
Arka kembali kesal saat mengetahui gudang nya terbakar dan pelaku nya Bara lagi Arka benar tidak bisa menahan diri nya dia benar marah Arka mengambil ponselnya dan naik mobil tapi dia berhenti melihat Bara berdiri di depan mobilnya Arka keluar lagi membanting pintu mobil
"Heh pecundang apa maksud kamu membakar gudang ku hah kamu iri perusahaan ku jauh lebih besar"teriak Arka mengcengkram bahu Bara
"Harus nya aku yg bertanya apa maksud kamu membakar gudang ku"kesal Bara tidak bisa menahan diri nya
"Wah hebat bahkan kamu memutar balik kan fakta kamu mencuri barang yg akan kami jual dan sekarang kamu membakar gudang kami"kesal Arka memukul Bara
"Aku harus nya memukul kamu sialan"teriak Bara membalas pukulan Arka mereka menjadi berkelahi saling memukul melihat Arka berkelahi dengan Bara sampai ribut Arkan ikut menghajar Bara tanpa tau permasalahan nya yg penting dia harus membantu kakak nya menghajar Bara
"Aku akan cari tau pria itu siapa"gumam Syifa melihat mobil hitam yang ada saat pelecehan Nara.Syifa memakai masker dan helm mengendarai mobilnya beberapa hari ini Syifa sudah mengikuti pria misterius itu karna Syifa sering melihat mobil pria itu mengikuti Arka
"Ini bukan nya jalan kantor mas Arka"ucap Syifa melihat jalan nya lalu mobil itu berhenti membuat Syifa berhenti sejenak dan melihat 3 pria itu berkelahi Syifa menghampiri mobil itu
"Kamu ngapain melihat mereka"ucap Syifa membuka helm dan masker nya pria itu hanya menyungging kan senyum nya lalu melaju kan mobil nya Syifa segera menghampiri perkelahian itu
"Berhenti mas"ucap Syifa menarik Arka tapi Arka malah menepis Syifa menonjok Bara
"Stop"teriak Syifa berada di tengah tengah
"Kenapa kalian ribut"tanya Syifa
"Tanya pada kekasih mu apa yg dia lakukan dengan kantor ku"kesal Arka menggebu
"Heh sialan kamu yg udah pakai cara kotor merusak bisnis ku"geram Bara
"Tenang, Arkan jelas kan"ucap Syifa bertanya
"Aku hanya membantu kak Arka menghajar Bara"ucap Arkan santai membuat Syifa menggeleng
"Mas katakan ada apa kenapa kalian ribut lihat kalian jadi babak belur"ucap Syifa
"Bara udah keterlaluan satu minggu yg lalu dia mencuri barang kami dan sekarang dia membakar gudang kami"ucap Arka emosi
"Ohh kamu mau menuduh aku bukan nya kamu yg mencuri dan membakar gudang kami"kesal Bara
"Berhenti seperti nya kalian salah paham "ucap Syifa
"Kamu berusaha membela suami kamu Syifa udah jelas dia yg salah"ucap Bara
"Aku ngak percaya ini"ucap Bara kesal lalu berlalu pergi
"Bela aja kekasih mu aku ngak berharap kamu membela ku"ucap Arka pergi masuk ke kantor
"Padahal aku ngak bela siapa siapa"ucap Syifa bingung kenapa dia jadi di salahkan
"Tapi Arkan tadi aku melihat pria yg pernah kita ketemu di Bar dia tadi melihat kalian berkelahi"ucap Syifa
"Kak kenapa kakak melakukan hal berbahaya itu ayo kita bicara"ucap Arkan mengajak Syifa duduk di bangku tidak jauh dari parkiran
"Aku penasaran motif pria itu apa aku ngak bisa hanya diam jika pria itu ada hubungan nya dengan mas Arka jadi aku mengikuti nya saat dia terlihat sekitar rumah saat memantau mas Arka"jelas Syifa
"Ngak usah di selidiki lagi kak Arka bisa jaga diri sendiri dari informasi yg aku ketahui dia itu bandar narkoba yg berbahaya menghalal kan segala cara untuk mencapai tujuannya "ucap Arkan menjelaskan
"Lalu apa hubungannya dengan mas Arka dan Nara"ucap Syifa yg masih membuat nya penasaran
