Jodohku Seorang Presdir

Jodohku Seorang Presdir
Suaminya mencintai wanita lain


__ADS_3

Dalam tiga bulan pernikahan Asma dan Bara sudah membuat Asma tau bagaimana Bara sebenarnya apa lagi Bara jadi sangat dingin pada nya semenjak dia masuk ruangan Bara tanpa sengaja itu semua karna mama mertua yg menjebak Asma masuk ke ruangan itu sampai memecahkan karya yg di buat Syifa dulu itu karna Asma kaget saat Bara memanggil sampai pecah Asma jadi bertanya tanya apa Bara masih mencintai Syifa tapi Bara tidak pernah menjawab nya.Apa lagi Asma harus menghadapi masalah yg menimpa nya mertua nya terus terusan ingin menikah kan Bara dengan wanita bernama Shopi yg tidak lain sahabat Syifa dulu yg ingin membunuh Syifa


"Mas mama meminta mas turun"ujar Asma pelan mendekati Bara yg lagi berbaring


"Iya"ucap Bara lalu berdiri


"Mas Bara"ujar Asma pelan


"Apa mas akan menerima permintaan mama"ujar Asma pelan tapi Bara hanya menatap Asma setelah itu dia berlalu Asma segera mengikuti nya


"Nah itu Bara"ucap nya tersenyum melihat Bara mendekati


"Ada apa ma"ucap Bara duduk


"Karna hari libur ajak Shopi jalan"ucap mama nya


"Aku mau istirahat saja"ujar Bara malas


"Bara sekalian mengakrabkan diri kalian kan akan menikah"uajar mama nya


"Mas mau menikah sama orang yg mau membunuh Syifa"ucap Asma biar gimanapun dia tidak iklas Bara menduakan nya


"Diam kamu"ujar mama nya kesal


"Asma benar ma"ujar Bara


"Iya aku menyesal Bara aku melakukan nya itu semua karna aku mencintaimu"ucap Shopi menyesal


"Lagian istri mu ini tidak berguna apa lagi sampai dia memecahkan karya nya Syifa"ujar Shopi tersenyum licik pada Asma


"Benar itu Bara mending kamu nikah sama Shopi meski dia tidak setara dengan kita tapi dia mempunyai keluarga terpandang"ucap mama nya


"Aku ngak mau kamu madu mas"ucap Asma memberani diri


"Jika kamu tidak suka kamu tinggal pergi"ucap mama nya kesal


"Benar ma apa kata orang jika aku mempunyai istri dua lagian aku tidak mencintai Shopi"ujar Bara


"Apa kamu mencintai nya"ujar mama nya menunjuk Asma


"Iya"ujar Bara serius


"Kamu benar benar ya Bara"geram mama nya


"Tidak apa tan aku permisi dulu"ujar Shopi lalu pergi


"Hhmm aku harus membuat sebuah rencana"gumam Shopi


"Mas terimakasih"ujar Asma tersenyum pada Bara


"Aku masih marah dan kecewa pada mu masuk ke ruangan ku dan menghancurkan benda itu"ujar Bara datar lalu berlalu Asma hanya menghembuskan nafas nya kasar jika dia belum di maafkan setidaknya Bara mencintai nya tapi Asma tidak tau jika Bara berbohong mencintai nya ya menurut Bara dari pada Shopi menjadi istri nya mending Asma


####


Bara termenung di diskotik bersama Shopi itu juga karna mama nya memaksa tapi Bara tidak memberi tau Asma jika dia pergi bersama Shopi mereka minum bersama dengan mengobrol hal yg singkat


"Mikiran apa sih"ujar Shopi mengusap bahu Bara yg termenung


"Tidak ada"ujar Bara meneguk lagi minuman nya


"Asma apa Syifa"kekeh Shopi yg tau apa yg Bara pikir kan


"Menurut mu Asma seperti apa"tanya Shopi santai dia tau cara menggoda Bara karna nyonya Adirata sudah memberi saran yg bagus


"Dia baik cantik"ucap Bara santai


"Pernah ngak berfikir Asma baik apa iya kamu mau menyiksanya tidak memberi nya tempat sebagai istri mu bukan kah terlalu egois jika kamu menahan nya dia juga berhak bahagia"ucap Shopi meletakkan dagu nya di bahu Bara mendengar itu Bara menyadari sesuatu jika diak tidak bisa memaksa hati nya Bara menegang kan lagi beberapa kali minuman itu


