
Suami istri ini melewati malam yg panjang Arka tidur dengan memeluk Syifa tangan nya mengengam tangan Syifa sedang kan Syifa masih tertidur dengan nyenyak di peluk suami tercinta nya Arka bangun lebih awal dari Syifa yg masih nyenyak Arka tersenyum mengingat semalam apa yg mereka lewat kan lebih menyenangkan dari sebelumnya bahkan Arka sudah menjamah semua lekuk tubuh Syifa.Arka membuka sedikit celah selimut menutupi wajah Syifa dan terlihat sangat jelas bekas kecupan Arka di leher Syifa.Dengan pelan Syifa berbalik memeluk Arka bahkan kepalanya dia letak di leher Arka dan mata itu tiba-tiba terbuka sempurna
"Ehh ternyata mas Arka aku kira guling"ucap Syifa menutup mulut nya karna menguap
"Tubuh ku ini memang tepat kenyamanan"ucap Arka santai
"Ke pedean"ujar Syifa mencibir
"Jam berapa mas"tanya Syifa menaikkan selimut ke leher nya
"Delapan"jawab Arka singkat melihat ponselnya
"Apa jam delapan mas aku ngak sholat subuh kok mas Arka ngak bangunan aku"ujar Syifa kaget
"Ck mana ku tau aku aja baru bangun"ujar Arka
"Lagian nanti bisa kamu ganti kan"ucap Arka lagi dan menarik Syifa ke pelukannya
"Terimakasih semalam"bisik Arka mengelus kepala Syifa
"E...iya mas"ujar Syifa tersipu pipi nya memerah
"Hilang kan merah di pipi mu"ucap Arka menepuk wajah Syifa
"Ihh mas Arka"ucap Syifa makin malu
"Udah aku mau mandi dulu "ucap Arka berajak ke kamar mandi
"Aku lupa bilang sama mas Arka jika ada yg berusaha masuk"gumam Syifa duduk tapi dia merasa punya nya sedikit sakit
"Kebiasaan mas Arka selalu membuat aku susah jalan "gumam Syifa lalu dia memutar tubuhnya meraba laci tidak jauh dari nya mengambil sesuatu setelah itu Syifa meraba air putih dan meneguk pil itu
Arka bergantian mandi nya dengan Syifa sekarang dia baru selesai mandi dan Syifa yg ada di kamar mandi Arka mengacak rambut nya untuk mengeringkan rambutnya lalu dia tidak sengaja melihat sesuatu di meja nahas
"Syifa barusan meminum pil pencegah kehamilan"gumam Arka lalu meletakkan nya dan menuju ruang ganti mulai bersiap ke kantor
"Syifa apa tadi kamu meminum pil pencegah kehamilan"tanya Arka saat Syifa keluar dari ruang ganti
"Iya mas"ucap Syifa menuju meja rias meraba sisir
"Kenapa"tanya Arka penasaran
"Lho kok nanya kenapa mas sendiri kan yg ngak mau aku hamil anak mas Arka"ucap Syifa membuat Arka terdiam padahal dia tidak mempermasalahkan itu lagi
"Ohh ya mas aku mau bilang kemarin itu ada yg berusaha masuk ke kamar kita mas lihat deh bagian jendela balkon kita dia masuk dari situ"ucap Syifa
"Masak sih"ujar Arka mendekati jendela memerhatikan letak meja nya bergeser dan jendela nya sedikit lecet
"Kamu ikut aku aja ke kantor nanti aku akan menyuruh orang bekerja di sini"ucap Arka datar
"Iya mas aku siap dulu"ujar Syifa mengikat rambut nya dan bersiap ikut Arka
Devil turun dari mobilnya dengan kacamata nya lalu masuk ke tokoh kecil tempat Syifa masih terlalu pagi tapi Devil sengaja mampir ke tokoh itu Aulia yg menjaga kasir jadi melongo melihat Devil
"Maaf pak Syifa ngak ada"ujar Aulia menyapa Devil karna biasanya Devil ke tokoh mencari Syifa
"Zahra"panggil Devil memasukkan tangannya di saku celananya
"Zahra"panggil Devil ,Zahra yg ada di lantai atas segera turun
