Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Menikah dengan mahar tidak sedikit


__ADS_3

"Apa pak Devil mau menikahi saya karna Syifa memaksa karna dia mengetahui yg terjadi"tanya Zhara serius


"Tidak ini keputusan saya yg ingin kamu menjadi Istri saya dan juga maafkan saya jika membuat kamu menderita karna perbuatan saya"jelas Devil tulus sungguh Devil sangat mencintai Zhara sekarang ini dia bisa gila jika Zhara membenci nya dan tidak mau menikah dengan nya


"Mama kok di sini"ujar Syifa datang tergesa gesa bersama Arka dan Zenap


"Nemanin Devil saat mama sampai di Apartemen nya mama mendapatkan dia tengah membeku dan melihat kasur berantakan mama berusaha mencari tau saat mama melihat kasur ada beberapa bercak darah menyakini jika semalam Devil melakukan sesuatu dan ternyata semua benar"jelas Fatma dia hanya duduk di luar masjid berusaha mendengar kan yg di katakan Devil


"Ayo ma kita masuk"ajak Arka mereka segera masuk


"Zahra"ucap Syifa lalu memeluk Zhara yg makin menangis


"Aku akan menikahinya"ucap Devil


"Emm Devil begini jika pun Zahra tidak mau aku bisa mengenal kan kamu wanita lebih cantik dan baik "ujar Arka dia kasihan dengan Zahra harus hidup dengan Devil


"Kenapa"ujar Devil datar menatap Arka


"Tidak aku hanya ingin menjadikan Zhara Istri kedua"celetuk Arka tapi itu membuat nya dalam bahaya Devil melangkah mendekat


"Kamu pegang ini"ujar Devil dingin menyentuh tangan Arka meletakkan nya di pinggang bisa Arka rasakan itu pistol


"Aghh seperti nya Syifa tidak setuju"ucap Arka tertawa renyah mendekati Syifa


"Mas jangan aneh aneh"ucap Syifa


"Aku hanya berusaha menyelamatkan Zahra"bisik Arka


"Zenap panggil wali dari Zahra"ucap Fatma


"Iya tan"ucap Zenap segera pergi


"Zahra jangan menangis"ucap Syifa membujuk apa lagi melihat mata Zahra sudah sayu karna menangis


"Aku kotor Syifa aku berdosa"lirih Zhara


"Zahra aku rasa kamu tidak akan berdosa karna kamu di jebak dan juga di saat itu terjadi selama kamumi tidak ikut menikmati nya maksud nya tidak sadar itu tidak apa kecuali saat itu kami sadar di paksa dan akhirnya kamu mengikuti alur nya"jelas Arka


"Sudah Zahra setelah kalian menikah maka dosa itu akan gugur"ucap Fatma ikut menenangkan


"Devil lakukan proses nya"ujar Fatma Devil patuh segera pergi


Paman sudah datang bersama istri nya mereka duduk bersama yg lain Zahra juga sedikit tenang Fatma menunggu Devil tidak lama Devil datang duduk di samping Fatma


"Sudah ma"ucap Devil


"Anak saya melakukan kesalahan terhadap Zhara jadi saya berniat mau menikah kan mereka"ucap Fatma serius seperti mendapat kan emas yg berlimpah istri paman berbisik membuat keduanya tersenyum


"Kami merasa merugi jadi kami akan menikah kan mereka dan kami meminta mahar senilai 1 milyar"ucap paman memanfaatkan keadaan


"Paman"ucap Zahra sendu


"Zahra kamu tidak tau selama ini apa yg paman lakukan memberi mu uang makan pendidikan setidaknya kamu bayar kerugian itu semua"ucap nya


"Paman tega aku ini keponakan paman sama seperti anak paman"ucap Zhara menahan tangisnya


"Kami tidak masalah"ucap Fatma dia menatap geram pada kedua orang tua di depan nya


"Saya akan memberikan mahar senilai 2 milyar"ucap Devil serius


"Saya tidak menyangka yg tadi nya tukak ojek ternyata anak dari keluarga Sandoso"ujar bibik tersenyum