"Jika aku menjadi Istri mu aku tidak mempermasalahkan nya yg penting menikah dengan mu dan kita sama sama menjalankan bisnis kita"ujar Shopi menyakinkan


"Tapi Asma"ujar Bara meneguk lagi minuan itu dia jadi bersalah pada Asma


"Tinggal ceraikan saja"ucap Shopi


"Apa tidak adil untuk Asma"ucap Bara masih memikirkan perasaan Asma karna Bara tau jika Bara mencintai nya


"Justru kamu mengikat nya yg tidak ada keadilan untuk nya"ucap Shopi memegang wajah Bara yg sudah mata nya merah karna mabuk


"Ayo kita menikah"ujar Shopi lembut


"Aku sangat mencintai Syifa aku tidak bisa"lirih Bara menatap Shopi


"Aku akan memberikan semua yg kamu mau"ujar Shopi pelan lalu mengalungkan tangannya di leher Bara mereka berciuman dengan intim sangking intimnya Shopi duduk di pangkuan Bara mengecup leher Bara


"Maaf nona"ucap seseorang menepuk bahu Shopi

__ADS_1


"Tuan mau saya ajak pulang"ujar bodyguard itu


"Hei jangan menghalangi rencana saya"geram Shopi


"Maaf nona saya harus membawa tuan pulang"ujar nya lalu memampa Bara karna Bara sudah mabuk


"Sial dari mana pria sialan itu muncul"umpat Shopi kesal karna rencana nya sia sia


Bara memang sengaja mengajak bodyguard nya dan memantau dari kejauhan biar tidak ada hal yg tidak dia ingin kan terjadi dia hanya mewanti-wanti keadaan biar gimanapun dia orang terhormat.Setelah sampai rumah bodyguard itu membawa Bara menuju kamar nya mengetuk pintu


Tok tok


Tok tok


"Apa mungkin mas Bara"gumam Asma menguap lalu dia berajak mengambil handuk untuk menutupi kepalanya


Cklek


"Nyonya"ujar nya memberikan tubuh Bara dengan pelan


"Suami saya kenala pak"ucap Asma memeluk Bara


"Tuan Bara mabuk nyonya"jelas nya lalu berlalu pergi


"Mas Bara ngapain pakai acara mabuk segala"ujar Asma lalu menutup pintu


"Aku sangat merindukanmu"ucap Bara memegang pipi Asma


"Mas ayo aku bantu"ucap Asma menuntun Bara


"Aku mencintaimu"bisik Bara di telinga Asma membuat Asma tersenyum


"Iya"ucap Asma tersenyum lebar


"Sayang"ujar Bara menatap bibir Asma lalu mencium kening Asma mesra


"Apa kamu masih mencintai ku"ucap Bara menurunkan handuk di kepala Asma


"Mas aku juga mencintai mas Bara"ujar Asma tersenyum Bara lalu mencium bibir Asma dengan mesra Asma berdegup tidak karuan bagaimana pun ini ciuman pertama nya Asma memejamkan matanya dia sangat bahagia


"Aku mencintaimu Syifa"bisik Bara membuat Asma bagai tersambar petir dia menatap wajah Bara


"Aku sangat senang akhirnya kamu kembali mencintai ku dan meninggalkan Arka"ucap Bara tesenyum dia berfikir di hadapan nya ini adalah Syifa


"Mas"ucap Asma tidak percaya


"Malam ini kamu hanya milikku"ucap Bara mencium bibir Asma dengan lembut Asma tidak bisa menahan tangisannya dia tidak menyangka Bara membohongi nya dan masih mencintai Syifa


"Mas kenapa tega"ucap Asma mendorong Bara pelan dia memalingkan wajahnya


"Syifa jangan menolak ku obati rasa rindu ku yg mengunung"ucap Bara


"Cukup mas"ujar Asma gemetaran dia tidak sanggup mendengar itu bagaimana bisa suami nya menganggap nya sebagai mantan kekasih nya yg tidak lain sahabat Asma sendiri


