Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Mengambil keputusan


__ADS_3

Karna kejadian tadi membuat Asma mengajak anak nya pulang ke Apartemen nya sepanjang jalan dia hanya diam memikirkan keputusan nya melihat itu Bara berusaha menyakinkan Asma jika dia bisa menjadi ayah yg baik untuk Leon.Setelah sampai di Apartemen Bara ikut masuk ke Apartemen Asma


"Sayang hari ini kamu istirahat saja ke kamar ya nanti mama izin sama guru ngaji kamu"ujar Asma mengusap kepala Leon


"Iya ma"ujar Leon lalu berjalan menuju kamar nya


"Asma maaf kan aku"ujar Bara


"Kamu sendiri yg bilang jika Leon itu anak kamu tapi apa kamu malah memberi tanggung jawab itu pada orang lain"ujar Asma serius


"Iya maaf Asma karna aku sibuk kerja makan nya aku butuh kamu"ucap Bara serius


"Maksud kamu"ucap Asma serius Bara mengengam tangan Asma


"Asma aku tau aku pernah melakukan kesalahan tapi aku benar sudah jatuh hati pada mu maafkan aku Asma beri aku kesempatan membuktikan jika aku benar mencintai mu mari kita rujuk kembali merawat Leon sama sama"ucap Bara serius


"Kamu udah punya istri Bara"ucap Asma


"Aku bisa menceraikan nya Asma "ucap bara serius


###


"Ehh sayang Asma punya masalah sama Gio"ujar Arka mendekati Syifa yg duduk di kasur bersiap akan tidur


"Kenapa"ucap Syifa menoleh


"Iya karna tadi aku melihat Leon di mall dan saat aku menghampiri nya dia bilang mau ketemu sama Gio"ucap Arka


"Ya mungkin karna Bara karna Bara kembali ke kehidupan Asma"ucap Syifa


"Kasihan sekali Gio "ujar Arka lalu memeluk istrinya


"Biar kan takdir menyatukan mereka"ucap Syifa


"Mas jangan memaksa Arysif jadi apa yg dia mau"ujar Syifa menyender kan kepalanya di dada Arka


"Kenapa kamu tau kan Arysif itu anak laki-laki di keluarga ini jadi dia harus menerima ini semua"ujar Arka serius


"Mas emang wanita ngak bisa masih ada Nur dan Aina"ujar Syifa


"Syifa, Arsyif harus menerima jabatan sebagai Presdir Karten mau atau pun tidak ya jika Nur dan Aina mau ikut ya boleh tapi hanya Arsyif yg akan menjadi Presdir Karten"tegas Arka


"Mas ciba lah pahami Arsyif dia tidak suka dengan ini semua biarkan dia jadi apa yg dia mau jika nanti kita bujuk dia mengambil ahli perusahaan boleh saja tapi aku mohon sekarang jangan paksa Arsyif"ucap Syifa membujuk Arka


"Baik aku tidak akan menghalangi Arsyif tapi dia akan tetap menganti kan aku kelak"ucap Arka lalu berlalu Syifa hanya menghembuskan nafasnya kasar


"Arsyif"panggil Arka masuk ke kamar Arysif


"Iya yah"ucap Arysif menghentikan mengerjakan tugasnya


"Belum tidur"tanya Arka duduk di kasur Arsyif


"Masih ada tugas"ucap Arysif


"Arysif kamu itu anak laki-laki di keluarga ini jadi kamu harus ngerti tanggung jawab sebagai laki laki"ujar Arka menepuk bahu Arsyif


"Iya yah"ucap Arysif tersenyum


"Setelah ini cepat tidur"ujar Arka berdiri lalu dia berhenti melihat ada sesuatu di tas Arsyif


"Itu apa"tanya Arka di tas Arysif


"Tabungan Arsyif"ujar Arysif


"Mau di bawa ke mana"ucap Arka heran


"Mau kasih sama sampan sekolah kasihan anak nya ngak bisa makan karna uang gaji nya habis di berikan untuk istri nya yg sakit"jelas Arsyif


"Ya udah cepat tidur"ucap Arka mencium kepala Arsyif lalu berlalu sebelum pergi Arka menatap Arysif yg mengerjakan tugasnya dia sekarang tau apa yg berusaha Syifa bebas kan dari Arsyif


"Anak itu emang berbeda"gumam Arka tersenyum lalu kembali ke kamar nya


###


Setelah mengantar Leon ke sekolah Asma kembali menuju rumah sakit dia sudah mengambil keputusan hari ini dia yakin keputusan nya itu yg terbaik untuk semua Asma menyapa dokter dan suster lalu dia masuk ke ruangan Gio


"Pagi dok"sapa Asma tersenyum


"Akan ada operasi"ucap Gio mengambil seragam operasi nya


"Bisa bicara sebentar"ujar Asma serius

__ADS_1


"Tidak ada waktu pasien harus segera di tangani"ucap Gio mencari berkas Asma hanya tersenyum kecil lalu mendekati Gio