"Siap kan diri pernikahan akan segera di gelar"ucap Fatma lalu berdiri menarik Devil untuk bicara


"Ya ampun pak Devil sangat keren"ucap Asma takjub mendengar mahar nya


Plak


"Sembarangan keren mana ada pak Devil itu emang menakutkan lihat apa yg dia lakukan rasanya aku mau menjitak kepala nya"bisik Zenap kesal memukul kepala Asma


"Kamumi kesal dengan pak Devil kenapa yg kena aku"ucap Asma cemberut


"Ya karna mulut mu itu ngak bisa di jaga"ujar Aulia mencibir Asma hanya menyengir


Devil menjabat tangan paman pernikahan segera di mulai karna sebenarnya Devil sudah merencanakan ini semua jika suatu saat papa nya memaksa jadi dia sudah persiapkan semua nya Zahra hanya duduk di samping Devil yg pernikahan mendadak mereka


Sah.....


Terdengar kata sah saat Devil mengucap kan ijab kabul lalu doa di panjat kan untuk kedua pengantin serta berbisik warga tentang Devil ini yg memberi mahar tidak sedikit Fatma juga nampak tenang dia berdoa semoga Zhara sabar mengahadapi Devil


"Kita bisa kaya"ucap bibik tersenyum senang


"Selamat ya pak Devil sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri"ucap bapak itu menjabat Devil

__ADS_1


"Iya"ucap Fatma tersenyum melihat Devil hanya diam


"Ma aku mau pulang mengajak istri ku"ucap Devil mengetuk kan kaki nya


"Mulai sekarang kalian tidak ada hak atas Zhara seharusnya sebagai orang tua sambung kalian bangga memiliki Zhara bukan malah memperlakukan nya seperti ini"ucap Fatma kesal


"Nyonya kami merawat Zhara dengan baik lihat dia sekarang ini"ucap bibik


"Ma aku mau pulang"ucap Devil


"Baik lah ayo"ucap Fatma memegang tangan Zhara


"Ma"Devil ingin protes


"Sebelum ketemu sama papa mu dan menjelaskan nya kamu di larang mendekati nya"tegas Fatma melangkah mengajak Zhara


"Wah sepertinya aku punya ide untuk membalas Devil"ucap Arka tersenyum


"Udah mas ayo"ucap Syifa mengajak suami pergi


Zahra di ajak ketemu langsung oleh Fatma pada orang tua Devil keluarga Sandoso duduk ada juga Fikram sedangkan keluarga Wikran duduk di depan mereka berjumlah 3 orang Zhara sangat takut sampai dia menunduk tidak berani mengangkat wajahnya


"Kenapa bawa dia sudah papa katakan tidak menyukainya"ucap Firman geram


"Firman kamu tidak bisa seperti itu sekarang ini Zahra adalah Istri nya Devil yg berarti menantu mu"ujar Fikram


"Apa"ucap Firman kaget sampai dia berdiri


"Semalam aku meniduri nya karna papa terus menuntut ku aku ngak mau menikah dengan Karin apa lagi di jodohkan aku mau menikah sesuai pilihan ku Syifa dan mama juga setuju aku menikahi Zhara"ucap Devil mengetuk kan jemari nya gelisah


Plak plak


"Bedebah"bentakj Firman memukul Devil


"Firman"tegas Fatma berdiri


"Kamumi jangan sembarangan memukul anak ku di depan ku"teriak Fatma marah mengusap kepala Devil


"Dia anak ku sekali lagi kami memukul nya aku benar marah besar kamu tidak tau marah nya seorang ibu aku mencurahkan kasih sayang pada nya dan kamu sebagai ayah malah memberi nya pukulan"kesal Fatma tidak bisaa menahan emosi


"Karna dia sudah keterlaluan pertama menikahi wanita miskin dan kedua dia berani meniduri wanita miskin ini"ucap Firman emosi


