
Devil membantu Arkan dan Arka mencari kebenaran nya tapi itu semua butuh waktu Devil butuh waktu mencari bukti nya tapi ada beberapa foto yg di kirim kan Reno pada Arka membuktikan jika Syifa adalah adik nya Arka.Arka melangkah kan kaki nya berat menuju kamar Syifa mereka menginap di rumah Sandoso
"Arka ngak mau makan malam dulu"ujar Fatma berpapasan di tangga
"Ngak ma aku mau langsung istirahat saja capek"ujar Arka berlalu
"Ada masalah apa lagi mereka Syifa juga ngak cerita"gumam Fatma menuju meja makan
Cklek
Arka menatap Syifa yg baru selesai sholat mereka saling tatap sampai Syifa mengakhiri tatapannya Syifa menyimpan mukenanya lalu mengambil jilbab nya ingin makan malam ,Syifa melirik Arka yg berbaring nampak lelah
"Mau makan malam"tanya Syifa melepaskan sepatu Arka
"Mas capek mau aku buatin minuman atau mau aku pijitin"ucap Syifa
"Boleh meminta sesuatu"ujar Arka berdiri
"Apa mas"ucap Syifa memundurkan langkahnya
"Aku lelah kamu makan malam aja aku mau istirahat"uajr Arka melepaskan jas nya mengurung kan niat nya
"Iya mas"ujar Arka melangkah pergi
"Bedebah"umpat Arka kesal memukul udara dia tidak bisa mengabaikan rasa ingin memeluk Syifa
"Please"bisik Arka memeluk Syifa dari belakang
"Mas"ujar Syifa melepaskan pelukan Arka tapi Arka semakin erat
"Please Syifa "lirih Arka menghembuskan nafasnya
"Pernah ngak mas membayang kan berpelukan atau berciuman dengan adik perempuan mas Arka"ujar Syifa pelan lalu berbalik menatap Arka
"Aku takut mas apa yg kita lakukan selama ini adalah salah aku butuh bukti aku butuh keyakinan jika yg kita lakukan ini ada ibadah pernikahan"ujar Syifa penuh harap
"Aku lagi mencari bukti ya meski "ucap Arka terhenti tadi siang ayah nya mengirim foto Fikram dan Maya yg mana semasa muda Fikram berlutut di depan Maya memberikan cincin seperti melamar Arka jadi meragukan keyakinan hati nya
"Apa mas"ucap Syifa
"Ya meski aku kurang yakin"lirih Arka
"Sebelum mas belum menemukan bukti aku mau kita tidur pisah untuk sementara waktu"ujar Syifa
"Aku ngak bisa"ujar Arka cepat
"Aku hanya ingin mencegah mas"ujar Syifa
"Meski nanti kamu terbukti adik ku aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucap Arka tegas
"Mas "ucap Syifa memijit kepala nya Syifa benar kesal jika Arka mulai egois
"Cih kamu kira aku berubah kamu sudah tau akau bagaimana meski kamu adik ku kamu akan tetap milik ku"ujar Arka menyungging kan senyum nya
"Mas ini bukan soal hubungan tapi kebenaran mas ngak boleh kayak gini semua nya salah"ucap Syifa berusaha menjelaskan
"Heh dengar"ucap Arka menarik tubuh Syifa biar menempel pada nya
"Tidak ada yg bisa menghalangi aku kamu tetap milik ku atau kamu senang jika kebenaran ini terungkap biar kamu bisa kembali pada Bara"ucap Arka memegang wajah Syifa
"Dari atas sampai bawah dari dalam dan luar semua nya milik ku sayang"bisik Arka lalu tertawa kejam nya Syifa terdiam menunduk merasakan Arka melangkah
###
Syifa bersiap akan tidur dia berbaring di kasur mulai memejem mata nya selimut membalut tubuhnya Syifa mulai terlelap,Arka menggosok rambut nya dengan handuk lalu melihat ponselnya ada pesan dari Arkan yg mengatakan kemungkinan benar Syifa saudara mereka Arka mengengam erat ponselnya ingin sekali dia membanting ponsel itu
"Tenang Arka tenang kamu adalah Arka Karten emang kenapa jika Syifa saudara mu"gumam Arka bicara sendiri Arka lalu mendekati Syifa yg tertidur
