di mata ku"ucap Arka tersenyum
"Ahh mas Arka bisa aja"ucap Syifa tersenyum malu malu Arka tersenyum
"Makan nya serah kan diri mu pada ku"bisik Arka genit
"Is modus"cibir Syifa cemberut
"Rindu tau"ucap Arka memeluk Syifa yg duduk di pangkuan nya Arka menyender kan kepala Syifa di dada nya dia mengusap punggung Syifa dengan lembut
"Emang aku ini sering di rindu kan"ucap Syifa melingkar kan tangannya di leher Arka
"Ehh tapi mas kok udah pulang"tanya Syifa
"Ohh aku libur"ucap Arka santai
"Kok libur"ucap Syifa heran
"Aku kan bos jadi aku melibur kan diri ku sendiri"jelas Arka santai
"Itu mah kemauan mas sendiri"ucap Syifa terkekeh
"Aku merindukan mu"ucap Arka menyatukan kening nya Syifa menatap mata Arka yg tajam
"Mas merindu kan aku atau tubuh ku"ujar Syifa serius dia ingin tau Arka membutuhkan nya apa karna emang merindukan nya atau karna ingin memenuhi hasratnya
"Tubuh mu hanya kebutuhan ku tapi aku rindu senyum dan wajah mu"ucap Arka mengukir senyum nya dan mengecup pipi Syifa
__ADS_1
"Aku tidak tau mas perasaan mas sekarang ini seperti apa aku ingin mas Arka mencintai ku tapi sepertinya Nara sudah memenuhi hati mas Arka aku hanya tersisa sebuah kebutuhan untuk mas Arka tanpa mas tau hati ku perih saat menyadari aku tidak bisa memiliki hati mas Arka padahal aku sangat mencintai mas Arka"batin Syifa lalu memeluk leher Arka membenamkan wajahnya di leher Arka