"Anak ku emang salah kamu tidak berhak memukul nya hanya aku yg berhak memberi nya hukuman selama ini kemana kamu hah kamu hanya bisa memberi nya beban kamu tidak tau apa yg dia alami aku yg mengurus nya jadi kamu tidak berhak memukul nya hanya aku yg berhak"ucap Fatma memegang telinga Devil


"Putra nakal"ucap Fatma mengacak rambut Devil dan mengecup nya dan duduk Fatma meraih tangan Devil meletakkan di atas kepala Zahra membuat Devil terdiam memejamkan mata nya Syifa menatap mama nya dia seperti nya mengerti


"Om apa salahnya menerima Zahra dia teman ku dan sangat baik om jangan kayak gini"ucap Syifa membela


"Menikahi nya tidak ada untungnya Syifa"ucap ibu tiri Devil


"Iya aku yg boleh menjadi Istri nya kak Devil ngak boleh yg lain "ucap Karin menuntut Devil yg tadi memejamkan mata membuka mata nya sampai mata hitam itu menatap ke depan


Brak


"Kamu tidak akan bisa menjadi Istri ku"tajam Devil mengebrak meja sampai pecah


"Jika papa berusaha menghalangi ku aku tidak segan membunuh papa"ucap Devil datar Fatma mengusap wajahnya kasar lalu menoleh pada Zhara


"Peluk Devil"bisik Fatma membuat Zahra bingung


"Ayo cepat"bisik Fatma lagi meski ragu Zhara melingkar kan tangannya di perut Devil membuat Devil terhenti yg ingin terucap kembali


"Kamu tidak sabar ya bersama saya"ujar Devil membuat Zahra makin kebingungan lalu Devil mengendong Zhara


"Ayo kita bulan madu"ucap devil berdiri dengan Zhara di gendongan nya Arka melongo di buat nya


"Devil aku mau ikut juga dong mau ajak Syifa"ucap Arka


"Aku bulan madu nya di dalam kamar saja 3 hari tidak bisa ada yg menganggu "ucap Devil melangkah pergi


"Aku iri"celetuk Arka membuat dia dapat cubitan dari Syifa


"Firman aku peringatkan kamu jangan macam macam Devil itu anak ku kamu mengerti"ucap Fatma tajam


"Baik jika itu mau kalian tapi dengan syarat mereka harus tinggal di sini"ucap Firman


"Tidak masalah"ucap Fikram lalu berdiri


"Masih banyak pekerjaan ayo kita pergi"ucap Fikram lalu melangkah pergi dengan keluarga nya


"Mama galak ya"bisik Arka


"Ya karna emang kayak gitu makan nya dulu aku kabur karna mama selalu mengomel membuat aku pusing"ujar Syifa terkekeh membuat Fatma menoleh

__ADS_1


"Tidak ma hanya becanda"ucap Syifa menyengir


"Makan nya harta ayah di kuasai nya karna emang dia seperti nenek sihir mengancam ayah"ucap Firkam tersenyum


"Ayah bilang apa"ucap Fatma


"Agh tidak ayah bilang jika ayah sangat mencintai mama meski galak"ucap Fikram mencium pipi Fatma lalu mengajak nya pergi


"Ternyata ayah takut Istri"ucap Arka terkekeh


"Emang mas ngak"ucap Syifa melipat tangannya di dada


"Ngak dong"ucap Arka menarik pingang Syifa


"Karna istri ku selalu ada di dalam kendali ku"ucap Arka mengecup kening Syifa


"Nyebelin"cibir Syifa melangkah Arka hanya tersenyum merangkul bahu Syifa


Zahra tidak mengerti dengan apa yg terjadi apa lagi melihat Devil berbeda Zahra belum sadar apa yg terjadi pada nya.Devil membaringkan Zhara lalu membelai wajahh Zahra mencentik kan jari nya membuat gorden itu terbuka lalu mencentik kan jari nya dua kali membuat suara pintu terkunci


