
Arka menoleh sebentar pada Syifa yg terlelap istirahat dia menemani Syifa istirahat yg habis minum obat Arka menyingkirkan rambut yg menutupi wajah Syifa lalu mendarat kan satu kecupan di kening Syifa,Arka kembali pokus pada laptop nya tangannya bergerak melihat beberapa email tangan satu nya mengelus kepala Syifa dengan lembut ,Arka tidak kerja dia ingin menemani Syifa
Di tempat lain karna sudah merasa Zhara memahami Devil Fatma mengizinkan Devil dan Zhara pulang ke rumah Wikran itu demi kebaikan Zhara untuk beradaptasi pada keluarga Devil yg lain meski itu sulit
"Zahra mama minta kamu harus tegar dan sabar menghadapi keluarga Wikran yg lain kamu jangan polos mengira keluarga Wikran seperti keluarga Sandoso mama bukan menilai keluarga mama baik tidak memang benar papa mertua mu sama seperti ayah meski dia sangat keras tapi ibu dan adik Devil adalah keluarga tiri mama ngak mau berburuk sangka hanya ingin kamu lebih berhati-hati"jelas Fatma memberi Zhara pengertian
"Mama tenang saja aku akan hati hati tidak akan membuat kesalahan terhadap keluarga mas Devil"ucap Zhara tersenyum
"Tapi nanti aku boleh kan mengunjungi mama jika sangat merindukan mama Fatma"ucap Zahra menatap Fatma
"Tentu saja boleh kasih sayang mama selalu tercurah pada anak anak mama termasuk kamu"ucap Fatma tersenyum memeluk Zhara
"Terimakasih ma aku jadi merasakan gimana mempunyai ibu"ujar Zahra tersenyum lebar memeluk Fatma penuh kehangatan
"Sebelum suami mu marah marah sebaiknya kamu segera pulang"ucap Fatma mengajak Zahra menuju ke arah mobil tempat Devil menunggu
"Aku banyak pekerjaan bisa kah kalian cepat sedikit"ucap Devil melirik jam di tangan nya
"Sesibuk apa pun harus perhatikan Istri mu Devil"ucap Fatma
"Iya aku akan menjaga nya"ujar Devil mendekati Fatma
"Aku pamit pulang"ucap Devil mencium punggung tangan Fatma di ikuti Zahra
"Iya "ucap Fatma tersenyum
"Assalamualaikum"ucap Devil
"Waalaikum salam"ucap Fatma mereka segera pamit pergi
🚘🚘🚘
"Mama pasti menjelaskan keadaan saya seperti apa"ujar Devil menoleh pada Zahra yg pokus dengan jalanan
"Iya mama Fatma udah jelas kan tapi mama Fatma tidak memberi tau saya tentang ibu mu dan adik mu"ucap Zhara
"Ibu Hana tapi saya tidak punya adik"ucap Devil berfikir
"Bukan nya ibu Hana itu nama ibu kandung mu yg saya maksud ibu mu sekarang ini"jelas Zahra
"Dengar kamu harus mengikuti saya kamu harus memanggil wanita itu dengan sebutan tante lebih sopan dan adik sialan itu pangil dia Karin"ujar Devil sedikit kesal
"Iya"ujar Zahra patuh meski dia tidak tau apa alasan Devil membenci kedua wanita itu
"Kemari"ucap Devil lalu menutup tirai penghalang supir untuk melihat jog belakang
"Apa"Zahra gelisah yg akan di lakukan Devil apa lagi menyuruhnya mendekat
"Kemari"ucap Devil datar dengan pelan Zhara mengeser tubuhnya Devil segera menarik Zahra untuk duduk di pangkuan nya Devil memegang tengkuk Zhara membuat Zhara menutup mulut nya dan menggeleng
"Mau menolak saya"ujar Devil datar Zhara menggeleng dia gugup jika yg di lakukan Devil di ketahui orang lain apa lagi supir mereka adalah laki laki
"Kamu tidak punya hak untuk menolak keinginan saya"ucap Devil mengarah kan tangan Zhara ke leher nya
"Masak iya di mobil juga akan terjadi semalam dan baru saja kita baru selesai"ujar Zhara pelan seperti bisikin Devil itu jika bersama nya Zhara tidak terhitung akan keramas
"Emang salah jika saya mau"ucap Devil serius
"Ini di mobil"ujar Zhara pelan Devil hanya memeluk punggung Zhara