"Dokter cari apa" tanya Asma


"Berkas pasien"ujar Gio


"Bukan nya sama aku"ucap Asma meletekkan map itu


"Bagus segera bawa "ujar Gio lalu berlalu


"Marah "gumam Asma tersenyum lalu mengikuti Gio melakukan tugasnya


Setelah selesai operasi Gio menyibukkan diri dengan memeriksa semua berkas pasien nya biasa itu pekerjaan Asma tapi karna tidak mau bersangkutan dengan Asma jadi Gio mengecek nya sendiri Asma tau Gio menghadiri nya jadi dia berfikir aja harus bagaimana


"Gio"ucap Asma serius


"Emm kemarin itu Bara mau ajak aku nikah"ujar Asma menatap Gio


"Sialan kamu pikir aku ini tidak punya perasaan kamu bilang itu pada ku"maki Gio


"Halo Gio"ujar Asma melambai kan tangan di depan Gio yg ternyata hanya imajinasi nya


"Kenapa"ujar Gio menatap Asma


"Kemarin itu Bara mau ajak aku nikah"ujar Asma lagi


"Ohh itu ya bagus itu berarti kamu dan Leon akan ada yg jagian"ujar Gio tersenyum dengan kepalsuan


"Jangan khawatir aku akan baik baik saja"ujar Gio berdiri


"Emm aku permisi sebentar"ujar Gio melangkah


"Bukan itu yg aku harapkan"ujar Asma menghentikan langkah Gio


"Gio mau kah kamu melengkapi hidup ku bersama Leon"ujar Asma serius


"Apa "ucap Gio kaget


"Aku tau kesalahan ku tidak seharusnya aku bodoh yg mau menerima lagi orang yg pernah menyakiti ku jadi mau kah kamu memberi ku lembaran baru kebahagiaan hanya kamu ayah yg terbaik Leon dan hanya kamu yg amat mencintai aku dan izinkan aku belajar mencintai mu"ujar Asma serius


"Kamu becanda"ujar Gio berlalu


"Ehh tunggu"ujar Asma


Asma memberanikan diri mencium pipi Gio membuat Gio menghentikan langkahnya menyentuh pipi nya Asma menatap dalam mata Gio


"Apa kamu menolak ku"ujar Asma


"Mari kita ganti rasa sakit menjadi rasa kebahagiaan "ujar Asma serius


"Apa kamu tau"ujar Gio serius


"Apa"ujar Asma


"Jika aku akan segera membawa mu ke penghulu"ujar Gio mengedong Asma


"Gio jangan"pekik Asma memukul bahu Gio


"Tapi kamu lagi tidak membohongi aku kan"ujar Gio serius


"Tidak aku serius aku sadar aku memang masih mencintai Bara tapi jika aku menghancurkan rumah tangga mereka aku wanita kejam"ucap Asma tersenyum lalu mengengam tangan Gio


"Ayo kata nya mau ke penghulu"ujar Asma tersenyum


"Dengan senang hati aku akan menjadi suami yg baik dan papa yg baik untuk Leon"ujar Gio tersenyum lebar lalu berlalu bersama Asma


###


Bara yg menerima keputusan dari Asma jika dia akan menikah dengan Gio membuat Bara tidak terima dia akan mengambil Leon secara paksa dan menjadikan Leon alat untuk memiliki Asma seutuhnya Bara akan melakukan sesuatu bahkan dia memberi para media jika Gio telah mengambil keluarga kecil nya Gio telah menghancurkan kebahagiaan Bara membuat para media hebo dengan berita itu


"Keterlaluan sekali Bara"ucap Arka geram dengan tingkah Bara


"Kenapa"ujar Maya mendekat


"Lihat Bara ingin menuntut Asma dan Gio yg akan menikah apa apaan dia"ujar Arka kesal


"Keluarga itu memang tidak tau diri"ujar Maya


"Sudah lah jangan membuat kita pusing"ucap Maya tidak mau pusing


"Ayo kita segera berangkat"ujar Arkan karna mereka akan menghadiri hari pernikahan Asma dan Gio

__ADS_1


"Lho Arysif nya mana"ujar Maya


"Nginap rumah mama"ujar Syifa tersenyum mengandeng Nur


"Aina ayo"ujar Zenap


"Aunty emang nikah itu hal yg bahagia ya kok semua senang mau lihat Aunty Asma sama om Gio mau nikah"tanya Aina berfikir


"Hua anak kecil jangan tanya nikah nikah"ujar Arkan mengusap kepala Aina


"Kan Aina hanya ingin tau"ujar Aina cemberut


"Udah ayo kita berangkat"ucap Maya lalu mereka berangkat


"Kemana Arysif ini kok malah hilang"ujar Fatma kebingungan cari Arysif


"Kenapa ma"ujar Fikram


"Arysif hilang"ucap Fatma panik


"Cari di luar siapa tau dia main"ujar Fikram


"Ya udah mama cari dulu"ujar Fatma keluar mencari Arsyif lalu Fatma melihat Arsyif lagi mencuci mobil


