Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Suaminya tidak mencintai nya


__ADS_3

Arka mempunyai rencana baru dia akan mengajak Syifa pindah rumah itu untuk memudahkan nya bertemu Nara kapan saja Arka sudah membawa apa yg mama nya minta untuk di beri kan pada Syifa dia juga sudah memilih rumah yg bagus untuk di tempati dari situ dia akan membuat Syifa menyesali telah menerima lamaran itu


"Apa semua sudah beres"ujar Maya menyilang kan kaki nya dengan santai


"Iya ma tenang saja menantu manja mama akan mendapatkan fasilitas yg bagus"ujar Arka tersenyum misterius


"Assalamualaikum"ucap Syifa masuk lalu tersenyum pada Arka


"Mas udah pulang"ucap Syifa mencium tangan Arka lalu mencium tangan Maya


"Ini ambil aku beli kan kamu ponsel ada juga di dalam dompet itu kartu ATM setiap bulan aku akan kirim uang bulanan mu ada juga kartu tanpa batas dan kartu belanja lain nya kebutuhan mu kan tidak sedikit"ucap Arka seakan mengejek Syifa


"Terimakasih mas"ucap Syifa tersenyum


"Ohh ya mas tadi aku dari rumah sakit kasihan Zenap terkena luka bakar karna tokoh terbakar mereka semua jadi kehilangan pendapatan menurut mas Arka aku bantu bagaimana"ucap Syifa menatap Arka


"Kenapa sibuk ngurusin orang urus saja diri sendiri ngak usah mau bantuin orang segala "ucap Arka mengeluarkan ponselnya


"Zenap teman kamu itu"ujar Maya mulai menyimak cerita Syifa


"Iya ma dia mau menyelamatkan barang di tokoh itu kenapa kaki nya bisa terbakar tapi udah di rawat kok"ucap Syifa tersenyum


"Kamu kirimkan saja dana bantuan"ucap Maya memberi saran


"Aku yakin ngak akan di terima ma mereka ngak mau menerima uang tanpa kerja keras itu kenapa aku membangun tokoh itu ya sekalian cari pengalaman juga"ucap Syifa tersenyum


"Nah bagus itu kamu dengar Arka istri kamu mulai usaha dari nol"ucap Maya tapi Arka malah asik dengan ponselnya


"Arka"ucap Maya


"Iya ma iya"ucap Arka


"Iya apa"tanya Maya


"Ya iya"ucap Arka memasukkan ponselnya lagi


"Kamu ini gimana sih Arka harus nya kamu dengarin cerita istri kamu malah main ponsel"kesal Maya


"Ma aku udah dewasa Syifa juga udah jadi istri ku jadi stop mengatur hidup ku aku udah turuti semua kemauan mama sekarang mama biarin aku menata kehidupan ku aku ngak mau mama atur aku akan ajak Syifa pindah rumah"ucap Arka tegas lalu berdiri


"Kamu tidak akan kemana-mana kamu dan Syifa harus tinggal di sini"tegas Maya


"Kenapa terserah aku mau kemana lagian aku tidak butuh izin mama aku hanya memberi tau mama saja "ucap Arka jengkel


"Syifa cepat bersiap dan mama tenang saja aku akan menjaga Syifa dengan baik"ucap Arka berlalu


"Arka kamu ngak bisa bawa Syifa"teriak Maya


"Terserah mama"ketus Arka naik ke lantai atas


"Jika kamu membuat Syifa sakit mama akan membunuh mu"teriak Maya kesal memenuhi ruangan itu Arka terhenti lalu menoleh melipat tangannya di dada


"Emang aku pikirin"ejek Arka berlalu


"Arka"teriak Maya


"Udah ma"ucap Syifa memeluk Maya


"Kenapa mama malah kesal kami kan hanya pindah rumah nanti aku akan bujuk mas Arka untuk kunjungi mama jika hari libur"bujuk Syifa mengelus bahu Maya


"Tapi mama khawatir"ucap Maya cemas

__ADS_1


"Mama ngak usah khawatir aku akan jaga diri dengan baik dan aku juga akan menjaga mas Arka kok"ujar Syifa tersenyum Maya memalingkan wajahnya merasa stress sekarang ini jika Arka membawa Syifa sudah Maya pasti kan jika Syifa akan tersiksa


Mereka sudah pindah rumah tentu dengan pertengkaran baru Arka bisa membawa Syifa sekarang Arka merasa menang dia membeli rumah dekat dengan Apartemen Nara hanya berjarak 20 menit . Arka sudah mengatur semuanya lalu masuk ke rumah