"Kamu hanya milikku"gumam Arka membelai wajah Syifa lalu Arka berbaring menyingkirkan rambut Syifa menutupi lehernya Arka mulai mengecup leher istri nya
"Mas"ucap Syifa kaget sampai dia duduk menyentuh leher nya dia yakin leher nya pasti merah
"Ada apa ayo kemari layani aku"ujar Arka santai
"Mas udah aku bilang"ujar Syifa
"Ssttt "ucap Arka menutup mulut Syifa lalu menyatu kan tangan mereka mulai menindih nya
"Kamu itu hanya milik ku"ucap Arka mencium bibir Syifa
"Mas hentikan"pinta Syifa menolak tapi Arka tetap menciumi nya
"Mas Arka"teriak Syifa mendorong Arka
"Kamu berani menolak suami mu"teriak Arka
"Jika iya aku istri mu mas lakukan sesuka mas Arka tapi jika aku adik mu lalu apa mas mau melakukan zina"ujar Syifa menarik baju nya sampai kancingnya putus kelihatan bagian dadanya
"Lakukan lecehkan aku bila perlu"ucap Syifa menangis menunduk
"Sudah ku katakan kamu hanya istri ku"teriak Arka frutasi
"Berhenti menangis"ketus Arka mengambil bantal
"tetap di kasur biar aku tidur di sofa"ujar Arka dingin lalu menuju sofa langsung memejam kan mata nya Syifa menyeka air mata nya dia menatap Arka yg berbaring di sofa merasa tidak tega demi ingin merasa kan penderita Arka jadi Syifa mengambil bantal berbaring di atas lantai yg dingin itu menatap wajah Arka sampai dia ikut tertidur
####
"Hei jaga batasan mu"ucap Maya
"Mama melakukan itu biar kamu mendapatkan pelajaran nya mama sengaja menikah kan kamu dengan adik mu Syifa lalu kamu jatuh cinta ahhaha gimana apa sakit"ujar Maya tertawa
"Ini tidak adil aku tidak terima ma aku sudah sangat mencintai Syifa"teriak Arka murka
"Hei Arka terima saja jika istri mu tidak lain adik mi "ujar Fikram tersenyum mengejek
"Dasar payah kamu kira kamu bisa bahagia atas apa yg kamu lakukan"ucap Fatma tertawa
__ADS_1
"Perasaan mu itu salah Arka mencintai adik sendiri"ucap semua tertawa
"Hentikan"teriak Arka
"Mas Arka"ucap Syifa berlari memeluk Arka
"Hei Syifa ayo kembali pernikahan kalian ini salah ayo"ucap Fikram menyeret Syifa
"Mas Arka"teriak Syifa
"Syifa"ucap Arkaw mengejar Syifa
"Hei ada apa kenapa kamu peduli aku hanya berakting"ujar Syifa tertawa Arka tertegun melihat semua menertawakan nya
"Kenapa Syifa padahal aku sangat mencintai mu"ucap Arka kecewa
"Cinta ya tapi kamu adalah kakak ku bagaimana"ujar Syifa tersenyum
"Aku tidak mencintai mu kakak aku mencintai Bara"ujar Syifa memeluk Bara
"Sayang ayo kita menikah"ucap Syifa mencium pipi Bara
"Tentu sayang"ujar Bara tersenyum mereka semua menertawakan Arka
"Aku mencintaimu Bara"ujar Syifa lalu mencium bibir Bara dengan semangat di sambut Bara dengan bahagia
"Lihat itu yg sebenarnya"ujar Maya tertawa
"Tidak hentikan tidak"teriak Arka menutup telinga nya
"Emm mas Arka kok di sini"gumam Syifa membuka mata nya dia berbaring di lengan Arka sedang kan Arka mengigau seperti bermimpi
"Tidak hentikan"ucap Arka dengan wajah berkeringat
"Mas mas Arka "ujar Syifa mengelus kepala Arka
"Mas bangun ujar Syifa
"Hah" Arka terbangun dari mimpi buruk nya menatap Syifa yg menatap nya
"Mas Arka mimpi buruk"ucap Syifa mengelap kening Arka yg keringatan
"Ayo pindah nanti kamu sakit"ujar Arka datar lalu mengendong Syifa berbaring di kasur
"Mas tado mimpi buruk"tanya Syifa
"Bukan urusan mu"ketus Arka mengusap wajahnya kasar lalu menatap Syifa
"Awas kamu berani kembali pada Bara''ancam Arka membuat Syifa mengeryit heran
"Mas Arka ngelantur"ujar Syifa berbaring kembali tertidur Arka tidak bisa tertidur memikirkan mimpi nya tadi
###
☀️☀️☀️