"Tidak punya hak untuk membantah"ujar Devil lalu mencium bibir Zahra dengan rakus tidak lupa Devil sedikit demi sedikit mengangkat gamis Zahra
Supir pribadi itu jadi panas dingin mendengar suara Zhara tertahan dan suara erotis Devil yg mengeram ingin sekali supir itu menoleh melihat ekspresi Devil sang bos datar itu jika menyatu dengan istri nya apa tetap datar tapi pikiran itu di hilangkan oleh supir itu jika mengingatkan sosok Devil yg menakutkan untuk nya dia lebih baik pokus ke depan menahan gejolak tubuhnya.Sedangkan Devil menahan pinggang Zahra dengan pelan terus bergerak memenuhi keinginan nya Zhara hanya mengubur rasa malu nya saat bersama Devil yg sangat tidak ada kata puas Zahra replek mencengkram bahu Devil
"Jangan seperti itu orang di depan bisa mendengar nya"bisik Zahra memeluk leher Devil
"Tantangan untuk saya"ujar Devil santai terus melepaskan apa yg dia tahan sampai dia benar menyembur kan cairan di rahim Zhara di dalam mobil dengan cara duduk Zhara tekulai dengan tingkah Devil dia lemas menyender kan kepalanya di dada Devil keringat mulai bercucuran dari kedua nya Devil mencium sudut mata Zahra
"Tunggu saya pulang"bisik Devil membuat Zhara tersadar segera turun dari pangkuan Devil membuat Devil tidak rela lepas dari Istri nya
"Mas Devil jorok lihat"ucap Zahra pelan melirik ke bawah jog Devil mengambil tisu di samping nya lalu membersihkan semua nya Zhara tidak menyangka pengalaman nya akan melayani suami nya di dalam mobil
Karna Zahra menyuruh nya mandi membersihkan tubuhnya jadi Devil mandi sebentar di rumah membawa barang nya setelah itu dia pamit pada Zhara untuk pergi setelah yakin Devil pergi kerja Zhara segera mandi untuk keramas yg sekian kali lagi
"Wah benar menjadi nyonya di rumah ini"ucap Karin melihat Zhara berbaring
"Aku hanya mau istirahat sebentar"ucap Zhara pelan karna yg di lakukan Devil tadi benar membuat nya lelah
__ADS_1
"Bilang aja kamu hanya memanfaatkan kak Devil iya kan"ujar Karin sinis
"Apa maksud kamu"ucap Zhara
"Sekarang kamu bersihin semua ini dari menyapu mengepel berberes mencuci dan memasak "ucap Karin melempar kain ke wajah Zahra
"Jika ngak aku akan laporkan pada papa jika kamu hanya ingin hidup enak"ucap Karin lalu pergi karna Zhara juga telah berjanji pada Fatma jika dia akan memperlakukan keluarga itu seperti keluarga nya jadi Zahra melakukan apa yg di ucapkan Karin
Syifa meliat pelan melihat Syifa akan bangun tidur Arka dengan cepat mendarat kan kecupan nya di bibir Syifa membuat Syifa membuka mata nya lalu Arka merasakan pukulan Syifa yg kuat di punggung nya membuat Arka meringis
"Mas Arka ngak tau apa ini sakit banget"keluh Syifa mata nya berkaca kaca menarik sedikit bibir nya
"Sstt duh sakit tau"keluh Syifa
"Kamu memukul ku"ketus Arka tidak terima
"Mas lihat ini"tunjuk Syifa ke bibirnya
"Sakit aku masih sariawan"kesal Syifa
"Seperti nya ini hukuman buat ku"ucap Arka
"Nah itu sadar"sindir Syifa
"Ya Allah aku kan mau sholat"ucap Syifa baru mengingat nya
"Aku bantuin"ucap Arka mengengam tangan Syifa membantu Syifa ke kamar mandi apa lagi Syifa masih lemas
Syifa baru selesai sholat dia berdiri melipat mukenanya lalu kembali duduk merasakan kepalanya berdenyut melihat itu Arka mendekati Syifa duduk di samping Syifa dengan cemas
"Apa masih sakit"tanya Arka menyelip kan rambut Syifa di telinga
"Kepala nya masih sakit"ucap Syifa memegang kepalanya
"Sini"ucap Arka mengendong Syifa lalu Arka bersender di kepala ranjang membiarkan Syifa di dadanya dia mengelus punggung Syifa
