Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Mengorbankan istri nya


__ADS_3

Arka sangat senang akan segera menikah dengan orang yg dia cintai nya mereka menikah di Apartemen Nara tempat yg menjadi saksi Arka sangat senang dia turun dari mobil masuk ke lift menuju lantai tempat mereka akan menikah siapa pun tidak bisa menghalangi nya


"Apa sudah siap pak"tanya Arka masuk


"Iya pak cuman pengantin wanita nya menghilang"ucap nya


"Hah menghilang bagaimana"ucap Arka tidak mengerti


"Iya saat kami datang ada yg mau make up pengantin dan masuk ke kamar tapi setelah lama menunggu saat kami lihat kamarnya sudah kosong"jelas nya Arka terdiam berfikir


"Kurang ajar apa ini perbuatan Syifa"kesal Arka menghempas kan peci nya lalu pergi dia kembali pulang untuk menemui Syifa


" Syifa udah tidak ada sialan Syifa aku akan membunuh mu"teriak Arka melihat Syifa sudah tidak ada di kamar


Sedangkan Syifa sebenarnya tadi dia mau datang ke pernikahan Arka dan Nara tapi lagi-lagi Syifa melihat mobil pria misterius itu yg melaju kencang jadi dia mengikuti mereka setelah mengikuti mobil nya yg berhenti di jalan dan di sebuah rumah


"Wah pria itu punya rumah di sini tapi rumah nya tidak terlalu besar berbeda dengan mobil nya yg mewah"ucap Syifa mata nya sebab karna habis menangis tadi


"Aku lihat dulu "ucap Syifa mengendap masuk ke rumah itu yg sepi lalu masuk ke salah satu ruangan melihat ada beberapa berkas


"John Waller"ucap Syifa membaca berkas itu lalu melihat foto Arka dan berita di koran jika sopir pribadi keluarga Karten meninggal


"Apa hubungannya dengan mas Arka apa supir ini kerabat pria bernama John lalu mau balas dendam pada mas Arka"gumam Syifa segera mengambil ponselnya menelpon Arkan


"Assalamualaikum Arkan ya aku menemukan pria bernama John dia yg menembak pelaku pelecehan itu ya aku yakin nama nya John Waller aku minta kamu jaga kakak kamu aku yakin dia punya rencana ya aku bakal kirim keberadaan ku"ucap Syifa mematikan sambungan telponnya


"Kamu siapa"teriak nya membuat Syifa menoleh


"Wanita malang"ucap nya maju Syifa merasa pria ini berbahaya


Brak


Pria itu membanting ponsel Syifa sampai hancur Syifa sebenarnya takut tapi dia berusaha tenang pria itu terus maju membuat Syifa mundur terus mundur menuntut nya masuk ke ruangan itu


Brak


Syifa terjatuh karna terus mundur saat dia mendongak melihat Nara yg di ikat di kursi membuat Syifa kebingungan belum sempat Syifa menoleh pria misterius itu memukul kepala Syifa lagi sampai Syifa sedikit mengelinding dan pingsan


"Kakak tidak apa apa"ucap Arkan datang Ketemu dengan Arka


"Di mana Syifa"tajam Arka


"Kak Syifa aku ngak tau tapi dia bilang aku harus jaga kakak dia mengatakan nama John Waller pelaku yg menembak pelaku pelecehan Nara dia juga udah mengirim tempat nya"ucap Arkan


"Ayo ke sana aku akan melenyapkan nya"ucap Arka geram mereka segera pergi


Syifa membuka matanya kepala nya sangat sakit saat mata nya terbuka lebar Syifa merasakan itu bukan tempat yg dia kunjungi tadi karna itu seperti rumah kosong Syifa melirik ke samping yg ternyata Nara yg terus berteriak membuat Syifa keheranan tapi dia sama sama di ikat di kursi dengan Nara


