
"Dia bohong Bara jelas jelas dia tidak memberi tau mama jika dia hamil dia hanya membuat alasan saja serah kamu mau percaya sama mama atau sama dia"ujar mama nya
"Mas percaya sama aku"ujar Asma
"Kamu wanita munafik Asma itu bukan anak ku aku tidak sama sekali merasa meniduri mu yg semua yg kamu katakan pada ku semua nya hanya omong kosong kamu keterlaluan"ujar Bara
"Sekarang kamu aku talak"ujar Bara menggema di ruangan itu Asma menatap Bara dengan tatapan nanar Bara mengucap hal yg di larang dalam pernikahan
"Mas"ucap Amsa meneteskan air mata nya
"Aku akan cerai kan kamu karna hamil anak pria lain buat apa aku membuat mu menjadi istri ku jika kamu hamil anak orang lain itu bukan anak ku"tegas Bara
"Mas tidak percaya pada ku tidak mengakui anak ini"ucap Asma menyeka air mata nya
"Semua nya kebenaran Asma jika itu benar anak ku mama ku tidak mungkin membantah ucapan mu yg kamu katakan"ujar Bara
"Ini darah daging mas Bara sendiri kenapa mas tega "ujar Asma
"Stop Asma stop memilih mu menjadi istri ku adalah kesalahan terbesar ku"ucap Bara mengankat tangannya
"Baik lah jika mas tidak percaya pada ku tapi ingat mas suatu saat mas Bara akan menyesal tapi itu semua terlambat aku akan pergi dari sini supaya mas Bara merenungi aku akan menunggu mas Bara jika mas berubah pikiran tapi jika mas mencerai kan aku maaf mas aku memang mencintai mas Bara tapi ini menyangkut harga diri ku dan kehidupan anak ku"ucap Asma berusaha kuat
"Aku tidak akan menyesal Asma karna itu bukan lagi anak ku itu hanya dari sebuah kesalahan mu dan perlu kamu Ingat aku tidak akan mengigat kamu lagi jadi pergi yg jauh dari kehidupan ku aku pasti kan ini pertemuan terakhir kita"tegas Bara lalu berlalu saat Bara berlalu nyonya Adirata tertawa puas
"Akhirnya aku berhasil juga menyingkir kan mu ohh ya Jake uang itu untuk mu karna sandiwara mu memuaskan"ujar nya tersenyum puas
"Oke"ujar nya lalu berlalu
"Mama tega padahal ini cucu mama sendiri"ucap Asma menangis
"Kamu tidak mengenal aku Asma"ujar nya lalu menyerah kan uang pada Asma
"Pergi dari sini dan gugur kan anak ini karna Bara tidak akan menerima anak dari kesalahannya ini apa lagi aku"tegas nya dan melempar Asma dengan uang dan berlalu Asma terduduk lemas dia menangis kenapa jadi seperti ini.Asma menangis di deras nya hujan Bahkan Bara tidak peduli dia di usir secara paksa oleh mama mertua nya Asma berdiri di deras nya hujan dia tidak akan menyangka Allah memberi nya cobaan sebesar ini
"Mas kok hujan nya lebat banget sih"ujar Zenap menyender kan kepalanya di jendela mobil
"Mana ku tau sayang akan jadi seperti ini"ucap Arkan pokus menyetir
"Mas nepi dulu aja takut nya nanti akan terjadi kecelakaan karna deras nya hujan"ucap Zenap
"Iya"ucap Arkan menepi kan mobilnya
"Ulu kok Istri ku keringatan sih cuaca dingin gini"ucap Arkan tersenyum menyeka keringat di kening Zenap
"Pakai nanya lagi ini semua ulah mas Arkan mesum nya kelewat batas"ketus Zenap bagaimana tidak sebelum pulang dari kantor Arkan memaksa Istri nya dua ronde dan saat selesai dia segera mengedong istri nya pulang membuat Zenap kesal
"Kamu candu lho sayang"ujar Arkan tersenyum mengecup kening istrinya sayang Zenap tersenyum memeluk suaminya
"Aku juga suka kok"ujar Zenap tersipu
"Masak"goda Arkan tertawa kecil
"Ehh bukan nya itu"ujar Zenap menatap ke samping mobil
"Siapa"ujar Arkan menoleh melihat wanita duduk di sebrang jalan
"Astaghfirullah itu benar Asma"ucap Zenap segera membuka pintu mobil
"Zenap jangan"triak Arkan tapi sayang Zenap sudah menerobos hujan