"Arsyif kamu ngapain"ujar Fatma mendekati Arsyif


"Nenek kasihan kakek itu kerja jadi Arsyif gantiin kakek itu cuci mobil"ujar Arysif


"Ya Allah Arsyif itu pekerjaan nya "ujar Fatma mengeleng


"Nenek Arsyif tidak tega jika Arsyif membiarkan nya hati Arsyif pedih dan merasa tidak berguna tidak bisa membantu makhluk yg Allah ciptakan kesusahan"ujar Arysif


"Izinkan Arysif menyelesaikan nya"ujar Arysif lagi


"Ya sudah terserah tapi yg cepat kita mau pergi"ujar Fatma tersenyum lalu berlalu Arsyif melanjutkan mencuci mobil


"Anak itu ada ada saja"ujar Fatma tersenyum


Para media mendatangi kediaman Altaf bukan untuk menghadiri pernikahan Gio dan Asma karna mereka tidak mengudang nya tapi soal perselisihan Gio dan Bara yg mana Bara sangat emosi jika anak nya di ambil oleh Gio begitu pun mantan istrinya nya menurut Bara Gio mengancam Asma agar bisa menikah dengan nya seketika media hebo karna selama ini keluarga Altaf tidak pernah mengalami masalah


"Bara memang keterlaluan"ujar nyonya Altaf


"Kita ngak akan mundur ma aku tau apa yg akan Bara lakukan dia akan mengambil Leon supaya Asma bisa bersama nya lagi tapi kita punya cara untuk membuat Leon selalu bersama kita"ujar Gio menenangkan


"Papa kenapa banyak orang ribut di bawah"ujar Leon naik ke gendongan Gio


"Mungkin para media sudah sampai"ujar nyonya Altaf


"Leon sama nenek aja ya nanti papa mau turun dulu"ujar Gio mengecup kening Leon lalu turun ke bawah


"Aku akan menemani mu"ujar Asma mendekati Gio yg keluar dari kamar


"Persiapkan saja diri mu yg akan menjadi istri ku"ujar Gio tersenyum


"Justru ini latihan apa aku sanggup menjadi istri nya sang Presdir rumah sakit"ujar Asma tersenyum


"Yuk ahh kelamaan"ucap Asma lalu mereka turun ke bawah


"Tuan Gio minta kejelasan nya"ujar wanita itu mendesak Gio santai saja berdiri dengan tegap


"Saya yg akan menjelaskan semua nya kalian mohon tenang"ujar Gio serius


"Tuan Gio jelaskan mengenai tuan Bara yg menuntut Anda yg telah mengambil anak kandung nya"ujar nya bertanya


"Kenapa tiba-tiba anda menikah dengan mantan istri tuan Bara apa yg dia katakan mengenai anda itu semua benar jika anda hanya ingin mengambil kesempatan untuk merebut kebahagiaan nya karna anda masih dendam atas apa yg di lakukan nona Nara dulu"tanya nya


"Saya tidak merasa mengambil siapa pun di sini"ujar Gio


"Dan untuk Bara saya sangat kecewa atas apa yg dia lakukan sekarang apa lagi menuduh saya di hari saya akan menikah"ujar Gio


"Sekarang aku memberi Bara pertanyaan 7 tahun lalu ke mana Bara dia mencampakkan Asma begitu saja dengan hamil anak nya bahkan dia tidak mengakui anak itu sebagai anak nya dia di hina sebagai wanita yg tidak ada harga diri karna hamil dengan pria lain anggap aja semua nya benar dan anak yg di kandung Asma saat itu adalah anak aku jadi jangan menganggu ke tenangan kami"jelas Gio


"Apa selama tujuh tahun ini tuan Bara tidak sama sekali menemui anda nona"tanya nya


"Aku tidak mengerti kenapa mereka ingin merengut kebahagiaan orang lain"ujar Maya muncul termasuk keluarga Karten yg lain


"Tuan Arka jelas kan mengenai kasus ini"tanya mereka lagi


"Tidak ada yg harus saya jelaskan karna di saat 7 tahun lalu yg saya tau Asma berjuang sendiri di saat hamil para istri di layani dengan baik tapi tidak Asma dia berjuang sendiri bahkan saya sendiri melihat jika Gio sering membantu nya sampai sekarang pun tidak ada yg anak nya Bara memenuhi kebutuhan Leon maupun Asma selama ini Gio yg hanya membantu jadi jika Bara ingin mengambil Leon secara paksa maka keluarga Karten akan berdiri di depan untuk membela keluarga Altaf ini bukan karna permusuhan kami tapi ini adalah soal keadilan dan hak seorang ibu"jelas Arka panjang lebar


"Dan untuk keluarga Adirata jangan main media kita selesaikan ini semua di pengadilan kita akan lihat siapa yg akan memenangkan ini semua"ujar Maya santai

__ADS_1


"Jadi semua bubar karna kami punya acara sendiri"ujar Maya lagi lalu berlalu masuk semua menghargai Maya karna Maya orang yg tegas mereka tau kapan untuk bertidak saat ini bukan lah waktunya tepat karna mereka lagi punya acara


__ADS_2