"Mungkin saja dia tertarik dengan Nara kak dan akan memisahkan kak Arka dan Nara"ucap Arkan
"Tidak aku masih kurang puas dengan penjelasan nya aku merasa dia mempunyai niat buruk dengan mas Arka kita harus melindungi mas Arka"ucap Syifa cemas dengan Arka
"Kak pokus pada tujuan kita bagaimana jika pernikahan kak Arka dan Nara terjadi mama ngak ikut masalah kak Arka lagi"ucap Arkan
"Arkan aku akan tetap membatalkan pernikahan mereka cuman aku ngak tau kapan mereka akan menikah "ucap Syifa jadi bersedih
"Kakak jangan sedih aku akan membantu kakak"ucap Arkan tersenyum
"Makasi ya Arkan kamu itu adik ipar idaman"ucap Syifa tersenyum
"Aku jadi malu"ucap Arkan mengaruk kepalanya membuat Syifa tertawa
__ADS_1
"Ya udah kak aku balik kerja lagi kakak hati hati ya"ucap Arkan tersenyum lalu pamit pergi
Nara lagi berbelanja di butik langganannya memilih milih dia sangat bahagia besok akan menikah dengan Arka sebentar lagi Nara akan menjadi wanita nya Arka dan menjadi nyonya muda Arka Karten hanya dia di cintai Arka itu membuat Nara sangat bahagia dia milih sepatu yg keren yg membuat dia tertarik
"Waw keren banget harga nya juga cuman 80 juta aku ambil ahh"ucap Nara senang lalu Nara merasa hembusan nafas seseorang membuat Nara menoleh dan bibirnya menyentuh bibir orang itu mata mereka bertemu dengan sangat lama
"Kamu semakin cantik"ucap nya menyelipkan rambut Nara ke samping
"J...John"ucap Nara tentu dia mengingat pria ini yg membuat nya mabuk saat ada di ranjang bersama pria ini dan dia juga yg membuat Nara mampu mengkhianati Arka selama 5 tahun
"Seperti nya kamu mengingat ku dengan sangat baik"bisik nya mengukum Nara di dinding
"Kamu kenapa kembali John"ucap Nara melihat sekitar karna dulu John di suruh Bara pergi dengan jauh
"Aku tidak bisa melupakan mu Nara"ucap nya mencium tangan Nara
"John sorry aku ngak bisa besok aku akan menikah dengan Arka kamu jangan mengusik kebahagiaan ku"ucap Nara melepaskan tangannya yg di pegang John
"Arka selalu memisah kan kita "ucap nya datar
"John hubungan kita hanya kesalahan cinta ku itu Arka jadi jangan mengusik aku lagi ya"ucap Nara
"Oke baik aku akan terima tapi dengan syarat"ucap John tersenyum menggoda dan berbisik pada Nara
"Gila ya kamu aku ngak mau lagian aku udah janji dengan Arka tidak akan mengulangi kesalahan ku"ucap Nara
"Ayo lah Nara hanya sekali itu bentuk perpisahan kita saja"ucap John memelas
"Tidak John mending kamu pergi deh"ujar Nara dia khawatir jika Arkan ke sini
"Jika kamu tidak bermain dengan ku sekali aku akan menviral kan apa yg sering kita lakukan dulu"bisik John menunjukkan videonya
"Licik kamu"geram Nara dia tidak mau semua orang mengetahui rahasia nya
"Hanya sekali sayang aku janji akan menghapus video nya"ucap John menyakinkan
"Awas jika kamu berani menipu ku"kesal Nara
"Sialan kenapa John tiba-tiba kembali tapi ngak penting aku harus mengikuti nya jika ngak dia akan menyebar kan video nya aku tidak mau itu"gumam Nara lalu berlalu Nara melihat ada seseorang di depan toilet itu lalu pria itu menghampiri Nara
"Bos menunggu di dalam"bisik nya mengerti kode pria itu Nara segera masuk karna pria itu yg menjaga toilet tidak membiarkan ada yg masuk
"Tapi tepati janji mu"ucap Nara masuk ke toilet
"Tentu saja kamu bisa menghapus nya sendiri"ucap John menyerah kan ponselnya Nara segera menghapus nya