"Ehh pak Devil"ujar Zahra mendekat
"Ada apa pak"ujar Zahra ramah
"Ehm kamu ada acara nanti malam"tanya Devil berdehem
"Ada pak acara saya nanti malam tidur"ucap Zahra dengan cepat membuat Aulia terkikik geli
"Ya sudah jika ada saya pergi"ucap Devil lalu pergi
"Aduh Zahra perut ku sampai sakit karna tertawa"ucap Aulia terkikik
"Kenapa sih"ucap Asma baru datang bersama Zenap
"Lihat apa yg di lakukan Zahra tadi pak Devil bertanya apa nanti malam punya acara malah dia jawab ada acara tidur sampai membuat bapak Devil berlalu"ucap Aulia tertawa
"Emang kata kata ku ada yg salah"ujar Zahra bingung
"Maksud pak Devil dia ingin ajak kamu keluar nanti malam"ucap Asma tersenyum
"Ya mana ku tau"ujar Zahra mangaruk kepala nya
"Sekarang kejar pak Devil nya"ucap Zenap menggoda
"Aku"ucap Zahra menunjuk dirinya
"Biar aku saja"ucap Zenap berlari
"Pak Devil"teriak Zenap melihat Devil sudah masuk mobil
"Ehh kok kamu memanggil nya"ucap Zahra
"Ehh Zahra pak Devil itu ganteng lho masak kamu angguri"ucap Asma
"Iya"ucap Devil mendekat
"Sebenarnya Zahra mempunyai penyakit telmi jadi maklum pak"ucap Zenap tersenyum
"Aku ngak punya penyakit itu kok aku sehat"ucap Zahra
__ADS_1
"Sstt diam"ucap Zenap
"Jadi gimana pak apa bapak masih mau ajak Zahra pergi nanti malam"ucap Zenap semangat
"Saya tidak mau mengganggu acaranya"ucap Devil datar
"Jangan seperti itu pak"ucap Asma
"iya pak Zahra akan membatalkan rencana nya nanti malam"ucap Aulia semangat
"Sebenarnya nanti malam itu pertunangan Nara jadi saya mau ajak Zahra siapa tau nanti Syifa datang dan butuh teman"ucap Devil serius
"Zahra doang pak di ajak kami tidak"ucap Aulia tersenyum
"Tidak"ujar Devil datar membuat mereka ngeri
"Gimana Zahra apa bisa"ujar Asma semangat
"Pak Devil jika mau ajak saya pak Devil datang saja ke rumah saya izin sama paman saya"ucap Zahra
"Baik lah nanti malam saya akan datang"ucap Devil
"Emm pak Devil jika pak Devil datang bisa tidak pak Devil datang dengan penampilan biasa saja"ucap Zahra karna dia takut jika Paman nya mengetahui Devil banyak uang dan kekuasaan dia akan memanfaatkan Devil bahkan memeras nya
"Kenapa"tanya Devil heran
"Ngak papa pak"ujar Zahra tersenyum
"Kita lihat nanti"ujar Devil lalu berlalu
"Kenapa mau pak Devil berpenampilan biasa saja"tanya Asma bingung
"Kalian tau kan paman ku bagaimana aku cuman ngak mau nanti paman memanfaatkan pak Devil dengan meminta uang"ucap Zahra membuat semuanya mengerti
"Biar ngak bosan"ucap Arka memasang Airphone di telinga Syifa dan memutar kan pengajian karna dia sibuk melihat laporan
Cklek
"Kak ada undangan nih dari keluarga Adirata"ucap Arkan menyerah kan undangan itu
"Aku tidak akan datang"ujar Arka setelah membaca undangan pertunangan Nara
"Kenapa kak ini kesempatan kita"ucap Arkan heran
"Ngak deh aku sibuk mau jaga Syifa aja di sana nanti banyak orang aku ngak mau Syifa ribet"ucap Arka
"Kak ayo lah jika soal kak Syifa nanti aku bantu jagain kakak harus buktikan keputusan kakak memilih kak Syifa itu hal yg tepat"ucap Arkan
"Baik lah nanti aku akan datang"ucap Arka datar Arkan hanya tersenyum pada kakak nya lalu pada Syifa yg menikmati pengajian nya Arkan segera berlalu
"Mas aku jadi ngantuk"ucap Syifa melepaskan Airphone nya
