
Syifa sudah sedikit baikan setelah sholat Syifa menyiapkan pakaian Arka untuk bekerja setelah itu dia turun ke bawah untuk melihat rumahnya dan sudah ada beberapa wanita yg mengepel dan membuat sarapan Syifa hanya menatap mereka dia belum tau berapa lama mereka bekerja tidak mau menganggu Syifa akhirnya ke kamar untuk membereskan barang nya yg akan dia pindahkan ke kamar Arka.Syifa meletakkan barang nya dan mulai menata barang nya Arka merenggangkan badan nya melihat Syifa yg serius menata barang nya lalu Arka berdiri melihat handuk nya tidak ada di sofa
"Hei udah aku bilang barang ku jangan di sentuh sekarang mana handuk ku"ucap Arka jadi kesal
"Mas kan kita punya tempat gantung handuk aku udah membereskan nya terlihat rapi bukan"ucap Syifa tersenyum mengambil handuk Arka
"Sama saja"ketus Arka masuk ke kamar mandi mulai menguyur tubuhnya Arka teringat sesuatu saat melihat baju Syifa di dalam keranjang tiba-tiba Arka membayang kan tubuh Syifa seperti apa karna saat itu Arka hanya pokus dengan bagian sensitif Syifa
"Dia sudah menjadi milik ku jangan kan pria lain ayah nya saja tidak akan ku biarkan memegang kulit nya"ujar Arka datar bergegas mandi
Dret dret
"Ayah"gumam Syifa tersenyum melihat ayah nya menelpon
"Assalamualaikum"ucap Syifa menempelkan ponselnya
"Waalaikum salam"ucap Fikram di ujung telpon
"Ayah kenapa ngak mengunjugi ku aku sangat merindukan ayah dan mama "ucap Syifa senang
"Tidak nak ayah merasa sebal dengan mertua kamu dia menjamin kebahagiaan mu tapi lihat apa yg anak nya lakukan"ujar Fikram terdengar kesal
"Ayah emang apa yg di lakukan mas Arka dia baik kok sama aku ayah"ucap Syifa antusias
"Ayah tau ngak sekarang kami udah satu kamar itu berarti hubungan kami udah ada kemajuan"ujar Syifa bercerita dengan semangat
"Itu aja di bangga kan ayah mau mengambil kamu ngak usah sama Arka lagi
"ketus Fikram
"Ayah ini apaan sih benar ayah aku sangat bahagia bersama mas Arka ngak bohong kok"ucap Syifa
"Ngak jadi jika kamu terlihat bahagia"ujar Fikram
"Tujuan ayah menelpon mau bertanya soal orang yg ingin membunuh mu saat itu ayah sebenarnya udah mau bertanya tapi ngak sempat"ucap Fikram membuat wajah Syifa berubah kebetulan Arka sudah keluar dari kamar mandi
"Soal pembunuhan 2 tahun yg lalu"ujar Syifa menyakinkan
"Iya nak ayah udah membuka kasus itu kembali meski terlihat sulit karna udah lama tapi ayah akan mencari pelaku nya"ujar Fikram
"Jangan ayah"ucap Syifa cepat
"Kenapa"ucap Fikram heran
"Emm itu emm sebenarnya yg menusuk aku tuh orang nya emm aku lupa ayah jadi ngak usah lah urus kasus itu lagi lagian aku udah ngak papa"ujar Syifa lalu mendiamkan telpon nya
"Mas ayah nanya soal kasus pembunuhan itu"ujar Syifa
"Syifa"panggil Fikram
"Iya ayah"ujar Syifa
"Kamu ingat lagi ya wajah pembunuh itu"ucap Fikram
"Iya ayah nanti aku kasih tau ayah udah dulu ada mas Arka nanti aku telpon lagi assalamualaikum"ucap Syifa
"Waalaikum salam"ucap Fikram memutuskan sambungan telpon nya
"Ayah mau membuka kasus yg 2 tahun yg lalu"ucap Syifa mendekati Arka baru keluar memakai baju nya
"Lalu apa urusan dengan ku kamu mau semua orang tau jika aku pernah ingin membunuh mu"ucap Arka serius
"Mas aku hanya takut mas kenapa-napa aku ngak mau ayah melapor kan mas Arka ke polisi"ucap Syifa cemas