"Ayo''ucap Devil memampa Zhara dengan pelan tas Zahra dia letakkan di bahu nya
"Mas aku bisa sendiri dokter juga bilang aku sudah sembuh"ujar Zhara
"Aku sangat sibuk sebelum aku pulang kamu di rumah mama aja dulu di sana juga ada Syifa"ujar Devil mengajak Zahra keluar dari rumah sakit
"Iya tapi mas kapan mau antarin aku ke rumah Margareta"ujar Zhara memeluk lengan Devil
."Margareta ngapain"ujar Devil
"Aleksa kan kerja di sana mas anak nya lucu tau"ujar Zahra tersenyum
"Ngak boleh ke sana"ujar Devil ketus membuka pintu mobil lalu mereka masuk mobil
"Ya ampun aku lupa"ujar Devil mengeluarkan ponselnya dengan menyetir
"Ril kamu hubungi Arkan untuk ketemu saya akan segera sampai"ujar Devil di telpon
"Bos ,tuan Arka dan Arkan sudah sampai bahkan mereka sudah mulai mengali informasi"jelas Aril
"Oke saya akan mengantar istri saya pulang nanti kita ketemu di tempat"ujar Devil mematikan sambungan telpon nya Zahra menatap Devil serius
"Punya masalah mas"tanya Zhara
"Ya hanya sedikit masalah Syifa "ujar Devil Zhara hanya berohh
###
Setelah mengantar Zhara ke rumah Sandoso Devil segera menuju markas nya melanjutkan pekerjaan nya semalam tertunda karna ada beberapa bukti Devil tidak memberi tau Arka dan Arkan soal dia menyelidiki Reno karna takut menyinggung kedua nya Devil merasa ada yg tidak beres karna jika benar Fikram berselingkuh dengan Maya dan mempunyai anak maka Fikram tidak mungkin menikah kan kedua nya makan nya Devil sedikit curiga
"Aril kamu temani Arka dan Arkan biar saya di sini"ujar Devil serius membuka laptopnya
"Baik tuan"ujar Aril segera bersiap Devil melakukan pekerjaannya
"Kamu baik"tanya Zhara ikut Syifa berbaring di kasur
"Harus nya aku yg bertanya kamu sudah sembuh"ujar Syifa tersenyum
"Alhamdulillah aku sudah baikan"ucap Zahra lalu melirik Syifa
"Aku dengar dari mas Devil kamu dan tuan Arka punya masalah"ujar Zhara serius
"Iya gitu"ujar Syifa duduk menekuk kaki nya
"Aku ingin bercerai dengan mas Arka"ujar Syifa serius
"Lho kenapa"ucap Zhara ikut duduk
"Aku dan mas Arka itu saudara mas Arka itu anak nya ayah Fikram"jelas Syifa
Brak
__ADS_1
Syifa dan Zhara menoleh mendengar suara terjatuh dan mereka terkejut melihat Fatma berdiri dengan gelas berserakan karna terjatuh tadi Fatma hanya ingin mengantar kan minuman tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka
"M...mama"ucap Syifa berdiri Fatma hanya menatap Syifa lalu berlalu untuk menelpon Maya
"Arka bisa ke markas sekarang"ucap Devil di telpon lalu menutup telponnya
"Kenapa"ujar Arka datang dengan Arkan
"Aku sudah mengetahui kebenaran nya"ucap Devil serius
"Jelas kan"ucap Arka serius
"Kamu hanya di tipu oleh ayah mu sendiri Arka dia hanya ingin mengecoh mu biar kamu mencari kebenaran itu dan dia bisa mengambil tender yg sah jadi milik mu yg kamu abaikan karna mencari kebenarannya"jelas Devil
"Bentar maksud nya bagaimana"ucap Arka bingung
"Ayah mu memang licik dia mengambil tender kamu di saat kamu sibuk mencari kebenaran nya coba kamu lihat ponsel mu perselingkuhan itu tidak benar"ujar Devil lalu Arka melihat ponselnya melihat pembatalan tender itu
"Aku mengerti dia pasti bekerja sama dengan Bara"ucap Arkan emosi
"Sial lagi lagi dia menipu ku"geram Arka
"Ayah benar benar kita bisa rugi besar kak"ucap Arkan kesal
"Ayo aku tidak akan memaafkan nya"ujar Arka emosi mereka segera pergi
"Jadi apa kamu mengerti Syifa"ucap Fatma melipat tangannya di dada Syifa hanya menunduk