"Asma"ucap Zenap setelah dia berdiri di depan perempuan itu seketika perempuan itu mendongak
"Zenap"lirih nya segera memeluk Zenap dengan erat menumpahkan kesedihan nya
"Ssttt kamu kenapa"ucap Zenap mengusap punggung Asma yg gemetar
"Mas Bara hiks hiks hiks hiks"lirih Asma menangis
"Sayang ayo berteduh aku takut kamu sakit"pinta Arkan
"Ke mobil yuk nanti kamu sakit"ajak Zenap berlalu
"Ehh buset aku khawatir dia sakit malah dia khawatir dengan orang lain aku di tinggal juga"gumam Arkan mengikuti istri nya ke mobil
####
Asma di ajak Zenap dan Arkan ke rumah Karten untuk menjelaskan sebenarnya apa yg terjadi setelah membersihkan tubuh dan meminum teh hangat Asma menceritakan semua kepada keluarga Karten apa yg menimpa nya sekarang ini Maya juga ikut hadir
"Dasar bodoh di kira Sunanda punya hati apa kamu tau berapa kali dia membuang janin Nara yg tidak ada bapak yg jelas"ujar Maya sinis
"Syifa maafkan aku"ucap Asma memeluk Syifa di samping nya
"Iya Asma aku tau kok"ujar Syifa membalas pelukan Asma
"Kamu jangan merasa sendiri kami selalu ada untuk mu"ucap Syifa tersenyum lembut
"Tidak Syita"ujar Maya
"Dia itu mengandung keturunan Adirata bagi keluarga Karten pantang memberi bantuan pada keluarga Adirata"ucap Maya tegas
"Dan kamu sebaiknya pergi dari sini jangan harap anak dan menantu saya memberi bantuan"tegas Maya lagi
__ADS_1
"Ma dia sahabat ku tolong lah"ujar Zenap memelas
"Iya ma Asma sama seperti sahabat ku yg lain sangat berarti untuk ku aku akan jadi sahabat seperti apa jika tidak membantu nya"ucap Syifa
"jangan khawatir Asma kamu boleh kok tinggal di sini"ucap Syifa tersenyum
"Syifa"bentak Maya
"Rumah ini milik mama kamu jangan membiarkan keturunan Adirata menginap di sini"tegas Maya
"Tapi ma.....ucap Zenap
"Stop"ucap Maya memberikan tangan untuk jangan ada yg bicara Asma takut dengan Maya sampai dia menunduk kan kepala nya dalam mengusap perut nya lembut kenapa ujian nya sangat berat anak nya tidak di terima seperti ini
"Hah kalian tidak boleh membantu nya kalian sudah bagian dari Karten jika dia butuh bantuan Zahra masih ada"ucap Maya menghembus nafasnya kasar
"Ngak papa Syifa terimakasih atas bantuan aku akan pergi kok "ucap Asma berdiri
"Maafkan atas sikap mama ku ya Asma"ucap Arkan
"Tidak apa pak saya mengerti kok"ujar Asma berusaha tersenyum
"Tunggu Asma kami akan menelpon Devil"ucap Arka mengeluarkan ponselnya
"Iya Asma tunggu Zhara datang dulu kami cemas membiarkan kamu di luar dalam keadaan seperti ini apa lagi kamu tengah hamil"ucap Zenap
"Terimakasih kalian semua peduli pada ku"ucap Asma menghapus air mata nya
"Mereka akan segera datang"ucap Arka kembali duduk
"Jaga anak mu baik baik Asma karna Allah akan menggakat derajat mu kebahagiaan mu menanti mu di masa mendatang"ucap Arka serius Syifa menatap suaminya kenapa ucapannya sangat bijak
"Arkan apa dia suami ku"goda Syifa dengan tersenyum
"Bukan suami nya Nara"kekeh Arka mengusap kepala Syifa
"Apaan sih pergi sana menyebalkan"kesal Syifa menepis tangan Arka
"Habis nya kamu"ucap Arka tersenyum mengecup kening Syifa
"Setidaknya Asma akan tinggal bersama kalian selama proses perceraian itu di setujui bara"ucap Arka menjelaskan pada Devil dan Zahra yg sudah tiba
"Kamu jangan sungkan Asma kamu boleh kok tinggal kapan pun kamu mau"ucap Zahra tersenyum mengusap bahu Asma
"Terimakasih Zahra maaf aku akan merepotkan kalian tapi aku janji aku akan tinggal selama aku hamil saja"ucap Asma
"Tidak masalah"ucap Zhara tersenyum
"Secepat itu kak"ucap Syifa
"Emang mau menahan istri ku "kesal Devil lalu berlalu
