
Syifa turun dari mobil mengengam tangan Devil dia menggunakan tongkat nya biar merasakan arah jalan nya Syifa melangkah dengan pelan di samping nya ada Bara mereka masuk di sambut dengan bahagia Fatma memeluk Syifa dengan erat
"Akhirnya pulang juga anak mama"ujar Fatma mengusap wajah Syifa
"Aku lebih bosan di sana ma"ucap Syifa tersenyum Fikram dengan lembut mencium puncak kepala Syifa
"Hhmm putri ayah akhirnya sembuh juga"ujar Fikram
"Iya ayah"ucap Syifa memeluk Fikram
"Ohh ya om jika boleh tau Syifa dan Arka resmi bercerai nya kapan ya"tanya Bara
"Emang kenapa"ucap Fikram
"Aku mau segera menikahi Syifa"ucap Bara tersenyum
"Udah di bilang juga aku ngak mau nikah sama kamu lagian aku ini hanya istrinya mas Arka"ketus Syifa pada Bara
"Semua orang juga tau kali jika kamu akan bercerai dengan Arka karna Arka mau menikah dengan Nara"ucap Bara
"Meski begitu aku tetap mencintai nya cinta tak harus memiliki"ujar Syifa kesal Bara selalu ikut campur masalah nya
"Lagian kamu ngapain sih ngikutin aku melulu ngak ada kerjaan lain apa"ucap Syifa
"Syifa ayah emang udah urus perceraian kamu"ucap Fikram
"Iss ayah ini ngotot banget sih"ucap Syifa cemberut
"Arka tidak becus menjaga kamu"ucap Fikram
"Ayah yg membuat aku kayak gini bukan mas Arka tapi sudah takdir ku"ucap Syifa dia tau ayah nya pasti marah karna Arka tidak bisa menjaga nya
"Terserah lah yg penting ayah ngak suka Arka menjadi suami kamu"ucap Fikram
"Ayah ini ngak tau apa aku bahagia bersama mas Arka kenapa juga mau di pisah kan"ucap Syifa bersedih
"Udah kenapa kalian ribut mending kita masuk aja ayo Syifa kamu juga harus banyak istirahat"ucap Fatma memeluk bahu Syifa mereka masuk ke dalam rumah Syifa juga harus istirahat yg banyak
Arka benar kesal dengan keluarga Syifa yg selalu menghalangi nya padahal Arka masih suami Syifa.Arka makan siang di luar duduk di restoran megah tapi sudah berapa minggu ini Arka mengalami kurang nafsu makan karna mulut nya sudah biasa makan masakan Syifa
"Aghh aku mulai kesal jika Devil tidak menghalangi ku ketemu Syifa ini tidak akan terjadi"kesal Arka meneguk air putih nya
"Arka"ujar Nara menyentuh bahu Arka
"Ada apa lagi"ucap Arka menoleh
"Arka pertimbangan dulu keputusan mu bukan kah menikah adalah keinginan kita sejak lama lagian mama mu udah merestui kita"ucap Nara duduk
"Aku tau dulu adalah impian kita hidup bersama dan menikah tapi aku berfikir kita tidak di takdir kan bersama"ucap Arka mengingat pernikahan mereka selalu gagal
"Oke aku mengerti soal dua kali pernikahan kita gagal mungkin kamu berfikir kita tidak di takdir kan karna mama mu tidak merestui kita tapi sekarang berbeda mama mu mengizinkan kita menikah Arka"ucap Nara mempertegas ucapan nya
"Nara aku tau maksud kamu apa tapi aku ngak bisa meninggalkan Syifa"ucap Arka teguh pada pendirian nya
"Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan nya "ujar Arka lagi
"Buat apa Arka bahkan sekarang Syifa sudah buta lalu apa yg kamu harapkan dengan istri yg buta"ucap Nara mulai kesal