"Mas kepala ku sakit"keluh Syifa memeluk leher Arka meletakkan kepalanya di dada Arka
"Nama nya juga sakit "ujar Arka mengelus kepala Syifa dengan lembut
"Tapi bibir ku sakit mas"ujar Syifa dia jadi bermanja dengan suaminya ini
"Ngak papa kok tahan aja "ucap Arka
"Ngak mau ahh sakit gimana mau menahan rasa sakit nya"ujar Syifa cemberut Arka menyadari jika istri nya tengah bermanja pada nya
"Istriku ini"kekeh Arka mengecup mata Syifa lalu membaringkan Syifa
"Suka sekali ya manja pada ku"ujar Arka tersenyum mengelus wajah Syifa
"Aku kan lagi sakitr mas pasti mau manja kan"ujar Syifa tersenyum malu memeluk lengan Arka
"Setiap hari manja juga boleh"ujar Arka tersenyum mengecup kepala Syifa
"Tapi bentar ya aku ambilin kamu makan biar bisa minum obat"ucap Arka di angguki Syifa dia menarik selimut ke tubuhnya melihat Arka keluar dari kamar nya
####
🌙🌙🌙
Zahra melempar tubuh nya ke kasur karna capek seharian dia di suruh berberes oleh mama dan adik dari suami nya itu Zahra sangat lelah dia baru selesai sholat berbaring sebentar karna untuk menghilangkan rasa letih nya
Cklek
Zahra menoleh melihat pintu di buka melihat kan Devil masuk berjalan dengan santai Devil meletakkan tas kerja nya lalu merengang kan dasi yg mencekik nya Devil segera merangkak ke tubuh Zahra membuat Zhara tau apa yg akan Devil lakukan
"Sudah menunggu saya"ujar Devil membelai wajah Zhara
"Tidak"ujar Zhara
"Mas ngak usah malam ini ya saya sangat capek"ujar Zhara
"Ngak bisa saya sudah tidak sabar"ucap Devil
"Dari pada nanti saya meniduri wanita lain"ucap Devil santai replek Zahra memegang kemeja Devil dan menggeleng dengan cepat
"Jangan lakukan"ucap Zhara membuat Devil mengankat sedikit sudut bibirnya
__ADS_1
"Jika kamu memenuhinya dengan baik itu tidak akan terjadi"ujar Devil mengecup kening Zahra
"Lakukan apa yg buat mas Devil senang"ucap Zahra dia di paksa meski terasa sangat capek dia ngak mau suami nya tidur dengan wanita lain sedang kan Devil sudah mendengus leher Istri nya tangannya mengengam tangan Zhara dengan penuh kelembutan membuang kerudung Zhara sembarang arah Devil mulai menciumi dada Zhara yg pasra saja
Cklek
"Kak Devil"ujar Karin tiba tiba masuk tanpa permisi Devil mengepel kan tangannya bisa Zhara rasakan gengaman Devil tersimpan kemarahan
"Ada apa"ketus Devil masih berada di atas tubuh Zhara mata nya sudah di penuhi kemarahan
"Kak temani aku sebentar"pinta Karin suaranya mendayung dayung Zahra sering bertanya kenapa Karin sangat berlebihan di depan suami nya
"Ayo kak"ujar Karin menarik baju Devil
"Kamu"kesal Devil sampai dia berdiri
"Jangan membuat aku marah apa lagi menganggu ku"ujar Devil memperingati
"Luang kan waktu sebentar untuk ku kak anak kita butuh kak Devil"ucap Karin sedih Zhara kaget sampai dia tidak bisa mencerna perkataan Karin
"Tutup mulut mu"ujar Devil marah
"Benar aku ini mengandung anak kak Devil"ujar Karin
"Kamu"Devil sudah mengankat tangannya ingin menampar dengan cepat Zhara menarik Devil sampai tubuhnya harus di tindih Devil karna sudah sangat marah Devil ingin beranjak tapi Zahra memegang wajah Devil
"Aku aku ingin bersama mu"ucap Zhara lalu mengigit bibirnya bukan itu yg harus dia katakan untuk menenangkan suaminya ini sedang kan Devil hanya melongo menatap Zhara
"Bukan maksud ku"ujar Zhara berfikir dengan cepat Devil menempelkan bibirnya
"Kamu sudah mengerti cara mengatasi ku"ujar Devil santai lalu berdiri
"Pergi lah"ujar Devil menyeret Karin keluar lalu mengunci kamarnya Devil segera mendekati istri nya