"Mas Devil memang kayak gitu"ucap Zhara tersenyum lalu pamit pergi bersama Asma
"Zahra apa pak Devil tidak suka aku tinggal bersama kalian"ucap Asma keluar bersama Zhara dari rumah Karten
"Kamu kayak ngak paham sama mas Devil Asma dia memang kayak gitu"ujar Zahra tersenyum lalu masuk mobil bersama Asma Devil segera melajukan mobilnya
"Jangan sedih Bara akan menyesal menyiakan kamu"ucap Zahra menoleh kebelakang
"Tidak Zhara aku tidak menyesal akan berpisah dengan mas Bara aku sadar jika kadang kisah cinta tidak selalu bersatu tapi aku sedih dengan nasip anak ku yg tidak di sukai semua orang bagaimana nanti aku mendidiknya dan bagaimana aku menjelaskan pada nya soal ayah nya"ucap Asma menyeka air mata nya
"Jangan cemas Allah akan memberi mu jalan"ujar Zahra tersenyum
###
Asma tinggal bersama Zhara dan Devil di rumah Margareta sesekali Zenap dan Syifa mengunjugi Asma untuk menemani nya sambil menunggu kedatangan Bara siapa tau Bara akan tau kebenaran nya tapi selama tiga bulan ini Bara tidak sama sekali menemuinya atau pun mencarinya sampai ada panggilan pengadilan agama untuk perceraian nya meski sedikit sulit tapi Asma tetap menjalani nya bahkan sekarang banyak orang memandang nya rendah akibat dia menjadi istri nya Bara tapi hamil dengan pria lain tapi ada juga orang menilai posesif dengan Asma orang yg tau keluarga Adirata seperti apa
"Asma"panggil Gio kebetulan Asma check kandungan di rumah sakit jadi Gio tidak sengaja melihat nya
"Gio"ujar Asma
"Periksa kandungan sama siapa"tanya Gio basa basi
"Sama Zhara tapi dia masih ada di ruangan dokter"ujar Asma tersenyum
"Anak Syifa udah mau dewasa tapi kamu masih sendiri aja masih mengharap kan nya"canda Asma dengan tersenyum Gio tersenyum kecil lalu duduk di samping Asma
"Aku mencintai nya karna dia baik dan cantik hanya itu tapi aku sadar dia juga sudah punya suami hanya saja belum menemukan pendamping yg cocok"jelas Gio tersenyum
"Aku dengar berita mengenai mu"ujar Gio serius
"Kamu yg sabar keluarga itu memang seperti itu bersyukur dulu aku ngak jadi nikah sama Nara tapi aku percaya meski kamu tidak menjelaskan anak yg kamu kandung ini adalah anak Bara tapi aku percaya"ucap Gio
"Aku terlalu bodoh mencintai pria itu yg paling bodoh percaya pada mertua seperti wanita iblis itu"ujar Asma mengusap perutnya
"Semangat"ucap Gio memberi dukungan
"Menjadi ibu sekaligus ayah itu emang tidak mudah tapi aku yakin kamu perempuan yg tanguh pasti kamu bisa melewati ini semua"ucap Gio tersenyum
"Terimakasih"ucap Asma lalu berdiri melihat Zahra dan Devil
__ADS_1
"Udah"tanya Asma
"Pulang yuk"ucap Zharaa memegang perut nya
"Dokter Gio kami pamit assalamualaikum"ucap Zahra lalu berlalu
"Waalaikum salam"ucap Gio menatap mereka yg menjauh
"Kasihan Asma di sakiti oleh mereka dan bodoh nya Bara tidak percaya pada Asma padahal Asma sudah baik pada nya tapi mungkin ini semua takdir"gumam Gio lalu melanjutkan tugasnya
"Tadi Gio bicara apa"tanya Zhara di mobil
"Hal biasa aja"ujar Asma
"Kalian harus pokus pada kehamilan dokter juga bilang jangan stres tadi dokter bilang Asma akhir akhir ini steres"ucap Devil datar menyetir mobil
"Bagaimana ngak stres dia kan sekarang janda muda akan punya anak lagi di cerai kan oleh suami nya"ujar Zhara tersenyum
"Tapi kayak nya Gio cocok deh"kekeh Zhara
"Cocok apa nya"ujar Asma mengeleng
"Cocok untuk jadi ayah anak kamu"ujar Zahra tersenyum
"Dia orang ternama seorang dokter pemilik rumah sakit terbesar bujangan lagi mana mau dia sama aku"ujar Asma tersenyum kecil
"Jika dia mengajak mu menikah emang kamu mau"tanya Devil serius membuat Asma terdiam