"John lepas kan aku"teriak Nara


"Kamu mengenal nya"ucap Syifa kebingungan


"Diam kamu ngak usah sok tau"kesal Nara


"Ada apa sayang sudah sangat merindukan aku ya"ucap nya tersenyum mendekati Nara


"Apa mau mu John bukan kah aku udah memberi kan apa yg kamu minta lalu kenapa kamu menculik ku"teriak Nara emosi


"Emm bukan masalah itu lagi sayang masalah nya beda lagi aku akan membuat permainan untuk melenyapkan Arka Karten"ucap John santai membelai wajah Nara


"Apa hubungannya dengan ku"kesal Nara


"Karna kamu wanita yg di cintai Arka"bentak John emosi


"Kamu salah John dulu iya sekarang berbeda wanita itu yg di cintai Arka sekaligus istri nya"ujar Nara pada Syifa


"Aku"ucap Syifa keheranan


"Jika begitu aku akan membuat suatu permainan sayang tenang ya"ucap John mencium bibir Nara dan tertawa


"Sialan kamu John"ucap Nara merasa tidak ada harapan bebas


"Tempat nya di sini lihat itu motor kak Syifa"ucap Arkan keluar dari mobil bersama Arka mereka segera masuk tapi tempat nya kosong


"Kemana kak Syifa"ucap Arkan jadi cemas melihat tidak ada keberadaan Syifa


Dret dret


Arka melihat ada pesan masuk di ponselnya dan Arka membaca nya ada pesan jika mau orang yg di cintai nya selamat Arka harus datang ada foto Nara membuat Arka marah


"Siapa yg berani, Arkan ayo ikut dengan ku"ucap Arka datar mereka pergi


"Hei kamu ngapain ke sini"ucap Bara melihat mobil Arka


"Aku mau menyelamatkan Nara yg di culik"ucap Arka lalu masuk bersama Bara sedang kan Arkan menyiapkan rencana lain di sana banyak anak buah yg mengancam mereka dan mereka di bawa ke ruangan yg begitu besar tapi penuh dari barang


"Syifa/ Nara"ucap kedua nya


"Sialan kamu"ucap Bara kesal apa lagi saat melihat kening Syifa berdarah


"Akhirnya kalian datang aku akan membuat suatu permainan"ucap John berdiri di tengah-tengah Nara dan Syifa

__ADS_1


"John"teriak Bara mengepalkan tangannya


"Kamu sangat mengingat aku ternyata"ucap John mengejek Bara


"Apa mau mu apa hubungannya dengan kami"ucap Arka kesal


"Aku sudah melakukan rencana yg hebat membuat kalian berdua berkelahi aku yg membuat barang kalian hilang dan terbakar tapi menjebak kalian"ucap John santai


"Jadi itu perbuatan mu"kesal Arka


"Ya kamu ingat Bara apa yg kamu lakukan pada keturunan ku kamu dan Nara mengugurkan bayi yg di kandung Nara tidak lain anak ku"teriak John


"Ohh jadi kamu pria nya"ucap Arka emosi


"Dan kamu Arka apa kamu ingat ayah ku mati karna berkerja sebagai supir kamu tapi kamu menyalahkan itu perbuatan ayah ku sendiri"ucap John frustasi dia akan membalas dendam pada kedua nya


"Asal kamu tau ya memang benar ayah kamu mati karna kesalahan nya sendiri dia membawa mobil keluarga Karten untuk mabuk sampai dia kecelakaan"jelas Arka mengingat itu


"Aku tidak peduli kalian berdua sama saja aku akan membalas perbuatan kalian"teriak John


"John lepas kan aku wanita yg di cintai Arka itu Syifa"teriak Nara


"Nara"teriak Bara marah


"Kan udah aku bilang kamu itu wanita malang"ucap John menepuk kepala Syifa


"Ehh jangan menyentuh ku semua nya milik suami ku"ketus Syifa berusaha lepas dari ikatan, John tertawa geli dengan Syifa