"Tidak Syifa lupakana Arka"ujar Bara lalu mengedong Asma menuju kasur


"Lepas mas aku tidak mau"ujar Asma sesegukan


"Sstt Syifa bukan kah ini yg kita tunggu aku juga sangat menanti kan ini menyatu dlaam rasa cinta kita"ujar Bara memegang tangan Asma lalu meletakkan di leher nya Asma gemetar


"Kenapa mas lakukan aku mencintai mas dengan tulus tapi apa balasan mas Bara"Isak Asma tidak sanggup tapi Bara tidak merespon itu Bara mencium bibir Asma dengan lembut tangannya menyentuh bagian perut Asma membuat Asma berdesir dia tau Bara akan melakukan itu mengigat tugas nya sebagai istri membuat Asma tidak berdaya apa lagi dia mencintai Bara masak iya dia akan memberontak


"Aku mencintaimu"ucap Asma dengan gemetar lalu memeluk leher Bara membalas ciuman itu Bara masih mengira jika Asma adalah Syifa.Asma menerima perlakuan Bara yg kadang membuat hati Asma teriris bagaimana bisa Bara mengucap kan nama wanita lain yg sangat menyakiti hati Asma


"Syifa aku sangat mencintai mu aku mungkin menyakiti mu"ujar Bara mencium tangan Asma yg mengigit bibirnya menahan tangis lalu Bara menyatukan tubuh mereka


"Aghh mas"teriak Asma kesakitan mencengkram bahu Bara


"Sstt Syifa sakit nya hanya sebentar sayang tahan ya Syifa"ujar Bara lalu mencium bibir Asma lagi selagi dia berusaha menerobos rahim Asma yg terasa sulit


"Mas hiks hiks ini sangat sakit"ujar Asma kesakitan


"Syifa sayang tidak mungkin aku menyakiti mu"ucap Bara menambah tekanan nya sampai badan mereka menyatu Asma merasakan sakit dia mengatur nafas seluruh nya terasa sakit


"Syifa bersiap kita akan merasakan kenikmatan dunia"ujar Bara tersenyum bahagia mulai menyalurkan hasratnya mereka berdua saling melengkapi tapi bibir Bara selalu mengucapkan nama Syifa membuat hati Asma benar teriris


"Terimakasih Syifa aku semakin mencintai mu"bisik Bara mencium pipi Asma lalu memeluk Asma dari samping tangis Asma pecah menarik selimut menutupi tubuhnya dan Bara hati nya benar hancur menerima kebenaran nya Asma beranjak menahan pinggang nya dia sulit berjalan tapi dia berusaha menahan nya.Asma menguyur tubuhnya dengan shower masih tergambar sangat jelas bagaimana wajah Bara saat mengucapkan nama Syifa saat di atas tubuh nya mengingat itu hati Asma makin sakit dia menangis dengan mengusap tubuhnya yg semua merah akibat cumbuan Bara


"Aku harus apa mas"ucap Asma memeluk lutut nya menangis tiada henti.Asma menatap wajah Bara yg terlelap Asma mengusap wajah Bara dengan lembut setelah membersihkan tubuhnya Asma kembali berbaring tapi dia tidak berhenti menangis lama menangis membuat Asma lelah sendiri dan terlelap tertidur


###


☀️☀️☀️


Bara terbangun memegang kepalanya yg terasa pening dia melirik ke samping Asma terlelap di samping nya dengan sangat nyenyak tumben sekali Asms belum bangun jam segini pikir Bara dia tidak mengigat apa apa semalam karna sangat mabuk karna Bara type pria tidak suka mabuk tapi semalam dia malah mabuk

__ADS_1


"Asma"pangil Bara dengan menyentuh bahu Asma pelan


"Asma"pangil Bara lagi


"Hhmm ya mas"ucap Asma mengucek matanya


"Kamu kesiangan dan mata kamu kenapa sembab"ujar Bara bertanya Asma menahan air matanya yg ingin jatuh


"Iya tadi saat sholat subuh aku kembali tertidur"ujar Asma memang benar tadi dia setelah sholat subuh kembali tertidur


"Kamu menangis"tanya Bara menyentuh mata Asma yg sembab


"Mas Bara tidak ingat kejadian semalam"tanya Asma serius


"Tidak "ucap Bara menggeleng Asma menghembuskan nafasnya pelan


"Ngak usah di bahas mas"ujar Asma ingin beranjak tapi dia urung kan karna masih terasa sakit pusat intim nya