"Jika kamu mencemaskan aku itu tidak perlu karna bukti nya tidak akan di dapat"ucap Arka memakai dasi nya Syifa menatap Arka kenapa dia melupakan suami nya ini sangat berkuasa tentu Arka sudah menyingkirkan bukti nya
###
Arka tengah meeting dengan klien nya di luar hanya sendiri mereka meeting di sebuah cafe klien Arka mengajak istrinya meski istrinya hanya diam dengan obrolan mereka tapi tetap menyimak
"Saya senang bekerja dengan anda"ucap nya
"Saya harap kerja sama kita terus berlangsung meski berita tidak sedap selalu menerpa saya"ucap Arka meneguk kopi nya
"Ya tentu itu masalah privasi ada tuan"ucap nya
"Anda mengajak istri anda"tanya Arka
"Iya tuan saya tidak bisa jauh darinya"ucap nya tersenyum
"Terlalu berlebihan sih jika kemana mana bawa istri bukan nya istri itu hanya tugasnya di rumah"ucap Arka meneguk kopi nya lagi
"Tuan Arka belum merasa mempunyai istri yg begitu kita cintai orang berfikir itu sedikit kekanakan namun tidak istri itu bukan hanya tugas di rumah tapi di samping kita"ucap nya tersenyum mencium istrinya
"Ya ya jika saya sih ngak mau itu sangat terlihat tidak wajar kemana mana bawa istri"ucap Arka santai perempuan itu hanya tersenyum
"Saya yakin jika anda telah mencintai nona Syifa Jangan kan kerja anda ke kamar mandi saja mau mengajak nona Syifa"ucap perempuan itu tersenyum
"Itu tidak akan terjadi mari kita lanjut lagi meeting nya"ucap Arka memulai pembicaraan serius mereka lagi
Arkan mendapat kan undangan pertemuan besar memperingati pertemuan bisnis yg besar itu di adakan setahun sekali Arkan memberi tau Arka jika ada pertemuan itu pasti banyak orang penting dan terpandang akan datang Arka tidak boleh melewatkan itu semua lalu Arkan berfikir sesuatu
__ADS_1
"Hmm pasti kak Arka tidak mau mengajak kak Syifa oke jika begitu aku yg akan mengajak kak Syifa pertama aku harus mendandani kak Syifa dulu"gumam Arkan dia akan mengajak Syifa perawatan saat makan siang nanti
"Hhmm ada undangan besar ini kesempatan ku Nara pikir aku ngak bisa membuat dia cemburu lihat saja aku akan mengajak Syifa"gumam Arka datar
"Hai Syifa"ujar Bara mendekati Syifa yg menata meja
"Emm Syifa nanti malam kan ada jamuan besar para bisnis apa kamu mau ikut bersama ku"ucap Bara menatap Syifa
"Pernah nggak sih kamu berpikir aku ini udah nikah kamu itu udah gila mengajak ku pergi"ujar Syifa kesal
"Apa salah nya lagian suami kamu tidak pernah mencintai mu untuk apa kamu bertahan"ujar Bara
"Meksi dia ngak mencintai ku tapi aku ngak mau dengan mu karna aku sudah tidak punya perasaan lagi sama kamu lagian aku ini seorang istri"ucap Syifa menghitung barang stok nya
"Apa kamu mencintai Arka"tanya Bara tiba-tiba wajah nya serius
"Bukan urusan mu"ketus Syifa berlalu
"Jawab aku"ucap Bara tertahan untuk tidak berteriak
"Ya aku mencintai nya bahkan cinta ku lebih besar dari aku mencintai mu dulu"ujar Syifa kesal Bara selalu kepo dengan urusan nya
"Aku tidak terima"teriak Bara menyenderkan Syifa ke dinding
''Bara "teriak Syifa kaget
"Dengar kamu hanya milik ku"tajam Bara memegang bahu Syifa
"Lepaskan aku Bara"ujar Syifa berusaha lepas
"Kurang ajar Syifa berani bertemu dengan Bara apa mereka masih berhubungan"kesal Arka tidak jadi turun dan malah pergi
"Aku tidak akan melepaskan mu"ucap Bara
Plak
"Aku tidak suka jika ada lelaki menyentuh ku selain suami ku"tegas Syifa menampar Bara lalu Syifa pergi Bara terdiam memegang pipinya selama ini Syifa tidak pernah memukul nya sekali pun Bara melakukan kesalahan