"Di rumah ini hanya kita berdua yg tinggal"ucap Arka


"Itu kamar mu dan ini kamar ku"ujar Arka menunjuk kamar di ujung sana membuat Syifa heran


"Lho kenapa kamar kita beda mas"tanya Syifa heran


"Kamu pikir aku senang bersama dengan mu"ujar Arka sinis


"Dan satu lagi urus masalah masing masing aku tidak suka melihat kamu mencampuri urusan ku dan sebaiknya kamu jangan membuka aurat mu di depan ku karna suatu saat aku akan menceraikan mu itu akan merugikan kamu sendiri aku hanya memberi mu kebaikan itu saja"ujar Arka


"Kenapa mas lakukan aku menerima mas Arka tapi kenapa mas jadi mempermasalah kan kebersamaan kita"lirih Syifa


"Kamu mau tau jawabannya"ucap Arka


"Karna aku hanya mencintai kekasih ku aku tidak sudih menganggap kamu sebagai istri ku"ucap Arka sinis


"Apa mas Arka masih berhubungan dengan kekasih mas"ucap Syifa


"Tidak penting itu sekarang menjauh dari ku dan kamu tidak di izinkan keluar dari rumah ini kamu hanya perlu di rumah dan mengurus semua nya"ucap Arka ingin masuk tapi Syifa berani memegang tangan Arka


"Aku ngak mau mas adalah suami ku"ujar Syifa


"Ehh wanita nakal kamu pikir aku sudih dengan pernikahan ini aku ingin menikah dengan mu karna mama ku jadi jangan harap mendapatkan perlakuan sebagai istri sesungguhnya"ucap Arka menepis tangan Syifa


"Aku menuntut hak ku sebagai istri"ujar Syifa


"Kamu kenapa ngak mengerti juga hah mau aku memukul mu agar kamu tau jika aku sangat membenci mu"teriak Arka jadi marah


"Mas tinggal kan wanita itu"mohon Syifa


"Mas buka pintu nya mas Arka"panggil Syifa mengedor pintu tapi Arka tidak peduli Syifa menahan tangis nya dia tidak bisa melihat suaminya menderita hanya karna tangisan nya .


Arka meninggalkan Syifa sendiri di rumah tidak memperdulikan Syifa malah Arka memilih menghabiskan waktu bersama Nara di Apartemen bahkan semalam mereka nonton gitu saja tanpa mempedulikan Syifa di rumah semalam Arka tidak pulang


"Dunia kita aman sayang"ucap Arka tersenyum memeluk Nara dari kejauhan mereka tidak tau jika ada yg memantau mereka


"Kurang ajar Arka sudah untung Syifa mau menerima nya sudah ku duga mereka berdua masih berhubungan lihat Arka kamu sudah berani membuat Syifa ku sakit aku akan memberi mu pelajaran"ujar Bara datar lalu pergi sekarang Bara sudah menjabat sebagai Presdir Adirata untuk mengalahkan Arka dan mengambil Syifa nya lagi


Arkan menatap geram Bara yg duduk dengan sombongnya bagaimana tidak geram Bara telah mengambil proyek besar nya membuat perusahaan nya mengalami kerugian Arkan rasanya ingin menonjok Bara yg tidak bisa adil dalam bersaing


"Ehh pria tidak tau malu apa sih mau mu mengambil proyek kami gitu aja"kesal Arkan


"Mau tau itu karna kalian emang lemah"sindir Bara


"Cih jangan harap bisa mengalah kan perusahaan Karten"ujar Arkan sinis


"Bara apa maksud kamu hah"kesal Arka yg baru datang


"Mulai sekarang aku akan mengusik kebahagiaan mu tuan Arka sedikit saja kamu membuat Syifa menangis maka aku akan memberi mu perhitungan"ujar Bara


"Ohh jadi kamu masih mencintai nya bagaimana ya jika semua orang tau Presdir Adirata mengharap kan istri orang"ejek Arka sinis


"Aku tidak takut karna mereka tau jika wanita itu adalah milik ku kamu yg akan terkejut bagaimana jika orang tau Presdir Karten berselingkuh dari istrinya"ujar Bara sinis


"Kurang ajar kamu "kesal Arka mengcengram kemeja Bara


"Kamu yg kurang ajar berani mengambil Syifa dari ku"teriak Bara emosi

__ADS_1


"Hei dia sendiri yg mau menikah dengan ku aku mana sudih menikahi nya"Arka tidak kala emosi


Bugh bugh


"Apa mau balas"ujar Arkan memukul kedua nya


"Kalian itu sama saja tidak ada yg pantas mendapatkan kak Syifa"sindir Arkan


"Hei aku tidak akan menginginkan nya karna aku merasa jijik menyentuh bekas pria ini"ujar Arka tidak terima di pukul adik nya