"Asma kamu baik"tanya Bara mengusap bahu Asma lalu Asma menoleh membuat mata mereka bertemu dan saling memandang Bara bisa merasakan kesakitan di mata Asma


"Iya mas aku siapin keperluan mas Bara untuk ke kantor"ucap Asma tersenyum lalu beridri Bara segera menuju kamar mandi Asma meneteskan air mata nya dia harus kuat dan belaga tidak terjadi apa apa dia akan mengambil hati Bara menunjuk kan pada Bara jika dia sangat mencintai Bara dengan tulus


###


Keluarga Karten tengah sarapan dengan senang tapi Zenap tidak turut hadir karna kata Arkan dia masih tertidur membuat semua memberi nya tatapan menggoda sedangkan Syifa sibuk mengajak anak nya main di samping dia sarapan


"Ehh Arkan jangan ngalahin aku dong masak iya kamu mengempur istri mu setiap malam"goda Arka


"Habis nya kecanduan kak"celetuk Arkan tersenyum Arka tertawa terbahak-bahak


"Mas kamu nakutin anak anak"ucap Syifa mengelus kepala anak anaknya


"Habis nya Arkan lucu baru tau rasa nya"ujar Arka tertawa


"Ngak hanya tiap malam kak saat aku pulang makan siang aku memaksa nya saat aku pulang sore juga memaksa nya"ucap Arkan tersenyum


"Wah benar sama kayak kakak nya tukak pemaksa"ujar Syifa tersenyum senang


"Syukur jika kamu bahagia bersama Zenap tapi jangan sering memaksa nya kasihan Zenap nya "ujar Maya menegur


"Iya ma"ucap Arkan tersenyum


Zenap baru bangun dia terbangun dari tidurnya menahan tubuhnya dengan kedua tangannya sampai selimut di tubuhnya melorot melihat kan bagian atas Zenap polos Zenap melamun lalu ia beranjak untuk membersihkan tubuh nya setelah selesai dia turun


"Mas Arkan"panggil Zenap dengan bergegas membuat semua menatapnya


"Sudah ku bilang aku mual melihat mas Arkan pakai baju warna putih aku kan menyuruh mas Arkan pakai baju warna pink"cap Zenap kesal


"Sayang aku kan sangat menyukai warna putih lagian masak iya aku pakai kemeja warna pink"ujar Arkan


"Pakai mas lihat aku jadi mual"ucap Zenap ingin mual


"Tapi sayang"ucap Arkan


"Ganti mas"kesal Zenap meletakkan kemeja warna pink itu


Hoek Hoek


"Aghh mas Arkan kenapa belum menganti baju nya buka ngak"kesal Zenap ingin mual lalu dia melepaskan kemeja Arkan dan membuang nya Zenap memakai kan kemeja warna pink Arkan hanya pasrah


"Ternyata suami takut istri"ejek Arka puas


"Kak Arka diam deh telinga ku sakit mendengar nya jika kak Arka tidak suka keluar sana "kesal Zenap dengan lirikan sinis semua saling pandang


"Kamu hanil"ucap semua


"Heh kenapa kak Arka bertanya seperti itu"kesal Zenap


"Sayang kamu benar hamil"ucap Arkan berdiri tapi Zenap hanya menggeleng


"Tapi beda seharusnya nya kan jika Zenap hamil mood nya tidak bagus di berikan pada suaminya tapi kok malah aku sama kayak Syifa dulu"ucap Arka berfikir


"Ya karna mungkin anak ku tau tidak menyukai kak Arka yg sering mengejek ku"ucap Arkan tersenyum mengelus perut Zenap yg datar


"Apa sudah kamu periksa Zenap"tanya Maya menatap Zenap


"Belum tapi ....ya Allah"ucap Zenap menutup mulut nya


"Kenapa"ucap semua


"Ya Allah mas aku tidak menyadari beberapa bulan ini tidak datang bulan"ucap Zenap memegang wajah Arkan


"Apa aku benar hamil"ucap Zenap tersenyum


"Bisa jadi"ucap Syifa tersenyum melihat kegirangan Zenap

__ADS_1


"Ye aku mau hamil ye ye"teriak Zenap kegirangan semua hanya menggeleng dengan tingkah Zenap tidak hamil aja sudah konyol apa lagi hamil pasti membuat semua repot


__ADS_2