"Sebenernya aku tidak niat menyakiti mu"ucap John berjongkok


"John jangan menyakiti istri ku"ucap Arka pelan


Bugh


"Sialan kamu Arka jangan pernah mengorbankan Syifa"ucap Bara memukul Arka


"Mas"lirih Syifa dia merasa sakit melihat Arka seakan mengorbankan nya


"Jangan mendekat"ucap John meletakkan senjata nya di kepala Syifa melihat Bara ingin mendekat


"Kita mulai dari Arka ya"ucap John santai


"Kamu mencintai Syifa apa Nara"ucap John tersenyum


"Aku mencintai Nara tapi dia istri ku"ucap Arka tegas


"Arka jangan membahayakan aku katakan jika kamu mencintai Syifa"ucap Nara kesal


"Oke sekarang aku akan melakukan penembakan siapa yg akan kamu selamat kan kekasih mu apa istri mu"ucap John tertawa


"John "teriak Bara marah Arka gelisah dia tidak mungkin mengorbankan Syifa lagi


"Ayo jawab atau aku benar akan membunuh kedua nya"bentak John marah


"Maafkan aku Syifa"lirih Arka dia berasa tidak berguna


"Aku mencintai nya John"ucap Syifa cepat


"Ohh ya ahh wanita malang"ucap John


"Tapi aku bangga bisa membuat mu bahagia karna apa kamu berani mengatakan mencintai Arka padahal kamu tau aku mengincar wanita yg dia cintai nya"ucap John tersenyum


"Kamu ngak berhak membuat aku bahagia"ketus Syifa membuat John terkekeh


"Kamu sangat menderita ya hidup bersama nya jadi aku akan membuat kamu bahagia di alam berbeda"ucap John tertawa


"Lepaskan Nara dan Syifa John"teriak Bara


"Kamu akan ada bagian jadi diam "ucap John


"Ayo Arka putus kan siapa yg ingin kamu korban kan"ucap John tersenyum


"Syifa hubungan kita sangat sulit aku juga tidak mencintai mu aku memilih Nara aku harap kamu mengerti keadaan ku aku hanya ingin wanita yg aku cintai selamat"ucap Arka menatap Syifa


"Gila kamu Arka"kesal Bara emosi


"Sangat sedih melihat nya"ucap John sedih menatap Syifa yg menahan tangisnya


"Bunuh saja dia John"ucap Nara


"Semoga kamu bahagia di alam baru mu"ucap John mengambil barang di belakang nya


Prang


John memukul kepala Syifa sampai Syifa terjatuh ke samping dan wajahnya terkena meja kaca Syifa mulai berdarah Syifa lemah air mata nya mengalir


"Syifa"teriak Bara berlari ingin menghampiri Syifa


Dor


Bara terjatuh saat kaki nya terkena tembakan dari John,Bara tidak berdaya menatap Syifa yg lemah Bara berusaha berdiri mengapai Syifa

__ADS_1


"Untuk kamu Bara siapa yg akan kamu selamat kan"ucap John mendekati Nara


"Tolong jangan sakiti mereka John"mohon Bara


"Kamu tega melenyapkan bayi yg di kandung adik mu jadi tidak ada ampun untuk mu Bara"tajam John


"Syifa"panggil Arka


"Mas Arka"gumam Syifa berusaha bangkit


"John bawa Syifa ke rumah sakit ku mohon dia banyak berdarah"ucap Bara memohon


"Jika Arka yg menang maka aku menembak Syifa tapi Jika kamu yg menang aku akan menembak Nara dalam arti kalian selamat kan orang yg kalian cintai"ucap John datar tanpa berfikir Bara segera menghajar Arka mereka berkelahi


"John hentikan"lirih Syifa lemah


"Aku akan membunuh mu John"geram Nara


"Syifa jangan banyak bicara kamu terluka"ucap John tersenyum


"John aku paham niat kamu "ucap Syifa meringis


"Kamu mau kedua nya saling membunuh kan"ucap Syifa pelan


"Apa kamu tau aku menderita kehilangan ayah ku dan anak yg Nara kandung di buang Bara begitu saja padahal hanya itu harapan ku"ucap John