"Mungkin dia buta tapi aku sudah bertekad akan memulai semua nya dari awal bersama Syifa"ujar Arka
"Apa lebih nya Syifa sih"kesal Nara dia mulai tidak terima
"Bahkan dia sama seperti kita"ucap Nara
"Semua manusia itu pendosa Nara hanya saja hari esok yg sering mengubah kita itu lah yg telah terjadi pada Syifa sebelum nya dia sama seperti kita pendosa tapi sekarang tidak dia udah berubah dan Syifa itu hanya pantas bersama ku yg pendosa ini meski aku terdengar egois"jelas Arka
"Aku bisa berubah sama seperti Syifa"ucap Nara serius
"Tidak Nara bukan itu yg ku maksud orang baik itu ada tapi kadang yg baik belum tentu tulus di dalam diri manusia itu ada kebaikan meski kecil tapi Syifa mempunyai ketulusan yg tidak pernah kita berdua miliki aku hanya butuh itu dan itu kenapa aku mau memulai dari awal bersama nya bukan bersalah karna dia buta tidak sama sekali"jelas Arka panjang lebar
"Arka ku mohon jangan tinggalkan aku"mohon Nara
"Aku ngak bisa Nara meski aku mencintaimu tapi aku ngak bisa kembali pada mu"ucap Arka berdiri
"Tidak Arka jangan meninggalkan aku"ucap Nara memeluk Arka semua orang mulai menatap mereka
"Nara lepas kan aku"ucap Arka berusaha lepas tapi pelukan Nara semakin erat
"Tidak aku ngak mau pisah sama kamu"ucap Nara menangis dia benar tidak mau di tinggalkan Arka
"Lepas"bentak Arka mendorong Nara
"Kamu ngak bisa bicara baik baik ya"kesal Arka ingin menampar Nara karna sudah kesal tapi Nara malah memeluk kaki Arka
"Lepaskan aku"geram Arka ingin menendang Nara
"Ehh dasar pria tempramen"ucap wanita itu tiba-tiba datang
Plak
__ADS_1
Arka merah padam melihat wanita itu berani menampar nya tapi yg menampar hanya mengomeli Arka yg berlaku tidak sopan terhadap Nara
"Kamu"teriak Arka marah
"Apa, ayo mbak jangan bodoh"ucap nya meraih tangan Nara
"Ehh dengar sebagai pria itu harus lembut terhadap wanita jangan mengasari nya kamu sudah tidak sopan terhadap nya"omel nya
"Apa urusan mu"ucap Arka dingin
"Saya tidak suka jika pria tidak sopan terhadap wanita"tegas nya Arka benar tidak bisa mengontrol emosi nya
Brak
"Kamu mau mati"teriak Arka mengerbak meja
"Emang kamu pikir saya takut"tantang nya Arka sudah mengankat tangan tapi terhenti
"Zahra kamu ngapain"ucap nya menarik wanita itu yg ternyata Zahra
"Kayak ngak asing"ucap Arka memicing kan mata nya menatap Zenap yg ternyata Zenap dan datang dengan yg lain
"Dia ngak sopan dengan wanita ini"ujar Zahra
"Aduh Zahra kamu ini waktu itu bermasalah dengan tuan Devil sekarang bermasalah juga dengan tuan Arka"ucap Zenap menepuk jidatnya
"Hah maksud kamu dia tuan Arka"ucap Zahra menganga
"Iya emang kenapa"ucap Arka kesal
"Kemana kamu Zahra dengan suami sahabat kamu masak kamu ngak kenal mana ini tuan Arka Karten lagi dan ngapain kamu belain pelakor ini"ucap Aulia
"Ehh jaga ucapan mu"kesal Nara tidak terima
"Udah jangan ribut"ucap Asma jadi pusing
"Tuan Arka maaf kan saya sungguh saya tidak mengenal anda saya kira anda tidak sopan dengan wanita ini maafkan saya"ucap Zahra tidak enak
"Apa kita pernah bertemu"ucap Arka pada Zenap