"Ngak ada perselingkuhan itu Syifa "ucap Maya mengaruk alis nya
"Maaf aku ngak cerita aku hanya takut menerima kenyataan karna aku mencintainya mas Arka"ucap Syifa
"Tapi bagaimana dengan foto yg di berikan ayah"ucap Syifa menatap orang tuanya
"Ayah , foto apa"ujar Fikram binggun
"Ayah dari mas Arka kemarin dia menemui kami mengatakan jika aku dan mas Arka itu adik kakak "ujar Syifa
"Keterlaluan dia berusaha menghancurkan anak anak nya lagi"ujar Maya marah
"Dia pasti memanfaatkan saat kita sering memberi kejutan pada Fatma soal di hotel lamaran dan juga yg lain"ujar Fikram menyadarinya
"Iya benar dia memberikan foto saat ayah dan mama Maya di hotel"ucap Syifa
"Makan nya Syifa jika ada masalah itu di dengar dulu"ucap Fatma menggeleng
"Iya aku kan udah minta maaf"ucap Syifa menyesal
"Sekarang Arka di mana"tanya Maya
"Mencari bukti"ujar Syifa ,Maya mengambil ponselnya untuk melihat keberadaan Arkan karna dia yakin Arkan ada bersama Arka
"Sialan kamu bukan ayah yg baik untuk kita"kesal Arka berdiri didepan ayah nya
"Sudah terlambat tendernya sudah menjadi milik kami"ujar nya tersenyum
"Licik"geram Arkan
"Ayah keterlaluan"teriak Arka
"Udah kak beri aja dia pelajaran"ucap Arkan lalu mulai menyerang ayah nya sendiri termasuk Arka yg juga menyerang tapi karna ada Bara mereka jadi berkelahi
"Aku ikut apa dong"gumam Devil menonton lalu dia juga ikut menyerang nya mereka saling pukul Arka dan adik nya benar emosi karna ayah nya ini
"Berhenti"teriak Maya datang Arka menghentikan yg akan memukul ayah nya
"Tunggu apa kak"ucap Arkan menendang ayah nya
"Waw kamu makin semakin cantik Maya"ucap nya tersenyum menyeka darah di bibirnya
"Tutup mulut mu atau aku benar melupakan kamu adalah ayah ku"geram Arkan
"Kamu benar keterlaluan Reno"ucap Maya kesal
"Kenapa sayang apa yg aku lakukan"ucap nya tersenyum
"Kamu mau menghancurkan apa yg kamu bangun sudah cukup kamu merenggut semua nya dari kami meraka itu anak anak mu"ucap Maya menahan emosinya
"Aku tidak peduli Maya yg aku hanya peduli kan kekayaan dan kekuasaan"ujar nya tertawa
"Aku menghormati mu sebagai ayah ku bahkan mengabaikan peringatan mama untuk tidak bertemu dan berurusan dengan mu tapi nyatanya apa kamu malah mengkhianati aku"ucap Arka menyeka darah di bibirnya
"Aku benar kecewa"teriak Arka
"Ck ck kasihan baik lah karna aku ayah yg baik akan ku katakan kenapa aku kembali aku kembali karna ingin mengambil semua yg di miliki Karten"ucap nya santai
"Cih menjijikkan kamu tidak akan bisa mengambil kerja keras kami"ucap Maya sinis
"Kita buktikan saja nanti"ujar nya tersenyum lalu mengajak Bara pergi
"Bedebah"umpat Arka kesal lalu berbalik menghadap keluarga nya tapi belum sempat dia membalik tubuhnya sudah di pukuli mama nya
Bugh bugh bugh
"Kamu sangat keras kepala sudah di bilang jangan percaya pada nya"kesal Maya memukuli Arka
."Ma sakit lihat aku sudah terluka"ucap Arka menunjuk wajahnya
"Itu karna kebodohan mu sendiri"geram Maya
"Maafkan aku"ucap Arka pelan lalu melangkah mendekati Syifa
"Maafkan aku"ujar Arka meraih tangan Syifa
"Mas"ucap Syifa menatap Arka lalu memeluk Arka dengan erat Arka merasa lega dia membalas pelukan Syifa
"Ayo kita pulang aku ngak sabar meminta jatah ku"bisik Arka dengan mengusap punggung Syifa
__ADS_1
"Iss mas Arka nyebelin"ucap Syifa tersenyum mencubit perut Arka yg hanya terkekeh memeluk nya kembali semua jadi lega mereka selalu bisa menyingkir kan masalah yg selalu menimpa mereka