"Tidak ada video lain kan"ucap Nara
"Tidak ada"ucap John lalu berdiri memeluk Nara
"Aku sangat merindukanmu mu ini yg terakhir buat kita"bisik nya mencium leher Nara
"Hanya sekali"ucap Nara berbalik membuat pria itu tersenyum
"Iya"ucap nya lalu mencium bibir Nara dengan caranya sendiri Nara memeluk pinggang pria itu merasakan sentuhan itu lagi Nara bahkan mengigit bibirnya supaya suaranya tidak kedengaran tapi tetap suara menjijikan nya keluar Nara tidak bisa menahan diri karena sentuhan pria ini Nara jadi terbuai dengan sentuhan nya tubuh mereka sudah polos dan tubuh mereka menyatu Nara terus bersuara karna sentuhan pria itu sampai mereka sampai ke titik puncak
"Sudah cukup ini sangat berarti untuk ku"ucap John tersenyum mengusap keringat Nara
"Tapi aku ingin lagi"ucap Nara tiba-tiba menduduk kan pria itu dan dia mencumbu pria itu dengan semangat kembali melakukan apa yg tadi terjadi di sini Nara menikmati permainan mereka
"Aku harap kita tidak saling mengenal"ucap Nara memakai baju nya
"Jika kamu membutuhkan aku tinggal telpon"ucap nya tersenyum Nara ikut tersenyum sebelum berpisah Nara memberikan kesan terakhir mencium pipi pria itu lalu mereka pergi pria itu mengusap bibirnya dan keluar
"Semoga Arka tidak curiga"ucap Nara lalu keluar
"Apa udah belanja nya"ucap Arka saat Nara keluar ternyata Arka sudah ada di luar
"Iya"ucap Nara tersenyum
__ADS_1
"Pulang yuk"ucap Arka mencium pipi Nara dan mereka masuk mobil
"Mencium bekas ku"gumam John menatap sinis Arka lalu dia pergi
####
Arka sebenarnya curiga dengan Nara bau aromanya seperti bau pria tapi Arka tidak mau ambil pusing karna Nara sering memakai parfum cowok setelah mengantar Nara dan bicara soal rencana mereka nanti akhirnya Arka pulang yg sudah di sambut Syifa dengan baik
"Mas mau makan"ucap Syifa mengikuti Arka naik ke lantai atas para pembantu juga sudah di berhentikan Arka karna dia tidak mau pembantu itu mengatakan rencananya yg ingin menikahi Nara pada mama nya
"Aku udah kenyang"ucap Arka masuk ke kamar
"Makan sama Nara"ucap Syifa bersedih
"Udah tau masih nanya"cibir Arka masuk ke kamar mandi Syifa sedih Arka selalu mementingkan Nara dari pada dia tapi Syifa harus sadar diri juga jika Arka hanya mencintai Nara menerima kenyataan itu membuat dada Syifa sesak
"Aku harus bisa membatalkan pernikahan mas Arka"gumam Syifa lalu melihat ponsel Arka dengan diam melihat ada pesan dari Nara yg mengatakan jika dia sangat senang karna mereka akan menikah besok melihat pesan itu hati Syifa benar hancur air mata nya lagi lagi jatuh Syifa menangis tersedu
"Kamu ngapain"ucap Arka melihat Syifa gemetar karna menangis
"Kenapa mas Arka masih ingin menikah dengan Nara"ucap Syifa sendu menatap Arka
"Udah berapa kali aku bilang aku tidak akan pernah mencintai mu aku mencintai Nara jika kamu ngak mau di madu kamu tinggal pulang dan bicara dengan ayah kamu jika mau pisah dengan ku "ucap Arka santai
"Mas Arka tega banget apa mas tau aku udah janji sama mama ngak akan meninggalkan mas Arka apa lagi membiarkan mas Arka nikah sama Nara tapi kenapa mas lakukan mas Arka salah ini salah mas"ucap Syifa menyeka air mata nya
"Dengar ya Syifa jika kamu berani membatalkan pernikahan ku dengan Nara aku benar akan melenyapkan mu aku tidak main main mending pergi deh aku muak melihat mu"ucap Arka kesal lalu berlalu Syifa menangis merasakan dadanya sesak meski Arka mengancam nya Syifa tidak takut besok dia akan tetap membatalkan pernikahan Arka dan Nara