Arkan menemui kakak nya di ruangan nya dia masuk ke ruangan kakak nya melihat Arka pokus dengan laptop Arkan mencibir sudah tentu Arka tidak akan mengajak Syifa ke acara nanti malam
"Kak nanti malam kakak ngak pergi"tanya Arkan duduk
"Pergilah"ujar Arka datar
"Ajak kak Syifa"ucap Arkan
"Tidak aku malu mengajak nya dia sangat jelek"ujar Arka pokus ke laptop
"Kok hanya sendiri kak"ujar Arkan
"Iya yg lain lagi pulang mau makan siang kata nya sekalian mau sholat"ujar Syifa melihat-lihat semua laporan barang nya
"Emm kak udah berapa lama ngak perawatan"tanya Arkan membuat Syifa menatap nya
"Kenapa aku jelek ya"ujar Syifa tersenyum
"Ngak sih kak cuman kakak ingat kan kakak dulu kulit badannya putih tapi sekarang ngak bukan aku mengatakan kakak jelek"ujar Arkan
"Udah 2 tahun aku meninggalkan perawatan"ujar Syifa tersenyum
"Jika begitu ikut aku kak"ujar Arkan
"Kemana"ujar Syifa
"Kak nanti malam kan ada pertemuan besar kak Arka pasti ngajak Nara jadi kakak aku yg akan ajak aku akan membuat kakak yg paling cantik"ujar Arkan tersenyum
"Udah jangan banyak mikir"ujar Arkan tersenyum
"Aku izin sama kakak kamu dulu"ujar Syifa mengeluarkan ponselnya
From Syifa
"Mas aku pergi sama Arkan ya dia mengajak ku pergi sebentar"
"Mas Arka"
"Mas Arka "
"Mas Arka aku pergi apa boleh"
20 menit kemudian
To Arka
"Terserah"
Syifa tersenyum mendapat kan pesan dari Arka yg selalu mengatakan terserah setiap dia izin tapi Syifa tidak tau jika Arka tengah kesal bahkan Arka rasanya ingin memukul Syifa nanti nya.Syifa datang ke tempat biasanya dia datang tapi dengan ruangan VVIP khusus dia sendiri Syifa nyalon di sarankan Arkan harus tampil cantik malam nanti
###
Syifa sudah pulang dari nyalon dia menata rambut nya yg tadi dia potong karna sudah terlihat panjang wajah Syifa terlihat lebih bersih setelah habis nyalon dia juga di berikan dokter wajah kepercayaan beberapa make up Syifa berfikir dia akan sesekali memakai nya
__ADS_1
"Dandan buat kekasih kamu"sindir Arka masuk meletakkan tas nya Syifa berbalik menghadap Arka
"Seorang istri itu tidak di perbolehkan terlihat cantik di depan pria lain hanya di depan suaminya aku hanya melakukan itu terlihat menarik dan cantik di depan suami ku"ujar Syifa tersenyum
"Aku tidak tertarik dandan saja buat kekasih mu"ketus Arka lalu berlalu
"Mas Arka marah kenapa lagi orang yg membuat nya kesal malah aku yg terkena getahnya"ujar Syifa menggeleng
🌙🌙🌙
Arka serius tidak mengajak Syifa datang ke pertemuan itu dia hanya datang sendiri Arka duduk dengan kolega nya banyak orang penting di sana serta orang yg mempunyai kekuasaan lalu Arka melihat Nara yg mendekati nya
"Kamu kenapa mengatakan hal seperti itu kemarin"kesal Nara
"Harus nya aku yg bertanya kenapa kamu mengatakan itu seandainya saja kamu mengikuti apa yg aku katakan maka pernikahan kita mungkin sudah di laksanakan"ujar Arka sebal
"Aku di paksa mama ku"ujar Nara
"Padahal itu kesempatan terakhir kita untuk menikah tapi kamu menghancurkan nya keluarga kita terpandang pasti orang tua kita tidak mau merusak reputasi nya andai kamu bicara kebenaran mungkin mama ku akan menyetujui hubungan kita untuk nama baik nya"ujar Arka sebal dia benar kecewa Nara melakukan itu
"Ehh itu siapa kok wajahnya cantik banget kayak pernah lihat tapi itu bukan nya tuan Arkan"ucap seseorang berbisik saat Syifa datang bersama Arkan tadi sebenarnya Syifa sudah izin dengan Arka dan jawaban Arka hanya terserah