"P...pak Devil"ucap Zahra gugup


"T.... tangan pak Devik berdarah"ujar Zahra


"Jika luka ini kamu sentuh maka akan sembuh dengan sendirinya"ucap Devil dan melepaskan hijab Zahra replek sendiri Zhara menarik selimut untuk menutupi kepalanya


"Aku suami mu saat ini kita bulan madu jadi kamu tidak berhak memakai baju selama kita bulan madu"bisik Devik membuat Zahra merinding


"Apa"ucap Zhara melotot


"Pak saya mau kerja masih ada tanggung jawab"ucap Zahra dan Devil mengambil dompetnya


"Semua nya untuk mu semua harta yg di miliki papa 75 persen milik saya yg akan segera kamu miliki"ucap Devil


"Pak"ujar Zahra


"Ssttt panggil saya Devil hanya Devil"ucap Devil


"Pak Devil"ucap Zhara dan saat itu juga Devil mencium bibir Zhara membuat mata Zhara melotot


"Pak Devil"pekik Zhara replek mendorong Devil


"Kenapa sekarang saya ini suami kamu jika kamu menolak saya dalam berhubungan maka kamu akan di laknat malaikat"ucap Devil santai


"Apa"Zahra tidak percaya itu


"Saya memang seperti iblis tapi yg mengajari saya itu seorang malaikat yg sempurna seperti mama Fatma"ucap Devil membelai wajah Zahra


"Mari kita lakukan ibadah"bisik Devil membuat Zhara mengeryit Devil menbaca doa dan meniup ubun ubun Zhara dan mencium Zhara bahkan Zhara tidak di biarkan Devil bicara sedikit pun dia terus mencumbu Istri nya itu


"Sebut Devil"bisik Devil memaksa mengigit leher Zhara yg masih membiru akibat semalam


"D...d.mas Devil"ucap Zhara menahan dada Devil akhirnya dia tidak bisa memanggil Devil dengan panggilan nama


"Mas Devil badan ku masih terasa sakit"ucap Zhara karna dia tidak bohong


"Saya mau kamu melayani saya selama 3 hari ini"bisik Devil mencium dan berusaha memasuki Zhara tentu Zhara terpekik kaget rasa perih yg dia rasakan sampai dia berteriak mencekram bahu Devil tapi Devil malah menyalah artikan dalam kata lain teriakan Zhara


"Syifa"ucap Arka menatap Syifa mereka dalam perjalanan pulang karna memang Arka tidak kerja


"Kamu tidak iri dengan Zhara"tanya Arka serius


"Mas ngak boleh iri itu ada di hati kita kecuali iri dalam kebaikan"ucap Syifa mengeleng


"Ya ini keirian dalam kebaikan"ucap Arka serius


"Emang kenapa aku harus iri"ucap Syifa ikut serius


"Kamu ngak iri gitu Zahra akan di puas kan Devil kan berhubungan suami istri itu ibadah"ucap Arka serius sampai membuat Syifa melotot memukul pundak Arka


"Mas di depan ada orang"ucap Syifa menutup mulut suaminya yg jika bicara selalu tidak sopan


"Jangan di situ tapi di sini"ucap Arka mengarah kan tangan Syifa ke dada nya


"Ihh mas Arka"ucap Syifa geram tapi Arka hanya tersenyum memeluk pinggang Syifa


"Udah lama lho aku mau menagih jatah ku aku mau kayak Devil bulan madu di dalam kamar selama satu minggu"celetuk Arka tersenyum


"Sembarang aja mas bilang"ujar Syifa mencubit dada Arka laluu mendekat kan wajah nya Arka kegirangan Syifa akan mencium nya duluan


"Jangan mimpi di siang hari"bisik Syifa lalu tertawa mengejek Arka


"Cih aku kira mau cium "cibir Arka cemberut Syifa tertawa kecil lalu memeluk lengan suaminya menyender kan kepalanya di dada ternyaman Arka yg akhirnya membuat nya bahagia meski Arka belum mencintai nya

__ADS_1


__ADS_2