####
"Ya Allah tolong beri hamba jalan hampa hanya ingin menjaga suami hamba kuat kan hamba ya Allah hamba tidak mau melihat suami hamba menikah lagi sadarkan dia ya Allah hamba ingin dicintai olehnya dan kami membangun rumah tangga kami beri kan hamba jalan"doa Syifa mengusap kan tangannya ke wajah setiap malam Syifa selalu sholat tahajjud mendoakan Arka
☀️☀️☀️
Arka sudah memakai setelan rapi nya dia tidak menyapa Syifa meski Syifa mengajaknya bicara meski Syifa mengomeli kesalahan Arka apa pun itu karna Arka tidak mau merusak moodnya hanya karna meladeni Syifa
"Oke baik jika mas Arka ngak mau dengarin aku lagi"ucap Syifa sudah pasra dia sudah berusaha dan berdoa selebihnya biar rencana yg kuasa yg jalan semestinya
"Aku sudah berusaha mengingat kan mas Arka aku juga sudah menjadi istri yg baik untuk mas Arka"ucap Syifa lalu meletakkan sepatu Arka
"Aku udah pasrah dan iklas jika mas Arka mau nikah lagi aku tetap pada janji ku pada mama tidak akan meninggalkan mas Arka jika memang Allah mentakdirkan aku untuk di madu mas Arka aku iklas jika memang mas Arka bahagia bersama Nara aku iklas"ucap Syifa tapi air mata nya jatuh menerima kenyataan pahit itu Arka tidak berniat menyakiti Syifa tapi ini semua sudah terjadi
"Syifa aku tidak berniat menyakiti mu jika kamu merasa tidak sanggup kamu boleh pergi"ucap Arka menyeka air mata Syifa
"Kebahagiaan ku hanya ada pada Nara aku ngak bisa menerima mu"ucap Arka dada Syifa semakin sesak dia memeluk Arka dengan erat menangis tersedu
"Izinkan aku mengecup mas Arka untuk kali ini"ucap Syifa menghapus air mata nya Arka menunduk kan badannya biar Syifa bisa mengecup nya Syifa menangkup wajah Arka lalu mengecup kening Arka dengan lembut setelah itu Syifa membenarkan jas Arka
"Aku berharap mas Arka membalas kecupan ku"ucap Syifa tersenyum dengan mata sembab
"Enak aja ngak akan ingat ya awas jika kamu berusaha membatalkan pernikahan ku"ucap Arka tersenyum
"Iya ngak akan"ucap Syifa ketus
"Ayo mas aku antar sampai depan"ucap Syifa mengambil peci Arka lalu memakai kan nya Syifa memeluk lengan Arka mereka turun ke bawah
"Setelah aku menikah aku akan jarang pulang ke rumah aku harap kamu memaklumi nya"ucap Arka meski hati Syifa pilu dan sakit tapi dia berusaha tersenyum berusaha melakukan yg terbaik
"Iya mas aku mengerti ohh ya mas aku nanti ngak datang aku mau pergi"ucap Syifa izin
"Terserah"ucap Arka melepaskan tangan Syifa yg melingkar di lengan nya mendengar ucapan Arka membuat Syifa tersenyum Arka selalu mengatakan terserah setiap dia mau izin keluar
"Assalamualaikum mas Arka"ucap Syifa saat Arka melangkah pergi tapi Arka hanya acuh Syifa kembali membuntuti Arka
"Mas salam itu harus di jawab"ucap Syifa
"Assalamualaikum mas Arka"ucap Syifa tersenyum
"Waalaikum salam Syifa"ucap Arka kesel menahan amarahnya
__ADS_1
"Udah aku bisa telat"kesal Arka
"Iya mas Silahkan"ucap Syifa membuka kan pintu buat Arka lalu Arka masuk dan melaju kan mobilnya Syifa terduduk lemas menangis tersedu meski dia iklas tapi kenapa hati nya sangat sakit mengapai cinta Arka dia tidak akan bisa Syifa menangis sendiri meski dia berteriak tidak ada juga yg mendengar nya hanya berkeluh kesah dengan yg kuasa