🌙🌙🌙
"Syifa malam ini kamu temenin aku ya"ujar Arka mereka sudah pulang
"Kemana mas"tanya Syifa melipat mukenanya
"Acara pertunangan Nara"ujar Arka
"Ya udah nanti aku siap dulu"ucap Syifa bersiap Arka berusaha menunggu
"Assalamualaikum"ucap Devil mengetuk pintu rumah Zahra
"Waalaikum salam"ucap seseorang membuka pintu
"Siapa"tanya nya
"Saya mau ketemu sama Zahra nya ada"ucap Devil
"Kamu siapa"tanya nya menilai Devil yg hanya memakai baju kaos dan celana hitam
"Saya saya"ucap Devil berfikir dia siapa nya Zahra dia mengajak Zahra karna ingin Syifa nanti nya ada teman
"Siapa mas"tanya istrinya
"Paman dia teman ku"ucap Zahra segera mendekat
"Teman mu, persilakan masuk"ucap nya lalu Devil masuk duduk Zahra merasa lega Devil berpakaian seadanya
"Ada apa ke sini"tanya nya
"Saya mau ajak Zahra pergi"ucap Devil paman nya menilai Devil
"Kamu mau mendekati Zahra"tanya nya membuat Devil menatap pria itu
"Paman ngak semua yg dekat itu ada tujuan lain kami hanya berteman nanti aku akan bersiap"ucap Zahra
"Jika kamu mau ajak Zahra keluar kamu bisa memberi kan saya uang"ucap nya santai Zahra mulai gelisah apa lagi saat Devil merogoh saku celana nya
"Paman jangan kayak gitu dia hanya tukak ojek kasihan dia"ucap Zahra cepat dia tidak bermaksud berbohong
"Apa"ucap Devil melototi Zahra
"Kamu mau jalan sama tukak ojek"ucap bibik
"Ya kan kami hanya jalan bik"ucap Zahra
"Ya sudah keluar sana jangan malam pulang nya"ucap paman lalu pergi
__ADS_1
"Jangan lupa bawa makanan nanti nya"ucap bibik lalu pergi
"Kamu pikir kamu siapa mengatakan saya tukak ojek kamu pikir saya tidak mampu memberi paman mu uang"ucap Devil sebal karna Zahra mengatakan nya tukang ojek
"Maafkan saya pak jika anda tersinggung"ucap Zahra tidak enak
"Ya sudah ayo"ucap Devil berdiri lalu mereka pergi
"Paman mu matre"tanya Devil mereka berjalan menuju depan gang karna Devil meninggalkan mobilnya ke sana
"Matre itu emang kayak gitu"ucap Zahra menatap Devil
"Saya harap kamu tidak memanfaatkan Syifa dan saya harap kamu tidak matre seperti mereka"ucap Devil lalu masuk mobil Zahra menghembus nafasnya lalu ikut Devil masuk
"Mas Arka apa sebaiknya aku ngak usah ikut karna nanti akan mempersulit mas Arka"ucap Syifa memeluk lengan Arka mereka segera masuk mobil Arka juga sudah mendapat kan supir dan pembantu
"Tidak"ucap Arka singkat lalu masuk mobil
"Nanti juga ada Zahra karna Devil yg mengajak nya dia udah kasih tau aku"ucap Arka
"Benar "ucap Syifa tersenyum lebar
"Kak Devil mau mendekati Zahra"ucap Syifa tersenyum senang
"Ngak juga dia bilang biar kamu nanti ada teman makan nya ajak Zahra"ucap Arka
"Ya"ucap Syifa kecewa dia mengira Devil mengajak Zahra sebagai pasangan nya
Arka dan Syifa keluar dari mobil banyak wartawan menyambut mereka tapi Arkan sudah menyiapkan keamanan untuk kedua nya jadi mereka masuk saja Syifa memeluk lengan Arka untuk bisa berjalan dengan normal Arka juga menyuruh Syifa tidak usah memakai tongkat nya jadi Syifa tidak memakai nya mereka masuk di sambut banyak orang yg menjabat tangan Arka dan Syifa hanya mendengar nya
"Kita duduk di samping Devil aja"bisik Arka memegang lengan Syifa mereka segera duduk
"Syifa"ucap Zahra menoleh