"Bisa pergi nona istri tuan ini ingin duduk"ucap Arkan pada Nara
"Ngapain aku harus pergi"ketus Nara
"Arkan ngak papa kok "ujar Syifa lalu duduk Arka masih acuh saja
"Maaf tuan Arkan boleh saya bertanya wanita cantik ini siapa"tanya nya penasaran
"Bisa tanya langsung "ujar Arkan tersenyum menatap kakak nya
"Arkan"ujar Syifa mengingat kan
"Wah nona anda terlihat sangat cantik sampai semua pangling boleh saya meminta nomor anda"ucap nya duduk di samping Syifa membuat Syifa bergeser tempat duduknya
"Dia istri saya"ujar Arka dingin memeluk bahu Syifa
"What yg benar tuan "ucap nya tidak percaya
"Oke oke maafkan saya tuan"ujar nya mengankat tangan menyerah saat melihat tatapan Arka
"Terimakasih mas"ujar Syifa tersenyum
"Ehh Arkan kenapa kamu mengajak nya hah membuat aku malu saja"kesal Arka
"Malu apa cemburu"ejek Arka
"Menyingkir dari Arka"kesal Nara menarik Syifa dengan kuat sampai Syifa terjatuh
"Hei"kesal Arkan
"Arkan udah jangan membuat kekacauan"ucap Syifa mencegah dia berdiri
"Bikin malu aja"ujar Arka lalu pergi untuk bergabung dengan pembisnis lain nya
"Kak aku tinggal sebentar ya"ucap Arkan lalu pergi sedang kan Nara mengikuti Arka
Syifa hanya duduk sendiri di meja itu dia bosan malam semakin larut tidak ada lagi kehadiran Arka maupun Arkan yg menemani nya membuat Syifa bosan Syifa hanya diam mending dia memikirkan hal lain lalu ada yg menepuk bahu Syifa membuat Syifa menoleh
"Geni"ucap Syifa tersenyum teman nya itu duduk di depan Syifa
"Tumben ada di sini setelah lho insyaf"kekeh Geni
"Ohh aku lupa ya jika kamu nyonya Karten"ucap nya
"Jangan seperti itu tapi kamu ke sini sama siapa"ucap Syifa tersenyum
"Sama kakak ku ohh ya tadi aku beli air mineral minun lah"ujar Geni memberi kan minuman nya lalu dia menegang kan minuman alkohol nya Syifa kurang nyaman melihat nya
"Tenang saja ini aman"ucap nya Syifa sebenarnya haus jadi dia meminum air putih itu
"Emm Syifa apa lho tau sebenarnya Shopi sangat mencintai Bara dia selalu iri dengan mu dia bukan sahabat sesungguhnya dia membenci mu dia mencintai Bara"ucap Geni serius
"Itu udah ngak penting lagi untuk ku lagian aku ini udah nikah dan hanya milik mas Arka"ucap Syifa tersenyum
"Ya aku tau itu dia mencintai Bara sejak pertama kamu mengenal kan Bara dengan kita"ujar Geni
"Itu hanya masa lalu"ucap Syifa tersenyum lalu dia melihat Shopi mendekati Arka karna orang yg datang bersama nya menyapa Arka dan tidak sengaja Shopi membungkuk karna ponselnya terjatuh Syifa terdiam
"Emm Geni apa kamu ingat kalung yg di pakai Shopi itu"tanya Syifa
"Ohh itu iya sih dia bilang itu kalung keluarga"ucap Geni
"Aku pergi dulu ya Geni"ujar Syifa berajak lalu mendekati Nara dan Arka yg terlihat bertengkar
"Maaf Nara boleh bertanya sesuatu kenapa kamu tidak memakai kalung liontin apel mu"tanya Syifa tidak peduli pertengkaran kedua nya
"Apa sih yg kamu katakan aku tidak mempunyai kalung itu"kesal Nara lalu menarik Arka menjauh
"Tidak mungkin bukankah teman mas Arka yg mau membunuh ku saat itu Nara tapi kalung itu kenapa Shopi yg memakai ngak mungkin yg membantu mas Arka adalah Shopi"batin Syifa dulu Syifa mengira yg membantu Arka adalah Nara sebelum melihat wajah pelaku nya Syifa melihat kalung liontin apel perempuan yg membantu Arka
__ADS_1