"Ohh ya tuan kami ini temanya Syifa saya yg sering video call sama Syifa menanyakan soal pekerjaan"ucap Zenap tersenyum
"Ehh wanita ayo pergi nunggu apa lagi"ketus Aulia mendorong Nara
"Aku tidak mau"ketus Nara
"Aku akan menjenguk mu"ucap Nara berlalu tapi Arka hanya acuh karna dia mempunyai ide
"Emm kalian ini mau kemana"tanya Arka
"Sebenarnya kami ingin menjenguk Syifa tuan tapi Syifa minta di bawakan makanan di restoran ini makan nya kami mampir ke sini ehh saat mau bayar teman kami ini hilang"jelas Zenap menunjuk Zahra
"Lupakan sekarang bantuin saya ketemu sama Syifa semua orang menghalangi saya ketemu dengan nya"ucap Arka
"Aduh tuan maaf bukan kami ngak mau bantu tapi kami sedikit tidak berani dengan tuan Fikram dan tuan Devil"ucap Zenap
"Jika ngak mau bantu saya tidak akan memaafkan kamu karna menampar saya"kesal Arka pada Zahra
"Jangan begitu maafkan saya tuan benar saya tidak sengaja"ucap Zahra meminta maaf
"Tuan jangan seperti itu kami benar takut"ucap Asma jadi serba salah
"Aghh aku punya ide tuan akan menyamar saja ikut kami "ucap Zenap memberi ide
"Oke saya setuju"ucap Arka tanpa bertanya apa rencana mereka
"Kak Devil"panggil Syifa turun dari tangga
"Apa bocah"ucap Devil menenteng tas nya
"Aku mau duduk di sofa nanti ada teman ku ingin ke sini"ucap Syifa senang
"Tapi hanya duduk ya aku mau kerja soal nya ayah juga ngak ada cuman ada mama kamu jangan kemana-mana"ucap Devil menarik tangan Syifa dengan pelan
"Iya kak"ucap Syifa tersenyum lalu Devil menuntun Syifa duduk di sofa
"Aku berangkat ya"ucap Devil mengusap kepala Syifa setelah itu dia pergi
"Kesempatan tuh lihat tuan Devil lagi mau keluar"ucap Zenap melihat dari taksi
"Tapi apa kita tidak berbohong"ucap Zahra ragu dengan rencana mereka
"Kalian itu harus nya nanti bangga bisa menyatu kan suami istri yg lagi mendapatkan ujian"ucap Arka
"Bismillah aja lah"ucap Asma
"Oke ayo"ucap Zenap mereka turun
"Ehh tuan Devil mau berangkat"sapa Zenap melihat Devil menelepon tapi Devil hanya acuh masuk ke mobil
__ADS_1
"Ahaha di kacangin dia"ejek Asma tertawa
"Terus ejek"ucap Zenap cemberut mereka hanya tertawa dan masuk
"Assalamualaikum"ucap semua masuk tentu Arka masuk dengan enak tidak di cegah karna sekarang ini dia lagi memakai baju tertutup dan bercadar meski itu sedikit memalukan tapi Arka harus lakukan
"Waalaikum salam"ucap Syifa berdiri tersenyum Syifa mengerak kan tongkat nya karna mencari jalan
"Kami akan datang"ucap Asma tersenyum mereka segera duduk di dekat Syifa
"Sedikit terlambat aku sudah lapar bosan makan bubur mulu"ucap Syifa duduk kembali
"Apa kamu tadi nungguin makanan ini bukan kami"ucap Asma sedikit bercanda
"Sekalian dong Aulia bisa tolong ambil mangkuk di dapur biar kita makan sama sama"ucap Syifa tersenyum
"Dengan senang hati"ucap Aulia tersenyum
"Ehh kami bawa teman lho"ucap Zahra
"Teman"ucap Syifa bingung
"Teman yg mana"ujar Syifa karna semua tentang sahabat nya ini Syifa tau
"Teman aku dari kampung"ucap Zenap tertawa renyah mengagetkan Arka yg tadi bengong dengan menatap Syifa