"Benar itu meski bukan Gio deh andai ada laki laki nanti nya yg akan melamar kamu apa kamu mau"ucap Zhara menatap Asma
"Aku belum berfikir mau pokus pada anak membesar kan nya biar tidak meniru keluarga kejam itu "ucap Asma dengan raut datar dia rasanya tidak ingin bercinta lagi jika rasa sesakit ini bahkan dia sangat hancur sekarang ini
#####
7 tahun kemudian
Bara menikah dengan Shopi sesuai permintaan mama nya yg mau Shopi menjadi menantu nya jadi setelah satu bulan bercerai dari Asma Nara segera nikah sama Shopi tapi Bara tetap sama seperti dulu dia banyak termenung kadang memikirkan Asma setelah resmi bercerai dan memiliki istri yg baru Bara baru merasakan jika selama ini Asma sudah sangat baik menjadi istri nya.Dari pernikahan nya Bara dan Shopi mempunyai anak laki-laki bernama Bobi umur nya hampir memasuki 7 tahun
"Shopi kamu habis dari mana"ucap Sunanda melihat Shopi baru pulang
"Belanja ma"ucap Shopi santai
"Shopi kamu harus mengatur keuangan jika kayak gini suami kamu bisa bangkrut setiap hari kamu menghabiskan uang ratusan juta"kesal Sunanda
"Ya ela ma baru juga 900 juta habis nya uang Bara itu banyak"kesal Shopi meninggalkan Sunanda
"Hallo"ucap Shopi menerima telpon
"Apa"ucap nya kaget karna dia mendapat kabar jika anak nya mengalami kecelakaan saat bermain di komplek perumahan nya
"Hei Leon"ujar Gio menyapa anak laki laki yg duduk di kursi tunggu
"Papa"ucap nya berdiri Gio mengacak rambut anak kecil itu
"Leon kamu kenapa di sini"ucap Asma memeluk anak nya Leon adalah anak nya Asma setelah melahirkan Gio menawarkan Asma bekerja dengan nya sebagai asisten nya jadi karna butuh kelanjutan hidup Asma menerima nya
"Ma pa Loen sangatt sedih"ujar Leon menunduk Gio emang membiarkan Leon memangil nya papa biar Leon tidak sedih tidak memiliki ayah
"Kenapa tampan "ujar Gio berjongkok
"Kenapa oma nya Arsyif dan Nur tidak menyukai Leon tadi Leon ikut Adam ke rumah Nur tapi Oma nya marah sama Leon tidak mau Leon datang ke sana "ujar Leon bersedih Adam adalah anak nya Zahra dan Devil
"Itu karna kamu nakal ngak izin sama mama"ujar Asma tersenyum mengusap kepala Leon Asma sudah tau jawabannya karna Maya memang tidak menyukai Leon yg anak dari keluarga Adirata meski tidak di akui
"Leon hanya mau ikut merayakan ulang tahun Nur dan Arsyif apa tidak boleh"ujar Leon menatap Asma
"Tentu boleh sayang tapi nanti ya jika mama selesai kerja kamu tunggu di sini dulu ya mama kerja dulu"ujar Asma mengecup pipi Leon
"Jangan kemana-mana ya jagoan"kekeh Gio lalu mereka berlalu Karan ada operasi Leon sudah biasa di rumah sakit itu bahkan itu sudah seperti tempat nya bermain
"Kamu dari mana kenapa bisa Bobi kecelakaan"ujar Bara marah pada Shopi
"Ya mana ku tau"kesal Shopi mereka menuju tempat anak mereka di periksa dokter
"Om "triak anak kecil itu memanggil Bara
"Oma"teriak nya lagi jadi Bara menoleh melihat anak kecil itu berlari ke arah nya
"Dompet om jatuh"ujar nya menyerah kan pada Bara karna tadi Bara mengambil ponselnya tidak sengaja dompet nya ikut terjatuh
"Nama kamu siapa kamu anak yg baik"ujar Bara berjongkok
"Nama ku Leon"ujar Leon tersenyum ramah Bara tertekun menatap anak itu dia merasa sangat dekat dengan anak itu
"Ayo Bara"ujar Shopi meninggalkan Bara
"Nanti om akan ajak kamu beli mainan karna sudah baik pada om"ujar Bara tersenyum
"Leon iklas om mama bilang menolong orang itu tidak boleh meminta imbalan harus iklas jadi Leon iklas membantu om"ujar Leon
"Baik lah"ujar Bara mengusap kepala Leon karna dia masih cemas dengan Bobi Bara segera meninggalkan Leon
__ADS_1