"John kamu bisa mencari wanita yg kamu cintai dan kamu bisa bahagia"ucap Syifa


"Syifa aku tau apa yg kamu rasa jadi aku akan membebaskan mu "ucap John.Bara dan Arka terus saling memukul sedang kan John memindahkan Nara mengantung Nara dan Syifa dia biarkan karna Syifa sudah terluka.John mengambil kaca besar ingin membunuh Syifa yg sudah lemah


"Tidak"teriak Bara melihat nya


Brak


"John"teriak Bara murka meski dia juga berdarah dia tidak akan mengampuni John membuat Syifa terluka


"Bara peluru ku lebih cepat selamat kan adik mu"ucap John tersenyum mengarahkan senjatanya pada Nara


"Nara"ujar Arka berlari melindungi Nara


Dor


Arka memeluk tubuh Nara berusaha melindungi wanita yg dia cintai tapi tembakan itu sudah terdengar tapi dia tidak merasakan apa apa lalu Arka berbalik melihat Syifa yg merentang kan tangannya lalu tersenyum pada Arka


Bruk


"Syifa"teriak Bara mendekati Syifa


"John"teriak Bara lagi lalu berlari menggajar John


Dor Dor


John terus menembak Bara tapi tembakan nya meleset Arka ingin menghampiri Syifa yg tergeletak berumur darah


"Arka cepat lepaskan aku"pinta Nara segera Arka melepaskan ikatan Nara


"Kak Syifa"teriak Arkan baru datang bersama polisi menangkap John


"Dokter"teriak Arkan tadi dia menyiapkan tim medis dokter segera mendekat


"Dok lihat"ucap Arkan cemas


"Gawat nona tertembak bagian kepala kita harus cepat membawa ke rumah sakit"ucap dokter segera mereka memindah kan tubuh Syifa


"Syifa akan tenang tidak akan merasa teluka oleh orang menjijik kan seperti kalian hahah"ucap John tertawa


"Syifa berusaha menyelematkan aku"gumam Arka


"Aku harus melihat nya"ucap Arka


"Arka aku takut"ucap Nara memeluk Arka takut Arka membalas pelukan Nara


Syifa segera di tangani dokter Arkan juga memberi tau semua termasuk Devil yg sudah kembali lagi mereka bertanya apa yg terjadi dan Bara yg menjelaskan semuanya dan tindakan Arka keluarga semuanya marah pada Arka apa lagi tidak melihat Arka


"Kurang ajar mau mati John itu aku tidak akan mengampuni nya"ucap Devil mata nya tajam


"Maaf tuan nona tertembak bagian kepala ini sangat berisiko untuk mengoperasi pasien mohon tanda tangani jika terjadi sesuatu dengan nona anda tidak menuntut pihak rumah sakit"ucap dokter keluar


"Anak saya bisa selamat kan dok"ucap Fatma menangis


"Kami tidak bisa menjamin nyonya karna ini bukan kasus biasa kami juga udah meminta dokter proposional menangani kasus ini"ucap nya


"Ayah aku ngak mau kehilangan Syifa "ucap Fatma


"Ma yakin Syifa akan melewati ini semua"ucap Fikram memeluk istrinya


"Lakukan yg terbaik dok"ucap Maya


"Kami butuh donor darah nyonya"ucap dokter ada yg ingin kami bicara kan juga"ucap nya lagi


"Baik lah darah saya yg cocok"ucap Fikram mengikuti dokter mereka semua mengikuti dokter ingin bicara hal serius tentang keadaan Syifa termasuk Bara

__ADS_1


"Kamu pulang saja"ucap Fikram pada Bara saat Bara ingin masuk melihat wajah serius Fikram jadi Bara menghormati Fikram dia pergi tapi tetep memantau Syifa


__ADS_2