"Siapa nama nya''tanya Syifa tersenyum
"Ar.....Ardiani"ucap Zahra ingin keceplosan
"Salam kenal ya aku Syifa"ucap Syifa tersenyum mengulur kan tangan dengan cepat Arka menyambut tangan Syifa membuat Syifa terdiam
"Zenap kamu lagi tidak membohongi ku kan"ucap Syifa serius
"Membohongi apa"ucap Zenap berusaha santai
"Tangan nya seperti pria dan seperti"ucap Syifa menghembuskan nafasnya kasar
"Ohh dia pekerja keras dia juga bisu iya kan Zenap''ucap Asma cepat
"Ohh"ucap Syifa tersenyum
"Ayo ngaku seperti siapa"goda Zahra
"Ehh ngak kok"ucap Syifa tersenyum malu
"Awas aja jika dia menyebut Bara aku akan menculik nya"gumam Arka kesal
"Ngak apa aku yakin melihat ekspresi mu kamu mengingat seseorang"ucap Zahra
"Zahra apaan sih aku malu nih tadi aku merasakan saat aku berjabat dengan nya aku merasa itu tangan nya mas Arka"ucap Syifa tersenyum malu semua terdiam menatap Arka
"Ehh kalian udah datang"ucap Fatma membawa minuman di susul Aulia meletakkan mangkuk nya
"Iya tan"ucap semua Fatma menatap Arka dia merasa curiga
"Ma aku boleh kan makan makanan ini"tanya Syifa
"Tentu sayang"ucap Fatma tersenyum mengusap kepala Syifa
"Mama ambilin ya"ucap Fatma lagi lalu semua membuka makanannya
"Ohh ya Syifa bagaimana dengan Arka"tanya Fatma memancing seseorang karna dia mencurigai jika wanita itu adalah Arka
"Emm ngak tau ma jika mas Arka mau menceraikan aku ngak papa kok asal dia bisa bahagia bersama Nara aku juga sadar diri mas Arka mana mau sama aku yg buta"ucap Syifa berusaha tersenyum Arka ingin bicara replek sendiri mengulurkan tangannya ingin menyentuh tangan Syifa
"Mama tinggal sebentar ya"ucap Fatma berdiri lalu menarik tangan Arka membawa Arka ke dapur
"Ngak usah berpura-pura"ucap Fatma membuka cadar itu
"Kamu ngapain ketemu sama Syifa"ucap Fatma pelan biar Syifa tidak kedengaran yg ada di ruang tamu
"Apa aku salah ingin menemui istri ku"ucap Arka
"Kamu jangan lupa Arka jika kalian proses berpisah jadi stop ketemu sama Syifa"ucap Fatma
"Aku ngak peduli ma sebelum aku setuju berpisah dengan Syifa maka aku tetap menjadi suaminya Syifa"tegas Arka
"Kamu sudah banyak menyakiti Syifa Arka"ucap Fatma kecewa dengan pilihannya
"Justru itu ma aku mau memperbaiki semua nya kenapa kalian menghakimi ku apa kalian takut Syifa mau menerima aku lagi"ucap Arka
"Memperbaiki apa Arka kamu hancur kan dunia Syifa kamu ubah dunia nya menjadi gelap "ucap Fatma
"Ma aku serius mau memulai dari awal hubungan dengan Syifa percaya lah kali ini aku benar serius "ucap Arka serius
"Mama tidak percaya kamu membuat mama percaya padahal mama percaya kan Syifa bersama mu mama kira kalian akan bahagia nyatanya kamu malah menyakiti Syifa mama benar kecewa"ucap Fatma
"Sekarang pergi mama ngak mau melihat kamu ketemu dengan Syifa apa lagi nanti ayah kamu tau dia akan marah bersar"ucap Fatma mengajak Arka keluar sedang kan Syifa dan teman nya mengobrol dengan asyik dan Arka hanya mampu memandang Syifa yg bercerita banyak hal karna Arka di usir secara paksa
__ADS_1