"Dia itu emang milik ku kamu yg tidak tau malu cih"ujar Bara lalu pergi sama hal dengan Arka yg berlalu membereskan pekerjaan nya yg berantakan


"Aku pikir Bara pergi karna tidak mencintai kak Syifa lagi jika begini aku yg stres menghadapi Bara"ujar Arkan lalu pergi


Syifa termenung menunggu Arka yg tidak kunjung pulang dia akan bicara hal serius kali ini dengan Arka dia tidak mau bercerai tapi Syifa tidak mau juga di dua kan Syifa sudah membuat kan Arka makan malam dia yakin Arka akan pulang dan benar Arka pulang larut malam menemukan Syifa tertidur di meja makan menunggu nya bahkan Arka jadi kesal melihat Syifa karna Syifa membuat dia kerja harus lembur


"Mas udah pulang"ujar Syifa mengucek mata nya Arka berjalan dengan langkah lebar mendekati Syifa menatap Syifa tajam


Brak


Syifa kaget saat Arka melempar semua makanan yg dia buat lalu memegang bahu Syifa dengan keras sampai Syifa meringis kesakitan


"Bilang sama kekasih mu itu jika mau bersaing secara adil ngak usah curang karna kamu waktu ku hilang"teriak Arka emosi rencana nya bersama Nara harus di batalkan karna perbuatan Bara yg membuat nya sampai lembur


"Mas sakit"lirih Syifa kesakitan


"Aghh jangan tampak kan wajah mu atau aku akan membunuh mu"teriak Arka mendorong Syifa


"Ya Allah meski aku belum mencintai mas Arka kenapa sakit banget mengetahui dia kasar pada ku untuk perempuan lain kuat kan aku ya Allah menghadapi ini semua"ucap Syifa menangis menghapus air mata nya membereskan piring yg pecah berserakan kata kata yg sudah di susun Syifa tadi hilang begitu saja


Arka menguyur tubuhnya untuk memadam kan amara nya apa lagi rasa letih yg dia alami hari ini sangat melelahkan nya Arka melilit kan handuknya di pinggang lalu keluar dari kamar mandi melihat ponsel nya tidak ada pesan dari Nara yg marah pada nya karna membatalkan janji mereka hari ini membuat Arka makin kesal Arka segera memakai baju nya mengistirahatkan tubuhnya


☀️☀️☀️


Karna hari libur Arka berolahraga dia masih menunggu kabar dari Nara setelah olahraga Arka mendengar gelak tawa Syifa di bawah tapi Arka tidak peduli Syifa dengan siapa Arka turun dari tangga


"Mas ayo makan mas belum sarapan nih Arkan membawa makanan"ujar Syifa mendekati Arka


"Tidak usah peduli aku bisa urus sendiri diri ku"ketus Arka lalu duduk


"Tidak apa kakak ipar jika kak Arka lapar dia akan makan sendiri"ujar Arkan tersenyum


"Kenapa kamu ngak pulang saja sih "ujar Arka melihat Arkan seakan memantau nya


"Takut tidak bisa membuat kak Syifa menderita belum puas yg kakak lakukan"sindir Arkan menyeduh kopi nya lalu menunjukkan sifat aslinya wajah nya berubah wibawa


"Apa urusan mu"ketus Arka


"Udah lah kak apa sih yg kakak harap kan dari Nara sampai mati pun mama tidak akan membiarkan kalian bersatu coba kakak pikir jika memang kakak berjodoh dengan nya kenapa kakak bisa nikah dengan kak Syifa lagian berusaha lah menjadi pria sejati kak"ujar Arkan datar mengankat cangkir nya Syifa menunduk melihat wajah Arka merah padam


"Kalian benar egois aku hanya ingin bahagia kenapa susah sekali"kesal Arka mengeram


"Kakak mau menantang tandir ,sama aku tidak suka dengan Nara Adirata itu"ujar Arkan


"Kamu dan mama sama saja"ketus Arka menahan emosi


"Mama sudah memberi kan pendamping yg tepat untuk kakak"ujar Arkan lalu mendekati Syifa


"Jika kakak tidak memperlakukan Syifa dengan baik aku yg akan bertindak "ujar Arkan sinis


"Aku tidak peduli apa yg akan kamu lakukan pada nya"ucap Arka berdiri

__ADS_1


"Aku muak dengan nya "ujar Arka lagi Arkan menatap sinis


"Hati hati kak sampai jumpa"ujar Arkan lalu pergi Arka kesal adik nya ini selalu mengancam nya memang Arka takut apa yg akan Arkan lakukan Arka tidak takut sama sekali


__ADS_2