"Zahra kamu udah datang ya"ucap Syifa mendengar
"Iya"ucap Zahra tersenyum
"Apa acaranya masih lama"tanya Syifa pada Arka
"Baru di mulai"ucap Devil santai
"Wah nampak semua tidak sabar menunggu pasangan yg akan bertunangan malam ini"ucap MC nya
"Acara yg lain sudah kita lalui waktu nya kita saksikan pertunangan nya kita sambut dua pasangan dari kedua keluarga Gio Altaf dan Nara Adirata"ucap MC nya tepuk tangan meriah
"Zahra coba katakan apa calon nya Nara adalah Gio"tanya Syifa penasaran
"Ya benar Syifa"ucap Zahra ikut kaget
"Kalian kenal dengan pria nya"tanya Arka penasaran
"Iya dia yg sering ada di tokoh"ucap Syifa
"Tapi udah lama ngak ke tokoh"ujar Syifa lagi Arka hanya diam kembali menatap ke depan
"Oke acara selanjutnya tukar cincin"ucap MC nya
"Kita beri sambutan pada tuan Bara untuk memberi kan cincin nya"ucap nya lagi
"Oke semua terimakasih sudah hadir dalam acara pertunangan adik saya Nara dan saya ucapkan terimakasih sudah menyempatkan hadir dalam acara ini tidak banyak yg saya sampai kan hanya pesan saya untuk Gio jaga adik saja dan sayangi dia"ucap Bara melebarkan pandangan lalu mata nya tertuju pada Syifa
"Oke tuan Bara terimakasih sambutannya sekarang kita akan mulai memasang cincin nya"ucap MC nya lalu dari keluarga Altaf maju berdiri di samping Bara dan Gio mengambil cincin nya memasangkan ke jari manis Nara tepuk tangan terdengar begitu pun Nara memasang kan cincin nya
"Mas"panggil Syifa saat merasakan Arka hanya diam
"Mas Arka"pangil Syifa menepuk tangan Arka
"Iya"ucap Arka menoleh
"Mas ngak papa"tanya Syifa penasaran dia tidak tau raut wajah Arka saat ini seperti apa
"Iya"ucap Arka berbohong
"Mas sebuah hubungan itu harus jujur lho"ucap Syifa
"Hubungan ku dan Nara itu udah lama terjalin tentu ada rasa sakit di hati ku apa lagi masih ada cinta maafkan aku"ucap Arka memeluk bahu Syifa mengusap nya lembut
"Ngak papa mas kita kan mau mulai dari awal"ucap Syifa memeluk suaminya
"Syifa kamu di sini dulu ya sama Zahra aku mau ke tempat teman ku"ujar Arka berdiri
"Kamu jagain Syifa"ucap Devil berdiri lalu pergi bersama Arka karna mereka akan bergabung minum bersama para pengusaha lain nya
"Kedua nya nampak terpaksa ya"ucap Zahra melirik Syifa
"Ngak lah aku yakin Gio mencintai Nara secara Nara kan jauh lebih cantik sama aku dia akan bisa melupakan aku dan mencintai Nara"ucap Syifa tersenyum
"Mana ada kamu jauh lebih cantik dari Nara"ucap Zahra
"Buktinya mas Arka cinta mati sama Nara"lirih Syifa dia menyadari jika Arka tidak bisa mencintai nya dan hanya menerima sebagai istri tapi tidak dengan hati nya
"Ngak juga aku yakin tuan Arka akan mencintai mu kelak jika kamu berusaha membuat tuan Arka jatuh cinta dan sabar menunggu hari itu tiba hanya saja kamu dan Nara lebih dulu Nara mengenal tuan Arka itu kenapa tuan Arka mencintai Nara kamu harus hargai tuan Arka yg mau memulai semua nya tidak mudah lho melupakan orang tercinta melupakan itu tidak segampang memasak mie instan"jelas Zahra membuat Syifa terkekeh pelan dengan perkataan terakhir Zahra
"Ngak sekalian ngak seinstan merebus air"ucap Syifa tersenyum
"Aku serius"ucap Zahra mengerucutkan bibirnya
"Iya iya aku ngerti kok hanya becanda"ucap Syifa tersenyum pada Zahra
__ADS_1