"Saya akan menemani mu sampai kamu melayang"bisik Devil mengecup bibir Zahra akhirnya Zahra menyesali perkataan nya tadi jika akhir nya dia harus menerima kesengsaraan melayani suaminya ini tidak hanya satu jam atau dua jam tapi sampai pagi Zhara bisa pasrah apa yg suaminya lakukan lengkuhan Zhara sampai lolos karna kelakuan Devil , Zahra pun tidak bisa menahan suaranya hanya bisa menjerit pelan dan melengkuh hebat karna Devil ini semua urat malu Zahra seolah putus karna Devil
###
Zahra terbangun melirik jam sudah waktunya subuh Zahra melepaskan pelukan Devil yg baru saja mereka tertidur selama satu bulan menjadi istri nya Devil semua sikap Devik bisa Zhara pahami tapi tidak soal di kasur Devil tidak pernah ada puas nya seperti sekarang baru saja mereka habis melewati hal yg seperti biasa Zhara berniat ke kamar mandi tapi sesuatu membuat nya menghentikan langkahnya
Hoek Hoek
Zahra segera lari ke kamar mandi memuntahkan sesuatu yg hanya cairan bening Zhara memijit tengkuk nya karna mual lagi Zhara menghembuskan nafasnya kasar lalu segera membersihkan badan nya karna ingin sholat
###
"Zahra ambil kan dasi ku"teriak Devil memakai sepatunya selama satu bulan ini mereka semakin dekat saja hubungan mereka baik baik saja sudah satu bulan usia pernikahan mereka
"Iya mas"ujar Zahra lalu mendekati Devil menyerahkan dasi berwarna biru garis garis
"Hari ini ada teman papa akan datang jika papa menyuruh mu ikut mereka boleh saja tapi dandan nya jelek aja"uajr Devil memakai dasi nya
"Emang kenapa mas"ucap Zahra berfikir yg di katakan Devil
"Ya ngak boleh kamu hanya boleh tampil cantik di depan ku saja "ujar Devil santai Zahra mendekati cermin melihat dirinya sendiri
"Emang aku cantik ya mas"ucap Zhara tersenyum melihat dirinya Devil mendekati nya
"Tidak hanya saja setelah menikah dengan ku aku merasa kamu cantik"ucap Devil santai
"Padahal kamu kayaknya gendut mungkin ngak pernah makan enak"ujar Devil pelan Zahra menoleh pada Devil
"Ya maaf pasti tabungan mas Devil menipis karna aku makan nya banyak"ucap Zahra menyesal Devil mengerut kan kening nya pingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak karna ucapan istri nya ini
"Aku kerja buat kamu "ucap Devil mengusap kepala Zhara
"Jangan banyak tanya pusing aku dengar nya"ujar Devil lagi lalu mengambil tas nya
"Aku sarapan di kantor aja "ucap Devil laku mengecup pipi Zhara dia segera melesat pergi Zhara menuju balkon melihat Devil menatap nya dari arah mobil dan mobil nya segera meluncur
"Zahra"ucap Zahra menebak apa yg terjadi
"Zahra kamu di mana hah"teriak Karin masuk ke kamar lalu melempar Zahra dengan lap dan sapu
"Sudah ku duga"gumam Zahra pelan
"Sekarang bersihkan semua rumah ingat yg bersih bantu juga membantu untuk masak karna akan ada tamu banyak yg cepat kerja kan nya"ujar Karin lalu pergi Zhara menghembuskan nafasnya mengambil sapu itu selama satu bulan ini keluarga Devil tidak memperlakukan nya dengan baik saat di depan Devil ibu dan adik Devil sangat baik tapi berbeda saat Devil berangkat kerja ibu nya dan adik nya memperlakukan Zhara seperti pembantu menyiksa Zhara bahkan tidak mengizinkan Zhara istirahat sedikitpun papa nya juga sering berlaku kasar pada Zhara tidak segan menghina Zahra tapi Zharara hanya diam bukan dia tidak ingin melawan tapi dia menghargai keluarga suaminya berusaha menyayangi keluarga suami yg akan menjadi keluarga nya juga Zahra tetap tegar dan sabar menerima perlakuan keluarga Devil yg kadang mental Zhara di uji
__ADS_1